BANTUL | BERITAKINI.ID – Upaya mengusulkan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin sebagai Pahlawan Nasional terus diperkuat. PWI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Tim Ad Hoc menemui Bupati Bantul Abdul Halim Muslih untuk membahas dukungan pemerintah daerah terhadap proses pengusulan tersebut, Senin (24/8/2026).
AUDIENSI – PWI DIY dan Tim Ad Hoc Pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional saat beraudiensi dengan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. (ist)
Audiensi yang berlangsung di Kantor Bupati Bantul itu menjadi bagian dari langkah melengkapi berbagai dokumen dan bukti sejarah terkait perjalanan Udin, wartawan Harian Bernas yang meninggal setelah menjalankan tugas jurnalistik.
Dalam pertemuan tersebut, PWI DIY menyampaikan perkembangan pengusulan Udin sekaligus meminta dukungan Pemkab Bantul untuk menggali berbagai dokumen sejarah, arsip pemberitaan, serta jejak perjuangan Udin dalam memperjuangkan kebebasan pers.
Perjuangan Udin dan Kebebasan Pers
Ketua PWI DIY Hudono mengatakan, pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional tidak semata-mata berkaitan dengan sosok seorang wartawan. Lebih dari itu, perjuangan tersebut menjadi bagian dari upaya merawat sejarah kebebasan pers dan demokrasi di Indonesia.
Menurutnya, keberanian Udin dalam menjalankan tugas jurnalistik menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan pers nasional.
“Ini bukan hanya tentang Udin sebagai seorang wartawan, tetapi tentang nilai perjuangan, keberanian dan kebebasan pers yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Hudono.
Dalam audiensi itu, Hudono juga menyampaikan usulan pemberian nama jalan Fuad Muhammad Syafruddin di Bantul serta rencana memfasilitasi seminar untuk memperkuat kajian mengenai sosok dan perjuangan Udin.
Pemkab Bantul Buka Ruang Dukungan
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyambut baik usulan agar Udin mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Pemkab Bantul juga membuka ruang untuk membantu proses pengumpulan dokumen sejarah yang berkaitan dengan perjalanan Udin dan berbagai peristiwa yang terjadi di Bantul.
Dukungan tersebut dinilai penting karena Bantul memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan sejarah Udin. Berbagai arsip dan dokumen yang tersimpan di lingkungan pemerintahan maupun lembaga daerah diharapkan dapat menjadi bahan untuk melengkapi kajian pengusulan.
Anggota Dewan Pakar PWI DIY sekaligus Penasehat Tim Ad Hoc, Ahmad Subagya, mengatakan posisi Pemkab Bantul sangat strategis dalam membantu tim menggali serta melengkapi persyaratan material.
Menurutnya, dokumen maupun notulensi politik yang tersimpan di Sekretariat DPRD dan Pemkab Bantul dapat menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen pengusulan.
Libatkan Berbagai Elemen
Proses pengusulan Udin masih berada pada tahap internal. Karena itu, audiensi tersebut diarahkan untuk membangun komunikasi sekaligus memperoleh dukungan Pemkab Bantul.
Tim Ad Hoc juga menilai penggalian sejarah Udin perlu dilakukan secara akademis dan obyektif. Pemerintah daerah, insan pers, akademisi, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat Bantul diharapkan ikut berperan dalam memperkuat dokumentasi sejarah tersebut.
PWI DIY bersama Tim Ad Hoc saat ini terus melakukan inventarisasi dokumen, kesaksian sejarah, arsip pemberitaan dan berbagai bukti pendukung lainnya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penyusunan dokumen pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional yang nantinya akan ditempuh melalui mekanisme dan tahapan sesuai ketentuan yang berlaku.
Penghormatan untuk Perjuangan Pers
Bagi PWI DIY, pengakuan terhadap Udin nantinya bukan hanya menjadi penghormatan bagi keluarga dan insan pers. Lebih jauh, hal tersebut diharapkan menjadi simbol bahwa keberanian memperjuangkan kebenaran, kebebasan pers dan kepentingan publik merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa.
Komunikasi dengan Pemkab Bantul akan terus dilanjutkan. Selanjutnya, PWI DIY dan Tim Ad Hoc juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah DIY serta kementerian terkait sesuai mekanisme pengusulan Pahlawan Nasional.
Penyerahan buku Memburu Pembunuh Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin yang ditulis Anggota Tim Pencari Fakta PWI DIY, Asril Sutan Marajo, kepada Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. (ist)
Editor: Beritakini.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar