Subscribe Us

Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Mei 2026

PWI Pusat Kecam Pencegatan Misi Kemanusiaan ke Gaza, Jurnalis Indonesia Ikut Ditahan

JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengecam tindakan militer Israel yang mencegat rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dalam pelayaran menuju Gaza, Palestina.
Dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah jurnalis asal Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan kemanusiaan.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menilai tindakan terhadap misi sipil dan kemanusiaan, termasuk penahanan jurnalis, merupakan bentuk pelanggaran terhadap prinsip perlindungan kerja pers di wilayah konflik.
“Kami mengecam keras tindakan Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan menuju Gaza, termasuk jurnalis Indonesia yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Keselamatan insan pers harus dihormati dan dilindungi dalam situasi apa pun,” ujar Akhmad Munir di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Tiga jurnalis Indonesia yang diketahui tergabung dalam misi tersebut yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Menurut Munir, kehadiran wartawan dalam misi kemanusiaan bertujuan menyampaikan kondisi dan fakta kemanusiaan kepada masyarakat internasional, bukan menjadi bagian dari konflik yang terjadi.
“Pers hadir untuk menyampaikan fakta dan suara kemanusiaan kepada dunia. Tidak boleh ada intimidasi ataupun tindakan yang mengancam keselamatan jurnalis saat menjalankan tugas profesinya,” tegasnya.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, sedikitnya 10 kapal dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 dikabarkan ditahan aparat Israel. Beberapa kapal yang disebut turut dicegat di antaranya Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
Hingga saat ini, kapal yang membawa jurnalis Indonesia belum dapat dihubungi dan kondisi para awak kapal masih belum diketahui secara pasti.

PWI Pusat menyatakan mendukung penuh langkah diplomatik pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI guna memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi tersebut.

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital RI disebut terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta perwakilan Indonesia di sejumlah negara untuk memantau perkembangan situasi dan menyiapkan langkah perlindungan bagi para WNI.

Koordinasi juga dilakukan dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna mengantisipasi langkah perlindungan maupun proses pemulangan warga negara Indonesia apabila diperlukan.
“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar diberikan keselamatan dan dapat kembali dengan selamat,” tutup Akhmad Munir.

Rabu, 29 April 2026

Matangkan Persiapan Porwanas 2027, SIWO PWI Lampung Gelar Diskusi Olahraga

LAMPUNG – Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung mulai mematangkan langkah menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV Tahun 2027.
Tak hanya menargetkan sukses sebagai tuan rumah, PWI Lampung juga membidik prestasi sebagai juara umum dalam ajang nasional tersebut.
Komitmen ini mengemuka dalam kegiatan diskusi olahraga bertema “Menuju Porwanas XV 2027: Membangun Sinergi Prestasi Olahraga” yang digelar pada Rabu, 29 April 2026.
Ketua SIWO PWI Lampung, Muslim Pranata, mengatakan diskusi tersebut menjadi langkah awal dalam mempersiapkan atlet, insan pers, serta seluruh elemen pendukung menghadapi Porwanas 2027.
“Persiapan harus dilakukan secara matang sejak dini. Diskusi ini penting untuk memperkaya wawasan dan belajar dari pengalaman para ahli,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, menegaskan bahwa Porwanas bukan sekadar ajang olahraga antarwartawan, tetapi juga menjadi bagian dari peningkatan kualitas jurnalistik olahraga.
“Porwanas juga menjadi ajang seleksi bagi wartawan olahraga untuk mempersiapkan peliputan event besar seperti PON,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Lampung terakhir kali menjadi tuan rumah Porwanas pada 1993. Oleh karena itu, penyelenggaraan tahun 2027 menjadi momentum penting yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
Diperkirakan sekitar 5.000 wartawan dari seluruh Indonesia akan hadir dalam ajang tersebut, yang juga bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN).
“Dampaknya tidak hanya pada olahraga, tetapi juga ekonomi daerah dan promosi wisata Lampung,” tambahnya.
PWI Lampung pun berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi serta seluruh pemangku kepentingan agar target “dua sukses” yakni sukses penyelenggaraan dan prestasi dapat tercapai.
Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansyah, menyebut penunjukan Lampung sebagai tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
“Lampung harus siap sukses sebagai penyelenggara sekaligus mampu meraih prestasi,” ujarnya saat membacakan sambutan gubernur.
Ia menekankan pentingnya evaluasi atlet, kesiapan fisik, strategi latihan, serta dukungan manajemen yang terencana.
“Sinergi antara atlet, pelatih, organisasi, pemerintah, dan seluruh pihak menjadi kunci utama,” tegasnya.
Ketua SIWO PWI Pusat, Suryansyah, turut mengapresiasi kesiapan Lampung yang didukung pemerintah daerah dan KONI.
Menurutnya, hal tersebut menjadi modal penting dalam menyukseskan Porwanas 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada minggu kedua April.
“Kita harus bergerak cepat dan terarah agar Porwanas 2027 berlangsung lebih profesional, kompetitif, dan bermartabat,” pungkasnya.