PAMEKASAN | BERITAKINI.ID – Sejumlah ketua organisasi wartawan di Kabupaten Pamekasan menyampaikan harapan dan masukan kepada Kapolres Pamekasan AKBP Wahyu Hidayat yang baru memimpin jajaran kepolisian di wilayah tersebut.
Masukan tersebut terutama berkaitan dengan keterbukaan informasi, komunikasi antara kepolisian dan insan pers, pelayanan kepada wartawan, hingga profesionalisme dalam penanganan berbagai persoalan masyarakat.
Aspirasi tersebut dihimpun Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan Hairul Anam dalam agenda serap aspirasi bersama sejumlah ketua organisasi wartawan di Kabupaten Pamekasan, Sabtu (15/8/2026).
Dorong Komunikasi Terbuka
Hairul Anam mengatakan, komunikasi dengan AKBP Wahyu Hidayat selama ini telah terjalin melalui pesan WhatsApp, meski keduanya belum pernah bertemu secara langsung.
“Saya intens komunikasi dengan AKBP Wahyu Hidayat. Tapi, tidak pernah ketemu. Hanya sebatas komunikasi via chat WhatsApp,” ujar Hairul yang juga asesor Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers.
Ketua Forum Wartawan Pamekasan (FWP) Ongky Arista UA menilai keterbukaan pimpinan kepolisian penting bagi wartawan dalam memperoleh informasi langsung dari sumber utama.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan membantu jurnalis menyajikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
“Kami berharap agar Kapolres baru menerapkan gaya komunikasi terbuka,” tegas Ongky yang juga Wakil Ketua PWI Pamekasan.
Keterbukaan Informasi Dinilai Penting
Ketua Jurnalis Center Pamekasan (JCP) Achmad Jadid juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik. Menurutnya, komunikasi yang baik antara kepolisian dan wartawan dapat memperkuat sinergitas kedua pihak.
“Hubungan yang terjalin baik antara kedua pihak akan berdampak positif pada kondusivitas wilayah Pamekasan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Jurnalis Muda Pamekasan (JMP) Luthfiyadi mendorong adanya perubahan dan peningkatan transparansi di lingkungan Polres Pamekasan.
Ia berharap Kapolres mengedepankan pendekatan kemanusiaan, menindaklanjuti laporan masyarakat yang belum terselesaikan, serta melakukan evaluasi terhadap jajaran guna meningkatkan profesionalisme pelayanan kepolisian.
Perhatian pada Isu Lingkungan
Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) M. Khairul Umam menilai perhatian kepolisian juga perlu diarahkan pada persoalan lingkungan hidup.
Salah satu yang disorot adalah persoalan sampah medis yang dinilai berkaitan dengan kesehatan masyarakat.
Dosen STAIFA Pamekasan tersebut juga mengingatkan pentingnya kesiapan mental dalam menjalankan tugas. Menurutnya, dinamika masyarakat Pamekasan membutuhkan pendekatan dan komunikasi yang baik.
Harapkan Pelayanan Tanpa Tebang Pilih
Harapan mengenai kemitraan yang setara disampaikan Ketua Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP) Sujak Lukman.
Ia berharap Polres Pamekasan memberikan pelayanan dan akses informasi secara proporsional kepada seluruh wartawan, tanpa membedakan media besar maupun media kecil.
Sujak juga mendorong kolaborasi profesional antara kepolisian dan pers dengan tetap berpegang pada aturan masing-masing, termasuk Kode Etik Jurnalistik bagi wartawan dan Kode Etik Polri bagi anggota kepolisian.
“Melalui kerja sama ini, polisi terbantu dalam menyebarkan informasi publik, sementara wartawan memperoleh data yang akurat dan cepat demi mencerdaskan masyarakat serta menjaga kondusivitas daerah,” tukasnya.
Berbagai masukan tersebut diharapkan menjadi bagian dari komunikasi awal antara jajaran Polres Pamekasan dengan organisasi wartawan dalam membangun hubungan kemitraan yang profesional, terbuka, dan tetap independen.
Editor: Beritakini.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar