LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memastikan ketersediaan air untuk pertanaman padi musim tanam kedua (MT II). Upaya tersebut dilakukan melalui monitoring kondisi jaringan irigasi Bengawan Jero hingga Dam Corong, Senin (10/8/2026).
KEMARAU - Kondisi air pada musim kemarau saat ini, di wilayah Bengawan Jero, tepatnya di Dam Corong, Senin (10/8/2026). (ist)Monitoring dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk menjaga suplai air, khususnya bagi wilayah tengah dan dalam Bengawan Jero yang hingga kini masih memasuki masa tanam.
Pantau Kondisi Irigasi hingga Perbatasan Gresik
Monitoring dilakukan mulai wilayah Kecamatan Glagah hingga Dam Corong yang berada di perbatasan Kabupaten Lamongan dan Gresik. Dari hasil pemantauan, wilayah hilir Kecamatan Glagah mulai memasuki masa panen.
Sementara itu, sebagian wilayah hilir Kabupaten Gresik telah selesai panen dan mulai beralih pada aktivitas tambak.
Di sisi lain, kebutuhan air baku Bengawan Jero pada Agustus masih cukup tinggi, terutama untuk wilayah tengah dan dalam yang masih melakukan pertanaman padi.
Kondisi tersebut mendorong Pemkab Lamongan memperkuat koordinasi lintas wilayah agar ketersediaan air tetap terjaga sehingga pertanaman padi MT II dapat berlangsung secara optimal.
Petani Diminta Atur Penggunaan Air
Koordinasi dilakukan bersama Camat Glagah dan Kepala Desa Wedoro. Masyarakat yang telah menyelesaikan panen diimbau untuk sementara menunda aktivitas menaikkan air untuk kebutuhan tambak.
Penundaan tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan pemenuhan kebutuhan air bagi wilayah tengah dan dalam Bengawan Jero yang masih membutuhkan suplai irigasi untuk pertanaman padi.
Pemkab Lamongan juga berdialog dengan petani di wilayah hilir Dam Corong yang melakukan aktivitas tambak. Para petani diminta mengatur penggunaan pompa secara bergantian dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan air pertanian di wilayah Lamongan yang saat ini masih cukup tinggi.
Dam Corong Atur Aliran Air
Selain melakukan koordinasi dengan masyarakat, Pemkab Lamongan juga berkoordinasi dengan petugas pengelola Dam Corong dari sumber daya air Provinsi Jawa Timur.
Saat ini, dua dari lima pintu Dam Corong dibuka sebagai bagian dari pengaturan aliran air. Langkah tersebut sekaligus dilakukan untuk menahan masuknya air asin agar tidak lebih cepat naik ke wilayah hulu.
Pengaturan pintu dam menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keseimbangan kebutuhan air, terutama di tengah tingginya kebutuhan irigasi pertanian dan aktivitas tambak di wilayah hilir.
Pompa Tambak di Hilir Gresik Diatur Bergantian
Koordinasi juga dilakukan dengan UPT Provinsi perwakilan Gresik-Lamongan untuk mengatur operasional pompa tambak di wilayah hilir Gresik secara bergantian.
Pengaturan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kestabilan debit air sekaligus mengakomodasi kebutuhan pertanian di Kabupaten Lamongan.
Dengan koordinasi lintas wilayah tersebut, penggunaan sumber daya air di kawasan Bengawan Jero diharapkan dapat berlangsung lebih terkendali dan tidak mengganggu kebutuhan pertanian yang masih berada pada masa tanam.
Antisipasi Kekeringan Saat Musim Kemarau
Monitoring Bengawan Jero dan Dam Corong menjadi bagian dari langkah mitigasi Pemkab Lamongan dalam menghadapi musim kemarau.
Pemerintah daerah terus berupaya memastikan kebutuhan air untuk pertanaman padi MT II tetap terpenuhi, sekaligus mengantisipasi potensi kekeringan yang dapat mengganggu produktivitas pertanian.
Koordinasi antara pemerintah, petugas pengelola sumber daya air, pemerintah desa, petani, serta pengguna air di wilayah hilir menjadi kunci agar distribusi air dapat berjalan secara proporsional sesuai kebutuhan.
Dengan pengaturan dan pemantauan secara berkala, ketersediaan air di Bengawan Jero diharapkan tetap mampu mendukung pertanaman padi hingga masa panen.
Editor: Beritakini.id
Artikel: Pemkab Lamongan melakukan monitoring Bengawan Jero dan Dam Corong untuk menjaga ketersediaan air pertanaman padi MT II serta mengantisipasi kekeringan selama musim kemarau.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar