LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Kisah haru terungkap dari keluarga pendaki perempuan asal Lamongan yang ditemukan meninggal dunia di Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso. Paman korban, Na'im Machzyumi, mengungkapkan keponakannya memiliki kebiasaan yang tak pernah ditinggalkan setiap kali hendak mendaki gunung, yakni selalu berpamitan kepada ibunya.
DIKEBUMIKAN - Pendaki perempuan asal Lamongan yang ditemukan meninggal dunia di Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso, saat dikebumikan di pemakaman umum, di Kec. Babat, Lamongan. Foto : IstimewaMenurut Na'im, korban memang telah lama mencintai aktivitas alam bebas. Selain mendaki gunung, ia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan olahraga seperti maraton, bersepeda, hingga touring sepeda motor.
"Dia memang sudah lama suka aktivitas alam. Selain maraton dan gowes, dia juga hobi touring motor dan mendaki gunung. Sudah berkali-kali mendaki berbagai gunung," ujar Na'im, Kamis (6/8/2026).
Na'im menuturkan, setiap kali hendak mendaki, korban selalu meminta restu kepada sang ibu. Namun, setiap kali berpamitan, ibunya selalu menangis karena khawatir terhadap keselamatan putrinya.
"Setiap pamit, ibunya selalu menangis dan meminta dia tidak berangkat karena rasa khawatir," tuturnya.
Karena tidak tega melihat ibunya bersedih, pada beberapa pendakian berikutnya korban memilih berangkat tanpa berpamitan. Namun, menjelang pendakian terakhir ke Gunung Piramid, korban justru kembali meminta izin kepada ibunya.
Saat itu korban mengaku hendak melanjutkan perjalanan menuju Bali untuk menemui anaknya. Di sela perjalanan tersebut, ia menyampaikan keinginan singgah lebih dulu ke Gunung Piramid di Bondowoso untuk mendaki.
"Dia bilang mau ke Bali, tapi sebelumnya ingin naik Gunung Piramid dulu karena searah perjalanan," kata Na'im.
Beberapa hari sebelum keberangkatan, korban juga sempat mengunggah sebuah kutipan di media sosial yang belakangan menjadi perhatian keluarga. Dalam unggahan itu tertulis kalimat, "Menurut pendapatmu, bagaimana hidup yang lebih tenang?".
Meski demikian, keluarga tidak menganggap unggahan tersebut sebagai firasat. Menurut Na'im, korban memang kerap membagikan kutipan-kutipan motivasi melalui media sosial.
Na'im menambahkan, sejak bercerai korban memilih tidak mencari pasangan baru. Ia lebih banyak mengisi waktunya dengan kegiatan positif dan menyalurkan kegemarannya menjelajahi alam.
"Dia mencintai alam. Mungkin itu cara dia mencari ketenangan dan menjalani hidup," pungkasnya. (red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar