BERITA TERKINI
Memuat berita terkini...

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru...

Kamis, 13 Agustus 2026

Sempat Viral Video Soroti Harga Sego Boran Capai Rp350 Ribu, Ini Langkah Diskoperindag Lamongan

LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Sebuah video yang memperlihatkan suasana deretan lapak Sego Boran di pinggir jalan di Lamongan sempat viral di media sosial. Video tersebut ramai diperbincangkan setelah muncul komentar warganet yang mengaku pernah makan dengan total tagihan mencapai Rp350 ribu untuk empat orang.

NASI MAHAL - Salah satu lokasi tempat mangkal bakul Nasi Boranan di Kota Lamongan, tepatnya di Selatan Kantor Pemkab setempat. Mereka sempat viral karena saru rombongan pembeli sebanyak 4 orang kena Rp 350 ribu. (ist)

Dalam rekaman video berdurasi 25 detik tersebut, terlihat sejumlah lapak Sego Boran yang berada di tepi jalan di Lamongan. “Pokoknya saya pernah makan 4 orang kena 350 ribu,” demikian isi komentar yang ditampilkan dalam video.

Komentar tersebut kemudian menjadi perhatian karena memunculkan kesan bahwa harga makan Sego Boran cukup tinggi. Namun, video tersebut tidak menjelaskan secara rinci jenis makanan yang dipesan, porsinya, maupun nama warung yang dimaksud.

Diskoperindag Lakukan Pembinaan

Viralnya video yang menyebut adanya penjualan Nasi Boran dengan harga tidak wajar mendapat perhatian dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Lamongan.

Kepala Diskoperindag Lamongan Anang Taufik mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait persoalan tersebut dengan melakukan pembinaan dan edukasi kepada pedagang Nasi Boran.

DIKUMPULKAN - Diskoperindag saat kumpulkan pedagan Nasi Boranan, belum lama ini. Langka ini menyusul viral di medsoa, yang menyebut ulah salah satu oknum pedagan menerapkan tarif tinggi, empat orang kena Rp 350 ribu. (ist)

Menurut Anang, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas perdagangan berjalan tertib dan transparan sekaligus memberikan perlindungan kepada konsumen.

“Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya penjualan Nasi Boran dengan harga yang dinilai tidak wajar, kami melakukan pembinaan dan edukasi kepada pelaku usaha Nasi Boran,” kata Anang.

Sanksi Diserahkan kepada Paguyuban

Dalam penanganan persoalan tersebut, Diskoperindag Lamongan tidak memberikan sanksi langsung kepada pedagang. Anang mengatakan, persoalan sanksi terhadap pedagang diserahkan kepada paguyuban Nasi Boran.

“Kalau untuk sanksi, itu kami serahkan kepada paguyuban. Kami dari dinas lebih kepada pembinaan dan edukasi,” ujarnya.

Anang menegaskan, para pedagang diminta memberikan informasi harga secara jelas kepada konsumen sebelum transaksi dilakukan. Hal tersebut penting agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pedagang dan pembeli.

Pedagang juga diimbau menerapkan harga yang wajar dan transparan serta memastikan adanya kesepakatan dengan pembeli terkait harga makanan yang dipesan.

Anang mengatakan, pembinaan yang dilakukan pemerintah daerah bukan untuk menghambat aktivitas pedagang Nasi Boran. Sebaliknya, langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kepercayaan konsumen sekaligus keberlangsungan usaha kuliner khas Lamongan.

“Kami ingin aktivitas perdagangan berjalan tertib dan transparan. Pedagang juga tetap bisa berjualan, tetapi harga harus disampaikan secara jelas kepada konsumen,” tandasnya.

Jaga Nama Baik Kuliner Khas Lamongan

Diskoperindag Lamongan berharap para pedagang Nasi Boran bersama paguyuban dapat menjaga nama baik kuliner khas Lamongan dengan menerapkan transaksi yang transparan.

Dengan demikian, konsumen mendapatkan kepastian harga sebelum membeli, sedangkan pedagang tetap dapat menjalankan usahanya dengan nyaman.

Sego Boran, Kuliner Khas Lamongan

Sego Boran merupakan salah satu kuliner khas Lamongan. Berbeda dengan Soto Lamongan yang kini dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, Sego Boran dikenal sebagai kuliner khas yang identik dengan Lamongan.

Kata Boran atau Boranan berasal dari tempat nasi yang digunakan para pedagang. Wadah tersebut terbuat dari anyaman bambu dan biasanya digendong menggunakan selendang di punggung.

Sego Boran memiliki sejumlah lauk dan pelengkap khas yang tidak mudah ditemui pada menu lainnya, seperti empuk, pletuk, dan ikan sili.

Nasi Boran umumnya disajikan secara sederhana dan dijajakan secara lesehan di sekitar kawasan pasar-pasar kota maupun sejumlah lokasi di wilayah Lamongan.

Editor: Beritakini.id

Artikel: Beritakini.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Headline Utama (V4 hidden)

Api dari Lahan Tebu Merembet ke Warung di Sambeng, Warga dan Polisi Berjibaku Padamkan Kebakaran

LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Kebakaran lahan tebu di Dusun Pandak, Desa Jatipandak, Kecamatan Sambeng, Lamongan, Minggu (23/8/2026), sempat m...

Berita Terpopuler (V4 hidden)