Subscribe Us

Rabu, 20 Mei 2026

Dukung Generasi Emas Dengan Beasiswa Lamongan Cerdas dan SKSS

LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten
Lamongan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lamongan dan Baznas Jawa Timur terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa Lamongan Cerdas dan Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). 

Hal tersebut dituturkan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat melalukan pentasharufan beasiswa kepada ratusan pelajar dan mahasiswa, Rabu (20/5) di Pendopo Lokatantra. Bupati yang akrab disapa Pak Yes menuturkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan menjadi langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045. 

“Kemajuan daerah dapat dilihat dari perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ketika pendidikan maju, maka tingkat peradaban daerah juga akan maju,” tutur Pak Yes usai menyerahkan simbolis beasiswa Lamongan Cerdas kepada para penerima.
Orang nomor satu di Kota Soto itu menjelaskan, IPM Kabupaten Lamongan saat ini terus menunjukkan pertumbuhan positif dan berada di angka 76,8. Peningkatan tersebut dipengaruhi indikator pendidikan, kesehatan, dan daya beli yang terus berkembang. Karena itu, Pak Yes meminta seluruh penerima beasiswa memanfaatkan bantuan pendidikan dengan sebaik-baiknya serta tidak pesimis dalam meraih cita-cita.

Pada kesempatan tersebut, Pak Yes menyampaikan bahwa upaya Pemkab Lamongan dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia emas tidak hanya melalui Lamongan Cerdas. Pemkab Lamongan juga menghadirkan berbagai program beasiswa lainnya, salah satunya Beasiswa Pendidikan Terintegrasi dan Gratis (Perintis) yang ditujukan untuk mendukung peningkatan akses pendidikan dan pengembangan kompetensi generasi muda Lamongan.
 
Selain kemampuan akademik, Pak Yes juga menekankan pentingnya penguatan soft skill bagi generasi muda, seperti adab dan kemampuan bergaul di tengah masyarakat.

Ketua Baznas Lamongan Bambang Eko Mulyono mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya pentasharufan beasiswa tahun ini. Sebanyak 218 anak dari 68 lembaga menerima bantuan pendidikan Lamongan Cerdas dengan total nilai 375,9 juta rupiah.

“Alhamdulillah pagi ini kita bersama bersyukur dapat menyalurkan beasiswa kepada ratusan penerima mulai jenjang santri, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa,” jelasnya.

Adapun rincian penerima beasiswa Lamongan Cerdas meliputi 138 santri dari 37 lembaga yangmana masing-masing santri akan menerima beasiswa sebesar 1,8 juta rupiah setiap enam bulan sekali, 5 siswa SD/MI akan menerima beasiswa sebesar 600 ribu rupiah setiap satu tahun sekali, 5 siswa SMP/MTs akan menerima beasiswa sebesar 900 ribu rupiah setiap satu tahun sekali, 20 siswa SMA/MA dari 11 lembaga akan menerima beasiswa sebesar 1 juta rupiah  setiap 1 bulan sekali, 35 mahasiswa dari 15 perguruan tinggi akan menerima beasiswa sebesar 2 juta rupiah setiap satu semester sekali, serta program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) bagi 15 penerima dari 4 lembaga akan menerima beasiswa sebesar 2 juta rupiah setiap satu semester sekali.

Selain itu, Baznas Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan beasiswa bagi 20 pelajar SMA/MA dan 15 mahasiswa asal Lamongan.

Selasa, 19 Mei 2026

Polres Lamongan Evakuasi Korban Lakalantas di JLU Deket, Enam Penumpang Elf Luka-luka

LAMONGAN - Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan bergerak cepat melakukan evakuasi korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Lingkar Utara (JLU) tepatnya di Desa Sidorejo, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Selasa (19/5) sekitar pukul 13.36 WIB.

Kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan Elf hijau nomor polisi S 7940 J yang dikemudikan BI (laki-laki 40 tahun), warga Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, dengan sebuah truk colt diesel tangki nomor polisi H 1377 SY yang dikemudikan MLH (26), warga Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan.

Akibat peristiwa tersebut, enam penumpang Elf mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi petugas menuju RSI NU Lamongan untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara identitas para korban masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd membenarkan adanya kejadian laka lantas tersebut.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi di lokasi, kendaraan Elf hijau yang mengangkut sekitar 15 penumpang melaju dari arah timur ke barat." jelasnya.

Saat tiba di lokasi kejadian, Elf berupaya mendahului truk colt diesel tangki dengan mengambil lajur kanan.

"Namun saat akan mendahului, kendaraan Elf berjalan terlalu ke kanan hingga terjadi tabrakan samping dengan truk tangki." lanjutnya.

Benturan tersebut mengakibatkan Elf oleng ke kanan, menabrak tiang PJU, lalu terguling di jalur lawan arah.

“Akibat kejadian tersebut terdapat enam korban luka yang langsung dibawa ke RSI NU Lamongan untuk mendapatkan perawatan,” tambahnya.

Usai menerima laporan, anggota Satlantas Polres Lamongan bersama petugas terkait segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.

"Polisi melakukan olah TKP, membantu evakuasi korban ke rumah sakit, mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan, serta meminta keterangan sejumlah saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut." tutupnya.

Usai Rilis Curanmor, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman Kembali Bongkar 53 Aksi Pencurian Diesel, Barang Bukti Dikembalikan ke Warga

LAMONGAN - Setelah merilis pengungkapan kasus curanmor di wilayah Kecamatan Paciran, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si kembali merilis pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat diesel dan curanmor roda dua) yang terjadi di wilayah Kabupaten Lamongan.

Dalam keterangannya, Kapolres menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut dari berbagai keluhan masyarakat dan kepala desa terkait maraknya pencurian mesin diesel di area persawahan.

“Disaat saya melaksanakan kunjungan di berbagai Polsek, saya banyak mendapat keluhan dari kepala desa terkait pencurian diesel yang sangat meresahkan para petani,” ungkap Kapolres Lamongan.

Dalam rilis, Kapolres menjelaskan tersangka berinisial R.M, laki-laki usia 38 tahun, warga Kecamatan / Kabupaten Gresik dan berdomisili di Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik berhasil ditangkap oleh Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan.

Tersangka diketahui merupakan residivis kasus curanmor di Gresik tahun 2023 dengan vonis 1 tahun 4 bulan penjara dan menjalani cuti bersyarat pada tahun 2024 di Rutan Gresik.

Adapun sejumlah lokasi pencurian yang berhasil diungkap antara lain di persawahan Desa Mungli Kecamatan Kalitengah pada 8 Januari 2026, sawah di Desa Deketwetan Kecamatan Deket pada 17 Januari 2026, sawah Desa Plosowahyu Kecamatan Lamongan pada 23 Maret 2026, kawasan tepi sungai persawahan Dusun Leboham Desa Sekaran Kecamatan Sekaran pada 10 Mei 2026, serta kasus curanmor di Jalan Desa Kawistolegi Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan.

“Dari hasil pengungkapan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti berupa satu unit mesin diesel Dongfeng Type R100, dua unit mesin diesel etek, satu unit sepeda motor, satu unit handphone, satu unit mobil yang digunakan sebagai sarana kejahatan, delapan unit mesin diesel dari TKP lain yang masih didalami, serta dua buah keongan diesel.” rincinya.

Kapolres Lamongan menerangkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, diketahui keberadaan pelaku beserta barang hasil curiannya berada di wilayah Kabupaten Gresik.

Selanjutnya Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui telah melakukan pencurian empat unit mesin diesel, satu unit sepeda motor dan satu unit handphone di wilayah Kabupaten Lamongan.

Selain itu, tersangka juga mengaku menggunakan satu unit mobil rental sebagai sarana melakukan aksi kejahatan sejak Desember 2025 hingga Mei 2026.

Lebih lanjut, tersangka diketahui telah melakukan pencurian mesin diesel di 53 tempat kejadian perkara lain di wilayah hukum Polres Lamongan, dengan rincian Kecamatan Deket sebanyak 21 TKP, Glagah 8 TKP, Turi 2 TKP, Karangbinangun 10 TKP, Kalitengah 10 TKP, Sarirejo 1 TKP dan Tikung 1 TKP.

“Mesin diesel hasil curian tersebut dijual secara online dan COD di wilayah Gresik hingga Romokalisari Surabaya dengan cara dijual secara kiloan.” tambahnya.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Lamongan juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap tindak kejahatan.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih hati-hati saat memarkir kendaraan, gunakan kunci ganda dan jangan meninggalkan anak kunci di kendaraan. Kepada para pemilik mesin diesel agar dijaga dengan baik atau diangkat dan disimpan agar tidak mengundang niat pelaku kejahatan.” pesannya.

Usai pelaksanaan press release, Kapolres Lamongan secara simbolis mengembalikan sejumlah mesin diesel dan kendaraan bermotor kepada warga masyarakat yang menjadi korban dan turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Penyerahan barang bukti tersebut disambut haru dan rasa syukur dari para korban yang akhirnya kembali menerima barang miliknya setelah berhasil diungkap jajaran Polres Lamongan.

Dijual di Facebook, Kasus Curanmor Terbongkar

LAMONGAN - Kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curanmor roda dua) yang terjadi di wilayah Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan terungkap. Kasus ini dibongkar Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si pada konferensi pers di Mapolres setempat, Selasa (19/5/2026).

Pengungkapan kasus tersebut menjadi bukti keseriusan Polres Lamongan dalam memberantas aksi pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan masyarakat.

Dalam keterangannya, Kapolres menjelaskan bahwa tersangka berinisial K.H, warga Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, berhasil ditangkap oleh Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan.

Aksi pencurian dilakukan tersangka di beberapa lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Paciran, yakni pada Kamis (30/04) sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Dermaga Dusun Banjaranyar Desa Banjarwati Kecamatan Paciran, kemudian pada hari yang sama sekitar pukul 17.10 WIB di area parkir Makam Sunan Drajat Kecamatan Paciran, serta pada Jumat (01/05) sekitar pukul 14.30 WIB di sebuah warung kopi milik Rukmini di Lingkungan Sidokumpul Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran.

“Dari hasil pengungkapan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti berupa tiga unit sepeda motor hasil curian dari masing-masing tempat kejadian perkara, serta satu buah kunci T beserta dua anak kunci yang digunakan pelaku sebagai alat kejahatan.” ungkapnya.

Modus operandi pelaku dilakukan dengan cara hunting di wilayah Kabupaten Lamongan. Pelaku berjalan kaki di sekitar lokasi yang menjadi sasaran, kemudian saat melihat kendaraan target, pelaku mendekati sepeda motor dan merusak rumah kunci kontak menggunakan kunci T yang telah dipersiapkan sebelumnya.

“Setelah berhasil membawa kabur kendaraan hasil curian, sepeda motor tersebut kemudian dijual secara COD di wilayah Kabupaten Lamongan melalui media sosial Facebook.” lanjutnya.

Kapolres Lamongan menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berhasil dilakukan berdasarkan serangkaian tindakan penyelidikan dan penyidikan oleh Satreskrim Polres Lamongan.

Dari hasil penyelidikan, diketahui keberadaan pelaku beserta sepeda motor hasil curiannya berada di Warung Giras 71 Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan.

“Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan kemudian bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap tersangka beserta barang bukti.” tambahnya.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun.” tegasnya.

Kapolres Lamongan juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada saat memarkir kendaraan, menggunakan kunci pengaman tambahan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya tindak kriminalitas di lingkungan sekitar.

Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lamongan

LAMONGAN – Selama masa libur panjang Kenaikan Yesus Kristus yang berlangsung pada 13 hingga 17 Mei 2026, Stasiun Lamongan mencatat tingginya mobilitas masyarakat pengguna transportasi kereta api jarak jauh. Total sebanyak 3.588 penumpang tercatat menggunakan layanan di stasiun tersebut, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.787 penumpang tercatat berangkat dari Stasiun Lamongan, sementara 1.801 penumpang lainnya datang ke Lamongan menggunakan kereta api.
Tingginya angka kedatangan menunjukkan meningkatnya aktivitas masyarakat menuju wilayah Lamongan selama masa libur panjang, baik untuk berwisata, bersilaturahmi dengan keluarga, maupun keperluan lainnya.
Puncak kedatangan penumpang terjadi pada Kamis, 14 Mei 2026, yang merupakan awal periode libur panjang, dengan jumlah kedatangan mencapai 409 penumpang. Sedangkan puncak keberangkatan terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026, atau hari terakhir libur, dengan jumlah keberangkatan sebanyak 474 penumpang.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan seluruh operasional perjalanan kereta api selama periode libur panjang berjalan aman dan lancar.
“KAI terus mengutamakan keselamatan perjalanan serta menjaga ketepatan waktu sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.
Ia menambahkan, KAI Daop 8 Surabaya juga memastikan seluruh pelayanan di Stasiun Lamongan berjalan kondusif dengan melakukan berbagai langkah antisipasi guna mendukung kenyamanan penumpang.
Beberapa upaya yang dilakukan di antaranya pengaturan alur penumpang serta optimalisasi fasilitas stasiun agar pelayanan tetap maksimal selama lonjakan pengguna jasa transportasi kereta api.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan kereta api sebagai moda transportasi selama libur panjang. Ke depan, KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan agar pelanggan mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan,” tutup Mahendro.

Empat Hari Berjalan, KDKMP di Lamongan Mulai Tunjukkan Dampak Positif bagi Warga

LAMONGAN– Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lamongan mulai memperlihatkan perkembangan menggembirakan. Dari sembilan titik KDKMP yang telah menjalankan sistem aplikasi pengadaan barang melalui PT Agrinas Nusantara, salah satunya KDKMP Desa Sendangrejo tercatat mampu menarik minat masyarakat dan menghasilkan omzet yang cukup signifikan hanya dalam empat hari pertama operasional.

Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Digdo mengatakan tingginya antusiasme warga menjadi bukti bahwa keberadaan Koperasi Merah Putih diterima dengan baik oleh masyarakat. Selain berfungsi sebagai pusat pemenuhan kebutuhan warga, koperasi juga dinilai mulai menggerakkan roda ekonomi desa.

“Di salah satu KDKMP, yakni Sendangrejo, operasionalnya sudah berjalan cukup baik. Dari hasil konfirmasi kepada karyawan, hari pertama pendapatan mencapai Rp2 juta, hari kedua lebih dari Rp1 juta, dan hari ketiga meningkat hingga lebih dari Rp4 juta,” ungkapnya saat sidak KDKMP Plosowahyu, Kecamatan Lamangan,
Selasa (19/5/2026).

Menurut Deni, capaian tersebut menunjukkan bahwa program Koperasi Desa Merah Putih memang dibutuhkan masyarakat. Bahkan memasuki hari keempat operasional, jumlah pengunjung terus mengalami peningkatan.

Ia menilai tingginya kunjungan warga menjadi tanda adanya harapan besar terhadap koperasi sebagai pusat ekonomi baru di desa yang mampu menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.
“Ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat sangat antusias dengan hadirnya Koperasi Merah Putih. Dari hari pertama hingga hari keempat, pengunjung yang datang sangat luar biasa,” tambahnya.

Hal serupa juga terlihat di KDKMP Kebet. Berdasarkan laporan penjualan selama empat hari, koperasi tersebut berhasil mencatat omzet hingga Rp4 juta dengan komoditas tabung gas menjadi barang yang paling banyak dicari warga.
“Dalam sehari sudah bisa memperoleh pendapatan Rp4 juta. Ini menunjukkan keseriusan pengelola koperasi sekaligus tingginya minat masyarakat untuk berbelanja di Koperasi Kebet,” ujarnya.

Sementara itu, karyawan KDKMP Sendangrejo, Siska Intan, mengaku keberadaan koperasi sangat membantu masyarakat sekitar karena menawarkan akses belanja yang lebih dekat dan harga yang terjangkau dibanding harus pergi ke toko ritel modern.

“Kalau sebelumnya warga harus pergi jauh ke toko ritel untuk membeli kebutuhan, sekarang sudah ada Koperasi Merah Putih sehingga lebih mudah dan dekat untuk berbelanja,” kata Siska.

Ia juga menilai pemerintah serius dalam mendukung keberlangsungan program KDKMP melalui pendampingan dan dukungan agar koperasi dapat berkembang optimal di tingkat desa. 

Minggu, 17 Mei 2026

Rumah dan Kandang Kambing di Sugio Terbakar, 69 Ekor Ternak Berhasil Diselamatkan

LAMONGAN –Warga Dusun Jubel, Desa Jubel Kidul, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, gempar, Senin (18/5/2026). Mereka dikejutkan terbakarnya rumah sekaligus kandang kambing milik Suhadak (57), warga setempat. Tidak ada korban jiwa pada kejadian ini. Namun berkat kerja keras warga, sebanyak 69 ekor kambing berhasil diselamatkan, sementara 1 ekor kambing tewas. 

Keterangan warga, api diketahui mulai berkobar sekitar pukul 07.45 WIB di rumah milik Suhadak (57), warga setempat yang saat ini bekerja di Surabaya. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong dan hanya digunakan sebagai tempat pemeliharaan kambing.

Asap tebal yang membumbung dari lokasi membuat warga sekitar segera berdatangan untuk membantu memadamkan api sambil menyelamatkan ternak yang berada di dalam kandang.

Kapolsek Sugio Jinanto mengatakan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada bangunan rumah yang sudah lama.
“Api cepat membesar dan diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik. Kondisi bangunan yang sebagian besar berbahan lama membuat api mudah merambat,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan Kapolsek Jinanto, peristiwa pertama kali diketahui Sokran (66), kakak pemilik rumah yang sehari-hari membantu merawat kambing di lokasi tersebut. "Mengetahui api mulai membesar, ia segera meminta pertolongan warga sekitar," katanya.

Saat kejadian, katanya, terdapat sekitar 70 ekor kambing di dalam kandang. Warga bersama aparat berupaya membuka kandang dan mengevakuasi ternak satu per satu agar tidak terjebak kobaran api. Dari total ternak yang ada, sebanyak 69 ekor berhasil diselamatkan.

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lamongan tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 08.20 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian materi akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp97 juta.

Usai kejadian, petugas kepolisian bersama Koramil Sugio, Satpol PP, perangkat desa, dan tim Damkar melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi guna memastikan penyebab kebakaran.

Jelang Iduladha, Polres Lamongan dan DPKH Perketat Pengawasan Ternak di Perbatasan Lamongan–Jombang

LAMONGAN – Penyebaran penyakit menular pada ternak, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) harus diatasi. Mengantisipasi penyebaran penyakit hewan itu, menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Polres Lamongan bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Lamongan memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak di wilayah perbatasan Lamongan–Jombang, tepatnya di Desa Ganggangtingan, Kecamatan Ngimbang, Minggu (17/5/2026).

Kegiatan pengawasan tersebut melibatkan personel Polsek Ngimbang bersama petugas kesehatan hewan guna mengantisipasi penyebaran penyakit menular pada ternak, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

Kapolsek Ngimbang I Wayan Sumantra hadir langsung bersama Kepala DPKH Lamongan Sofia Nurhayati dan tim kesehatan hewan dalam kegiatan monitoring tersebut.

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan pengangkut hewan ternak yang keluar masuk wilayah Kabupaten Lamongan, khususnya sapi, kambing, dan domba. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik ternak hingga pengecekan kesehatan guna memastikan hewan yang melintas bebas dari indikasi penyakit menular.

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas gabungan juga memberikan edukasi dan imbauan kepada peternak maupun sopir pengangkut ternak agar menjaga kebersihan kandang dan kesehatan hewan selama proses distribusi menjelang Iduladha.

Dari hasil pengawasan yang dilakukan, petugas tidak menemukan ternak yang terindikasi terpapar penyakit menular. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan lancar.

Melalui Kasihumas Polres Lamongan M. Hamzaid, Kapolsek Ngimbang menyampaikan bahwa pengawasan lalu lintas ternak merupakan langkah preventif untuk melindungi peternak sekaligus menjaga stabilitas kesehatan hewan di wilayah Lamongan.

“Kegiatan ini sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi penyebaran penyakit hewan ternak menjelang Hari Raya Iduladha. Kami mengimbau peternak dan pengangkut ternak agar selalu memperhatikan kesehatan hewan dan mematuhi prosedur pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara Polres Lamongan dan DPKH dalam menjaga keamanan serta kesehatan hewan ternak di Kabupaten Lamongan menjelang meningkatnya kebutuhan hewan kurban.

Wujud Kepedulian terhadap Personil, Kodim 0812/Lamongan Gelar Cek Kesehatan Gratis Bersama Puskesmas Deket dan Polkes

LAMONGAN – Dalam rangka menjaga kebugaran dan mendeteksi dini kondisi kesehatan para anggotanya, Kodim 0812/Lamongan bersinergi dengan Puskesmas Deket dan Polkes 05.10.08/Lamongan menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Acara yang berlangsung di Aula Kadet Soewoko Makodim 0812/Lamongan ini diikuti dengan antusias oleh 100 peserta, yang terdiri dari personil militer maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodim 0812/Lamongan.

​Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0812/Lamongan, Mayor Cpm Marsidianto, yang didampingi langsung oleh Kepala Puskesmas Deket, dr. Ratih Nuzuhriah.

​Dalam sambutannya, Mayor Cpm Marsidianto menyampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan ini merupakan wujud kepedulian komando atas terhadap kesejahteraan dan kesiapan fisik para personil.

​"Tugas ke depan semakin kompleks, oleh karena itu kondisi fisik yang prima adalah modal utama. Melalui sinergi bersama instansi kesehatan ini, kita berharap seluruh personil, baik militer maupun PNS, dapat mendeteksi dini potensi penyakit sehingga bisa melakukan pencegahan lebih awal," ujar Kasdim.

​Untuk memberikan pelayanan yang maksimal, sebanyak 13 orang tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas Deket diterjunkan langsung ke lapangan. Mereka bahu-membahu bersama 5 personil dari Polkes 05.10.08/Lamongan yang dipimpin langsung oleh Kapolkes Pelda Siswandoko.

​Pelayanan kesehatan gratis yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, cek kadar gula darah, kolesterol, asam urat, kesehatan gigi dan mata  serta konsultasi medis langsung dengan dokter.

​Sementara itu, Kepala Puskesmas Deket, dr. Ratih Nuzuhriah, mengapresiasi langkah proaktif Kodim 0812/Lamongan dalam menjaga kesehatan anggotanya. Ia berharap sinergisitas lintas sektor seperti ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan demi menciptakan masyarakat Lamongan yang lebih sehat.

Gerak Cepat, Babinsa Koramil 0812/04 Tikung Bantu Bersihkan Puing Rumah Nenek Gendok yang Ambruk Diterjang Angin

LAMONGAN – Deru angin kencang yang menyertai hujan deras sabtu sore  tak hanya membuat warga Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung, berhamburan mencari tempat berteduh. Angin itu juga merobohkan dapur rumah milik Mbah Gendok, 70 tahun, di Dusun Pengaron RT 003/RW 001. Minggu (17/05/2026)

Dapur bambu dan kayu yang memang sudah lapuk itu ambruk seketika sekitar pukul 18.00 WIB. Beruntung Mbah Gendok dan suaminya, Pak Sholikin, sedang berada di ruang depan sehingga selamat. Hanya peralatan masak yang ikut rusak tertimpa puing.

Belum sempat warga selesai menenangkan diri, sosok berseragam loreng sudah terlihat di lokasi. Sertu Rianto, Babinsa Koramil 0812/04 Tikung, datang kurang dari 30 menit setelah mendapat laporan. Tanpa banyak bicara, ia langsung menggulung lengan baju dan membantu warga menyingkirkan kayu, genteng pecah, dan bambu yang berserakan.

“Waktu saya datang, Mbah Gendok duduk di teras sambil menahan tangis. Rumahnya memang sudah tua, tapi itu satu-satunya tempat beliau berteduh. Kami bantu bersihkan dulu biar aman, soal bangunan nanti kita koordinasikan lebih lanjut,” kata Sertu Riono sambil mengangkat balok kayu yang basah.

Dengan dibantu warga dan perangkat desa, proses pembersihan puing berlangsung cepat. Sertu Rianto juga langsung berkoordinasi dengan tiga pilar desa dan melaporkan kejadian ke komando atas. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian hanya pada peralatan dapur.

Mbah Gendok, yang sehari-hari hidup dari hasil bertani kecil-kecilan, tak henti mengucapkan terima kasih. “Maturnuwun Pak Tentara. Kalau nunggu kami berdua, entah kapan beresnya. Pak Riono datang, hati kami jadi tenang,” ujarnya dengan suara bergetar.

Sertu Rianto memastikan Babinsa akan terus memantau kondisi Mbah Gendok dan berupaya mencarikan solusi agar rumahnya bisa diperbaiki. “Ini tugas kami. Saat warga susah, TNI harus paling depan. Nggak ada istilah menunggu perintah untuk membantu,” tegasnya.

Dari Dusun Pengaron, aksi cepat Babinsa Koramil 0812/04 Tikung kembali membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan slogan. Ketika angin merobohkan dinding, kebersamaan justru menegakkannya kembali. 

90 KDKMP Lamongan Resmi Beroperasi, Terbanyak di Indonesia Saat Launching Nasional

LAMONGAN – Sebanyak 1.061Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Indonesia diresmikan secara serentak oleh Presiden RI Prabowo Subianto dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Dari jumlah itu 90 KDMP dari Lamongan. Dengan peresmian ini, maka koperasi ini siap beroperasi.

Peresmian operasional KDKMP tersebut diikuti secara daring oleh Bupati Yuhronur Efendi dari KDKMP Kelurahan Sukorejo Lamongan. Dalam kesempatan itu, Pak Yes sapaan bupati Lamongan ini menyampaikan optimismenya bahwa Kabupaten Lamongan mampu menjalankan program pemerintah pusat secara maksimal.

“Ini menjadi salah satu percontohan. Saat ini sudah ada 214 gerai yang selesai dibangun dan siap dioperasikan mulai tahun ini, sementara 102 lainnya masih dalam proses pembangunan. Kami optimis seluruh program di Kabupaten Lamongan dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Pak Yes.

Sementara itu, Dandim 0812 Lamongan Deni Suryo Anggo Digdo menyebut Lamongan menjadi daerah dengan capaian pembangunan gerai KDKMP tertinggi sekaligus jumlah koperasi terbanyak yang siap beroperasi pada launching nasional kali ini.

Menurutnya, hingga akhir Juli mendatang ditargetkan sebanyak 329 gerai KDKMP di Lamongan dapat selesai dibangun 100 persen. Saat ini tercatat sudah ada 214 gerai yang rampung, menjadikan Lamongan sebagai wilayah dengan progres pembangunan tertinggi. “Di launching hari ini juga paling banyak dari Lamongan, yakni 90 titik Koperasi Merah Putih yang sudah siap operasional,” terang Letkol Inf Deni.

Berdasarkan data Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lamongan, total KDKMP di Lamongan mencapai 474 unit dengan target pembangunan gerai sebanyak 329 titik. 
Dari jumlah tersebut, 214 gerai telah selesai dibangun, 102 masih dalam proses pembangunan, dan 158 lainnya belum memulai pembangunan. Selain itu, masih terdapat 12 desa yang belum memiliki lahan pembangunan KDKMP.

Sebanyak 90 gerai kini telah siap dioperasikan, sementara 20 gerai lainnya disiapkan sebagai mockup atau percontohan di Kabupaten Lamongan. Untuk mendukung operasional, setiap KDKMP saat ini memiliki enam karyawan dari kebutuhan total 18 orang, terdiri atas empat personel dari PT Agrinas Pangan Nusantara dan dua usulan dari pemerintah desa setempat. 

Polres Lamongan Dalami Kasus Penipuan Modus Kencan Online, Satu Pelaku Ditangkap dan Satu DPO

LAMONGAN - Satuan Reserse Kriminal Unit PPA Polres Lamongan terus melakukan pengembangan pemeriksaan perkara tindak pidana penipuan dan atau penggelapan limpahan dari Polsek Babat.

Kasus tersebut terjadi pada Minggu, (26/04) sekitar pukul 20.50 WIB di wilayah Babat, Kabupaten Lamongan.

Korban diketahui berinisial VS (laki laki 18), warga Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.

Sementara terduga pelaku masing-masing berinisial LS (laki laki 22), warga Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan yang kini berstatus DPO, serta FN (20), perempuan asal  Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan yang telah ditangkap petugas.

Kasat Reskrim AKP Rizky Akbar Kurniadi melalui Kasihumas IPDA M. Hamzaid, S.Pd menjelaskan, peristiwa bermula saat korban membuat janji bertemu dengan seorang perempuan yang mengaku bernama “Billa” di utara Perempatan Sawongaling, Babat.

Setelah bertemu, korban diajak berbincang di depan Ponpes Jalan Pramuka.

"Dalam pertemuan tersebut, pelaku FN meminjam sepeda motor milik korban berupa Yamaha NMAX warna putih dengan alasan hendak menjemput temannya di sebelah timur lokasi." jelasnya.

Korban kemudian ditinggal sendirian. Setelah menunggu cukup lama, korban mencoba menghubungi nomor WhatsApp pelaku, namun sudah tidak aktif dan korban juga diblokir.

"Merasa menjadi korban penipuan dan penggelapan, korban kemudian melapor ke Polsek Babat. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian materiil sebesar Rp20 juta." lanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan korban dan sejumlah saksi, diketahui bahwa aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya oleh LS.

Pelaku LS disebut membuat akun Instagram bernama @nabila untuk mencari target korban.

Komunikasi kemudian dilanjutkan melalui DM Instagram dan WhatsApp.

Untuk meyakinkan korban, LS meminta FN yang merupakan istrinya untuk mengirim pesan suara atau voice note agar korban percaya bahwa dirinya benar-benar berkomunikasi dengan seorang perempuan.

Pelaku kemudian mengajak korban bertemu dengan dalih sekadar nongkrong di warung kopi.

Korban juga diminta tidak membawa mobil dan diwajibkan menggunakan sepeda motor.

Setelah korban datang ke lokasi yang telah ditentukan di Jalan Pramuka Babat, FN menjalankan aksinya dengan meminjam sepeda motor korban menggunakan alasan menjemput teman.

Usai berhasil menguasai kendaraan, FN langsung membawa kabur sepeda motor tersebut, sementara LS membuntuti dari belakang dan mengarahkan kendaraan ke rumah kontrakan mereka.

Sesampainya di kontrakan, LS melepas plat nomor kendaraan dan menggunakan sepeda motor tersebut untuk aktivitas sehari-hari.

Dari hasil pemeriksaan juga terungkap bahwa FN telah dua kali diperintahkan oleh LS melakukan aksi serupa.

Aksi pertama terjadi pada tahun 2025 dan diselesaikan secara kekeluargaan, sedangkan aksi kedua terjadi pada perkara saat ini.

Petugas Polsek Babat berhasil menangkap FN di rumah kontrakannya di Kecamatan Sukodadi pada Rabu, 13 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.

Namun sebelum penangkapan dilakukan, LS diketahui telah meninggalkan rumah kontrakan sejak pukul 09.00 WIB dengan alasan hendak menemui temannya dan hingga kini masih dalam pencarian petugas.

"Barang bukti yang berhasil disita yakni satu unit sepeda motor Yamaha NMAX warna putih tahun 2009 dengan nomor polisi W 57xx CL." tambahnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 492 dan atau Pasal 486 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.

lKapolsek Sugio Bersama Warga Bantu Evakuasi Korban Puting Beliung di Gondang Lor Lamongan

LAMONGAN - Kapolsek Sugio Polres Lamongan AKP Jinanto, S.H. bersama anggota dan masyarakat setempat bergerak cepat membantu masyarakat yang menjadi korban bencana angin puting beliung yang terjadi di Dusun Ngingkrang, Desa Gondang Lor, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jumat (15/05) sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat wilayah Kecamatan Sugio diguyur hujan deras disertai angin kencang.

Angin puting beliung mengakibatkan rumah milik Har (35), yang berada di Dusun Ngingkrang RT 002 RW 003 mengalami kerusakan parah hingga rata dengan tanah.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian bencana alam tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, rumah berbahan kayu jati model joglo itu tidak mampu menahan terpaan angin puting beliung yang datang secara tiba-tiba.

“Benar telah terjadi bencana angin puting beliung di wilayah Dusun Ngingkrang Desa Gondang Lor Kecamatan Sugio. Akibat kejadian tersebut rumah milik saudara Har mengalami kerusakan berat hingga roboh,” jelasnya.

Selain merusak bangunan rumah, dua unit sepeda motor milik korban juga mengalami kerusakan.

Meski demikian, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Kerugian materiil diperkirakan mencapai kurang lebih Rp150 juta.

Usai menerima laporan, Kapolsek Sugio AKP Jinanto, S.H. bersama anggota langsung mendatangi lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi barang-barang milik korban, serta memastikan kondisi rumah yang terdampak angin puting beliung.

Kehadiran petugas kepolisian bersama warga setempat di lokasi mendapat apresiasi dari masyarakat karena turut membantu meringankan beban korban pasca bencana.

Kamis, 14 Mei 2026

DPKH Lamongan Pastikan PMK Terkendali Jelang Iduladha, Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

LAMONGAN - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Lamongan memastikan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayahnya masih dalam kondisi terkendali menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Meski begitu, peternak dan pedagang hewan kurban diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit tersebut.

Kepala DPKH Lamongan, Shofiah Nurhayati mengatakan, kasus PMK masih ditemukan pada sejumlah ternak. Namun mayoritas terjadi pada hewan yang belum mendapatkan vaksinasi maupun sapi yang baru didatangkan dari luar daerah.
“PMK saat ini masih ada, tetapi masih terkendali. Kebanyakan yang terkena adalah hewan yang belum divaksin dan berasal dari pembelian baru,” kata Shofiah kepada wartawan. 

Ia memastikan daging hewan kurban tetap aman dikonsumsi selama kondisi hewan sehat dan proses penanganannya sesuai standar kesehatan hewan. Menurutnya, ternak yang pernah terpapar PMK harus dipastikan sembuh total sebelum disembelih.
Selain itu, bagian tertentu seperti jeroan, kaki, dan area mulut harus dimasak hingga matang untuk mencegah risiko penularan penyakit. “Kalau hewan yang terkena PMK harus sembuh dulu. Untuk bagian tertentu terutama jeroan dan bagian yang sakit wajib dimasak terlebih dahulu,” ujarnya.

Untuk mencegah penyebaran PMK, DPKH Lamongan juga memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak yang masuk ke wilayah Lamongan. Hewan yang terindikasi sakit diwajibkan menjalani isolasi dan dipisahkan dari ternak sehat sebelum diperjualbelikan. “Hewan yang sakit harus dipisahkan dari hewan sehat karena PMK mudah menular,” jelasnya.

Selain PMK, DPKH turut mewaspadai penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau lato-lato pada sapi. Hewan dengan gejala bentol-bentol diwajibkan dipotong paling akhir dan dipisahkan dari ternak sehat saat proses penyembelihan kurban.

Pengawasan kesehatan hewan kurban dilakukan melalui pemeriksaan di sejumlah titik perbatasan dan pasar hewan. Pemeriksaan dijadwalkan mulai 17 Mei di wilayah Kabuh yang berbatasan dengan Kabupaten Jombang, serta berlanjut pada 21 Mei di Balongpanggang untuk memantau lalu lintas ternak menuju Pasar Tikung.

Shofiah menambahkan, DPKH terus melakukan pengobatan pada ternak sakit serta vaksinasi terhadap hewan sehat menjelang Iduladha. Peternak diminta segera melapor apabila menemukan ternak yang menunjukkan gejala penyakit. “Kami terus melakukan pengobatan dan vaksinasi. Peternak juga kami minta segera melapor jika ada sapi sakit agar segera ditangani,” pungkasnya.

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pengangkut Sabun Terguling di Jalur Babat Lamongan

LAMONGAN – Kecelakaan tunggal terjadi di jalur nasional Desa Kebalandono, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Kamis (14/5/2026). Sebuah truk bermuatan sabun terguling usai sopir diduga mengalami microsleep saat berkendara.

Peristiwa tersebut sempat membuat arus lalu lintas tersendat karena badan truk menutup sebagian jalan. Petugas Satlantas Polres Lamongan pun langsung melakukan pengamanan dan pengaturan arus kendaraan dengan sistem buka tutup satu jalur.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lamongan, Iptu Debhi S mengatakan, truk bernopol G 9483 OF itu melaju dari arah Surabaya menuju Babat atau arah barat. Namun setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tiba-tiba oleng dan berpindah ke jalur berlawanan.
“Pengakuan sopir mengalami microsleep atau mengantuk, kemudian kendaraan berpindah jalur hingga akhirnya terguling,” ujar Iptu Debhi di lokasi kejadian.
Truk yang diketahui hendak menuju Tegal, Jawa Tengah itu akhirnya roboh di tepi jalan dengan muatan sabun berserakan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
“Korban jiwa nihil, kerugian hanya materiil,” tambahnya.

Sopir truk, Rizki Maulana, warga Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, mengaku dirinya tidak sadar saat kendaraan mulai oleng. Saat itu ia tengah mengantar muatan sabun dari Gresik menuju gudang di Tegal.
“Saya tiba-tiba ngantuk, terus banting setir ke kanan dan truk oleng. Pas sadar kendaraan sudah terguling,” ungkap Rizki.

Saat kejadian, Rizki ditemani seorang kernet dan keduanya berhasil selamat tanpa mengalami luka serius.

Kecelakaan tersebut menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Sejumlah warga tampak membantu proses evakuasi kendaraan bersama petugas kepolisian.

Hingga kini, polisi masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan, sementara proses evakuasi truk terus dilakukan agar arus lalu lintas kembali normal.

Jelang Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, 617 Pelanggan Gunakan Kereta Api di Stasiun Lamongan Hari Ini



LAMONGAN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat peningkatan mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api menjelang libur panjang Kenaikan Yesus Kristus. Berdasarkan data sementara pada Rabu (13/5), Stasiun Lamongan diproyeksikan melayani total 617 pelanggan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 294 pelanggan tercatat berangkat dan 323 pelanggan turun di Stasiun Lamongan. Angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring penjualan tiket yang masih berlangsung hingga keberangkatan kereta api terakhir pada malam hari.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengatakan bahwa meningkatnya jumlah pelanggan menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan untuk bepergian selama libur panjang.

“Menjelang libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, antusiasme masyarakat menggunakan transportasi kereta api terus meningkat. Kereta api menjadi pilihan karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan bebas kemacetan,” ujar Mahendro.

Selama periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pada 13 - 18 Mei 2026, Stasiun Lamongan tercatat telah melayani total 2.450 pelanggan, dengan rincian 1.164 pelanggan berangkat dan 1.286 pelanggan datang.

Untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat selama masa libur panjang, Stasiun Lamongan setiap hari melayani sebanyak 26 perjalanan kereta api jarak jauh menuju berbagai kota tujuan.

KAI Daop 8 Surabaya juga terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik guna memastikan perjalanan pelanggan berlangsung selamat, aman, nyaman, dan lancar selama periode libur panjang.

“Kami mengimbau pelanggan agar datang lebih awal ke stasiun dan tidak terlalu mendekati jadwal keberangkatan kereta api. Dengan demikian, proses boarding dapat berjalan lebih nyaman dan pelanggan dapat terhindar dari risiko tertinggal kereta,” tambah Mahendro.

Selain itu, KAI Daop 8 Surabaya turut mengingatkan pelanggan untuk selalu memperhatikan barang bawaan selama berada di area stasiun maupun saat dalam perjalanan menggunakan kereta api.

Pelanggan diimbau untuk tidak meninggalkan barang tanpa pengawasan serta memastikan barang-barang berharga seperti dompet, telepon genggam, dan dokumen penting tersimpan dengan aman.

Melalui peningkatan pelayanan dan operasional yang optimal selama periode libur panjang, KAI Daop 8 Surabaya berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bersama kereta api.



Selasa, 12 Mei 2026

Upgrade Skill Perangkat Desa, Pemkab Lamongan Gelar Prima Desa untuk Tingkatkan Profesionalitas Aparatur

LAMONGAN — Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat kapasitas aparatur desa melalui Program Peningkatan Manajemen Aparatur Desa (Prima Desa). Program yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) tersebut dibuka langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, di Aula Gajah Mada Lantai 7 Gedung Pemkab Lamongan, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemkab Lamongan dalam meningkatkan kualitas sumber daya perangkat desa sebagai ujung tombak pelayanan publik di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menegaskan bahwa perangkat desa merupakan wajah pelayanan masyarakat yang dituntut mampu menjawab berbagai tantangan dan perubahan zaman.
“Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 menegaskan bahwa tidak ada pembangunan Indonesia yang berhasil tanpa desa yang kuat, dan tidak ada desa yang kuat tanpa perangkat desa yang berdedikasi,” ujar Pak Yes.

Menurutnya, perangkat desa memiliki peran penting dalam menjalankan roda pemerintahan desa, termasuk menerjemahkan kebijakan kepala desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menjadi program yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Karena itu, aparatur desa dituntut adaptif terhadap berbagai tantangan, mulai dari efisiensi tata kelola pemerintahan hingga dampak perubahan iklim.
“Perangkat desa sering berhubungan langsung dengan pelayanan publik. Maka harus mampu beradaptasi terhadap tantangan yang ada dan memiliki kemampuan lebih untuk menerjemahkan tantangan tersebut menjadi kebijakan bersama yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Pak Yes juga menekankan pentingnya keseimbangan antara hard skill dan soft skill bagi aparatur desa. Hard skill diperlukan dalam menjalankan tugas teknis pemerintahan, sedangkan soft skill menjadi kunci dalam membangun komunikasi, loyalitas, serta kepercayaan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Lamongan Joko Raharto menyampaikan bahwa Prima Desa berlangsung selama dua hari, mulai 12 hingga 13 Mei 2026.

Program tersebut diikuti sebanyak 213 perangkat desa yang baru dilantik pada tahun 2025 hingga awal 2026, terdiri dari 15 sekretaris desa, 44 kepala urusan, 80 kepala seksi, dan 74 kepala dusun.
“Program ini bertujuan meningkatkan kinerja aparatur desa agar mampu menjalankan tata kelola pemerintahan desa secara profesional, adaptif, dan berorientasi pelayanan masyarakat,” kata Joko Raharto.

Berbagai materi strategis diberikan dalam pelatihan tersebut, di antaranya pengelolaan keuangan dan aset desa, penguatan nilai-nilai Pancasila, pengembangan BUMDes, kepemimpinan dan loyalitas perangkat desa, penguatan ketertiban masyarakat produktif, hingga tata kerja pemerintahan desa.

Melalui Prima Desa, Pemkab Lamongan berharap perangkat desa semakin profesional, responsif, dan mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat desa di Kabupaten Lamongan.

Jejak Airlangga hingga Majapahit di Sawah Lamongan, Lumbung Pangan yang Hidup Ribuan Tahun

LAMONGAN — Hamparan sawah di Kabupaten Lamongan mulai kembali dipenuhi aktivitas petani seiring masuknya musim tanam kedua. Di balik bentang hijau yang menenangkan itu, tersimpan jejak panjang sejarah agraris yang telah hidup sejak masa kerajaan kuno di Jawa Timur.

Lamongan yang kini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional ternyata memiliki akar pertanian yang telah tumbuh sejak ribuan tahun lalu. Jejak tersebut terekam dalam berbagai prasasti peninggalan masa Raja Airlangga hingga era Majapahit.

Pemerhati sejarah Lamongan, Supriyo mengatakan, tradisi agraris di Lamongan sesungguhnya telah berkembang sejak masa kerajaan Airlangga. Hal itu terlihat dari sejumlah prasasti kuno yang ditemukan di wilayah Lamongan dan sekitarnya.

“Di hampir semua prasasti masa Airlangga yang ditemukan di Lamongan seperti Prasasti Cane, Patakan, Baru hingga Selorejo atau Bularuk disebutkan soal perdagangan beras dan ternak. Itu menandakan kawasan ini sejak dahulu memang wilayah agraris yang sangat kuat,” kata Supriyo, Senin (11/5/2026).

Dalam berbagai prasasti tersebut muncul istilah adagāṅ bras yang berarti perdagangan beras. Menurut Supriyo, istilah itu menjadi bukti penting bahwa kawasan Lamongan kala itu telah mengalami surplus pangan.
“Kalau sudah ada perdagangan beras berarti produksinya melimpah. Artinya sistem pertanian di wilayah ini sejak seribu tahun lalu sudah maju, termasuk pengelolaan irigasi dan struktur desa pertaniannya,” ujarnya.

Tidak hanya padi, prasasti-prasasti kuno juga mencatat aktivitas peternakan masyarakat masa itu. Istilah kbo untuk kerbau dan wdus yang berarti kambing menjadi penanda bahwa ekonomi masyarakat desa bertumpu pada perpaduan antara pertanian dan peternakan.

Menurut Supriyo, keberadaan ternak memiliki peran penting dalam sistem pertanian kuno di Lamongan. Kerbau digunakan untuk membajak sawah, sementara sapi dan kambing menjadi penopang ekonomi rumah tangga masyarakat desa. “Jadi pertanian masa itu bukan berdiri sendiri. Sawah, peternakan, perdagangan, semuanya saling terhubung membentuk ekonomi desa yang stabil,” jelasnya.

Jejak agraris Lamongan terus berkembang hingga masa Majapahit. Jika pada era Airlangga kawasan ini dikenal sebagai sentra produksi pangan, maka pada masa Majapahit wilayah Lamongan mulai terhubung dalam jaringan perdagangan komoditas yang lebih luas.

Hal itu terlihat dalam Prasasti Biluluk II yang mencatat berbagai komoditas perdagangan seperti sahaṅ atau merica, kapulaga, cabe Jawa, kemukus hingga kapas. Beragam rempah-rempah tersebut pada masanya memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi bagian penting perdagangan Nusantara.

Catatan itu menunjukkan masyarakat agraris di kawasan Lamongan tidak hanya mengandalkan hasil sawah, tetapi juga perkebunan dan perdagangan hasil bumi. Sementara keberadaan kapas mengindikasikan kemungkinan berkembangnya kerajinan tekstil di lingkungan masyarakat desa masa Majapahit.

“Prasasti Biluluk II menunjukkan ekonomi agraris Majapahit sudah sangat maju. Tidak hanya padi, tetapi juga rempah-rempah dan hasil perkebunan ikut diperdagangkan. Itu menandakan wilayah Lamongan dan sekitarnya masuk dalam jalur ekonomi penting pada masa itu,” terang Supriyo.

Ia menilai, predikat Lamongan sebagai lumbung pangan nasional saat ini merupakan kesinambungan sejarah panjang yang telah berlangsung sejak era kerajaan kuno.

“Jadi apa yang kita lihat hari ini sebenarnya kelanjutan dari tradisi agraris lama. Sawah-sawah di Lamongan bukan hanya lahan produksi pangan modern, tetapi juga bagian dari warisan sejarah peradaban Nusantara,” imbuhnya.

Karena itu, sawah Lamongan hari ini bukan hanya penting secara ekonomi, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan kebudayaan yang besar. Setiap musim tanam seakan menjadi pengingat bahwa sejak masa Airlangga hingga Indonesia modern, Lamongan tetap menjadi tanah yang menumbuhkan kehidupan.

Senin, 11 Mei 2026

Jelang Launching KDKMP, Dandim 0812 Lamongan Bekali Calon Pengurus Koperasi Merah Putih

LAMONGAN – Menjelang peluncuran serentak Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Komandan Kodim 0812/Lamongan Deni Suryo Anggo Digdo memberikan pengarahan kepada ratusan calon karyawan dan pengurus unit usaha toko KDKMP di Aula Kadetsuwoko Kodim 0812/Lamongan, Minggu (10/5/2026).
Peserta yang hadir merupakan perwakilan pengurus dari 90 titik KDKMP di Kabupaten Lamongan. Masing-masing titik sementara diambil enam pengurus untuk unit usaha toko, sedangkan pengurus lainnya akan direkrut oleh kepala desa melalui mekanisme musyawarah desa.

Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk pemantapan sebelum launching serentak KDKMP di seluruh wilayah Lamongan. Para calon pengurus berasal dari berbagai unsur masyarakat desa, mulai tokoh pemuda, perangkat desa, pelaku UMKM, hingga kelompok tani dan nelayan.

Dalam arahannya, Dandim menegaskan bahwa KDKMP harus mampu menjadi penggerak ekonomi desa dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Koperasi Merah Putih ini bukan sekadar nama, tetapi amanah besar. Koperasi harus hidup, sehat, transparan, dan benar-benar membantu masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para calon pengurus untuk memegang prinsip kejujuran, keterbukaan, serta bekerja demi kepentingan rakyat.
Menurutnya, pendampingan dari Babinsa akan terus dilakukan agar pengelolaan koperasi berjalan sesuai tujuan dan mampu berkembang secara sehat.

“Kelola koperasi seperti mengurus rumah tangga sendiri. Kalau ada keuntungan harus kembali kepada anggota, dan bila ada persoalan diselesaikan melalui musyawarah,” ujarnya.

Suasana pengarahan berlangsung interaktif saat sesi tanya jawab. Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan terkait strategi pemasaran hingga modal awal koperasi. Semua pertanyaan dijawab langsung oleh Dandim dengan suasana santai dan penuh motivasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pasiter Kodim 0812/Lamongan Bambang, perwakilan Dinas Koperasi, serta para Danramil yang nantinya akan menjadi pendamping di wilayah masing-masing.
Dandim berharap saat launching nanti seluruh KDKMP di Lamongan sudah siap beroperasi dan tidak lagi memulai dari tahap perencanaan.

“Rakyat menunggu hasil nyata, bukan sekadar janji. Karena itu semua harus dipersiapkan mulai sekarang,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan yel-yel semangat “Koperasi Merah Putih, Dari Desa Untuk Indonesia!” yang menggema di Aula Kadetsuwoko sebagai simbol komitmen bersama membangun ekonomi kerakyatan dari desa.

Program launching KDKMP di Lamongan rencananya akan dilaksanakan serentak dalam waktu dekat sebagai bagian dari program nasional 1.000 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. 

Kecelakaan Beruntun di Jalur Nasional Lamongan–Tuban, Tiga Kendaraan Terlibat

LAMONGAN – Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di Jalan Raya Lamongan–Tuban, tepatnya di Dusun Lengkong, Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Sabtu malam (9/5/2026) sekitar pukul 20.50 WIB.
Insiden yang melibatkan tiga kendaraan tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas di jalur nasional Lamongan–Tuban mengalami kepadatan.

Kasihumas Polres Lamongan, M. Hamzaid membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Berdasarkan hasil keterangan saksi di lokasi, kecelakaan diduga dipicu kurang hati-hatinya pengemudi truk tronton saat melintas di tikungan hingga kendaraan oleng dan masuk ke jalur berlawanan.

“Kendaraan yang terlibat yakni truk tronton nomor polisi W-9724-UP yang dikemudikan AN (39) warga Porong, Sidoarjo, truk nomor polisi W-8904-YB yang dikemudikan DS (39) warga Sawahan, Surabaya, serta bus nomor polisi G-7086-OA yang dikemudikan RIY (53) warga Petarukan, Pemalang,” jelasnya.

Peristiwa bermula saat truk tronton melaju dari arah utara menuju selatan. Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan diduga hilang kendali hingga oleng ke kanan, menabrak median jalan dan masuk ke lajur berlawanan arah.

Di saat bersamaan, dari arah selatan ke utara melaju sebuah truk dan bus. Karena jarak antar kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan beruntun pun tidak dapat dihindari.

Akibat kejadian tersebut, ketiga kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Beruntung tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.

Petugas Unit Gakkum Satlantas bersama personel Polsek Babat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi kendaraan dan pengaturan arus lalu lintas guna mengurai kemacetan yang sempat terjadi.

Polres Lamongan juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur padat serta area tikungan pada malam hari. Pengemudi diminta memastikan kondisi kendaraan layak jalan dan tidak memaksakan diri berkendara saat mengantuk atau kehilangan konsentrasi.

Selain itu, pengguna jalan diingatkan untuk menjaga jarak aman, mematuhi batas kecepatan, dan selalu mengutamakan keselamatan demi mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. 

Sabtu, 09 Mei 2026

Bersatu Jaga Lingkungan, TNI dan Warga Ngimbang Gotong Royong Bersihkan Saluran Air di Dusun Katar

LAMONGAN – Lumpur pekat dan sampah yang menyumbat saluran air di Dusun Katar, Desa Ngimbang, Kecamatan Ngimbang, tak lagi jadi pemandangan pagi itu. Sabtu (9/5/2026), seragam loreng dan pakaian warga berbaur jadi satu. Anggota Koramil 0812/06 Ngimbang bersama prajurit Yonif TP 887/KJM menggelar aksi kepedulian lingkungan lewat karya bakti pembersihan saluran air.

Sejak pukul 07.00 WIB, cangkul, sekop, dan karung sudah di tangan. Tanpa canggung, prajurit TNI terjun langsung ke dalam saluran yang dangkal. Mereka mengangkat lumpur, menyingkirkan sampah plastik, ranting, hingga limbah rumah tangga yang menumpuk. Warga Dusun Katar pun tak mau kalah. Ibu-ibu membawakan air minum, bapak-bapak ikut mengeruk, anak muda membantu menarik karung ke tepi jalan.
Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih. Bagi warga, saluran air yang lancar berarti sawah tak lagi kebanjiran saat hujan, dan nyamuk penyebab demam berdarah tak punya tempat berkembang biak. “Kalau selokan mampet, yang susah kami juga. Alhamdulillah dibantu Pak Tentara. Rasanya kami tidak sendirian,” ujar salah satu warga Dusun Katar dengan mata berkaca-kaca.

Dalam hal ini Kapten Inf Mustoha selaku Danramil 0812/06 Ngimbang menegaskan, karya bakti ini wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Kami datang bukan sebagai tamu. Ini kampung kita juga. Kalau lingkungan sehat, warga sehat, kami pun tenang. Inilah bentuk bela negara yang paling dekat dengan rakyat,” tegasnya sambil mengangkat karung berisi sampah.

Kepala Desa Ngimbang, Bapak Yono, tak kuasa menyembunyikan rasa terima kasih. “Selama ini warga bingung mau mulai dari mana. Begitu Pak Babinsa dan anggota Yonif TP 887/ KJM datang, semua jadi ringan. Gotong royongnya luar biasa. Semoga jadi contoh untuk dusun lain,” ucapnya.

Peluh dan lumpur yang menempel di seragam loreng hari itu bercerita tentang cinta yang sederhana: cinta pada alam, pada desa, pada rakyat. Dari Dusun Katar, Koramil 0812/07 Ngimbang dan Yonif TP 887/KJM mengirim pesan bahwa menjaga lingkungan adalah tugas bersama. Karena ketika saluran air kembali mengalir jernih, harapan warga pun ikut mengalir deras. 

Warga Lapor 110, Tabrakan Beruntun Gegerkan Jalan Raya Tikung, Polres Lamongan Langsung Evakuasi Korban ke RS

LAMONGAN - Untuk kesekian kali Polres Lamongan menunjukkan respon cepat terhadap laporan masyarakat melalui layanan kepolisian call center 110. 

Salah seorang warga masyarakat menghubungi 110 dan menginformasikan bahwa telah terjadi kecelakaan lalu lintas di Jl. Raya Mantup Lamongan  tikungan pasar sapi, Ds. Desa Bakalanpule Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.

Satuan Lalu Lintas Polres Lamongan bersama Personel Polsek Tikung bergerak cepat melakukan pertolongan evakuasi korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Jurusan Lamongan–Mojokerto, tepatnya di Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Sabtu siang (09)05) sekitar pukul 11.45 WIB.

Kasatlantas Polres Lamongan melalui Kasihumas IPDA M. Hamzaid, S.Pd saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan tiga kendaraan.

" Ketiga kendaraan yang terlibat laka yakni Mobil L300 No.Pol S-8089-JB yang dikemudikan Sut (34), laki-laki warga Desa Kedungwaras, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, kemudian Sepeda Motor No.Pol S-4364-MP yang dikendarai Sum (39), perempuan warga Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, serta Sepeda Motor  No.Pol S-2311-JBE yang dikendarai seorang pelajar perempuan berusia 15 tahun yang disebut Mawar sebagai nama samaran, warga Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan." rincinya.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi  di lokasi kejadian, semula Mobil L300 melaju dari arah selatan ke utara.

Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga oleng ke kanan. Pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju Sepeda Motor yang dikendarai Sum berboncengan serta Sepeda Motor Honda yang dikendarai Mawar.

"Karena jarak yang sudah dekat dan pengendara tidak sempat menghindar, kecelakaan pun tidak dapat terelakkan hingga mengakibatkan para korban mengalami luka-luka." lanjutnya.

Akibat kecelakaan tersebut, Mobil L300 mengalami kerusakan pada bagian depan.

Untuk kedua Sepeda Motor mengalami kerusakan cukup parah dan penumpangnya mengalami luka-luka.

Petugas Satlantas Polres Lamongan dan Polsek Tikung yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan cepat.

"Polisi membantu proses evakuasi dan pertolongan terhadap korban ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis, sekaligus melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi agar tidak terjadi kemacetan." tambahnya.

Kasihumas Polres Lamongan turut mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, menjaga konsentrasi, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik demi mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Rabu, 06 Mei 2026

Satresnarkoba Polres Lamongan Sita 122 Ribu Pil LL, Dua Pengedar Diamankan di Brondong

LAMONGAN — Satuan Reserse Narkoba Polres Lamongan kembali mengungkap kasus peredaran obat keras berbahaya daftar G di wilayah Kabupaten Lamongan. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan dua tersangka beserta ribuan butir obat-obatan ilegal yang diduga siap edar.
Kedua pelaku masing-masing berinisial I (33), warga Aceh, dan W (38), warga Kota Binjai. Keduanya ditangkap pada Senin (4/5) sekitar pukul 12.00 WIB di depan sebuah kios jamu di Kelurahan Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.
Kasat Resnarkoba Polres Lamongan AKP Tulus Haryanto melalui Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan Satresnarkoba bersama Unit Reskrim Polsek Brondong.
“Petugas berhasil mengamankan dua tersangka beserta barang bukti obat keras daftar G dalam jumlah besar. Saat ini keduanya masih menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan berbagai jenis obat keras ilegal, di antaranya pil berlogo LL, pil YY, Tramadol, Trihexyphenidyl, hingga Hexymer 2.
Barang bukti yang diamankan meliputi 122 botol pil LL dengan total sekitar 122 ribu butir, 1.500 butir pil LL dalam plastik klip, 100 butir pil YY, puluhan lembar Tramadol dan Trihexyphenidyl, serta 19 ribu butir Hexymer 2.
Selain itu, polisi turut menyita uang tunai Rp180 ribu, sejumlah plastik klip kosong, kardus penyimpanan, tas selempang, dan dua unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran obat ilegal tersebut.
IPDA Hamzaid menegaskan, kedua pelaku dijerat Pasal 435 dan Pasal 436 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran obat keras tanpa izin karena berbahaya bagi kesehatan serta melanggar hukum.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama memerangi peredaran obat keras ilegal. Jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.

Prasasti Abad ke-13 Buka Jejak Awal Lamongan, Bukti Tertulis Kalahkan Narasi Legenda

LAMONGAN — Menjelang hari jadi ke-457 pada 26 Mei mendatang, sejarah Lamongan kembali mendapat sorotan. Temuan prasasti kuno yang menyebut nama Lamongan sejak abad ke-13 menjadi penanda bahwa wilayah ini telah tercatat dalam dokumen resmi jauh sebelum periode yang selama ini diyakini.

Pemerhati sejarah Lamongan, Supriyo, menyebut Prasasti Sångå sebagai salah satu bukti penting. Dalam prasasti tersebut, terdapat penyebutan “Ing Lāmoṅan” yang merujuk pada nama Lamongan.
“Ini bukan sekadar cerita turun-temurun. Penyebutan dalam prasasti menunjukkan bahwa Lamongan sudah dikenal dalam sistem administratif pada abad ke-13,” ujarnya.

Prasasti Sångå berbentuk dua lempeng perunggu dan kini tersimpan di Rijksmuseum van Oudheden. Meski demikian, lokasi penemuan awalnya tidak diketahui secara pasti. Kondisi ini, menurut Supriyo, cukup lazim terjadi pada banyak artefak Jawa kuno yang dibawa ke luar negeri pada masa kolonial tanpa dokumentasi lengkap.

Dari sisi isi, prasasti tersebut diduga kuat berasal dari wilayah Jawa Timur, khususnya kawasan pesisir utara yang dahulu menjadi bagian dari Janggala. Wilayah ini mencakup area yang kini dikenal sebagai Lamongan, Gresik, hingga Sidoarjo.

Lebih jauh, Supriyo menjelaskan bahwa penyebutan Lamongan dalam prasasti tidak berdiri sendiri. Terdapat istilah seperti “juru samya” yang mengindikasikan adanya struktur pejabat lokal. Hal ini menunjukkan bahwa sistem birokrasi dan tata kelola wilayah telah berjalan pada masa itu.

Selain aspek administratif, prasasti juga mencatat aktivitas ekonomi melalui penyebutan hadiah berupa kain (wdihan) serta satuan nilai uang (māṣa). Indikasi tersebut memperkuat bahwa kehidupan ekonomi masyarakat sudah berkembang.
“Kalau sudah ada distribusi hadiah dan penggunaan mata uang, berarti ada sistem ekonomi yang hidup. Ini menunjukkan Lamongan bukan wilayah kosong,” jelasnya.

Menariknya, dalam prasasti juga terdapat istilah “panugraha śrī jaṅgala” yang mengarah pada eksistensi wilayah Janggala. Hal ini membuka kemungkinan bahwa Lamongan merupakan bagian dari jaringan wilayah tersebut, yang diyakini masih eksis meski mengalami perubahan bentuk pasca masa Airlangga.

Pandangan ini diperkuat dengan rujukan prasasti lain seperti Mula-Malurung yang menunjukkan keberlanjutan Janggala dalam sistem kekuasaan yang lebih besar. Bahkan, pada masa awal Majapahit, jejak tersebut masih tampak.

Dalam Prasasti Balawi (1305), misalnya, disebut nama Śrī Harsawijaya yang kerap dikaitkan dengan Raden Wijaya. Menurut Supriyo, hal ini menunjukkan bahwa masa lalu sering dimanfaatkan sebagai legitimasi kekuasaan.

Meski demikian, ia mengingatkan agar temuan ini tidak disederhanakan menjadi klaim historis yang berlebihan. Menurutnya, kesamaan nama tidak selalu berarti kesinambungan identitas wilayah secara utuh.
“Sejarah itu berlapis dan tidak selalu linier. Kalau tidak dipahami dengan konteks, bisa berubah jadi sekadar klaim, bukan pengetahuan,” tegasnya.

Supriyo menilai, temuan Prasasti Sångå justru menjadi peluang untuk memperkuat pemahaman sejarah berbasis data di Lamongan, sekaligus mendukung edukasi publik dan penguatan identitas daerah secara lebih kritis.

Selasa, 05 Mei 2026

Lantik 34 Pejabat, Yuhronur Efendi Minta Fokus dan Profesional Jalankan Tugas

LAMONGAN — Sebanyak 34 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, Selasa (5/5) di Pendopo Lokatantra.
Pelantikan tersebut meliputi pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, hingga pengawas sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menegaskan bahwa seluruh proses pelantikan telah melalui tahapan yang terukur, baik dari sisi kompetensi maupun mekanisme seleksi yang berlaku. Ia juga menyebut, pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama dilakukan melalui seleksi terbuka, termasuk untuk posisi yang sebelumnya kosong seperti Kepala Pelaksana BPBD dan Kepala Bakesbangpol.

“Pelantikan ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap para pejabat yang dilantik mampu bekerja profesional, menjaga integritas, serta membawa nama baik Pemerintah Kabupaten Lamongan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pak Yes menyoroti tantangan birokrasi di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang. Menurutnya, aparatur pemerintah dituntut untuk adaptif, responsif, dan mampu memberikan pelayanan yang optimal.

“Perkembangan masyarakat semakin dinamis, sehingga seluruh pejabat harus fokus pada tugasnya masing-masing, bekerja maksimal, dan berkontribusi dalam percepatan pembangunan daerah,” tegasnya.

Adapun rincian pejabat yang dilantik terdiri dari 4 pejabat pimpinan tinggi pratama, 17 administrator, dan 13 pengawas, sebagaimana tertuang dalam keputusan Bupati Lamongan tertanggal 5 Mei 2026.
Melalui pelantikan ini, diharapkan kinerja birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan semakin efektif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Kenalkan Kepemimpinan Sejak Dini, Forum PAUD Lamongan Gelar Program PAUD Lentera

LAMONGAN  — Forum PAUD Lamongan bersama berbagai mitra strategis seperti TP PKK, DWP, Dinas Pendidikan, Bapperida, penilik, hingga organisasi pendidik anak usia dini, menggelar kegiatan PAUD Lentera (Langkah Edukatif Mengenal Tokoh Pemimpin Inspiratif), Selasa (5/5).

Kegiatan ini diikuti oleh siswa PAUD Anak Sholeh Dradah Blumbang, Kecamatan Kedungpring. Dalam agenda tersebut, peserta melakukan kunjungan edukatif dengan rute utama ke Pendopo Lokatantra serta pilihan kunjungan ke sejumlah instansi seperti Polres Lamongan, RSUD, dan Damkar.

Saat berada di Pendopo Lokatantra, anak-anak berkesempatan bertemu langsung dengan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi. Dalam suasana santai dan interaktif, mereka diajak mengenal fungsi pendopo sebagai pusat kegiatan pemerintahan sekaligus berdialog ringan seputar kepemimpinan.
“Sudah lihat pendopo? Di sinilah nanti Pak Bupati berkegiatan kalau ada acara. Namanya Pendopo Lokatantra,” tutur bupati yang akrab disapa Pak Yes itu

Bukan hanya itu, lanjutnya, anak-anak juga diajak menjawab pertanyaan sederhana, mulai dari tokoh pemimpin pertama di Lamongan hingga doa-doa harian, sebagai bagian dari pendekatan edukatif yang menyenangkan.

Forum PAUD Lamongan merencanakan kegiatan PAUD Lentera ini berlangsung rutin setiap bulan, dengan peserta yang dipilih berdasarkan rekomendasi dari masing-masing kecamatan. Setiap kecamatan akan mengirimkan satu lembaga PAUD sebagai perwakilan.

Bagi lembaga PAUD yang ingin berpartisipasi, kesempatan akan diberikan setelah seluruh kecamatan mendapatkan giliran dalam program tersebut.