BERITA TERKINI
Memuat berita terkini...

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru...

Selasa, 11 Agustus 2026

Disrupsi Digital dan AI Jadi Tantangan Pers, IJTI Dorong Lahirnya Presenter Berkualitas

LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Dunia jurnalistik dan industri media menghadapi tantangan besar di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat membuat insan pers, termasuk media televisi, dituntut terus beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip jurnalistik.

COMPETITION - Pelaksanaan>News Presenter Competition dalam rangka HUT ke-28 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) yang digelar di Stadion Surajaya Lamongan, Selasa (11/8/2026). Foto : Redaksi

Hal tersebut mengemuka dalam News Presenter Competition dalam rangka HUT ke-28 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) yang digelar di Stadion Surajaya Lamongan, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti 130 peserta dari Lamongan, Tuban dan Bojonegoro.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lamongan Mohammad Nalikan yang membuka kegiatan tersebut menegaskan, seorang presenter tidak cukup hanya mengandalkan penampilan. Kemampuan mengelola acara, berbahasa dan berkomunikasi menjadi bagian penting yang harus dimiliki seorang presenter.

“Jadi presenter ini tidak hanya menampilkan sosok, misalnya baik, ganteng, cantik dan sebagainya. Tapi bagaimana kemampuan untuk mengelola, bagaimana untuk berbahasa, bagaimana untuk berkomunikasi. Ini yang terpenting bagi kita semua,” ujarnya.

Di hadapan 130 peserta, Nalikan mengapresiasi antusiasme peserta. Menurutnya, antusiasme yang tinggi menunjukkan kegiatan jurnalistik dan komunikasi publik mendapat perhatian positif dari generasi muda.

“Kalau kita lihat antusiasnya ini cukup luar biasa. Baru pertama kali sudah begini. Kalau mungkin tiga tahun, itu sudah bisa lebih besar lagi. Jadi ini sesuatu yang baik,” katanya.

Menurut Nalikan, kegiatan jurnalistik semakin penting di tengah era disrupsi yang telah mengubah pola komunikasi masyarakat. Perubahan tersebut tidak hanya terjadi pada media online dan media sosial, tetapi juga menjadi tantangan bagi media televisi.

Media televisi kini harus berhadapan dengan kecepatan informasi media sosial, platform digital, konten kreator hingga perkembangan teknologi AI. Kondisi tersebut menuntut jurnalis televisi dan presenter memiliki kemampuan lebih, bukan sekadar tampil di depan kamera, tetapi mampu menyajikan informasi yang benar, berimbang, berkualitas dan dapat dipercaya.

“Tugas daripada jurnalis adalah memberikan edukasi, memberikan dan menyampaikan komunikasi yang terbaik kepada masyarakat. Yang berkualitas dan yang rasional,” tegasnya.

Mohammad Nalikan, Sekda Lamongan

Nalikan juga menyoroti perkembangan media sosial dan teknologi AI yang membuat masyarakat semakin sulit membedakan informasi yang benar dan tidak benar.

“Kalau kita lihat di medsos ini kan kadang-kadang antara benar dan tidak benar hampir sama. Apalagi sekarang ada AI. Mana ini benar, apa benar, kita sulit membedakan,” ungkapnya.

Karena itu, kegiatan seperti News Presenter Competition dinilai bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran agar generasi muda memahami berita, media sosial, komunikasi publik dan prinsip-prinsip jurnalistik.

“Dengan adanya kegiatan-kegiatan ini menyadarkan kepada kita semua bagaimana kita memahami soal berita, memahami soal media sosial. Ini adalah pembelajaran yang dilakukan oleh IJTI,” ujarnya.

Sementara itu, CFO Persela Lamongan Pradita Aditya menyambut positif kolaborasi antara IJTI dan Persela. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara dunia olahraga dan insan media sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

“Hari ini acara workshop yang kolaborasi dengan Persela Lamongan. Tentunya kami dari manajemen sangat menyambut hangat, menyambut baik, antusias dari semuanya, mulai dari panitia kemudian peserta,” ujar Aditya.

Menurut Aditya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan wawasan kepada peserta, tetapi juga membawa dampak positif bagi kolaborasi IJTI dan Persela Lamongan ke depan.

“Hal ini tentunya tidak hanya mendapat wawasan bagi peserta semata, tetapi membawa hal yang positif untuk kolaborasi bersama ke depan,” katanya.

Manajemen Persela juga menegaskan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Aditya berharap kolaborasi dengan IJTI dapat memberikan warna dan semangat baru dalam pengembangan kemampuan komunikasi serta melahirkan presenter-presenter berkualitas.

Pradita Aditya, CFO Persela Lamongan

“Saya dari manajemen Persela sangat mensupport kegiatan ini. Harapannya ke depan pastinya IJTI akan memberikan warna baru, semangat baru, dan pastinya menciptakan presenter-presenter yang terbaik di masa depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua IJTI Korda Pantura, Mahrus, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya Pemerintah Kabupaten Lamongan dan manajemen Persela.

“Berkat dukungan semua pihak sehingga acara ini bisa berjalan dengan lancar,” katanya.

Mahrus menjelaskan, News Presenter Competition tersebut diikuti sebanyak 130 peserta yang berasal dari Kabupaten Lamongan, Tuban dan Bojonegoro. Menurutnya, antusiasme peserta menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki ketertarikan terhadap dunia jurnalistik dan komunikasi.

Ia menambahkan, kompetisi tersebut tidak hanya bertujuan mencari presenter terbaik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya IJTI menghadapi tantangan pers di tengah era disrupsi teknologi.

“Di tengah disrupsi teknologi, perubahan media dan perkembangan AI, jurnalis televisi menghadapi tantangan yang semakin besar. Karena itu, kemampuan presenter tidak cukup hanya pandai berbicara di depan kamera, tetapi harus memahami jurnalistik, mampu mengolah informasi dan menyampaikannya kepada masyarakat secara benar serta bertanggung jawab,” ujar Mahrus.

Menurutnya, perkembangan media sosial dan AI tidak seharusnya membuat pers kehilangan peran. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi momentum bagi insan pers untuk meningkatkan kualitas, memperkuat verifikasi dan menghadirkan informasi yang dapat dipercaya masyarakat.

“Pers harus tetap hadir sebagai rujukan informasi yang kredibel. Justru di tengah banjir informasi seperti sekarang, masyarakat membutuhkan media yang mampu membedakan mana fakta dan mana informasi yang menyesatkan,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan menjadi agenda berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara IJTI, pemerintah daerah, dunia olahraga dan berbagai elemen masyarakat.

Editor: Beritakini.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Headline Utama (V4 hidden)

Api dari Lahan Tebu Merembet ke Warung di Sambeng, Warga dan Polisi Berjibaku Padamkan Kebakaran

LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Kebakaran lahan tebu di Dusun Pandak, Desa Jatipandak, Kecamatan Sambeng, Lamongan, Minggu (23/8/2026), sempat m...

Berita Terpopuler (V4 hidden)