LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Konferensi Kabupaten (Konferkab) V Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan yang digelar Senin (3/8/2026) menetapkan Kadam Mustoko sebagai Ketua PWI Lamongan periode 2026–2029. Pada forum tersebut, Ketua PWI Jawa Timur, Luthfil Hakim, mengajak insan pers memperkuat kajian mengenai kemandirian fiskal daerah agar mampu memberikan kritik yang berbasis data sekaligus solusi bagi pemerintah.
KEMANDIRIAN FISKAL - Kadam Mustoko resmi terpilih sebagai Ketua PWI Lamongan periode 2026–2029 dalam Konferkab V PWI Lamongan. Pada kesempatan itu, Ketua PWI Jawa Timur Luthfil Hakim mengajak insan pers memperkuat kajian kemandirian fiskal daerah agar mampu menghadirkan kritik yang berbasis data sekaligus solusi bagi pemerintah. Foto : IstimewaDalam proses pemilihan yang berlangsung demokratis, Kadam Mustoko meraih 10 suara dan unggul atas kandidat lainnya yang memperoleh 3 suara. Terpilihnya kepengurusan baru diharapkan menjadi momentum memperkuat profesionalisme wartawan serta meningkatkan kontribusi PWI terhadap pembangunan daerah.
Ketua PWI Jawa Timur, Luthfil Hakim, mengatakan pers memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menyampaikan informasi. Menurutnya, wartawan harus mampu melakukan kajian terhadap berbagai persoalan strategis daerah, termasuk terkait kemandirian fiskal.
"Ketahanan fiskal kita masih sekitar 2,5 persen. Karena itu, teman-teman PWI harus memiliki kajian untuk mengkritik sekaligus memberikan solusi kepada pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ujar Luthfil.
Ia menilai media massa dapat menjadi penghubung antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menggali berbagai potensi ekonomi yang dimiliki daerah. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendorong peningkatan PAD sekaligus memperkuat kemandirian fiskal.
Luthfil juga menyoroti besarnya potensi sektor pertanian di Kabupaten Lamongan yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Menurutnya, tingginya produksi padi harus diimbangi dengan dukungan penyediaan benih berkualitas, irigasi yang memadai, pupuk, hingga infrastruktur pertanian agar produktivitas dapat terus meningkat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Indonesia pada 2025 mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi tersebut berasal dari luas panen sekitar 11,32 juta hektare dan menghasilkan sekitar 34,69 juta ton beras untuk konsumsi masyarakat.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pentingnya peran daerah sentra pertanian seperti Lamongan dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi modal untuk memperkuat perekonomian daerah.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam APBD Tahun 2026 menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp670 miliar. Karena itu, Luthfil berharap insan pers mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara konstruktif melalui pemberitaan yang akurat, berbasis data, serta memberikan solusi bagi kemajuan daerah.
Di bawah kepemimpinan baru, PWI Lamongan diharapkan semakin solid, profesional, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan informasi yang berkualitas sekaligus mendorong pembangunan daerah.
(Red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar