LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Aroma kuah khas Nasi Boran menyeruak di Desa Sumberejo, Kecamatan Lamongan, saat ribuan warga memadati Festival Nasi Boran. Antusiasme pengunjung begitu tinggi hingga 2.700 porsi Nasi Boran yang disiapkan panitia di 25 stan ludes diserbu warga.
NASI BORANAN - Ribuan warga memadati Festival Nasi Boran di Desa Sumberejo, Kecamatan Lamongan. Sebanyak 2.700 porsi Nasi Boran yang disiapkan di 25 stan ludes diserbu pengunjung.(ist)Sejak festival dibuka, pengunjung terus berdatangan. Tidak hanya warga sekitar, pemburu kuliner dari berbagai wilayah di Lamongan juga ikut memadati lokasi untuk menikmati salah satu kuliner khas Kota Soto tersebut.
Tingginya minat masyarakat bahkan sudah terlihat sebelum festival berlangsung. Ribuan kupon yang disiapkan panitia habis terjual hanya dalam waktu tiga hari.
25 Stan Diserbu Pemburu Kuliner
Festival Nasi Boran menghadirkan beragam sajian dengan pilihan lauk khas yang menjadi ciri kuliner tersebut. Mulai dari ikan sili, ikan kutuk, ayam hingga rempelo ati menjadi incaran para pengunjung.
Warga pun rela mengantre untuk mendapatkan seporsi Nasi Boran. Bagi sebagian pengunjung, festival ini bukan sekadar tempat menikmati kuliner, tetapi juga menjadi momen kebersamaan sekaligus upaya mengenalkan kembali makanan khas Lamongan kepada generasi muda.
Panitia Festival Nasi Boran, Oon Zulianto Efendi, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa Nasi Boran masih memiliki daya tarik kuat.
Keberadaan festival tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus menjaga eksistensi kuliner khas Lamongan agar terus dikenal masyarakat.
Harga Paten untuk Lindungi Konsumen
Di tengah membludaknya pengunjung, Festival Nasi Boran juga menjadi momentum penting bagi Pemerintah Desa Sumberejo.
Pemdes melakukan launching penetapan harga paten sebagai upaya memberikan kepastian harga kepada konsumen sekaligus mencegah adanya pedagang yang menjual Nasi Boran dengan harga tidak wajar.
Pj Kepala Desa Sumberejo, Suharsono, menyebut kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kuliner khas Lamongan.
Dengan adanya harga paten, masyarakat diharapkan dapat menikmati Nasi Boran dengan harga yang jelas dan terjangkau tanpa khawatir adanya perbedaan harga yang tidak wajar.
Jaga Ikan Sili, Jaga Masa Depan Nasi Boran
Festival ini juga tidak hanya bicara soal kuliner. Panitia membuka sayembara budidaya ikan sili dengan total hadiah mencapai Rp6 juta.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong pelestarian ikan sili yang selama ini menjadi salah satu bahan baku penting dalam sajian Nasi Boran.
Upaya budidaya dinilai penting agar keberadaan bahan baku khas tersebut tetap terjaga dan tidak semakin sulit ditemukan.
Dengan begitu, pelestarian Nasi Boran tidak hanya dilakukan melalui festival dan promosi, tetapi juga menyentuh persoalan keberlanjutan bahan baku yang menjadi bagian dari identitas kuliner tersebut.
Dari Kuliner untuk Menggerakkan Ekonomi Warga
Kesuksesan Festival Nasi Boran diharapkan tidak berhenti pada habisnya ribuan porsi makanan yang disajikan.
Lebih dari itu, festival tersebut diharapkan mampu terus menggerakkan roda perekonomian warga sekaligus memperkuat posisi Nasi Boran sebagai salah satu warisan kuliner khas Lamongan.
Antusiasme ribuan pengunjung menjadi modal penting bahwa kuliner lokal masih memiliki kekuatan besar. Tinggal bagaimana potensi tersebut terus dirawat, dikembangkan dan diwariskan agar Nasi Boran tetap menjadi kebanggaan Lamongan dari generasi ke generasi.
Editor: Beritakini.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar