LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bergerak cepat mengatasi dampak musim kemarau dengan menyalurkan 25 ribu liter air bersih kepada masyarakat Dusun Walangkopo, Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo, Selasa (28/7/2026). Bantuan tersebut menjadi penyaluran perdana pada musim kemarau tahun ini di Kecamatan Sarirejo yang menjadi salah satu wilayah rawan kekeringan.
AIR BERSIH - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyerahkan bantuan air bersih kepada warga Dusun Walangkopo, Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo, Selasa (28/7/2026), sebagai upaya cepat Pemkab Lamongan mengatasi dampak kekeringan akibat musim kemarau. Foto : IstimewaPenyaluran air bersih dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan. Desa Kedungkumpul diprioritaskan karena masuk kategori wilayah kritis yang memiliki keterbatasan sumber air, baik waduk maupun sumur, sehingga masyarakat kerap mengalami kesulitan memperoleh air bersih setiap musim kemarau.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengatakan, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga menyiapkan solusi jangka panjang agar persoalan kekeringan dapat diminimalkan setiap tahunnya.
"Respon cepat Pemkab Lamongan terhadap krisis air bersih saat musim kemarau adalah penyaluran air bersih oleh BPBD kepada masyarakat. Sementara untuk langkah jangka panjang, kami akan melakukan revitalisasi waduk di wilayah terdampak kekeringan," ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Pemetaan Wilayah Rawan Kekeringan
Berdasarkan hasil pemetaan BPBD Kabupaten Lamongan, terdapat 15 kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan. Wilayah tersebut meliputi 89 desa dan 168 dusun.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 desa masuk kategori mengalami kelangkaan air, sedangkan 44 desa lainnya berstatus kritis akibat minimnya sumber air seperti waduk maupun sumur.
Pada hari pertama penyaluran, BPBD mendistribusikan lima tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter atau total sebanyak 25.000 liter. Selain air bersih, warga juga menerima bantuan berupa terpal dan jeriken untuk memudahkan penyimpanan air.
Bantuan Berlanjut Sesuai Kebutuhan
Pak Yes menegaskan bahwa distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Pemerintah desa maupun kecamatan diminta segera mengajukan permohonan apabila terdapat warga yang membutuhkan pasokan air bersih.
"Bantuan ini akan kami salurkan secara berkelanjutan. Apabila masyarakat membutuhkan tambahan air bersih, silakan mengajukan melalui pemerintah desa atau kecamatan agar segera ditindaklanjuti BPBD," tegasnya.
Selain penanganan darurat, Pemkab Lamongan juga menyiapkan langkah strategis melalui peningkatan infrastruktur sumber daya air. Salah satunya dengan melakukan survei dan pengerukan waduk di Desa Kedungkumpul yang memiliki luas sekitar 1,8 hektare agar daya tampung air meningkat saat musim hujan.
"Kami akan segera melakukan survei dan pengerukan waduk ini. Saat musim kemarau, waduk menjadi satu-satunya sumber air yang dapat diandalkan masyarakat. Karena itu kapasitasnya akan kami tingkatkan agar manfaatnya semakin besar," kata Pak Yes.
Pengembangan SPAM Mojolagres
Di samping revitalisasi waduk, Pemkab Lamongan juga terus memperluas jaringan penyediaan air bersih melalui pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mojolagres. Saat ini jaringan tersebut telah melayani Kecamatan Kembangbahu dan secara bertahap akan diperluas hingga Kecamatan Sarirejo.
Pengembangan jaringan SPAM diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di kawasan yang selama ini mengalami krisis air saat musim kemarau.
Bantuan air bersih yang disalurkan Pemkab Lamongan mendapat sambutan positif dari masyarakat Dusun Walangkopo. Selama ini warga mengandalkan sumber air yang terbatas dengan kualitas kurang layak karena berbau, sehingga sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melalui penyaluran bantuan serta pembangunan infrastruktur sumber daya air secara bertahap, Pemkab Lamongan berharap persoalan kekeringan yang rutin terjadi setiap musim kemarau dapat tertangani secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar