Header Ads

Hari Pertama Sekolah, Mahasiswa Australia Mengajar Bahasa Inggris di MIUS Lamongan

LAMONGAN, Beritakini.id – Hari pertama masuk sekolah di MI Unggulan Sabilillah (MIUS) Lamongan, Senin (13/7/2026), berlangsung berbeda dari biasanya. Para siswa mendapat kejutan dengan kehadiran mahasiswa pertukaran pelajar asal Australia, Aidin Kamenjasevic (18), dari Universitas Sydney, New South Wales, yang akan mengajar bahasa Inggris selama dua pekan.

Mahasiswa Australia Aidin Kamenjasevic saat mengajar di MIUS Lamongan, Senin (13/7/2026).

Kehadiran Aidin langsung disambut antusias para siswa. Selain mengajarkan bahasa Inggris, ia juga mengajak peserta didik mengenal budaya Australia sekaligus mempelajari budaya Indonesia melalui berbagai aktivitas interaktif di dalam kelas.

"Saya di sini mengajar bahasa Inggris dan bersama-sama belajar budaya Indonesia. Saya juga mengajarkan budaya Australia. Saya sangat antusias mengajar di MIUS selama dua minggu ke depan," ujar Aidin.

Selama program berlangsung, Aidin akan mengisi berbagai kegiatan edukatif, mulai dari permainan pembelajaran, tes sederhana, hingga memperkenalkan makanan khas Australia sebagai bagian dari pertukaran budaya. Menurutnya, keramahan siswa MIUS menjadi kesan pertama yang paling membekas.

"Mereka banyak bertanya, misalnya tentang sepak bola, memilih Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi. Mereka sangat lucu dan ramah," katanya.

Aidin juga mengaku terkesan dengan budaya salim yang dilakukan siswa kepada guru dan orang yang lebih tua. Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak dijumpai di Australia dan menjadi bentuk penghormatan yang patut diapresiasi.

"Saya sangat menghargai budaya salim. Di Australia kami tidak melakukan itu. Menurut saya, itu menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua dan guru," tuturnya.

Tak hanya itu, Aidin turut memberikan pandangannya mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program serupa belum diterapkan secara luas di Australia sehingga menjadi hal yang menarik untuk dipelajari.

"Saya pikir ini program yang sangat baik. Pemerintah Indonesia menunjukkan kepedulian kepada para siswa melalui penyediaan makanan bergizi gratis. Mungkin Australia juga bisa menerapkan program seperti ini," katanya.

Kepala MI Unggulan Sabilillah (MIUS) Lamongan, Uswatun Hasanah, mengatakan kehadiran mahasiswa asal Australia tersebut merupakan bagian dari rangkaian Masa Ta'aruf Murid Baru (Matsama) untuk menghadirkan pengalaman belajar bertaraf internasional sejak hari pertama sekolah.

Menurutnya, menghadirkan native speaker bahasa Inggris menjadi salah satu upaya sekolah mewujudkan visi mencetak peserta didik yang unggul, berprestasi, dan berakhlakul karimah.

"Melalui program ini kami ingin membiasakan anak-anak berkomunikasi secara global menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, tanpa meninggalkan jati diri sebagai muslim yang berkarakter," ujar Uswatun.

Ia menjelaskan, kolaborasi bersama Aidin akan diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari talkshow, pembelajaran berbasis teknologi dan coding, pengenalan budaya Indonesia dan Australia, permainan tradisional, hingga kolaborasi seni budaya dan kegiatan LDKS.

Uswatun berharap program tersebut mampu meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, memperkuat rasa percaya diri, serta memperluas wawasan internasional para siswa sejak dini.

"Harapannya, anak-anak semakin percaya diri menggunakan bahasa Inggris, berpikir lebih kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global," pungkasnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.