Header Ads

Hari Pertama Sekolah, Bupati Yes Pastikan MPLS di Lamongan Aman dan Bebas Bullying

LAMONGAN, Beritakini.id – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di hari pertama tahun ajaran baru berlangsung aman, nyaman, dan bebas dari perundungan (bullying). Kepastian tersebut disampaikan saat meninjau pelaksanaan MPLS di PAUD Bhakti Pertiwi, SDN 3 Balongwangi Tikung, dan SMPN 1 Tikung, Senin (13/7/2026).

SIDAK - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi hadir hari pertama tahun ajaran baru, di PAUD Bhakti Pertiwi, SDN 3 Balongwangi Tikung, dan SMPN 1 Tikung, Senin (13/7/2026).

Pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 yang mengatur kegiatan pengenalan lingkungan sekolah selama maksimal lima hari. Regulasi tersebut menekankan pembentukan karakter serta budaya sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.

Pada kesempatan itu, Pak Yes juga mengikuti Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS). Menurutnya, keterlibatan ayah dalam pendidikan anak sangat penting untuk membangun rasa aman dan mendukung tumbuh kembang mereka.

"Kehadiran orang tua, khususnya ayah, menjadi penting. Ayah adalah sosok pengayom yang membuat anak merasa aman. Karena itu sekarang ada anjuran Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah. Bahkan Mendagri memberikan kelonggaran bagi ASN untuk mengambil waktu dinas guna mengantar anak di hari pertama sekolah," ujar Pak Yes.

Ia menambahkan, tantangan menuju Indonesia Emas 2045 menuntut lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Menurutnya, perkembangan teknologi akan terus berubah, namun hubungan antara anak dan orang tua tidak akan pernah tergantikan.

"Semuanya berubah, tetapi yang tidak berubah adalah kasih sayang orang tua kepada anak. Interaksi sejak dini sangat penting. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, jangan sampai terjadi bullying, sehingga anak-anak bisa belajar dengan bahagia, ayem, dan tenteram," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Shodikin, menjelaskan bahwa MPLS merupakan gerakan yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menciptakan transisi pendidikan yang lebih baik dari PAUD, TK, SD hingga SMP, sekaligus mempererat komunikasi antara sekolah dengan orang tua.

Menurutnya, setiap anak memiliki karakter dan potensi yang berbeda sehingga sekolah harus mampu menyiapkan lingkungan belajar yang ramah, aman, dan menyenangkan sejak hari pertama masuk sekolah.

"Anak adalah subjek, bukan objek. Karena itu sekolah harus menyiapkan lingkungan pembelajaran yang baik untuk menyambut seluruh potensi peserta didik. Inilah semangat budaya sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan sebagaimana diharapkan Kemendikdasmen," ujar Shodikin.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.