Harga Daging Terus Melonjak, Pedagang Sapi Lamongan Rela Tutup Lapak Demi Menjaga Kepercayaan Pelanggan
LAMONGAN | BERITAKINI.ID – Pagi itu, suasana los daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lamongan terasa berbeda. Lapak-lapak yang biasanya ramai dipenuhi aktivitas jual beli mendadak lengang. Tak terdengar lagi suara golok membelah daging ataupun tawar-menawar antara pedagang dan pembeli. Pintu lapak tertutup rapat, menyisakan kegelisahan yang tak kasat mata.
DAGING SAPI - Salah satu stan daging sapu di Pasar Sidoarjo Lamongan tutup. Ini dikarenakan dampak akibat lonjakan harga daging. Foto : RedaksiKeputusan menghentikan aktivitas berjualan selama tiga hari bukan karena kehabisan stok, melainkan bentuk respons para pedagang terhadap lonjakan harga daging sapi yang terus terjadi. Mereka berharap jeda tersebut mampu meredakan gejolak pasar sekaligus memberi ruang agar pelanggan memahami kondisi yang sedang dihadapi.
Ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi Lamongan, Bagus Budi Raharjo, mengatakan keputusan itu diambil setelah para pedagang berkumpul menyikapi kembali naiknya harga sapi hidup dari para pengepul pada Minggu sore lalu. Kenaikan tersebut menjadi yang kelima sepanjang semester pertama tahun 2026.
"Senin kemarin kami berkumpul mencari jalan keluar. Banyak pelanggan belum siap dengan kenaikan harga, bahkan banyak yang mengeluh. Akhirnya kami sepakat libur tiga hari agar situasinya lebih tenang secara psikologis," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Menurut Bagus, setiap kali harga naik, pedagang berada pada posisi yang sulit. Di satu sisi mereka harus menyesuaikan harga jual mengikuti harga dari jagal, namun di sisi lain mereka khawatir kehilangan pelanggan yang selama ini setia berbelanja.
Pada awal tahun, harga daging sapi sistem karkas masih berada di kisaran Rp110 ribu per kilogram. Kini harga di tingkat jagal telah mencapai sekitar Rp130 ribu per kilogram. Lonjakan harga yang terjadi hingga lima kali dalam kurun enam bulan ini diak

Tidak ada komentar