BPBD Petakan 89 Desa Rawan Kekeringan di Lamongan, Siapkan 150 Rit Air Bersih
LAMONGAN | BERITAKINI.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan memetakan sebanyak 89 desa yang tersebar di 15 kecamatan berpotensi mengalami krisis air bersih selama musim kemarau 2026. Meski demikian, hingga kini belum ada permintaan dropping air bersih dari desa-desa yang masuk kategori rawan kekeringan.
AIR BERSIH - Beberapa desa di Kabupaten Lamongan mulai kekurangan air bersih pada musim kemarau sekarang. Tampak pada gambar petugas kepolisian terlibat pendistribusian air bersih ke warga. Foto : RedaksiPemerintah Kabupaten Lamongan melalui BPBD telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menghadapi potensi kekeringan, mulai dari pemetaan wilayah rawan hingga kesiapan armada distribusi air bersih apabila sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lamongan, Sugeng Widodo, mengatakan hingga saat ini kondisi di wilayah rawan masih terkendali sehingga belum ada permohonan bantuan air bersih yang diajukan pemerintah desa.
"Hingga saat ini belum ada permintaan dropping air bersih dari desa-desa yang berpotensi terdampak kekeringan," kata Sugeng Widodo kepada wartawan, Senin (20/7/2026).
Menurut Sugeng, berdasarkan hasil pemetaan terbaru terdapat 89 desa di 15 kecamatan yang berpotensi mengalami krisis air bersih selama musim kemarau. Apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh pasokan air, pemerintah desa dapat mengajukan permohonan bantuan kepada BPBD melalui pemerintah kecamatan.
"Desa bisa mengajukan permohonan air bersih ke BPBD Lamongan melalui pemerintah kecamatan," ujarnya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD Lamongan telah menyiapkan sebanyak 150 rit distribusi air bersih menggunakan truk tangki. Armada tersebut siap diterjunkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat apabila dampak kekeringan mulai dirasakan.
"BPBD Lamongan juga sudah siap 150 rit truk tangki air bersih bila memang sewaktu-waktu dibutuhkan," jelasnya.
Selain menyiapkan armada distribusi, BPBD juga melakukan pemetaan tingkat kerawanan kekeringan, menyusun rencana kontinjensi sebagai dasar penanganan darurat, serta terus memantau kondisi embung, waduk, dan sumber-sumber air guna memastikan ketersediaan cadangan air selama musim kemarau.
BPBD Lamongan mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan kekeringan, agar menghemat penggunaan air dan memanfaatkan sumber air yang tersedia secara bijaksana. Pemerintah desa juga diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan apabila mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih warga.
"Dengan koordinasi yang cepat, distribusi air bersih dapat segera dilakukan sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau," pungkas Sugeng.
Editor : Masska
Tidak ada komentar