Header Ads

Bonsai Nasional Ramaikan HJL, Dongkrak Ekonomi Kreatif

LAMONGAN – Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2026 yang digelar Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Lamongan resmi dibuka Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di Alun-Alun Lamongan, Selasa (30/6) malam.
Ajang bergengsi yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 ini tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para pecinta bonsai dari berbagai daerah, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kreatif berbasis seni dan potensi lokal.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes mengatakan perkembangan bonsai di Lamongan menunjukkan tren yang sangat positif. Menurutnya, bonsai kini telah berkembang dari sekadar hobi menjadi karya seni bernilai tinggi sekaligus memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.

"Alhamdulillah, bonsai di Lamongan berkembang sangat pesat. Bonsai merupakan seni yang luar biasa dan tidak pernah selesai untuk dipelajari maupun dikembangkan. Saat ini bonsai sudah bergerak dari sekadar hobi menjadi karya seni dan bagian dari ekonomi kreatif yang diminati banyak orang. Tentunya juga dapat mengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat Lamongan, sehingga perlu terus kita dorong bersama," ujar Pak Yes.

Ketua Umum PPBI Pusat, Alex Tangkulung, mengapresiasi sinergi antara PPBI dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menyelenggarakan kontes berskala nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang apresiasi bagi para pebonsai, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, mulai dari sektor UMKM hingga pariwisata daerah.

Sementara itu, Ketua Panitia Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2026, Munawi, melaporkan kegiatan yang berlangsung pada 24 Juni hingga 5 Juli 2026 tersebut diikuti 682 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Rinciannya, sebanyak 20 pohon pada kelas utama, 41 pohon kelas madya, 206 pohon kelas pratama, dan 415 pohon kelas bahan.
Munawi mengungkapkan antusiasme peserta sangat tinggi. Selain berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, kontes ini juga diikuti peserta dari luar pulau. Bahkan, peserta terjauh datang dari Sumatera Selatan dan Bali, serta daerah lain seperti Bekasi, Semarang, dan Pati.

Menurutnya, penyelenggaraan kontes nasional ini diharapkan mampu memotivasi para pebonsai Lamongan untuk terus meningkatkan kualitas karya sehingga memiliki nilai estetika dan nilai jual yang semakin tinggi.

Ia menambahkan, berkembangnya ekosistem bonsai di Lamongan juga membuka peluang usaha baru, mulai dari pencarian bahan bonsai, budidaya, perbanyakan melalui cangkok maupun biji, hingga perdagangan bonsai yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

"Harapannya, kegiatan ini mampu memotivasi masyarakat Lamongan untuk mengembangkan bonsai sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkas Munawi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.