Subscribe Us

Kamis, 23 April 2026

Quick Response Polsek Babat, Atasi Kepadatan Arus Lalulintas Dampak Kecelakaan di Perbatasan Tuban

LAMONGAN – Respon cepat ditunjukkan jajaran Polsek Babat Polres Lamongan dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat melalui layanan kepolisian 110 terkait kemacetan panjang yang terjadi di jalur perbatasan Babat–Tuban pada kamis malam, (23/04).

Kapolsek Babat bersama anggota langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan adanya kepadatan arus lalu lintas di Jalan Raya Banaran – Tugu Wingko jalur Babat–Tuban–Lamongan pada Jumat pagi (24/04). 

Kemacetan tersebut diketahui merupakan dampak dari kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Widang Tuban semalam.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mengurai kepadatan kendaraan.

Anggota juga disiagakan di sejumlah titik simpul kemacetan, di antaranya Simpang Tiga Mira, Tugu Wingko, Jalan Bojonegoro, hingga Jalan Banaran.

Kapolsek Babat KOMPOL Chakim Amrullah , S.H. M.H bersama personel turun langsung dan secara aktif memberikan imbauan kepada para pengguna jalan, khususnya kendaraan dari arah Bojonegoro menuju Surabaya, agar menggunakan jalur alternatif melalui Babat – Nguwok – Kedungpring – Sugio – Lamongan guna menghindari kepadatan.

Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan prima kepolisian dalam membantu masyarakat yang terdampak kemacetan, sekaligus memastikan kelancaran arus lalu lintas tetap terjaga.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd membenarkan adanya peristiwa tersebut dan mengapresiasi kesigapan anggota di lapangan dalam merespon laporan masyarakat secara cepat dan tepat.

Dengan adanya pengaturan serta pengalihan arus ke jalur alternatif, situasi lalu lintas di wilayah Babat berangsur-angsur dapat dikendalikan.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap mematuhi arahan petugas serta selalu berhati-hati dalam berkendara dan apabila membutuhkan layanan kepolisian agar segera menghubungi layanan polri 110.

Aksi Nyata Hari Bumi, PPN Brondong Hijaukan Kawasan Pelabuhan Lewat Gerakan Tanam Pohon

LAMONGAN – Momentum Hari Bumi, dimanfaatkan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong untuk memperkuat komitmen terhadap lingkungan. Guna memciptakan tata lawasan pelabuhan lebih hijau, mereka melakukan aksi tanam  pohon.

Kegiatan yang melibatkan pegawai serta berbagai stakeholder ini dilaksanakan di sejumlah titik strategis di area pelabuhan. Penanaman diawali secara simbolis sebagai tanda dimulainya gerakan penghijauan secara bertahap.

Pengurus HNSI bidang lingkungan, Mukhlisin Amar, menekankan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. “Penghijauan ini penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan laut, agar tetap produktif dan mendukung kehidupan nelayan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, gerakan serupa ke depan diharapkan bisa diperluas hingga kawasan pesisir Lamongan, tidak hanya terfokus di area pelabuhan.

Sementara itu, Kepala PPN Brondong, Nur Alimin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan arahan pemerintah dalam menciptakan kawasan yang bersih, sehat, dan tertata.
“Kami ingin pelabuhan ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas perikanan, tetapi juga menjadi ruang yang nyaman dan ramah lingkungan bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan ruang terbuka hijau akan terus dilakukan agar kawasan pelabuhan dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik, mulai dari aktivitas olahraga hingga rekreasi menikmati panorama laut.

Melalui langkah ini, PPN Brondong berharap dapat mendorong terciptanya pelabuhan yang tidak hanya produktif, tetapi juga berwawasan lingkungan dalam jangka panjang. 

Menuju Indonesia Emas, Pemkab Lamongan Teken MoU Bersama Pengadilan Agama dan Stakeholder

LAMONGAN - Berbagai langkah dilakukan Pemkab Lamongan dalam upaya membangun ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045. Guna mewujudkan impian ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Pengadilan Agama Lamongan dan delapan belas stakeholder. Penandatanganan dokumen itu berlangsung di Ruang Command Center Pemkab Lt.3, Kamis (23/4/2026).

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, menuturkan bahwa ketahanan keluarga merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa, yang harus diperkuat seiring dengan ketahanan pangan dan energi.

“Ketahanan keluarga penting. Tidak hanya ketahanan pangan dan energi, ketahanan keluarga juga menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Selanjutnya, Pak Yes menjelaskan bahwa penguatan keluarga menjadi bagian dari Asta Cita Presiden, dengan fokus pada pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan peran keluarga, termasuk perempuan dan anak. 
Orang nomor satu di Kota Soto juga mengungkapkan bahwa tantangan ketahanan keluarga di Lamongan masih cukup besar, ditandai dengan tingginya angka perceraian. Secara nasional, angka perceraian mengalami peningkatan, dan Lamongan masuk dalam sepuluh besar daerah dengan angka perceraian tinggi.

“Pada tahun ini (hingga bulan April), jumlah kasus perceraian di Lamongan sudah mencapai lebih dari seribu kasus,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pak Yes menyoroti dampak pasca perceraian yang berpotensi memicu berbagai persoalan sosial, seperti meningkatnya kasus anak dari keluarga tidak utuh (broken home) hingga penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Lamongan Ridwan Fauzi, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan keluarga yang berkelanjutan.

“Ketahanan keluarga tidak bisa dibangun sendiri. Diperlukan sinergitas dari berbagai pihak. Melalui MoU bersama delapan belas stakeholder (hari ini) dan 22 stakeholder lainnya yang akan dilaksanakan pada waktu berikutnya, untuk fokus pada pemenuhan hak mantan istri dan anak,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini melibatkan berbagai instansi dengan fokus pada penguatan layanan, di antaranya administrasi perceraian, perlindungan hak perempuan dan anak, hingga layanan terpadu penanganan ahli waris.

Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi penguatan administrasi perceraian bersama Pemkab Lamongan, sinergi dengan kepolisian terkait proses gugatan anggota Polri, kolaborasi dengan kejaksaan dalam perlindungan hak perempuan dan anak, layanan terpadu bersama Badan Pertanahan Nasional dalam percepatan penanganan ahli waris, pendampingan bersama Balai Pemasyarakatan, serta perlindungan hak anak melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Melalui MoU ini, diharapkan terbangun sistem pelayanan yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap persoalan keluarga, sekaligus memperkuat upaya preventif dalam menekan angka perceraian dan dampak sosial yang ditimbulkan.

Tanpa Penonton! Persiku Kudus Boyong Deltras ke Stadion Surajaya Lamongan

LAMONGAN – Persiku Kudus dipastikan akan menggunakan Stadion Surajaya Lamongan sebagai kandang sementara saat menghadapi Deltras Sidoarjo dalam lanjutan Championship 2025/2026, 27 April 2026. Laga tersebut diputuskan digelar tanpa kehadiran penonton.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persela Lamongan, Mahfud Syafi’i, mengatakan pihak Persiku telah mengajukan permohonan resmi penggunaan stadion beberapa hari lalu. Selain itu, Persiku juga meminta dukungan Panpel Persela untuk membantu pelaksanaan pertandingan, termasuk aspek teknis di lapangan.

“Persiku sudah berkirim surat untuk menggunakan Stadion Surajaya saat menjamu Deltras. Stadion Wergu Wetan akan dibongkar sehingga tidak bisa digunakan untuk pertandingan,” ujar Mahfud, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan Stadion Surajaya dilakukan karena markas Persiku di Kudus, Stadion Wergu Wetan, akan segera direnovasi sehingga tidak memungkinkan untuk menggelar pertandingan.

Saat ini, Panpel Persela tengah memproses seluruh perizinan, termasuk berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur guna memastikan keamanan pertandingan berjalan lancar.

Menurut Mahfud, laga Persiku kontra Deltras dipastikan digelar tanpa penonton sebagai bagian dari pertimbangan keamanan dan kelancaran penyelenggaraan.

“Kami sudah mengupayakan seluruh perizinan. Tadi pagi juga dilakukan rapat koordinasi dengan pihak kepolisian terkait pengamanan pertandingan,” tambahnya.

Sementara itu, jadwal pertandingan mengalami perubahan. Laga yang semula direncanakan pada 26 April diundur menjadi 27 April 2026, seiring perubahan lokasi.

Sebelumnya, Stadion Surajaya juga akan digunakan oleh Persela Lamongan untuk menjamu Barito Putera pada 25 April 2026 dalam lanjutan kompetisi musim ini.

Pemkab Lamongan Perkuat Komitmen Penurunan Stunting Melalui Program Genting

LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat komitmennya dalam percepatan penurunan stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan
genting periode ketiga,  di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Kamis (23/4/2026).

Realisasi ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam memastikan intervensi penanganan stunting agar berjalan optimal dan tepat sasaran. 

Dituturkan oleh Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Lamongan Dirham Akbar Aksara, Pemkab Lamongan tidak hanya menitikberatkan pada intervensi spesifik berupa pemenuhan gizi bagi balita dan ibu hamil, tetapi juga mengedepankan intervensi sensitif. Upaya tersebut meliputi perbaikan sanitasi, penyediaan jamban sehat, hingga peningkatan kualitas hunian agar memenuhi standar kesehatan, termasuk ventilasi dan pencahayaan yang layak.

Dengan penguatan seluruh intervensi, Pemkab Lamongan optimis dapat memutus mata rantai penyebab stunting dari hulu hingga hilir. Sekaligus menjadi komitmen dalam menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing di masa depan.

Selanjutnya, Mas Dirham menegaskan bahwa kunci keberhasilan penanganan stunting juga terletak pada konsistensi pemantauan tumbuh kembang anak. Pengukuran berat badan, tinggi badan, serta lingkar lengan harus dilakukan secara tepat dan berkelanjutan untuk memastikan adanya progres yang nyata.

“Keberhasilan penanganan stunting ditentukan oleh progres pertumbuhan anak. Harus dipastikan setiap intervensi berdampak pada peningkatan berat dan tinggi badan anak secara optimal,” tegasnya.

Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar penerima manfaat program Genting mengalami peningkatan indikator tumbuh kembang. Namun demikian, Pemkab Lamongan tetap melakukan pengawasan ketat terhadap keluarga sasaran, guna memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan anak.