LAMONGAN – Komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali terlihat di wilayah Kecamatan Ngimbang. Babinsa Koramil 0812/06 Ngimbang, Serma Welas HariantoPANEN RAYA - Panen raya padi bersama Kelompok Tani (Poktan) Sri Rejeki di Dusun Tanjungkulon, Desa Munungrejo, Kamis (4/6/2026).
bersama perwakilan Danramil Pelda Seger, menghadiri kegiatan Panen Raya Padi bersama Kelompok Tani (Poktan) Sri Rejeki di Dusun Tanjungkulon, Desa Munungrejo, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan panen raya ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah kecamatan, kepolisian, pemerintah desa, penyuluh pertanian, serta para petani dalam menjaga stabilitas pangan di tingkat desa, sekaligus menguatkan semangat “Lamongan Megilan Berhasil”.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Ngimbang Anton Sujarwo, S.Pd., M.M., perwakilan Polsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H., Kepala Desa Munungrejo Sipuk, Koordinator UPT Pertanian Ngimbang Suyanto, S.P., Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Yayuk, serta Ketua Poktan Sri Rejeki Thole bersama para anggotanya.
Dalam kesempatan itu, Pelda Seger mewakili Danramil Ngimbang mengatakan bahwa panen raya ini merupakan hasil nyata kerja keras petani yang didukung pendampingan dari Babinsa dan PPL sejak masa tanam.
“Panen raya hari ini adalah bukti kerja keras petani kita di Dusun Tanjungkulon. Melalui pendampingan Babinsa dan PPL, hasil ubinan mencapai 5,5 kilogram dengan varietas Inpari 32. Ini capaian yang sangat baik dan harus terus kita pertahankan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan pengubinan juga dilakukan untuk mengukur estimasi hasil panen secara lebih akurat. Dari lahan berukuran 2,5 x 2,5 meter (6,25 m²), diperoleh hasil gabah seberat 5,5 kilogram yang menunjukkan produktivitas padi cukup tinggi.
Varietas Inpari 32 yang dipanen diketahui memiliki keunggulan dalam produktivitas serta ketahanan terhadap hama, sehingga dinilai cocok untuk dikembangkan di wilayah Lamongan.
Hasil panen yang menggembirakan ini disambut positif oleh para petani karena menjadi indikator meningkatnya kesejahteraan dan keberhasilan pola tanam yang diterapkan.
GILAS PASI - Muspika bersama pejabat terkait menggilas padi dengan kaki, cara tradisional merontok padi yang kini sudah ditinggalkan.
Sementara itu, kehadiran Babinsa di tengah petani merupakan bagian dari komitmen Koramil 0812/06 Ngimbang dalam memberikan pendampingan secara berkelanjutan, mulai dari proses pengolahan lahan, masa tanam, perawatan, hingga panen.
Seluruh rangkaian kegiatan panen raya berlangsung lancar, aman, dan penuh kebersamaan. Sinergi yang terbangun diharapkan dapat terus memperkuat semangat petani dalam meningkatkan hasil produksi pertanian di musim tanam berikutnya.






0 Post a Comment:
Posting Komentar