Subscribe Us

Sabtu, 28 Februari 2026

Redam Ketegangan Antar Pemuda, Polsek Karanggeneng Ops Patroli Ber-soun System

LAMONGAN – Polsek Karanggeneng melaksanakan kegiatan patroli penertiban patrol sahur di wilayah Kecamatan Karanggeneng  Minggu (1/3/2026). Giat ini menyikapi atas keresahan masyarakat terkait suara sound system berlebihan, l yang mengganggu pengguna jalan raya serta berpotensi memicu gesekan antar pemuda.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Karanggeneng IPTU Sofian Ali, S.H bersama anggota dilaksanakan pada hari Minggu, (01/03) mulai pukul 02.00 WIB hingga selesai, menyasar sepanjang jalan raya di wilayah Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.

Penertiban ini dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat yang merasa resah dengan penggunaan sound system saat kegiatan patrol sahur.

Selain menimbulkan kebisingan di waktu dini hari, aktivitas tersebut juga dinilai membahayakan pengguna jalan karena dilakukan di badan jalan serta berpotensi menimbulkan kesalahpahaman antar kelompok pemuda yang dapat berujung tawuran.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan pembinaan dan imbauan secara humanis kepada para pemuda agar tidak melaksanakan patrol sahur di jalan raya.

Mereka juga diminta untuk tidak menggunakan sound system secara berlebihan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Kapolsek Karanggeneng menegaskan bahwa patroli ini bertujuan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama bulan suci Ramadhan agar tetap aman dan kondusif.

Para pemuda dihimbau untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan dengan memperbanyak kegiatan positif serta berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan justru melakukan aktivitas yang dapat memicu konflik.

“Patrol sahur boleh saja dilaksanakan sebagai tradisi, namun harus tetap memperhatikan ketertiban, keselamatan, dan tidak mengganggu masyarakat maupun pengguna jalan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta suasana Ramadhan yang damai, tertib, dan penuh keberkahan di wilayah Kecamatan Karanggeneng.

Secara terpisah, Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd mengimbau masyarakat apabila menemukan potensi gangguan Kamtibmas agar segera melaporkan melalui layanan Call Center 110 Polri yang aktif 24 jam dan bebas pulsa, guna penanganan cepat oleh pihak kepolisian.

Patroli Harkamtibmas dan Rakor Cooling System, Polres Lamongan Tak Ingin Ramadhan Ternodai

LAMONGAN – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) selama bulan suci Ramadhan 1447 H, Polres Lamongan menggelar rangkaian kegiatan. Giat ini yakni Patroli Harkamtibmas sekaligus Rapat Koordinasi (Rakor) Cooling System di wilayah Pantura Paciran, Sabtu (28/2) malam.

Kegiatan diawali dengan Rakor Cooling System yang dilaksanakan pada pukul 21.45 WIB di Balai Desa Weru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kabagops Polres Lamongan Kompol Budi Santoso, S.H., M.H., Kasat Binmas, Kasat Intelkam, Camat Paciran, Danramil 0812/17 Paciran, Kapolsek Paciran AKP Erni Sugihastuti, S.E., para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat.

Rakor tersebut dilaksanakan sebagai upaya cooling system guna mencegah potensi gangguan kamtibmas selama bulan Ramadhan, khususnya terkait kegiatan patrol sahur yang menggunakan sound system dan kerap memicu gesekan antarwarga.

Dalam arahannya, Kabagops Polres Lamongan menyampaikan pesan Kapolres Lamongan yang menekankan agar tidak ada lagi kegiatan patrol sahur yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.
“Menjaga kamtibmas bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Tradisi budaya yang berpotensi mengganggu keamanan harus dievaluasi dan dihilangkan. Lakukan kegiatan yang positif dan membawa manfaat di bulan suci ini,” tegasnya.

Camat Paciran menyatakan akan menerbitkan surat imbauan kepada seluruh desa di wilayahnya untuk meniadakan patrol sahur dengan sound system.

Kapolsek Paciran juga meminta para kepala desa aktif menyampaikan himbauan tersebut kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Sidokumpul menyatakan setuju terhadap penghentian patrol sahur keliling, sedangkan Kepala Desa Weru berharap pendekatan persuasif tetap dikedepankan serta mengusulkan agar  ada pembinaan langsung kepada para pemuda.

Disepakati bahwa penghentian patrol sahur di wilayah Komplek Weru Paciran dan sekitarnya akan disosialisasikan oleh Karang Taruna kepada para pemuda guna menjaga kondusifitas selama Ramadhan.

Usai pelaksanaan rakor, pada pukul 01.00 WIB, jajaran Polres Lamongan melaksanakan Patroli Harkamtibmas pada jalur Jalan Raya Deandles Tlogosadang, Kecamatan Paciran, tepatnya di perbatasan Tlogosadang Lamongan – Banyutengah Gresik serta Tugu Perbatasan Panceng (Gresik) – Tlogosadang (Paciran) Lamongan.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Lamongan mengerahkan 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi) dengan kekuatan 90 personel yang terdiri dari anggota Polres Lamongan gabungan berbagai Satuan Fungsi dan Polsek Jajaran Rayon 6.

Dalam arahan apel Kabag Ops Polres Lamongan menyampaikan agar seluruh anggota tetap mempedomani aturan hukum dalam bertugas.

“Apabila dalam patroli ditemukan pemuda yang mencurigakan agar dilakukan pemeriksaan. Jika kedapatan membawa senjata tajam atau barang berbahaya lainnya, lakukan tindakan tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.

Patroli siaga ini tidak hanya dalam rangka harkamtibmas, tetapi juga sebagai langkah antisipasi terhadap kelompok-kelompok yang berpotensi mengganggu situasi keamanan di wilayah Kabupaten Lamongan.

Dengan rangkaian kegiatan rakor cooling system dan patroli penyekatan tersebut, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Pantura Paciran dan Kabupaten Lamongan secara umum tetap aman, tertib, dan kondusif selama bulan suci Ramadhan.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd tak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi Call Center 110 (gratis) apabila membutuhkan bantuan kehadiran polisi atau terjadi gangguan keamanan.

Jumat, 27 Februari 2026

Setahun

Quick Respond Polsek Mantup, Sigap Bersihkan Kerikil Sisa Banjir Dadakan di Depan Pasar Mantup

LAMONGAN - Dibawa komando AKBP Arif Fazlurrohman, Polres Lamongan terus kembangkan giat cepat kemasyarakatan. Seperti saat terjadi   hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Mantup menyebabkan banjir dadakan di sekitar Pasar Mantup, Jumat (27/2) sore. Mereka turun jalan membereskan bebatuan yang membahayakan pengguna jalan.

Debit air yang sempat menggenangi badan jalan meninggalkan material berupa batu-batu kerikil di tengah Jalan Raya Mantup sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Merespons kondisi tersebut, Kapolsek Mantup AKP Kharis Ubaidillah  beserta anggota bergerak cepat (quick respons) melakukan pembersihan material kerikil yang berserakan di badan jalan.
Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 16.30 WIB hingga selesai.

Dengan menggunakan peralatan seadanya, Kapolsek Mantup beserta anggota membersihkan batu-batu kerikil dari tengah jalan guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara roda dua yang melintas.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd menyampaikan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat dalam menjaga keamanan dan keselamatan berlalu lintas pasca bencana alam.

Kehadiran anggota di lokasi diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memastikan arus lalu lintas kembali lancar.

Berkat kesigapan petugas, kondisi jalan di depan Pasar Mantup kembali bersih dan aman dilalui kendaraan.

Aktivitas masyarakat pun dapat berjalan normal tanpa hambatan berarti.

Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati saat berkendara, terutama setelah terjadi hujan deras atau banjir yang berpotensi meninggalkan material di jalan.

Jika menemukan kondisi jalan yang membahayakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti demi keselamatan bersama.

Fenomena Blood Moon Terjadi 13 atau 14 Ramadan, Pakar UIN Madura: Analisis Astronomi Bulan

Gerhana bulan total tanggal 3 Maret 2026 mengundang pertanyaan sejumlah pemerhati bulan karena diberitakan terjadi tanggal 13 (malam ke-14) Ramadan 1447 H. Secara teori astronomi, gerhana bulan terjadi ketika matahari-bumi-bulan berada dalam satu garis lurus, saat fase bulan purnama (full moon), dan bulan memasuki bayangan Bumi (umbra). Karena itu, gerhana bulan hanya mungkin terjadi saat purnama. 

“Dalam sistem kalender hijriah, purnama secara teoritis jatuh sekitar tanggal 14–15 bulan Qamariyah. Namun dalam praktiknya, kadang gerhana terjadi pada tanggal 13, kadang 14, bahkan bisa mendekati 15. Mengapa?” kata Achmad Mulyadi selaku Guru Besar Ilmu Falaq UIN Madura.

Secara astronomis, jelasnya, dari prinsip dasar astronomi gerhana bulan dapat dijelaskan, pertama, siklus sinodik Bulan tidak tepat berumur 29,5 Hari. Rata-rata siklus sinodik Bulan adalah 29 hari 12 jam 44 menit 2,8 detik, tetapi nilai ini adalah nilai rata-rata. Pada kenyataannya bisa lebih pendek (~29,27 hari) dan bisa juga lebih panjang (~29,83 hari). Akibatnya, momen purnama tidak selalu tepat di tengah tanggal 14 kalender hijriah. Kedua, awal Bulan hijriah tidak selalu astronomis murni.  

Dalam praktiknya, awal bulan bisa ditetapkan dengan rukyat (observasi), dan hisab kriteria tertentu (misalnya imkanur rukyah) untuk itu, perbedaan beberapa jam dalam penetapan awal bulan akan mempengaruhi posisi tanggal purnama. Jika awal bulan ditetapkan sedikit “lebih awal”, maka purnama bisa jatuh di tanggal 13 malam dan jika sedikit “lebih lambat”, bisa jatuh di tanggal 15 malam. 

Ketiga, waktu terjadinya purnama bersifat Global. Fase purnama terjadi dalam satu waktu astronomis universal (UTC). Namun di Indonesia bisa sudah tanggal 14 malam. Di wilayah lain masih tanggal 13 atau sudah masuk tanggal 15. Karena kalender hijriah berbasis terbenamnya matahari (maghrib), maka pergeseran beberapa jam saja bisa mengubah tanggal hijriah.

Disamping itu, orbit bulan berbentuk elips, bukan lingkaran sempurna. Akibatnya, kecepatan Bulan berubah-ubah. Kadang bergerak lebih cepat (dekat perigee). Kadang lebih lambat (dekat apogee). Ini menyebabkan waktu tepat purnama juga sedikit bergeser dari rata-rata.

Dengan demikian, gerhana bulan kadang terjadi tanggal 13 dan kadang 14 karena purnama tidak selalu tepat di tengah tanggal (bulan) hijriah, siklus Bulan bervariasi (tidak konstan), awal bulan hijriah bisa berbeda beberapa jam, perbedaan zona waktu memengaruhi tanggal lokal dan Orbit Bulan elips menyebabkan variasi kecepatan.

“Secara prinsip gerhana bulan selalu terjadi saat purnama secara astronomis, tetapi tanggal hijriahnya bergantung pada sistem penanggalan dan lokasi pengamat,” ujarnya.

Bagaimana Fenomena Gerhana Bulan Total 1447 H?

Dilihat dari fase gerhana, kata Mulyadi, gerhana total terjadi setelah magrib di Indonesia (10:58 UTC/17.58 WIB sampai 13:46 UTS/20:46 WIB). Fenomena ini dapat dianalisis dari aspek umur bulan.  Bulan baru dimulai saat stelah konjungsi terjadi. Secara astronomis, konjungsi awal bulan ramadan terjadi pada tanggal 18 Pebruari 2026 pukul 00 UTC atau :00 WIB. Maka, saat maksimum gerhana terjadi pada 3 Maret 2026 pukul 12:59 UTC/19:59 WIB. Saat gerhana ini, umur bulan adalah 13.54 hari dan disebut Fenomena Blood Moon.

Dengan demikian, secara astronomis, purnama terjadi pada umur 13,5-14,8 hari. Untuk itu, umur bulan 13,5 hari pada tanggal 3 Maret 2026. Artinya, secara komputasi hisab gerhana bulan terjadi pada malam 13 atau 14 bergantung pada penetapan awal bulannya. Gerhana bulan terjadi pada 13 Ramadan 1447 H (malam  14) jika awal bulan dihitung lebih awal, dan terjadi pada 14 Ramadan 1447 H (malam 14) jika awal bulan ditentukan sedikit mundur/20 Pebruari 2026).

Dianalisis dari aspek jarak bulan dengan bumi saat gerhana, perkiraan jarak geosentris saat maksimum yaitu ± 362.000 – 365.000 km. Jarak ini disebabkan posisi bulan terkategori dekat dengan bumi (perigee ringan) dengan diameter sudut bulan ≈ 33,0 – 33,3 arcminute. Karena cukup dekat, maka durasi totalitas saat gerhana relatif panjang, yakni 1 jam 34 menit.

Bagaimana Wujud Gerhana Bulan Total  4 Kabupaten di Madura?

Pulau Madura (mencakup Bangkalan, Pamekasan, Sumenep, dan Sampang) berada pada rentang koordinat astronomis yaitu lintang  sekitar 6°50′ – 7°15′ LS, dan bujur sekitar 112°40′ – 114°00′ BT dengan zona waktu : WIB (UTC +7) dan ΔT tahun 2026 ≈ 74 detik. Perbedaan koordinat antarkabupaten relatif kecil (<1°), sehingga parameter astronomis gerhana hampir identik untuk seluruh Madura. 

“Bagaimana kondisi bulan saat terbit?” tanya Mulyadi.

Pada 3 Maret 2026, jawabnya, bulan terbit sekitar 17:47–17:49 WIB dan Maghrib jatuh sekitar 17:44–17:46 WIB. Ketika bulan terbit, gerhana telah berlangsung ±10–12 menit. Maknanya adalah masyarakat Madura menyaksikan Bulan muncul dari ufuk timur dalam kondisi sudah memasuki fase gerhana parsial dan bulan berada pada ketinggian ≈ 2–3°, dan azimut ≈ 88°–90° (Timur sejati).  Karena elevasi sangat rendah, observasi awal dipengaruhi refraksi atmosfer dan kemungkinan adanya hambatan horizon lokal berupa  pepohonan, bangunan, perbukitan.

“Perlu dipahami bahwa waktu dan posisi saat maksimum yaitu pukul 19:59 WIB. Dengan koreksi topocentrik (paralaks horizontal ≈ 59′ dan koreksi waktu ±20–35 detik), maka maksimum lokal di Madura akan terjadi sekitar pukul 19:59:10 – 19:59:20 WIB dengan posisi ketinggian Bulan ≈ 32°–35°, azimut ≈ 100°–110° (Timur–Tenggara), jarak Bulan ≈ 363.000 km, diameter sudut ≈ 32,9′ dan durasi totalitas ≈ 94 menit. Dengan elevasi ±33° menunjukkan bahwa kondisi Bulan sangat ideal untuk pengamatan karena posisinya sudah jauh dari gangguan atmosfer bawah,” bebernya.

Karena gerhana bulan adalah fenomena global (selama Bulan diatas ufuk), maka perbedaan lokasi di Madura hanya menghasilkan selisih waktu terbit ±2 menit, selisih tinggi maksimum <1° dan selisih waktu kontak ±30 detik. Secara astronomis, seluruh Madura berada dalam zona visibilitas optimal tanpa perbedaan signifikan.

Secara astronomi, purnama memang terjadi pada umur sekitar 13,5–14,8 hari. Kondisi ini berimplikasi bahwa Gerhana Bulan Total dapat disebut terjadi pada malam 14 atau 15 Ramadan, bergantung pada metode penetapan awal bulan (rukyat atau hisab kriteria tertentu).

Dengan demikian, wilayah Madura berada dalam kondisi sangat ideal untuk mengamati Gerhana Bulan Total 13 (malam 14) Ramadhan 1447 H (3 Maret 2026). Tanpa keraguan, perbedaan tanggal tersebut bergantung pada penetapan awal bulan ramadhannya, tetapi dapat dinyatakan bahwa fenomena blood moon dapat  terjadi saat purnama, yakni tanggal 13, 14 atau 15 bulan qamariah. 

“Untuk wilayah Madura, perbedaan koordinat antar kabupaten tidak menimbulkan variasi signifikan dalam parameter observasi. Fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) berlangsung cukup lama (94 menit) pada ketinggian optimal (~33°), dengan umur bulan 13,54 hari yang konsisten dengan fase purnama presisi,” tukasnya. (Prof. Dr. H. Achmad Mulyadi, M.Ag, Guru Besar Ilmu Falaq UIN Madura)

Gasak Emas di Siang Bolong # Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan Ringkus Maling Emas

LAMONGAN – Aksi nekat pencurian emas di siang hari akhirnya berakhir di tangan aparat. Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan bersama Unit Reskrim Polsek Kembangbahu sukses membekuk pelaku yang nekat membobol rumah warga Desa Katemas, Kecamatan Kembangbahu.
Pelaku berinisial MI (27), warga setempat, tak berkutik saat diamankan petugas.

 Aksinya yang dilakukan pada Jumat (13/02) sekitar pukul 12.00 WIB itu sempat membuat korban merugi puluhan juta rupiah.
Modusnya terbilang berani dan terencana. Melihat rumah dalam keadaan kosong, pelaku langsung memarkir motor sekitar 50 meter dari lokasi. Ia berjalan kaki ke belakang rumah, memanjat pagar, naik ke lantai dua, lalu masuk melalui jendela yang tidak terkunci.

Begitu berhasil masuk, pelaku langsung mengobrak-abrik lemari kamar dan menggondol emas batangan 10 gram, sejumlah gelang emas, serta beberapa cincin. Total hasil jarahan kemudian dijual lewat Facebook dengan sistem COD dan laku Rp 26,3 juta.

Tak butuh waktu lama, tim bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya pelaku berhasil dilacak dan diamankan tanpa perlawanan. Polisi juga menyita uang tunai Rp 22 juta serta dokumen dan kotak perhiasan sebagai barang bukti.

Kasi Humas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku kriminal.
“Siapapun yang mencoba mengganggu keamanan masyarakat Lamongan, pasti kami tindak. Tidak ada toleransi,” tegasnya.
Polisi juga mengingatkan warga untuk memastikan rumah dalam kondisi terkunci saat ditinggalkan serta segera menghubungi layanan 110 jika menemukan hal mencurigakan.

 


Pererat Silaturahmi di Bulan Suci, Pangdam V/Brawijaya Gelar Safari Ramadhan di Kodim 0812/Lamongan


LAMONGAN – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin M.A., melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka Safari Ramadhan di Markas Kodim 0812/Lamongan, Kamis (26/2/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Pangdam V/Brawijaya untuk memperkuat sinergitas TNI dengan Polri dan Pemerintah Daerah serta menjalin kedekatan dengan masyarakat di wilayah Jawa Timur.

​Setibanya di lokasi, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A.,  beserta rombongan disambut langsung oleh Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo dan Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Lamongan.

​Mengawali kegiatannya, Pangdam V/Brawijaya memberikan santunan kepada anak yatim dan secara simbolis meresmikan Gapura Pandu Sakti yang menjadi ikon baru di pintu masuk Makodim 0812/Lamongan. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti.

​Dalam sambutannya, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A.,  menyampaikan bahwa pembangunan gapura ini bukan sekadar pembenahan infrastruktur, melainkan simbol kesiapan dan kewibawaan prajurit dalam menjaga kedaulatan serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Lamongan.

"Safari Ramadhan ini bukan hanya rutinitas tahunan, tapi momentum bagi kita semua untuk melakukan refleksi diri, memperkuat iman, dan memastikan bahwa kehadiran TNI selalu menjadi solusi bagi kesulitan rakyat di sekelilingnya," ujar Pangdam V/Brawijaya dalam arahannya.

​Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama di bulan penuh berkah, Pangdam V/Brawijaya berkesempatan memberikan santunan kepada puluhan anak yatim piatu. Suasana khidmat dan haru menyelimuti momen saat Pangdam V Brawijaya menyapa dan memberikan motivasi langsung kepada anak-anak tersebut agar tetap semangat mengejar cita-cita.

Tausiyah singkat yang menekankan pentingnya menjaga kesucian bulan Ramadhan dengan meningkatkan etos kerja dan pengabdian kepada negara disampaikan oleh Prof. Dr. (H.C) K.H. Abdul Ghofur selaku Pimpinan Pondok Pesantren Sunan Drajad,Paciran,Lamongan.

​Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dengan menikmati hidangan takjil dan makan malam bersama Prajurit dan tokoh masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan ​salat Isya dan tarawih berjamaah dilaksanakan di Masjid Al Arif, kompleks Kodim 0812/Lamongan.Kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh rasa kekeluargaan, ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara Pangdam dengan seluruh keluarga besar Kodim 0812/Lamongan.

Kapolres Lamongan Pererat Silaturahmi dengan Mahasiswa Lewat Buka Puasa Bersama

LAMONGAN – Dalam rangka mempererat ukhuwah Islamiah di bulan suci Ramadan, Polres Lamongan menggelar kegiatan buka puasa bersama elemen mahasiswa Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang berlangsung di Rupatama Tatag Trawang Tungga Polres Lamongan, Kamis  (26/02/2026).

Mengusung tema “Dengan Semangat Ramadhan, Membangun Ukhuwah Islamiah Guna Menjaga Kamtibmas Kabupaten Lamongan yang Aman dan Kondusif.”
Acara ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan mahasiswa dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah Lamongan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlur Rahman, S.H., S.I.K., M.Si., Wakapolres Lamongan, para Pejabat Utama (PJU), Perwira Unit Sat Intelkam, serta Perwira Unit Sat Binmas Polres Lamongan.
Dalam sambutannya, Wakapolres Lamongan menyampaikan permohonan maaf karena Kapolres baru dapat bergabung bersama undangan setelah pelaksanaan salat Magrib.
“Kami menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Kapolres karena beliau baru bisa membersamai setelah salat Magrib. Terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa selama ini jajaran kepolisian telah menjalankan tugas sesuai prosedur yang berlaku. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan kontrol sosial di tengah masyarakat. “Kegiatan ini kami harapkan menjadi ruang dialog dan bertukar informasi. Institusi Polri terbuka terhadap kritik dan saran dari rekan-rekan mahasiswa demi perbaikan ke depan,” tegasnya.

Wakapolres juga menekankan pentingnya menjaga keamanan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan keamanan melalui layanan 110 sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlur Rahman dalam sambutannya mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap situasi keamanan di daerah. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

“Selama saya diberi amanah memimpin di Lamongan, insya Allah kami akan berupaya maksimal menjaga kepercayaan masyarakat. Dukungan serta sikap kritis dari rekan-rekan mahasiswa menjadi energi positif bagi kami untuk terus berbenah,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Acara ditutup dengan buka puasa bersama serta dialog interaktif antara jajaran kepolisian dan mahasiswa sebagai wujud nyata sinergitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Lamongan.

Studi Lingkungan Peserta Didik Sespimmen Dikreg 66 di Lamongan

LAMONGAN - Peserta Didik Sespimmen Dikreg (Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah Pendidikan Reguler) Ke-66 Tahun 2026, pada Kamis (26/2) melakukan studi lingkungan tentang OHA (Organization Health Audit) dan ES (Environmental Scanning) di Lamongan.
Hal ini disambut baik dan diterima secara langsung oleh Bupati Yuhronur Efendi di Ruang Command Center Pemkab Lamongan.

Kepada 5 perwakilan dari 10 peserta didik Sespimmen Dikreg 66 Lamongan yang hadir, Bupati Yes memaparkan sinergi kepemimpinan dalam mengakselerasi pembangunan (praktek baik) di Lamongan. Menurut beliau, sinergitas program Asta Cita, Nawa Bhakti Satya, serta 15 progam prioritas Lamongan, ditambah sinergi dengan Forkopimda, TNI, Polri menjadi sangat penting.
"Ini berbagai program dan sinergitas kita terutama bersama Polres dan Kodim, berjalan dengan baik, sehingga bisa melahirkan banyak program-program yang bermanfaat bagi masyarakat, karena kita tahu bahwa tanpa situasi yang kondusif, tanpa kolaborasi, pembangunan tidak akan bisa berjalan dengan baik. Kita terus menciptakan situasi masyarakat yang tertib yang baik," ucap Pak Yes.

Disampaikan Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat 1 Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Sabilul Alif, bahwa pendekatan yang dilakukan Pemkab Lamongan ini tidak hanya pentahelix tapi sudah merambah pada multihelix. Ia juga berterima kasih karena atas dukungan yang diberikan Pimpinan Daerah Lamongan kepada para peserta didik Sespimmen Dikreg 66.

"Terima kasih kami sudah diterima langsung oleh Pak Bupati, ini yang pertama diterima langsung oleh Pimpinan Daerah, suatu kebanggaan dan kehormatan buat kami," ujarnya.

Safari Ramadan Dekatkan Pelayanan Dan Pastikan Pemerataan Realisasi Program Prioritas

LAMONGAN  - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Lamongan melangsungkan safari ramadhan, Rabu (25/2/2026) di Masjid Jami’ Usssisa Alattaqwa Desa Banjarmadu Kecamatan Karanggeneng.

Momen safari ramadan di Kota Soto tidak hanya dijadikan ajang silaturahmi. Melainkan fokus pada pendekatan pelayanan dan memastikan pemerataan realisasi program prioritas daerah hingga nasional.

"Alhamdulillah bisa bersilaturahmi secara langsung bersama masyarakat Desa Banjarmadu. Kegiatan ini menggabungkan kegiatan keagamaan dengan pelayanan publik langsung," tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Ragam pelayanan disediakan untuk memudahkan masyarakat, mulai dari pelayanan pemeriksaan kesehatan, operasi pasar murah, pelayanan kependudukan, pelayanan konsultasi perijinan, konsultasi BPJS, konsultasi, perpustakaan keliling, dan lain sebagainya.

Pada kesempatan tersebut Pak Yes juga memastikan pemerataan program prioritas daerah hingga program nasional.

Program prioritas Kabupaten Lamongan di bidang insfratruktur "Jamula", telah mencapai kemantapan 60,21% pada 2025. Sebanyak 58 ruas jalan dibangun sepanjang 24.700 meter. Lampu penerangan jalan terpasang dan berfungsi baik di 7.011 titik, dengan tambahan 237 titik baru di tahun 2025. Sedangkan pada 2026 ini akan dicanangkan pembangunan infrastruktur di 50 titik lagi.

Sebagai lumbung pangan nasional, pada tahun 2025, produksi padi mencapai 1.335.099 ton, produksi perikanan 129.790,64 ton, dengan realisasi luas tambah tanam 193.786 hektare dan Nilai Tukar Petani (NTP) di angka 124,97—menunjukkan daya beli dan kesejahteraan petani yang terjaga.

Di bidang kesehatan, program Laserku/Home Care Service telah menjangkau 1.456 orang. Adapun aktivasi RSUD Ki Ageng Brondong memperluas akses layanan. 

Sedangkan program nasional cek kesehatan gratis (CKG) tahun 2025 ditargetkan sebesar 492.301 jiwa (36% penduduk), yangmana telah terlampaui dengan 512.516 kehadiran (105,93%), dan 452.894 warga telah terlayani.

Aktualisasi program nasional juga dapat dilihat dari berlangsunhnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau sebanyak 301.875 penerima manfaat, didukung 109 SPPG aktif. Melalui program nasional ini, diyakini dapat mejadi bagian dari penguatan generasi emas Lamongan.

Pada pungkasnya Pak Yes menyampaikan bahwa progres koperasi Merah Putih terus tumbuh. Tercatat sebanyak 474 KDMP telah berbadan hukum, 95 telah beroperasi, dengan 211 gerai selesai dibangun dan 211 dalam proses pembangunan.

Satgas MBG Lamongan Evaluasi Layanan Ramadan, Tegaskan Standar Gizi Tak Boleh Dikurangi

LAMONGAN – Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Lamongan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanan selama bulan Ramadan. Langkah ini menyusul adanya aduan masyarakat terkait kualitas dan porsi menu yang diterima.

Evaluasi dilakukan dengan mengumpulkan seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) guna menyinkronkan kebijakan, memperkuat pengawasan, serta memastikan distribusi makanan tetap memenuhi standar gizi, keamanan pangan, dan ketepatan waktu pengiriman.

Kepala Satgas MBG Lamongan, Nalikan, mengakui pada awal pelaksanaan Ramadan terdapat sejumlah kendala operasional. Masa transisi serta penyesuaian menu menjadi tantangan dalam dua hari pertama pelaksanaan.
“Awal pelaksanaan memang masih tahap uji coba proses menu yang disajikan. Kami langsung melakukan evaluasi agar kualitas gizi dan keamanan makanan tetap sesuai SOP,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Satgas juga menegaskan kembali penerapan sistem anggaran berbasis at-cost, yakni pembayaran kepada penyedia dilakukan sesuai nilai riil bahan yang dimasak, bukan berdasarkan pagu maksimal anggaran.
Jika pagu ditetapkan Rp10.000 namun realisasi belanja hanya Rp9.000, maka pemerintah membayar sesuai Rp9.000. Begitu pula jika nilai riil hanya Rp7.000, maka klaim dibayarkan sebesar itu.

Menurut Nalikan, sistem ini diterapkan untuk menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Meski nominal belanja dapat bervariasi mengikuti harga pasar, standar nilai gizi tetap menjadi acuan utama yang tidak boleh dikurangi.

Untuk menjaga kualitas di tengah fluktuasi harga bahan pokok, SPPG diwajibkan melakukan survei harga pasar setiap minggu. Pembelian bahan baku harus mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag).

Selain itu, SPPG diminta menyusun perencanaan menu untuk 14 hingga 15 hari ke depan dengan mempertimbangkan keseimbangan nutrisi, porsi yang layak, serta keamanan pangan.

Menanggapi keluhan masyarakat terkait porsi makanan yang dinilai kecil di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Babat, Satgas telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Hasil verifikasi menunjukkan porsi disesuaikan dengan nilai belanja at-cost yang dilaporkan.
Ke depan, Satgas akan membentuk koordinator di tingkat kecamatan guna mempercepat respons terhadap aduan warga, baik melalui media sosial maupun pesan WhatsApp.

“Kami akan terus melakukan evaluasi. Jika masih ada kekurangan, segera kami perbaiki. Tujuan utama program ini adalah memastikan kebutuhan gizi anak-anak di Lamongan tetap terpenuhi dengan baik,” pungkasnya. 

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Paciran, 33 Paket Diamankan

LAMONGAN – Komitmen pemberantasan narkotika terus ditegaskan jajaran Polres Lamongan.
Kali ini, Tim Satuan Reserse Narkoba berhasil membongkar dugaan peredaran sabu di Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
Pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika di salah satu rumah warga. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas akhirnya melakukan penggerebekan pada Jumat malam (13/2/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial IM (28). Meski dalam identitas tercatat sebagai pelajar/mahasiswa, tersangka diduga terlibat dalam peredaran sabu di wilayah tersebut.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, menjelaskan bahwa dari hasil penggeledahan ditemukan 33 paket sabu siap edar dengan berat bersih total sekitar 3,24 gram.
“Selain barang bukti sabu, anggota juga mengamankan dua timbangan digital, tiga pak plastik klip kosong, empat alat takar yang dimodifikasi dari sedotan, uang tunai Rp500 ribu yang diduga hasil transaksi, serta satu unit sepeda motor Honda Tiger warna hijau bernopol L 6857 SX,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Saat ini tersangka telah diamankan di Mapolres Lamongan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga terus melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran narkotika tersebut.
Atas perbuatannya, IM dijerat pasal tentang tindak pidana peredaran gelap narkotika golongan I jenis sabu sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Polres Lamongan mengimbau masyarakat agar terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungannya.


Selasa, 24 Februari 2026

Kendalikan Inflasi, Gencar Pasar Murah

LAMONGAN – Pemerintah terus menggencarkan langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur bersama Diskoperindag Kabupaten Lamongan menggelar pasar murah di Alun-Alun Lamongan, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan ini disambut antusias masyarakat. Sejak sore hari, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah perbatasan Lamongan.
Kepala Seksi Desain Produk Disperindag Jawa Timur, Agus Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pasar murah merupakan salah satu strategi pengendalian inflasi daerah sekaligus bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan.
“Tujuan utamanya untuk menekan inflasi dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih ringan,” ujarnya.
Adapun komoditas yang dijual antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, telur, tepung terigu, cabai, bawang merah, dan bawang putih yang belakangan mengalami kenaikan harga di pasaran.
Meski beberapa komoditas seperti cabai masih terbatas akibat kendala distribusi, pihaknya memastikan pemerataan tetap menjadi prioritas agar manfaat pasar murah dapat dirasakan secara luas.
Salah satu warga, Milda, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.
“Harganya lebih murah dibanding pasar, apalagi cabai hanya Rp5.000. Ini sangat membantu,” katanya.
Dalam pasar murah tersebut, telur ayam dijual Rp24.000 per kilogram, gula pasir Rp16.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp15.000 per liter, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, dan cabai rawit Rp5.000 per 100 gram.
Selain itu, disediakan pula 2 ton beras, terdiri dari beras SPHP seharga Rp55.000 per 5 kilogram dan beras premium Rp70.000 per 5 kilogram.

Penemuan Dua Anak, Ternyata Warga Brondong

LAMONGAN  – Penemuan 2 anak yang minta - minta di jalan, sudah ada titik terang
 Ternyata mereka warga Kec. Bondong. Mereka yakni, sebut saja bunga (12 tahun) perempuan, seorang anak tuna wicara yang tidak bersekolah, serta sebut saja bintang (6 tahun) laki laki yang juga belum bersekolah. 

Kapolres Lamongan melalui Kasihumas Polres Lamongan Ipda M.Hamzaid,S.Pd mengungkapkan, terkait penemuan 2 anak tersebut, Kapolsek Brondong IPTU Ahmad Zainudin, SH berinisiatif mengajak unsur Muspika Kecamatan Brondong. "Mereka  segera melakukan penelusuran dan pendalaman informasi, terkait penemuan 2 anak tersebut," katanya  Selasa (24/2/2026).

Kegiatan tindak lanjut dilaksanakan pada hari Selasa, (24/02) sekira pukul 09.30 WIB bertempat di Kelurahan Brondong Kecamatan Brondong dan dihadiri oleh Camat Brondong, Kapolsek Brondong dan juga unsur Kelurahan Brondong.

Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa anak-anak tersebut benar merupakan warga Kelurahan Brondong. Forkopimcam bersama Lurah Brondong kemudian mendatangi rumah yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi dan pembinaan.

Diketahui dua anak, sebut saja bunga (12 tahun) perempuan, seorang anak tuna wicara yang tidak bersekolah, serta sebut saja bintang (6 tahun) laki laki yang juga belum bersekolah. "Orang tua mereka yaitu sang Ibu tidak bekerja, sementara ayahnya sebagai nelayan," katanya

Dari keterangan ibu anak tersebut, diakui bahwa dirinya menyuruh kedua anaknya meminta-minta untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga saat suami melaut.

Kapolsek Brondong bersama unsur Muspika mengambil sejumlah langkah, di antaranya memastikan keberadaan tempat tinggal keluarga tersebut, memberikan bantuan sosial, serta memberikan pembinaan dan edukasi kepada orang tua agar tidak lagi menyuruh anak-anaknya meminta-minta.

Selain itu, pihak Polsek Brondong bersama unsur Muspika dan kelurahan Brondong berkomitmen untuk memfasilitasi kedua anak tersebut agar dapat kembali mengenyam pendidikan.

Langkah ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah dan kepolisian terhadap masa depan anak-anak, sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa.

Kapolsek Brondong menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan peran aktif orang tua, pemerintah, dan masyarakat agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara layak, aman, dan mendapatkan hak pendidikannya.

Kapolres Lamongan melalui Kasihumas Polres Lamongan Ipda M.Hamzaid,S.Pd memberikan apresiasi kepada Kapolsek Brondong bersama muspika setempat atas inisiatif dan gerak cepatnya dalam menindaklanjuti viralnya pemberitaan anak-anak yang meminta-minta di wilayah Paciran dan mengaku berasal dari Brondong.

Langkah responsif yang dilakukan Kapolsek Brondong dengan menggandeng unsur Muspika, kelurahan, serta tokoh lingkungan merupakan bentuk kepedulian nyata Polri terhadap perlindungan anak dan kesejahteraan masyarakat.

Tindakan tidak hanya berhenti pada klarifikasi informasi, namun dilanjutkan dengan pemberian bantuan sosial, pembinaan kepada orang tua, serta upaya memfasilitasi anak-anak tersebut agar dapat kembali bersekolah.

Hal ini dinilai sebagai langkah humanis dan solutif. “Penanganan yang dilakukan sudah tepat, mengedepankan pendekatan persuasif dan sosial. Ini sejalan dengan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada anak serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.” ungkapnya.

Penemuan Dua Anak, Ternyata Warga Brondong

LAMONGAN  – Penemuan 2 anak yang minta - minta di jalan, sudah ada titik terang
 Ternyata mereka warga Kec. Bondong. Mereka yakni, sebut saja bunga (12 tahun) perempuan, seorang anak tuna wicara yang tidak bersekolah, serta sebut saja bintang (6 tahun) laki laki yang juga belum bersekolah. 

Kapolres Lamongan melalui Kasihumas Polres Lamongan Ipda M.Hamzaid,S.Pd mengungkapkan, terkait penemuan 2 anak tersebut, Kapolsek Brondong IPTU Ahmad Zainudin, SH berinisiatif mengajak unsur Muspika Kecamatan Brondong. "Mereka  segera melakukan penelusuran dan pendalaman informasi, terkait penemuan 2 anak tersebut," katanya  Selasa (24/2/2026).

Kegiatan tindak lanjut dilaksanakan pada hari Selasa, (24/02) sekira pukul 09.30 WIB bertempat di Kelurahan Brondong Kecamatan Brondong dan dihadiri oleh Camat Brondong, Kapolsek Brondong dan juga unsur Kelurahan Brondong.

Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa anak-anak tersebut benar merupakan warga Kelurahan Brondong. Forkopimcam bersama Lurah Brondong kemudian mendatangi rumah yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi dan pembinaan.

Diketahui dua anak, sebut saja bunga (12 tahun) perempuan, seorang anak tuna wicara yang tidak bersekolah, serta sebut saja bintang (6 tahun) laki laki yang juga belum bersekolah. "Orang tua mereka yaitu sang Ibu tidak bekerja, sementara ayahnya sebagai nelayan," katanya

Dari keterangan ibu anak tersebut, diakui bahwa dirinya menyuruh kedua anaknya meminta-minta untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga saat suami melaut.

Kapolsek Brondong bersama unsur Muspika mengambil sejumlah langkah, di antaranya memastikan keberadaan tempat tinggal keluarga tersebut, memberikan bantuan sosial, serta memberikan pembinaan dan edukasi kepada orang tua agar tidak lagi menyuruh anak-anaknya meminta-minta.

Selain itu, pihak Polsek Brondong bersama unsur Muspika dan kelurahan Brondong berkomitmen untuk memfasilitasi kedua anak tersebut agar dapat kembali mengenyam pendidikan.

Langkah ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah dan kepolisian terhadap masa depan anak-anak, sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa.

Kapolsek Brondong menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan peran aktif orang tua, pemerintah, dan masyarakat agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara layak, aman, dan mendapatkan hak pendidikannya.

Kapolres Lamongan melalui Kasihumas Polres Lamongan Ipda M.Hamzaid,S.Pd memberikan apresiasi kepada Kapolsek Brondong bersama muspika setempat atas inisiatif dan gerak cepatnya dalam menindaklanjuti viralnya pemberitaan anak-anak yang meminta-minta di wilayah Paciran dan mengaku berasal dari Brondong.

Langkah responsif yang dilakukan Kapolsek Brondong dengan menggandeng unsur Muspika, kelurahan, serta tokoh lingkungan merupakan bentuk kepedulian nyata Polri terhadap perlindungan anak dan kesejahteraan masyarakat.

Tindakan tidak hanya berhenti pada klarifikasi informasi, namun dilanjutkan dengan pemberian bantuan sosial, pembinaan kepada orang tua, serta upaya memfasilitasi anak-anak tersebut agar dapat kembali bersekolah.

Hal ini dinilai sebagai langkah humanis dan solutif. “Penanganan yang dilakukan sudah tepat, mengedepankan pendekatan persuasif dan sosial. Ini sejalan dengan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada anak serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.” ungkapnya.

IDSD 2025 Capai 3,81, Lamongan Masuk Kategori Daya Saing Tinggi

LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali mencatatkan capaian membanggakan. Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Kabupaten Lamongan tahun 2025 mencapai angka 3,81 dengan kategori tinggi, melampaui rata-rata nasional sebesar 3,50.

Tren peningkatan IDSD Lamongan terus menunjukkan konsistensi dalam empat tahun terakhir. Pada 2022 skor berada di angka 3,14, meningkat menjadi 3,48 pada 2023, naik kembali menjadi 3,64 pada 2024, hingga akhirnya mencapai 3,81 pada 2025.
Sertifikat skor IDSD diserahkan langsung oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi,  di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Bupati Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen daerah.
“Peningkatan IDSD ini adalah buah dari kerja bersama. Kami terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat infrastruktur, dan menciptakan iklim investasi yang kondusif agar Lamongan semakin kompetitif,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus utama pemerintah daerah. “Kami memastikan akses pendidikan dan layanan kesehatan semakin merata dan inklusif, karena daya saing daerah tidak lepas dari kualitas manusianya,” tambahnya.

Peningkatan IDSD Lamongan ditopang oleh empat aspek utama, yakni lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, dan ekosistem inovasi. Pada aspek pasar, berbagai program penguatan UMKM terus digencarkan, mulai dari peningkatan kualitas produk, penguatan branding, hingga perluasan akses pasar termasuk ekspor.

Sementara pada aspek inovasi, melalui peran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Pemkab Lamongan membangun budaya inovasi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

“Melalui agenda seperti Megnotek, kami ingin memastikan inovasi yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” tegas Bupati Yes.
Capaian IDSD 2025 ini juga menjadi refleksi konsistensi pelaksanaan 15 program prioritas yang digagas Bupati Yuhronur Efendi bersama Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara.

Dengan tren peningkatan yang terus terjaga, Pemerintah Kabupaten Lamongan optimistis mampu memperkokoh posisi sebagai daerah yang kompetitif, adaptif, dan berkelanjutan dalam mendukung penguatan daya saing nasional. 

Senin, 23 Februari 2026

Perkuat Stabilitas, Perguruan Silat Teken Kesepakatan

LAMONGAN – Guna memperkokoh stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), unsur Muspika Kecamatan Ngimbang menggelar silaturahmi dan penandatanganan kesepakatan damai antara Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI),di Kantor Kecamatan Ngimbang, Selasa (24/02/2026).
Penandatanganan dilakuakan seluruh ketua perguruan silat se-Kecamatan Ngimbang.

Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan tersebut dihadiri Camat Ngimbang Anton Sujarwo, S.Pd., M.M., Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H., serta Danramil 0812/06 Ngimbang yang diwakili oleh Batuud Pelda Suratman.

Dalam sambutannya, jajaran Muspika menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah melalui komunikasi dan kebersamaan antar perguruan silat. Pelda Suratman menyampaikan bahwa persaudaraan dan solidaritas harus menjadi pondasi utama dalam setiap aktivitas organisasi.

“Sinergi TNI, Polri, pemerintah kecamatan, serta seluruh elemen masyarakat termasuk perguruan silat, sangat menentukan terciptanya situasi yang aman dan damai. Kami berharap komitmen ini benar-benar dilaksanakan, bukan hanya sebatas seremoni,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan arahan dari Camat dan Kapolsek terkait pentingnya menjaga kerukunan, dilanjutkan pembacaan deklarasi bersama untuk menghindari konflik antar kelompok. Acara kemudian ditutup dengan penandatanganan naskah kesepakatan oleh Ketua IPSI Ngimbang, Aris Pramono, bersama para ketua perguruan silat.
Melalui deklarasi damai ini, diharapkan potensi gesekan dapat diminimalisir sekaligus mempererat tali silaturahmi antar pesilat, sehingga situasi Kamtibmas di wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif.

Satlantas Polres Lamongan Evakuasi Korban Laka Tunggal di Solokuro, Mobil Selip Usai Terjang Genangan Air

LAMONGAN - Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di wilayah Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu sore, (22/02) sekira pukul 16.00 WIB di Jalan jurusan Karanggeneng–Sukodadi, tepatnya di Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.

Anggota Polsek Solokuro bersama Unit Gakum Satlantas Polres Lamongan yang menerima laporan dari masyarakat segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP)  membantu evakuasi korban serta penanganan lebih lanjut.

Kecelakaan melibatkan satu unit Mobil Sedan Nomor Polisi N-10xx-FH yang dikemudikan oleh MM (36), laki-laki, warga Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.

Saat kejadian, kendaraan tersebut membawa tiga penumpang yakni QMP (23), warga Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, AKS (32), warga Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik dan LWH (31), warga Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.

Berdasarkan keterangan saksi - saksi, kendaraan melaju dari arah utara ke selatan.

Sesampainya di lokasi kejadian, mobil diduga mengalami selip dan oleng ke kanan, kemudian menabrak pohon di tepi jalan.

Akibat kejadian tersebut 2 orang penumpang mobil meninggal dunia, yakni AKS dan LWH dan 1 orang luka yakni QMP 

Pengemudi MM dilaporkan selamat, untuk Kerugian material ditaksir sekitar Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dan kendaraan mengalami kerusakan pada bagian kiri dan belakang.

Petugas Satlantas Polres Lamongan yang tiba di lokasi segera mendatangi dan mengamankan TKP, melaksanakan olah TKP, mengamankan serta menolong para korban untuk membawa ke rumah sakit guna penanganan lebih lanjut

Dari hasil pemeriksaan awal, faktor penyebab kecelakaan sementara diduga karena kurang hati-hatinya pengemudi saat melintas di jalan. 

Secara terpisah, Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalan yang terdapat genangan air karena dapat menyebabkan kendaraan selip dan kehilangan kendali.

Pengendara juga diminta untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima serta menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan guna menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dapat mengakibatkan korban jiwa.

Satreskrim Polres Lamongan dan Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg dan BBM Bersubsidi di Bulan Ramadhan, Stok Dipastikan Aman

LAMONGAN – Selama Bulan Suci Ramadan, jajaran Polres Lamongan bersama Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Lamongan, melaksanakan kegiatan pengecekan dan pemantauan ketersediaan LPG 3 Kg serta BBM bersubsidi di wilayah hukum Polres Lamongan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Rizki Akbar Kurniafi, S.Tr.K, S.I.K., M.Si, beserta anggota dan didampingi Kepala Diskoperindag Lamongan Anang Taufik, S.STP., M.Si.

Adapun lokasi yang menjadi sasaran pengecekan yakni di Pangkalan LPG 3 Kg PT. Laju Jaya Jalan Pahlawan No. 108 Lamongan dan SPBU 5462224 Jalan Basuki Rahmat No. 174 Lamongan.

Di pangkalan LPG 3 Kg PT. Laju Jaya, tim melakukan pemeriksaan stok dan distribusi LPG bersubsidi guna mengantisipasi adanya indikasi penyalahgunaan serta memastikan ketersediaan menjelang hari besar keagamaan.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa stok LPG 3 Kg masih tersedia dan tercukupi. Distribusi LPG telah tersalurkan secara optimal dan tepat sasaran.

Selain itu, tidak ditemukan adanya tabung LPG yang beratnya kurang dari standar 3 Kg maupun indikasi penyalahgunaan LPG bersubsidi. Secara umum, stok LPG terpantau dalam kondisi aman.

Selanjutnya, tim melakukan pemeriksaan di SPBU 5462224 Jalan Basuki Rahmat. Pengawas pom melakukan pengecekan tandon BBM jenis Pertalite menggunakan stik ukur untuk memastikan tidak ada campuran bahan lain. Hasilnya, BBM jenis Pertalite dinyatakan aman dan tidak tercampur.

Dinas Koperindag juga melakukan pengukuran takaran menggunakan bejana ukur, dari hasil pengujian, takaran BBM dinyatakan sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku. Stok BBM di SPBU tersebut juga terpantau aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Dari hasil kegiatan monitoring dan pengecekan tersebut, sampai dengan saat ini ketersediaan LPG 3 Kg dan BBM bersubsidi di wilayah Kabupaten Lamongan terpantau masih tercukupi dengan harga yang relatif stabil.

Secara terpisah, Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan panic buying selama Bulan Suci Ramadan.

“Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan LPG maupun BBM. Stok aman dan distribusi berjalan lancar. Kami akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Polres Lamongan bersama Diskoperindag akan terus melakukan monitoring secara berkala guna mencegah terjadinya penyimpangan, penimbunan, maupun kecurangan yang dapat merugikan masyarakat.

Sego Boran Resmi Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

LAMONGAN -  Satu lagi produk asli Lamongan masuk warisan budaya nasional. Kali ini, kuliner khas daerah Kabupaten Lamongan, Sego Boran resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2025.

Sertifikat penetapan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara pada agenda Penyerahan Apresiasi Seniman/Pelaku Budaya, Tunjangan Kehormatan Juru Pelihara Cagar Budaya, dan Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Minggu (22/2) di Malang.

Pemerintah Kabupaten Lamongan memaknai penetapan terhadap Sego Boran, bukan hanya menjadi kebanggaan, melainkan juga peluang strategis untuk mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. 
Dituturkan oleh Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara,  Pemerintah Kabupaten Lamongan akan terus melakukan upaya promosi dan pengembangan kuliner khas daerah, agar semakin dikenal luas dan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.

"Yangmana, sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan, dalam menjaga identitas daerah melalui pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan," katanya.

Mas Dirham sapaan wakil bupati Lamongan itu melanjutkan, Sego Boran ditetapkan dalam kategori WBTb bidang Kemahiran dan Kerajinan Tradisional. "Penetapan ini menjadi bentuk pengakuan negara atas kekayaan budaya lokal yang terus dijaga kelestariannya," katanya.

Dengan penetapan tersebut, menjadikan Kabupaten Lamongan semakin kuat sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya. 

Sebelumnya, sejumlah tradisi dan budaya Lamongan juga telah ditetapkan sebagai WBTb Indonesia, di antaranya Kentrung, Jaran Jenggo, Mendhak Sanggring, dan Perahu Ijon-Ijon. 

Pada kesempatan yang sama, turut diserahkan tunjangan kehormatan kepada para Juru Pelihara Cagar Budaya sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam menjaga dan merawat situs bersejarah.

Tunjangan sebesar Rp1.500.000 tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memastikan keberlanjutan pelestarian warisan budaya, baik yang bersifat benda maupun takbenda.

Pada pungkasnya, Mas Dirham mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersama-sama menjaga, melestarikan, dan membanggakan warisan budaya daerah sebagai identitas dan kekuatan Lamongan.