Subscribe Us

Kamis, 29 Januari 2026

Pola Baru Transmigrasi, Pemkab Lamongan Utamakan Potensi Caltrans

LAMONGAN - Memasuki babak baru pada pola transmigrasi di tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan mengutamakan potensi keterampilan calon transmigrans (Caltrans).
Hal tersebut dituturkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan Zamroni, Rabu (28/1/2026) di Kantor Dinas Tenaga Kerja sore ini.

Untuk mengasah potensi keterampilan Caltrans, tentunya diwajibkan mengikuti pelatihan di Balai Besar Pelatihan Transmigrasi yang diselenggarakan Kementerian Transmigrasi.

Zamroni menerangkan, pada pola baru transmigrasi saat ini tidak lagi berbasis mobilisasi massal. Transmigrasi diarahkan menjadi instrumen pembangunan wilayah berbasis kebutuhan daerah tujuan. Yangmana juga menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah berbasis potensi lokal.

Berdasarkan UU Nomor 29 Tahun 2009, penempatan transmigran hanya dapat dilakukan atas permintaan pemerintah daerah penerima. Artinya, transmigrasi kini sepenuhnya berbasis kebutuhan tenaga kerja dan rencana pengembangan wilayah setempat.

"Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan masih melaksanakan program transmigrasi. Pada pola baru, transmigrasi itu bukan sekedar memindahkan. Tetapi juga orang yang dipindahkan, mempunyai keterampilan dan usia produktif," tutur Zamroni.

Pada tahun 2026, di Kota Soto masih ada antrian sebanyak 35 Caltrans. Seluruhnya akan menuju wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Maluku Tengah.

Mayoritas Caltrans dari Kabupaten Lamongan memiliki potensi di bidang perkebunan, servis kendaraan, dan membuat kue.

"Untuk tahun 2026 belum bisa ditentukan kuota yang akan berangkat, karena untuk kuota langsung ditentukan oleh pemerintah pusat," terang Zamroni.

Zamroni menambahkan bahwa transmigran yang bisa berangkat akan mendapatkan fasilitas dasar, bantuan hidup, sarana produksi, hingga layanan sosial dari Pemerintah Kabupaten Lamongan.

Sedangkan untuk masyarakat Lamongan yang ingin mendaftar sebagai Caltrans, bisa langsung mendaftarkan diri ke Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan.

BAZNAS Lamongan Panen Perdana Melon Program Greenhous

LAMONGAN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lamongan menggelar Panen Perdana Petik Melon, di Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik berbasis pertanian produktif melalui pengelolaan greenhouse.

Program greenhouse tersebut sebelumnya telah diluncurkan pada 24 Desember 2025 dan menjadi upaya nyata BAZNAS Lamongan dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik. Melalui pertanian modern, dana zakat dan infak dikelola secara produktif sehingga mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi para penerima.

Panen perdana dilaksanakan di greenhouse yang dikelola bersama oleh BAZNAS dan para mustahik binaan. Para tamu undangan berkesempatan melihat langsung proses budidaya melon, mulai dari perawatan tanaman hingga panen hasil pertanian.

Ketua BAZNAS Kabupaten Lamongan Bambang Eko Muljono menyampaikan, program ini dirancang dengan pendampingan berkelanjutan agar mustahik mampu meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan pendapatan secara mandiri. "Dengan pendekatan pertanian modern, mustahik diharapkan bertransformasi menjadi pelaku usaha produktif yang berdaya saing," katanya.

Bambang Eko juga mengapresiasi pentasharufan dana infak melalui skema greenhouse yang disebut sebagai satu-satunya di Jawa Timur.


Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Dr. Moh. Nalikan. Turut hadir Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr. Ahsanul Haq, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dr. Mugito, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Shofi, unsur Kesra, Forkopimcam, KUA, MUI, DMI, serta para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Brondong.

Sekda Lamongan Dr. Nalikan mengapresiasi inovasi BAZNAS Kabupaten Lamongan dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian. "Program ini mampu mendukung penguatan ekonomi masyarakat", pungkasnya.

Sementara, selain panen melon, BAZNAS Lamongan juga menyerahkan secara simbolis dua unit rombong usaha dari total sepuluh unit bantuan yang bersumber dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana usaha produktif guna menunjang penghasilan penerima manfaat.

Senin, 26 Januari 2026

Akhirnya, Polisi Berhasil Ungkap Identifikasi Jenazah yang Mengapung di Sungai Bengawan Solo

LAMONGAN – Setelah melalui proses cepat, Polres Lamongan akhirnya bisa mengungkap siapa identitas Mr X, yang ditemukan tewas mengapung di Bengawan Solo, tepanya di Desa Kuluran, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Lelaki tersebut ternyata NA, warga desa Pangkatrejo Kecamatan / Kabupaten Lamongan. 
Kasihumas Polres Lamongan Ipda M Hamzaid,S.Pd mengungkapkan, terungkapnya identitas Mr X itu berdasarkan bukti dan keterangan para saksi. Termasuk hasil pengenalan keluarga dan dikuatkan melalui properti celana yang melekat pada jenazah. 

Dari proses identifikasi, katanya, Unit Identifikasi Satreskrim Polres Lamongan memastikan identitas mayat laki-laki tersebut.  "Mayat yang sebelumnya berstatus Mr. X tersebut teridentifikasi sebagai NA warga desa Pangkatrejo Kecamatan / Kabupaten Lamongan," katanya, Selasa (27/1/2026).

Sebelumnya, jelas Ipda Hamzaid, terjadi penemuan mayat di Bengawan Solo. "Peristiwa tersebut bermula pada Senin, (26/01) sekitar pukul 16.00 WIB saat seorang warga berinisial H, warga Desa Kuluran, saat itu sedang mencari rumput untuk pakan ternak di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo." jelasnya.

Ketika berada di tepi sungai, katanya, saksi melihat ke arah aliran Bengawan Solo dan mendapati sesosok mayat mengapung dalam posisi telungkup. Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera melaporkannya kepada Kepala Desa Kuluran, yang kemudian diteruskan ke Polsek Kalitengah.

Berdasarkan informasi tersebut, Kapolsek Kalitengah bersama anggota dan tim medis Puskesmas Kalitengah langsung meluncur ke TKP. Setibanya di lokasi, petugas memastikan adanya sesosok mayat laki-laki yang terapung di Sungai Bengawan Solo.

Selanjutnya petugas Polsek Kalitengah melakukan proses evakuasi terhadap jenazah, mencatat dan meminta keterangan saksi di lokasi penemuan serta berkoordinasi dengan Polsek Karanggeneng. "Koordinasi dilakukan terkait penemuan satu unit sepeda motor yang sebelumnya ditemukan di atas Jembatan Bengawan Solo wilayah Karanggeneng." lanjutnya.

Selanjutnya, korban dievakuasi ke RSUD Dr. Soegiri Lamongan menggunakan ambulans Puskesmas Kalitengah. "Yang akhirnya terungkap identitas korban," katayanya

Diketahui, kejadian penemuan mayat ini memiliki keterkaitan dengan peristiwa penemuan satu unit sepeda motor di atas Jembatan Bengawan Solo wilayah Karanggeneng pada Minggu (25/1) dini hari.
"Setelah seluruh proses identifikasi selesai, korban akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan." tutupnya.