Subscribe Us

Sabtu, 25 April 2026

Rawat Kearifan Lokal, TNI dan Warga Gelar Karya Bakti Bersihkan Punden

LAMONGAN  – Semangat gotong royong terpancar di Desa Sembung, Kecamatan Sukorame. Koramil 0812/24 Sukorame bersama warga menggelar karya bakti pembersihan Punden Desa Sembung, Minggu (26/4/2026). 

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini dipimpin langsung Danramil 0812/24 Sukorame Kapten Ctp Anang T. Tampak hadir Kepala Desa Sembung Bpk Gatot, Bpk Hadi Joko Prayitno dari BPD, seluruh Ketua RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga Desa Sembung sekitar 90 orang. Delapan anggota Koramil 0812/24 Sukorame juga turun langsung membaur dengan warga.

Dengan cangkul, sapu lidi, dan sabit, semua unsur masyarakat bahu-membahu membersihkan rumput liar, sampah daun, serta merapikan area punden yang menjadi salah satu situs leluhur dan kebanggaan warga. Suasana akrab begitu terasa. Ada yang memotong rumput, ada yang mengangkut sampah, sementara ibu-ibu menyiapkan air minum dan camilan untuk penyemangat.

“Punden adalah bagian dari sejarah dan identitas desa. Merawatnya berarti menjaga warisan leluhur dan mempererat kebersamaan. TNI hadir untuk bersama rakyat, kerja nyata untuk desa,” ujar Kapten Ctp Anang T di sela kegiatan.

Kades Sembung Bpk Gatot mengapresiasi kekompakan yang terjalin. “Kalau TNI sudah turun, warga jadi makin semangat. Ini bukti kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya slogan. Terima kasih Pak Danramil dan anggota atas kepeduliannya,” ungkapnya.

Karya bakti ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama di lokasi punden. Warga berharap kegiatan seperti ini rutin digelar agar lingkungan tetap bersih, nilai gotong royong tetap hidup, dan generasi muda mengenal sejarah desanya. 

Sinergi Ketahanan Pangan, TNI Dampingi Petani Tanam Padi Inpari

LAMONGAN – Dalam upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan swasembada pangan, Babinsa Koramil 0812/25 Sarirejo, Sertu Suwito, terjun langsung ke lapangan mendampingi para petani melaksanakan penanaman padi di Dusun Panggung, Desa Simbatan, Kecamatan Sarirejo, Sabtu (25/04/2026).

​Kegiatan tanam padi ini dilaksanakan secara gotong royong bersama perwakilan dari UPT Pertanian Kecamatan Sarirejo serta Kelompok Tani setempat. Jenis padi yang ditanam pada musim tanam kali ini adalah varietas Inpari, yang dikenal memiliki keunggulan produktivitas tinggi serta ketahanan terhadap hama penyakit.

​Sertu Suwito menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pendampingan pertanian merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

​"Kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para petani. Kami berharap, dengan sinergi antara TNI, UPT Pertanian, dan para petani, proses tanam ini dapat berjalan lancar sehingga hasil panen nanti bisa maksimal dan mampu menjaga ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Sarirejo," ujar Sertu Suwito di sela-sela kegiatan.

​Ia menambahkan bahwa selain melakukan pendampingan tanam, Babinsa juga aktif berkoordinasi dengan petugas dari UPT Pertanian untuk memantau perkembangan tanaman, mulai dari tahap pemupukan hingga masa panen mendatang, agar para petani mendapatkan pendampingan teknis yang tepat.
​Sementara itu, Kepala UPT Pertanian Sarirejo, Ibu Fitri memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif Babinsa. Menurutnya, pendampingan dari TNI sangat membantu dalam memberikan edukasi kepada petani mengenai pola tanam yang efisien dan penggunaan varietas unggul seperti Inpari agar mencapai target hasil produksi yang diharapkan.

​Para petani di Dusun Panggung menyambut positif kegiatan ini. Sinergi yang terjalin erat di lapangan ini diharapkan mampu menciptakan iklim pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Simbatan.

Jumat, 24 April 2026

Kapolsek Sambeng Bersama Warga Bangun Jembatan Darurat, Akses Vital Antar Desa Kembali Terhubung

LAMONGAN – Setelah sebelumnya dilakukan perbaikan jembatan di wilayah Solokuro, kepedulian jajaran Polres Lamongan terhadap infrastruktur masyarakat kembali ditunjukkan melalui kegiata

n kerja bakti perbaikan jembatan di Kecamatan S
ambeng.

Kali ini, Kapolsek Sambeng bersama anggota dan masyarakat melaksanakan renovasi jembatan di Dusun Gondoroso, Desa Kreteranggon, Jumat (24/04).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Sambeng IPTU Ridwan Hariyanto, S.M, bersama anggota Polsek Sambeng, Kepala Desa Kreteranggon beserta perangkat, serta masyarakat Dusun Gondoroso.

Jembatan yang diperbaiki merupakan akses penghubung antara Desa Kreteranggon dengan Desa Selorejo, Kecamatan Sambeng.

Selama ini, kondisi jembatan yang telah rusak sejak sekitar dua tahun lalu dinilai sangat membahayakan para pengguna jalan.

Dalam pelaksanaannya, perbaikan dilakukan secara gotong royong dengan membangun jembatan darurat menggunakan material kayu jati.

Kapolsek Sambeng IPTU Ridwan Hariyanto, S.M melalui Kasihumas IPDA M. Hamzaid, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri  terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran mobilitas warga.

"Jembatan tersebut memiliki peran penting sebagai akses utama masyarakat, baik untuk kegiatan sehari-hari, distribusi hasil pertanian, hingga jalur bagi para pelajar menuju sekolah." jelasnya.

“Jembatan ini merupakan akses vital yang menghubungkan dua desa, termasuk untuk kegiatan pendidikan, pertanian, hingga akses menuju tempat pemakaman umum. Kami bersama masyarakat berupaya agar jembatan ini segera bisa digunakan kembali dengan aman.” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dusun setempat menyampaikan bahwa kerusakan jembatan telah terjadi sejak kurang lebih dua tahun yang lalu dan kerap membahayakan pengguna jalan, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat.

Dengan adanya pembangunan jembatan darurat ini, masyarakat merasa sangat terbantu karena akses penghubung antara Desa Kreteranggon dan Desa Selorejo kembali terbuka.

Diharapkan ke depan dapat dilakukan pembangunan permanen agar keamanan dan kenyamanan pengguna jalan semakin terjamin.

"Melalui kegiatan ini, Polres Lamongan terus menunjukkan kepedulian kepada warga masyarakat dan hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung pembangunan serta kesejahteraan warga.

Hiu Tutul Terdampar di Pesisir Paciran Lamongan, Warga Sempat Berkerumun

LAMONGAN – Kemunculan seekor hiu tutul di perairan dangkal pesisir Lamongan mendadak ramai diperbincangkan setelah videonya beredar luas di media sosial. Ikan raksasa tersebut terlihat berenang sangat dekat dengan bibir pantai, memancing rasa penasaran warga yang langsung mendekat untuk menyaksikan.Hiu Tutul Terdampar di Pesisir Paciran Lamongan, Warga Sempat Berkerumun.
Peristiwa itu diketahui terjadi di kawasan pesisir Kecamatan Paciran, tepatnya di sekitar Desa Weru. Dalam video yang viral, terlihat sejumlah warga, termasuk anak-anak, berkumpul di tepi pantai sambil mengamati hiu tutul yang berada tidak jauh dari daratan.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan informasi dari Satpolairud, hiu tutul itu muncul pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Ia menjelaskan, kemunculan hiu tutul di tepi pantai tidak berlangsung lama. Sekitar pukul 15.30 WIB, satwa laut tersebut telah dievakuasi kembali ke perairan yang lebih dalam dengan bantuan warga setempat.
“Warga membantu mengarahkan hiu tutul ke tengah laut menggunakan perahu dengan cara ditarik secara perlahan,” ujarnya.
Dari laporan yang diterima, hiu tutul yang muncul hanya satu ekor dengan ukuran diperkirakan mencapai 15 meter. Meski ukurannya besar, proses evakuasi berjalan lancar tanpa insiden.
Fenomena kemunculan hiu tutul di perairan Paciran bukan hal baru. Beberapa kejadian serupa pernah dilaporkan sebelumnya, mengingat wilayah tersebut memang menjadi jalur perlintasan biota laut besar.
Sebagai informasi, hiu tutul (Rhincodon typus) merupakan spesies ikan terbesar di dunia yang dilindungi penuh oleh pemerintah Indonesia. Kemunculannya di perairan dangkal sering menarik perhatian masyarakat, namun juga membutuhkan penanganan yang tepat agar tidak membahayakan satwa maupun manusia.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga ekosistem laut. Masyarakat diimbau untuk tidak mengganggu satwa liar dan tetap mengutamakan keselamatan saat menjumpai fenomena serupa.

Kamis, 23 April 2026

Quick Response Polsek Babat, Atasi Kepadatan Arus Lalulintas Dampak Kecelakaan di Perbatasan Tuban

LAMONGAN – Respon cepat ditunjukkan jajaran Polsek Babat Polres Lamongan dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat melalui layanan kepolisian 110 terkait kemacetan panjang yang terjadi di jalur perbatasan Babat–Tuban pada kamis malam, (23/04).

Kapolsek Babat bersama anggota langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan adanya kepadatan arus lalu lintas di Jalan Raya Banaran – Tugu Wingko jalur Babat–Tuban–Lamongan pada Jumat pagi (24/04). 

Kemacetan tersebut diketahui merupakan dampak dari kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Widang Tuban semalam.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mengurai kepadatan kendaraan.

Anggota juga disiagakan di sejumlah titik simpul kemacetan, di antaranya Simpang Tiga Mira, Tugu Wingko, Jalan Bojonegoro, hingga Jalan Banaran.

Kapolsek Babat KOMPOL Chakim Amrullah , S.H. M.H bersama personel turun langsung dan secara aktif memberikan imbauan kepada para pengguna jalan, khususnya kendaraan dari arah Bojonegoro menuju Surabaya, agar menggunakan jalur alternatif melalui Babat – Nguwok – Kedungpring – Sugio – Lamongan guna menghindari kepadatan.

Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan prima kepolisian dalam membantu masyarakat yang terdampak kemacetan, sekaligus memastikan kelancaran arus lalu lintas tetap terjaga.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd membenarkan adanya peristiwa tersebut dan mengapresiasi kesigapan anggota di lapangan dalam merespon laporan masyarakat secara cepat dan tepat.

Dengan adanya pengaturan serta pengalihan arus ke jalur alternatif, situasi lalu lintas di wilayah Babat berangsur-angsur dapat dikendalikan.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap mematuhi arahan petugas serta selalu berhati-hati dalam berkendara dan apabila membutuhkan layanan kepolisian agar segera menghubungi layanan polri 110.

Aksi Nyata Hari Bumi, PPN Brondong Hijaukan Kawasan Pelabuhan Lewat Gerakan Tanam Pohon

LAMONGAN – Momentum Hari Bumi, dimanfaatkan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong untuk memperkuat komitmen terhadap lingkungan. Guna memciptakan tata lawasan pelabuhan lebih hijau, mereka melakukan aksi tanam  pohon.

Kegiatan yang melibatkan pegawai serta berbagai stakeholder ini dilaksanakan di sejumlah titik strategis di area pelabuhan. Penanaman diawali secara simbolis sebagai tanda dimulainya gerakan penghijauan secara bertahap.

Pengurus HNSI bidang lingkungan, Mukhlisin Amar, menekankan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. “Penghijauan ini penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan laut, agar tetap produktif dan mendukung kehidupan nelayan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, gerakan serupa ke depan diharapkan bisa diperluas hingga kawasan pesisir Lamongan, tidak hanya terfokus di area pelabuhan.

Sementara itu, Kepala PPN Brondong, Nur Alimin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan arahan pemerintah dalam menciptakan kawasan yang bersih, sehat, dan tertata.
“Kami ingin pelabuhan ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas perikanan, tetapi juga menjadi ruang yang nyaman dan ramah lingkungan bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan ruang terbuka hijau akan terus dilakukan agar kawasan pelabuhan dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik, mulai dari aktivitas olahraga hingga rekreasi menikmati panorama laut.

Melalui langkah ini, PPN Brondong berharap dapat mendorong terciptanya pelabuhan yang tidak hanya produktif, tetapi juga berwawasan lingkungan dalam jangka panjang. 

Menuju Indonesia Emas, Pemkab Lamongan Teken MoU Bersama Pengadilan Agama dan Stakeholder

LAMONGAN - Berbagai langkah dilakukan Pemkab Lamongan dalam upaya membangun ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045. Guna mewujudkan impian ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Pengadilan Agama Lamongan dan delapan belas stakeholder. Penandatanganan dokumen itu berlangsung di Ruang Command Center Pemkab Lt.3, Kamis (23/4/2026).

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, menuturkan bahwa ketahanan keluarga merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa, yang harus diperkuat seiring dengan ketahanan pangan dan energi.

“Ketahanan keluarga penting. Tidak hanya ketahanan pangan dan energi, ketahanan keluarga juga menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Selanjutnya, Pak Yes menjelaskan bahwa penguatan keluarga menjadi bagian dari Asta Cita Presiden, dengan fokus pada pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan peran keluarga, termasuk perempuan dan anak. 
Orang nomor satu di Kota Soto juga mengungkapkan bahwa tantangan ketahanan keluarga di Lamongan masih cukup besar, ditandai dengan tingginya angka perceraian. Secara nasional, angka perceraian mengalami peningkatan, dan Lamongan masuk dalam sepuluh besar daerah dengan angka perceraian tinggi.

“Pada tahun ini (hingga bulan April), jumlah kasus perceraian di Lamongan sudah mencapai lebih dari seribu kasus,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pak Yes menyoroti dampak pasca perceraian yang berpotensi memicu berbagai persoalan sosial, seperti meningkatnya kasus anak dari keluarga tidak utuh (broken home) hingga penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Lamongan Ridwan Fauzi, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan keluarga yang berkelanjutan.

“Ketahanan keluarga tidak bisa dibangun sendiri. Diperlukan sinergitas dari berbagai pihak. Melalui MoU bersama delapan belas stakeholder (hari ini) dan 22 stakeholder lainnya yang akan dilaksanakan pada waktu berikutnya, untuk fokus pada pemenuhan hak mantan istri dan anak,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini melibatkan berbagai instansi dengan fokus pada penguatan layanan, di antaranya administrasi perceraian, perlindungan hak perempuan dan anak, hingga layanan terpadu penanganan ahli waris.

Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi penguatan administrasi perceraian bersama Pemkab Lamongan, sinergi dengan kepolisian terkait proses gugatan anggota Polri, kolaborasi dengan kejaksaan dalam perlindungan hak perempuan dan anak, layanan terpadu bersama Badan Pertanahan Nasional dalam percepatan penanganan ahli waris, pendampingan bersama Balai Pemasyarakatan, serta perlindungan hak anak melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Melalui MoU ini, diharapkan terbangun sistem pelayanan yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap persoalan keluarga, sekaligus memperkuat upaya preventif dalam menekan angka perceraian dan dampak sosial yang ditimbulkan.

Tanpa Penonton! Persiku Kudus Boyong Deltras ke Stadion Surajaya Lamongan

LAMONGAN – Persiku Kudus dipastikan akan menggunakan Stadion Surajaya Lamongan sebagai kandang sementara saat menghadapi Deltras Sidoarjo dalam lanjutan Championship 2025/2026, 27 April 2026. Laga tersebut diputuskan digelar tanpa kehadiran penonton.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persela Lamongan, Mahfud Syafi’i, mengatakan pihak Persiku telah mengajukan permohonan resmi penggunaan stadion beberapa hari lalu. Selain itu, Persiku juga meminta dukungan Panpel Persela untuk membantu pelaksanaan pertandingan, termasuk aspek teknis di lapangan.

“Persiku sudah berkirim surat untuk menggunakan Stadion Surajaya saat menjamu Deltras. Stadion Wergu Wetan akan dibongkar sehingga tidak bisa digunakan untuk pertandingan,” ujar Mahfud, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan Stadion Surajaya dilakukan karena markas Persiku di Kudus, Stadion Wergu Wetan, akan segera direnovasi sehingga tidak memungkinkan untuk menggelar pertandingan.

Saat ini, Panpel Persela tengah memproses seluruh perizinan, termasuk berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur guna memastikan keamanan pertandingan berjalan lancar.

Menurut Mahfud, laga Persiku kontra Deltras dipastikan digelar tanpa penonton sebagai bagian dari pertimbangan keamanan dan kelancaran penyelenggaraan.

“Kami sudah mengupayakan seluruh perizinan. Tadi pagi juga dilakukan rapat koordinasi dengan pihak kepolisian terkait pengamanan pertandingan,” tambahnya.

Sementara itu, jadwal pertandingan mengalami perubahan. Laga yang semula direncanakan pada 26 April diundur menjadi 27 April 2026, seiring perubahan lokasi.

Sebelumnya, Stadion Surajaya juga akan digunakan oleh Persela Lamongan untuk menjamu Barito Putera pada 25 April 2026 dalam lanjutan kompetisi musim ini.

Pemkab Lamongan Perkuat Komitmen Penurunan Stunting Melalui Program Genting

LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat komitmennya dalam percepatan penurunan stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan
genting periode ketiga,  di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Kamis (23/4/2026).

Realisasi ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam memastikan intervensi penanganan stunting agar berjalan optimal dan tepat sasaran. 

Dituturkan oleh Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Lamongan Dirham Akbar Aksara, Pemkab Lamongan tidak hanya menitikberatkan pada intervensi spesifik berupa pemenuhan gizi bagi balita dan ibu hamil, tetapi juga mengedepankan intervensi sensitif. Upaya tersebut meliputi perbaikan sanitasi, penyediaan jamban sehat, hingga peningkatan kualitas hunian agar memenuhi standar kesehatan, termasuk ventilasi dan pencahayaan yang layak.

Dengan penguatan seluruh intervensi, Pemkab Lamongan optimis dapat memutus mata rantai penyebab stunting dari hulu hingga hilir. Sekaligus menjadi komitmen dalam menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing di masa depan.

Selanjutnya, Mas Dirham menegaskan bahwa kunci keberhasilan penanganan stunting juga terletak pada konsistensi pemantauan tumbuh kembang anak. Pengukuran berat badan, tinggi badan, serta lingkar lengan harus dilakukan secara tepat dan berkelanjutan untuk memastikan adanya progres yang nyata.

“Keberhasilan penanganan stunting ditentukan oleh progres pertumbuhan anak. Harus dipastikan setiap intervensi berdampak pada peningkatan berat dan tinggi badan anak secara optimal,” tegasnya.

Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar penerima manfaat program Genting mengalami peningkatan indikator tumbuh kembang. Namun demikian, Pemkab Lamongan tetap melakukan pengawasan ketat terhadap keluarga sasaran, guna memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan anak.


Rabu, 22 April 2026

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, TNI Dampingi Penyaluran Pangan

LAMONGAN - Wujud kepedulian terhadap warga, Babinsa Koramil 0812/18 Brondong Sertu Adib turun langsung mendampingi penyaluran bantuan pangan di Desa Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Kamis (23/4/2026).

Sejak pagi, Sertu Adib sudah berada di balai desa untuk memastikan proses pembagian beras dan bahan pangan lainnya berjalan tertib, aman, dan benar-benar diterima warga yang berhak. Satu per satu warga ia sapa dengan ramah, membantu lansia mengangkat karung beras, hingga memastikan tidak ada warga yang terlewat dari daftar penerima.

“Tugas kami memastikan bantuan pemerintah sampai ke tangan warga tanpa kendala. Apalagi ini menyangkut kebutuhan pokok. Kalau ada warga sepuh atau ibu-ibu yang kesulitan bawa pulang, langsung kami bantu,” ucap Sertu Adib sambil membantu seorang nenek memanggul beras ke sepeda.

Kepala Desa Brondong menyampaikan apresiasi atas kehadiran Babinsa yang membuat suasana penyaluran jadi tenang dan teratur. “Pak Adib selalu siaga. Warga jadi nyaman karena semua transparan dan tidak ada yang saling desak. Ini bukti TNI selalu ada untuk rakyat,” ujarnya.

Selain mengawal distribusi, Sertu Adib juga menyempatkan diri ngobrol dengan warga. Ia mengingatkan agar bantuan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga dan mengajak warga tetap menjaga semangat gotong royong di lingkungan.
Dengan pendampingan langsung dari Babinsa, penyaluran bantuan pangan di Desa Brondong berjalan lancar. Warga pulang membawa beras, juga membawa rasa aman karena didampingi aparat teritorial yang dekat dan peduli. 

Peringati HUT ke-80, Persit Tanam Pohon

Peringati HUT ke-80, Persit Tanam Pohon

LAMONGAN – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Persit Kartika Chandra Kirana ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana cabang XXVII Dim 0812 Lamongn Ranting 0812/14 Sukodadi jajaran Kodim 0812/Lamongan menggelar aksi tanam pohon di lingkungan Koramil 0812/14 Sukodadi, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Persit Peduli Lingkungan untuk Masa Depan Hijau" ini dipimpin langsung oleh Ketua Persit Ranting 14 Sukodadi dan diikuti seluruh anggota Persit serta didampingi Danramil 0812/14 Sukodadi. Puluhan bibit pohon produktif dan pohon peneduh seperti mangga, jambu, trembesi, dan mahoni ditanam di area sekitar Makoramil.

Ketua Persit Ranting 14 Sukodadi Ny. Sobar menyampaikan bahwa penanaman pohon ini bukan sekadar seremonial. “Usia 80 tahun adalah momentum untuk menebar manfaat. Pohon yang kami tanam hari ini adalah warisan untuk anak cucu. Harapannya Koramil jadi lebih asri, sejuk, dan memberi contoh peduli lingkungan kepada warga,” ujarnya.
Danramil 0812/14 Sukodadi Kapten Inf Sobar mengapresiasi inisiatif Persit yang selalu hadir mendukung tugas TNI sekaligus peduli pada isu lingkungan. “Ibu-ibu Persit tidak hanya hebat di rumah, tapi juga punya kepedulian besar untuk alam. Ini bentuk nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat dimulai dari hal kecil di sekitar kita,” tuturnya.

Selain menanam, anggota Persit juga membuat jadwal perawatan bersama agar bibit yang ditanam tumbuh optimal. Warga sekitar yang melintas pun ikut memberi semangat dan mengapresiasi langkah hijau tersebut.

Melalui aksi tanam pohon ini, Persit Ranting 14 Sukodadi berharap semangat HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas dan menjadi pengingat bahwa menjaga bumi adalah tugas bersama. 

Dari Hasil Jualan Ikan, Pasutri Asal Lamongan Wujudkan Impian Berhaji

LAMONGAN – Mimpi menunaikan ibadah haji akhirnya terwujud bagi pasangan suami istri (pasutri) asal Lamongan, Mulyono (48) dan Wiwik Mujiyati (43). Di balik kesederhanaan sebagai penjual ikan, dua Jamaah Calon Haji (JCH) menyimpan tekad besar yang mereka perjuangkan selama bertahun-tahun.

Warga Desa Kemlagigede, Kecamatan Turi itu harus menempuh perjalanan panjang sebelum bisa berangkat ke Tanah Suci. Sejak sekitar 2005, mereka mulai menyisihkan sebagian penghasilan dari berjualan ikan, meski jumlahnya tidak menentu.
“Kalau ada sisa, kami tabung. Kadang Rp50 ribu, kadang Rp150 ribu. Yang penting konsisten,” tutur Mulyono, Rabu (22/4/2026).

Perjuangan mereka bukan tanpa rintangan. Bertahun-tahun, Mulyono dan Wiwik berjualan ikan keliling menggunakan sepeda motor tua. Panas terik hingga hujan menjadi bagian dari keseharian, demi mengumpulkan sedikit demi sedikit biaya untuk berhaji.

Butuh waktu sekitar tujuh tahun hingga akhirnya mereka mampu mendaftar haji pada 2012. Namun, penantian belum usai. Keduanya masih harus menghadapi antrean panjang keberangkatan.
“Waktu itu sudah senang sekali bisa daftar. Tapi ternyata harus menunggu lama. Alhamdulillah, tahun ini akhirnya berangkat,” ujar Wiwik dengan mata berkaca-kaca.

Kini, berbagai persiapan terus dimatangkan, mulai dari mengikuti manasik hingga menjaga kondisi kesehatan. Mereka tinggal menunggu jadwal keberangkatan bersama kelompok terbang (kloter) menuju Arab Saudi.

Di Tanah Suci, Mulyono dan Wiwik berharap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk serta mendoakan keluarga agar selalu diberi kesehatan dan kelancaran rezeki.
Kisah keduanya menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya milik mereka yang berkecukupan. Dengan tekad, ketekunan, dan kesabaran, impian besar bisa diraih, bahkan dari usaha sederhana seperti berdagang ikan

Selasa, 21 April 2026

Sipropam Polres Lamongan Laksanakan Mitigasi Gaktibplin di Empat Polsek, Pastikan Disiplin Personel Tetap Terjaga

LAMONGAN – Sipropam Polres Lamongan melaksanakan kegiatan mitigasi Gaktibplin di empat jajaran Polsek, yakni Glagah, Karangbinangun, Kalitengah, dan Karanggeneng, pada Selasa (21/4) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasipropam AKP Darsono, S.H bersama anggota Sipropam, serta dihadiri para Kapolsek dan personel dari masing-masing Polsek yang menjadi sasaran pemeriksaan.

Adapun sasaran dalam kegiatan mitigasi ini meliputi pengecekan sikap tampang dan penampilan personel, penggunaan seragam dan atribut sesuai ketentuan, serta kerapian seperti tidak memelihara jambang dan kumis yang tidak sesuai aturan.

Selain itu, dilakukan pemeriksaan kelengkapan surat nyata diri seperti SIM A dan C, KTP, KTA, NPWP, serta STNK.

Tidak hanya itu, Sipropam Polres Lamongan juga melakukan pengecekan terhadap smartphone milik anggota guna memastikan tidak terdapat aplikasi maupun akses ke situs judi online yang dapat mencoreng institusi.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pengecekan kehadiran anggota, pemeriksaan senjata api dinas, serta memberikan arahan secara langsung kepada personel yang didampingi oleh masing-masing Kapolsek.

Personel diingatkan untuk senantiasa menjaga kedisiplinan, mematuhi kode etik Polri, serta menghindari segala bentuk pelanggaran maupun tindak pidana.

Dari hasil kegiatan tersebut, seluruh personel yang diperiksa dinyatakan telah memenuhi ketentuan.

Sikap tampang dan penampilan anggota terlihat rapi dan sesuai aturan, serta tidak ditemukan pelanggaran terkait pemeliharaan jambang. Kelengkapan administrasi pribadi juga dinyatakan lengkap.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan smartphone, tidak ditemukan adanya indikasi keterlibatan anggota dalam aktivitas judi online maupun pinjaman online ilegal.

Melalui Kasihumas Polres Lamongan IPDA M Hamzaid, S.Pd menambahkan bahwa kegiatan mitigasi Gaktibplin ini berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif, serta diharapkan mampu meningkatkan disiplin dan profesionalisme personel di lingkungan Polri, khususnya di wilayah hukum Polres Lamongan.

Polisi Bantu Padamkan Sisa Kebakaran dan Selamatkan Harta Benda Warga

LAMONGAN – Kepedulian aparat kepolisian kembali terlihat saat jajaran Polsek Babat Polres Lamongan bersama instansi terkait dan warga sigap membantu penanganan kebakaran rumah di wilayah hukumnya, Selasa (21/4) siang.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di rumah milik ibu Masriah, warga Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Kapolsek Babat, Kompol Chakim Amrullah melalui Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang melihat api mulai merambat di bagian rumah korban.

Menyadari bahaya tersebut, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

“Warga yang mendengar teriakan segera berdatangan membantu memadamkan api, sekaligus melaporkan kejadian tersebut kepada anggota piket Polsek Babat,” jelasnya.

Tidak berselang lama, anggota Polsek Babat langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.30 WIB.
"Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta, meliputi bangunan rumah berbahan kayu berukuran sekitar 3 x 7 meter serta sejumlah barang milik korban yang hangus terbakar." lanjutnya.

Usai api berhasil dikendalikan, Kapolsek Babat bersama anggota, petugas damkar, dan warga tidak hanya melakukan pembasahan di lokasi untuk mencegah munculnya titik api baru, tetapi juga membantu korban menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa ditemukan.

Dari hasil pencarian, petugas berhasil menemukan dua gelang emas, dua cincin, uang kertas yang telah rusak terbakar, serta sisa gabah dalam karung yang masih aman.

“Personel juga memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran lanjutan,” tambahnya.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah guna mencegah kejadian serupa.

As Patah, Dump Truk Muatan Berat Terguling

LAMONGAN – Piket Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian kecelakaan lalu lintas di jalan Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, pada Senin (20/4) sekitar pukul 08.45 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian, kecelakaan bermula saat sebuah dump truck dengan nomor polisi W-89xx-NU yang dikemudikan M (49), warga Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong, melaju dari arah barat ke timur.

Sesampainya di lokasi kejadian, as (poros) dump truck tersebut patah secara tiba-tiba sehingga kendaraan kehilangan kendali dan muatan yang diangkut terjatuh ke sisi kiri jalan.

Pada saat bersamaan, di lokasi tersebut terdapat sebuah mobil Toyota Avanza nomor polisi W-10xx-RE yang dikemudikan D (37), warga Kecamatan Laren, yang sedang dalam kondisi terparkir.

Akibat insiden tersebut, muatan dump truck menimpa area sekitar dan menyebabkan kerusakan material pada kendaraan yang terlibat.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil dilaporkan terjadi akibat kerusakan kendaraan.” Ungkap Kasihumas Polres lamongan IPDA M. Hamzaid, S.pd membenarkan kejadian tersebut.

Petugas dari Satlantas Polres Lamongan yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan bersama dengan Personel Polsek Paciran yang sedang melaksanakan kegiatan Patroli di wilayah tersebut.

Sejumlah upaya yang dilakukan antara lain mendatangi TKP, membantu proses evakuasi kendaraan yang terlibat, serta melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan dan menjaga kelancaran arus kendaraan di sekitar lokasi kejadian.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan, terutama pada bagian vital seperti sistem roda dan poros kendaraan, guna menghindari terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari.

Senin, 20 April 2026

Antisipasi Kekeringan 2026, Lamongan Perkuat Strategi dan Tegaskan Peran sebagai Lumbung Pangan Nasional

LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten Lamongan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan pada 2026 melalui langkah-langkah strategis dan terintegrasi. Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen Lamongan dalam menjaga perannya sebagai lumbung pangan nasional.

Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi dan Mitigasi Kemarau Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Senin (20/4), di Jakarta Selatan.

Kehadiran Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menjadi bagian dari langkah konkret Pemkab Lamongan dalam menyiapkan strategi menjaga keberlangsungan produksi pertanian, memastikan ketersediaan pangan, serta melindungi kesejahteraan masyarakat di tengah potensi kekeringan ekstrem.

Dalam Rakornas yang dipimpin Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, disampaikan bahwa musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, dengan tingkat kekeringan yang meningkat dan berpotensi berdampak signifikan terhadap sektor pertanian serta ketersediaan air.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, peluang terjadinya fenomena El Niño pada semester II 2026 mencapai 70–90 persen. Dampaknya berupa penurunan curah hujan, dengan 64,5 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal, serta 57,2 persen wilayah mengalami musim kemarau lebih panjang dari biasanya.
Kondisi tersebut berpotensi memicu defisit air, menurunkan luas tambah tanam (LTT), hingga meningkatkan risiko gagal panen, khususnya pada lahan tadah hujan.
Menanggapi hal itu, Pak Yes menegaskan bahwa Pemkab Lamongan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif.
“Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen mengantisipasi dampak musim kemarau melalui optimalisasi jaringan irigasi, penyediaan sarana pendukung pengairan seperti pompa air dan waduk, normalisasi sungai, serta penguatan koordinasi lintas sektor,” ujarnya.

Langkah tersebut selaras dengan kebijakan pemerintah pusat yang menyiapkan program distribusi pompa air untuk mendukung pengairan hingga satu juta hektare lahan pertanian sebagai bagian dari strategi menghadapi musim kemarau.
Secara nasional, produksi beras pada 2025 tercatat mencapai 34,69 juta ton atau meningkat 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada 2026, pemerintah menargetkan peningkatan produksi menjadi minimal 35,69 juta ton guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekspor.

Bupati Yes menegaskan, kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci menjaga stabilitas produksi pangan dan memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, Lamongan optimistis mampu menghadapi tantangan kekeringan sekaligus terus berkontribusi signifikan sebagai lumbung pangan nasional,” pungkasnya. 

Diduga Hamili Anak Tiri, Pak Tua Masuk Bui

LAMONGAN – Perbuatan bejat dilakukan N (57 tahun) warga wilayah Kecamatan Tikung, Kab Lamongan. Betapa tidak, bapak tua ini tega menghamili anak tirinya, sebut saja Melati (14 tahun). Satreskrim Polres Lamongan melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) berhasil amankan tersangka pelaku sebelum 1 x 24 setelah ibu korban melapor kasus ini.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd membenarkan adanya peristiwa tersebut serta menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi di wilayah Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.

“Kasus ini terungkap pada Jumat, (17/04) sekitar pukul 07.30 wib, saat pelapor yang merupakan ibu korban (sebut saja Melati) mengajak anaknya ke Puskesmas Tikung untuk tes urine," katanya, Selasa (21/4/2026).

Langkah ini ditempuh pelapor, kata dia, karena  pelapor merasa curiga dengan kondisi korban, yang sudah lama tidak datang bulan. "Selain itu ada perubahan fisik pada diri korban, terutama perut yang terlihat membesar.” jelasnya.

Apa yang menjadi kekawatiran ibu korban ternyata tidak meleset. Ibu korban nak disambar petir disiang bolong. "Karena setelah dilakukan pemeriksaan dan tes urin, petugas medis menyatakan, korban yang masih dibawah umur tersebut tengah hamil dengan usia kandungan sekitar 23 minggu," katanya.

Saat dimintai keterangan, terang Hamzaid, korban mengaku bahwa pelaku adalah N (57), yang merupakan ayah tirinya sendiri.
“Dari keterangan korban, diketahui bahwa perbuatan persetubuhan dan pencabulan tersebut telah berlangsung sejak 13 September 2025 dan terjadi berulang kali hingga terakhir pada April 2026 di sebuah rumah di Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.” ungkapnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit PPA Satreskrim Polres Lamongan yang dipimpin IPDA Wahyudi Eko Afandi, S.H., M.H., segera berkoordinasi dengan Polsek Tikung untuk melacak keberadaan pelaku. "Setelah lokasi pelaku diketahui, petugas langsung bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku untuk dibawa ke Polres Lamongan," kata Hamzaid.

Dalam pemeriksaan, lanjut dia, pelaku mengakui telah melakukan perbuatan cabul dan persetubuhan terhadap korban yang merupakan anak tirinya.

Hamzaid juga menjelaskan, pelaku diketahui tinggal satu rumah bersama korban dan ibu korban yang dinikahi secara siri. “Aksi tersebut dilakukan secara berulang, kurang lebih satu kali dalam seminggu sejak September 2025 hingga Maret 2026.” lanjutnya.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku menggunakan ancaman dan bujuk rayu kepada korban, agar tidak memberitahukan kepada ibunya, bahkan menjanjikan akan memenuhi keinginan korban. Karena ketakutan, korban akhirnya menuruti kehendak pelaku.

“Barang bukti yang berhasil diamankan petugas meliputi hasil Visum Et Repertum, satu buah kaos lengan pendek warna merah muda, satu celana pendek warna merah muda bercorak, satu BH warna putih dan biru, serta satu celana dalam warna coklat dan putih.” tambahnya.

Saat ini pelapor dan korban sudah ditempatkan di safe house untuk trauma healing dan demi keamanan pelapor serta korban.

Atas perbuatannya, pelaku saat ini sudah dilakukan Penahanan di Rutan Polres Lamongan dan dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 473 ayat (2) huruf b dan Pasal 415 huruf b KUHP.

Kasihumas Polres Lamongan mengimbau kepada masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap tindak kejahatan, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan anak, melalui layanan kepolisian 110 yang dapat diakses 24jam serta bebas pulsa.

“Apabila masyarakat mengetahui atau mengalami suatu kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, segera laporkan melalui layanan 110 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas,” tegasnya. 

Minggu, 19 April 2026

Konsolidasi Jurnalistik PWI Pamekasan: Kupas 3 Prinsip Utama Kewartawanan hingga Bedah Berita Mengandung Unsur Fitnah dan Ghibah

PAMEKASAN - Persatuan Wartawan Indonedia (PWI) Kabupaten Pamekasan menggelar Konsolidasi Jurnalistik di bundaran monumen Arek Lancor, Minggu malam (19/4/2026). Selain doa bersama untuk Sekjen PWI Pusat alm. Zulmansyah Sekedang, acara tersebut juga dikemas dengan Tausiah Jurnalistik, menghadirkan wartawan Media Indonesia KH. Ghazi Mujtaba dan Berita Jatim Syamsul Arifin.

Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam, melalui Ketua Bidang Budaya dan Agama Hasibuddin menjelaskan, acara tersebut turut mengundang pimpinan organisasi wartawan lainnya di Pamekasan. Sebut saja Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), Forum Wartawan Pamekasan (FWP), Jurnalis Center Pamekasan (JCP), Jurnalis Muda Pamekasan (JMP), dan seterusnya.

“Ini acara perdana Bidang Budaya dan Agama PWI Pamekasan tahun ini. Setidaknya ada tiga tujuan: silaturahmi, mengambil hikmah dari peristiwa kematian, dan mengasah insting jurnalistik para wartawan di Kabupaten Pamekasan,” tegas Hasib.

Dalam kesempatan itu, Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam mengajak para wartawan untuk terus semangat dalam menyajikan karya-karya jurnalistik yang informatif, edukatif, menghibur, dan menguatkan fungsi kontrol sosial. Penekanannya ialah pada kepentingan publik.

Asesor Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers tersebut menyinggung beberapa produk jurnalistik di Kabupaten Pamekasan yang dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan. Termasuk makin terbukanya pejabat dalam menyikapi upaya konfirmasi pemberitaan dari wartawan. 

“Kami cermati, para pejabat dan masyarakat makin sadar betapa sikap tertutup terhadap upaya konfirmasi wartawan itu bagian dari melanggar UU Pers Nomor 40/1999. Sebab, akan menghambat proses percepatan desiminasi informasi publik yang dibutuhkan banyak masyarakat,” ujarnya.

Hindari Berita Mengandung Unsur Fitnah dan Ghibah

Dalam penjelasannya di hadapan peserta Konsolidasi Jurnalistik, wartawan Media Indonesia KH. Ghazi Mujtaba menekankan betapa pentingnya para wartawan menghindari karya berita yang mengandung unsur fitnah dan ghibah. Sebab, selain melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ), hal tersebut juga dipastikan merugikan masyarakat.

“Berita yang faktanya tidak valid atau hoaks jelas merupakan fitnah. Sementara berita yang mengandung unsur ghibah lebih kepada yang menjurus pada pribadi seseorang, bukan yang berpijak pada kepentingan publik,” tegasnya.

Wartawan yang juga berprofesi sebagai da’i tersebut juga menyatakan bahwa tidak ada berita seharga kesehatan. Dirinya mencermati masih banyaknya wartawan di Pamekasan yang begadang untuk hal-hal yang tidak penting. Padahal, seharian sudah berjibaku dengan tugas-tugas kejurnalistikan yang menguras waktu dan pikiran.

“Kurangi begadang. Karena kesehatan wartawan sangat berpengaruh terhadap kualitas beritanya,” tegas Kiai Ghazi.

Kiai Ghazi juga menyinggung kematian. Berdasarkan hadis Nabi saw, seseorang terbilang merugi bila tidak bisa mengambil hikmah dari peristiwa kematian.

“Seperti dalam sambutan Ketua PWI barusan, kematian ini adalah sesuatu yang paling dekat dengan kita. Tidak perlu sakit, juga tidak mengenal umur,” ujarnya.

Kematian tidak mengenal umur, Kiai Ghazi menganalogikan kepada bambu. Ketika akan dibuat tongkat, maka yang ditebang ada bambu yang sudah tua. Sementara ketika akan dibuat sayur, yang “dibunuh” adalah bambu muda.

Tak hanya itu, Kiai Ghazi juga bercerita terkait dengan temannya yang kaya raya di Jawa. Temannya tersebut punya kebun kobi ribuan hectare. Tapi, dia tidak bisa mengonsumsi kopi karena terjerat penyakit jantung.

“Kita dapat mengambil hikmah betapa pendapatan dengan rezeki itu berbeda. Kita bisa mengatur pendatapan, tapi tidak dengan rezeki yang merupakan urusan Allah,” paparnya.

Kiai Ghazi mencontohkan seseorang yang dapat pendapatan atau gaji bulanan. Saat menerima gaji, ternyata dia kecelakaan, misalnya. Otomatis dia akan mengeluarkan gajinya untuk biaya berobat. Atau usai mempunyai pendapatan, seseorang terjerembab pada sakit yang butuh biaya pengobatan cukup besar.

“Jadi, kita tidak perlu risau dengan urusan rezeki. Sebab, Allah sudah mengaturnya sedemikian rupa,” tegasnya.

3 Prinsip Utama dan Tantangan Kewartawanan

Usai Kiai Ghazi menyampaikan tausiahnya, giliran wartawan senior Berita Jatim Syamsul Arifin yang menekankan penjelasannya pada tiga prinsip utama dalam dunia kewartawanan: independen dan berimbang, verifikasi, dan integritas.

Independen dan berimbang mengarah pada tidak memihak dan menyajikan fakta dari berbagai sudut pandang. Verifikasi itu menguji data berita sebelum disebarluaskan. Sedangkan indicator integritas ialah wartawan tidak membuat berita bohong (hoaks) atau menerima suap.

Dalam menjalankan tugasnya, menurut Syamsul Arifin, wartawan saat ini diharapkan pada tiga tantang: disrupsi informasi, sensasionalisme, dan regulasi hukum.

Tantangan yang pertama tidak terlepas dari gempuran medsos, yang menyebabkan pergeseran tugas wartawan dan menurunnya kepercayaan publik akibat maraknya hoaks. Sedangkan tantangan sensasionalisme berupa tekanan untuk mendapatkan klik (iklan), yang seringkali menurunkan kualitas jurnalistik menjadi sekedar clickbait.

Tantangan yang terakhir mengarah pada publikasi berita di Medsos pribadi tetap berpatokan pada UU ITE dan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Ini yang harus diwaspadai oleh para wartawan yang juga mengelola Medsos pribadi.

“Meskipun teknologi berubah, KEJ terutama yang menekankan pada independensi, uji informasi, tidak menghakimi, tetap harus menjadi fondasi utama,” tukasnya.

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Personel Kodim 0812/Lamongan Terima Pelatihan Operasional Mobil Water Tank

LAMONGAN – Dalam rangka optimalisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam), personel Kodim 0812/Lamongan menerima pelatihan intensif pengoperasionalan 1 unit mobil water tank (pemadam kebakaran) bertempat di Makodim 0812/Lamongan, Sabtu (18/04/2026).

​Pelatihan ini diberikan langsung oleh tim teknis dari PT Dipo Internasional Motors Jakarta selaku vendor resmi. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan unit kendaraan yang baru saja diterima dalam kondisi prima, sekaligus membekali para personel dengan keterampilan teknis pengoperasian yang benar dan aman.

Kegiatan diawali dengan pengecekan fisik kendaraan, dilanjutkan dengan simulasi pengoperasian pompa air, penggunaan nozzle, hingga pemeliharaan rutin mesin. Hal ini krusial agar saat terjadi keadaan darurat, seperti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) atau bantuan air bersih, personel sudah sigap dan mahir mengoperasikannya.

Di tempat terpisah, Komandan Kodim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, menegaskan pentingnya penguasaan materiil baru ini oleh anggotanya.

​"Beberapa hari lalu, Kodim 0812/Lamongan menerima amanah berupa 1 unit mobil water tank dari Kementerian Pertahanan RI melalui Kodam V/Brawijaya. Kehadiran armada ini harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni. Kami ingin memastikan kendaraan ini berfungsi 100% dan personel kami siap diterjunkan kapan pun masyarakat membutuhkan," ujar Letkol Inf Deni.

Pengadaan mobil water tank ini merupakan bagian dari upaya memperkuat fungsi teritorial Kodim 0812/Lamongan dalam membantu pemerintah daerah, khususnya dalam mitigasi bencana kebakaran dan penyaluran air bersih di wilayah Kabupaten Lamongan.

​Dengan selesainya pelatihan ini, diharapkan operasional mobil water tank tersebut dapat berjalan maksimal dan memiliki masa pakai yang panjang berkat pemeliharaan yang sesuai dengan prosedur vendor.

Respon Cepat, Polisi Tangani Laka Truk Tangki Tabrak Pohon di Solokuro

LAMONGAN – Jajaran Polres Lamongan bergerak cepat menangani kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk tangki di wilayah Solokuro. Peristiwa tersebut terjadi di ruas Jalan Raya Sukodadi–Paciran, tepatnya di Dusun Petiyen, Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.


Kasihumas Polres Lamongan, M Hamzaid, mengatakan, petugas dari Unit Gakkum Satlantas bersama anggota Polsek Solokuro gerak cepat. "Begitu mendapat laporan, petugas langsung mendatangi lokasi," katanya usai kejadian.

Berdasarkan keterangan saksi, ungkap dia,  kecelakaan bermula saat truk tangki bernopol L-8403-UJ yang dikemudikan F (24), warga Blora, melaju dari arah selatan ke utara.

Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi sehingga kendaraan oleng ke kiri dan menghantam pohon di tepi jalan.
Akibat insiden itu, truk mengalami kerusakan cukup parah. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memberikan pertolongan kepada sopir, serta mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan.

"Polisi mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu waspada dan menjaga konsentrasi saat berkendara, terutama pada pagi hari. Ini penting guna meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas," pungkasnya.