Sabtu, 14 Maret 2026
Kodim 0812/Lamongan Salurkan Zakat Fitrah Secara Serentak
Arus Mulai Padat, Satgas Kamseltibcar Polres Lamongan Laksanakan Pengaturan dan Rekayasa Lalu Lintas
Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, dilaksanakan di Pos Pengamanan (Pospam) Pasar Babat dengan sasaran utama titik rawan kepadatan kendaraan di sekitar Simpang Tiga (Sp.3) Tugu Wingko Babat, Kabupaten Lamongan.
Tim Satgas Kamseltibcar Operasi Ketupat Semeru 2026 Polres Lamongan melakukan pengaturan arus kendaraan sekaligus patroli untuk memastikan situasi lalu lintas tetap tertib dan lancar.
Selain itu, petugas juga melakukan rekayasa lalu lintas dengan memasang pembatas jalan berupa tolo-tolo guna mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan di kawasan pasar yang dikenal cukup padat aktivitas masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama serta mendukung terciptanya situasi lalu lintas yang aman dan tertib.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, arus lalu lintas di sekitar Pasar Babat terpantau landai dan lancar.
Situasi secara umum juga dalam keadaan aman dan terkendali.
Kasatgas Kamseltibcar Lantas Operasi Ketupat Semeru 2026 Polres Lamongan, AKP I Made Jata Wiranegara, S.I.K, M Si, menyampaikan bahwa kegiatan pengaturan dan rekayasa lalu lintas ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama periode Operasi Ketupat Semeru 2026.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat merasakan keamanan dan kenyamanan dalam beraktivitas di jalan raya, khususnya menjelang momentum mudik Lebaran.
Personel TNI dari Kodim 0812 Lamongan Diterjunkan Perkuat Pengamanan Mudik Lebaran 2026 di pos pengamanan
Selasa, 10 Maret 2026
Cegah Penyalahgunaan Senpi, Sipropam Polres Lamongan Gelar Pengecekan Senjata Dinas Anggota
Minggu, 08 Maret 2026
Pers Bagian Penting Pembangunan Daerah
Lele, Sebagai Simbol Kebangkitan Lamongan
LAMONGAN | duta.co – Ikan lele dinilai menjadi simbol keuletan masyarakat sekaligus kebangkitan ekonomi Kabupaten Lamongan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, dalam kegiatan Kontes Lele yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Minggu (8/3).Kegiatan yang diinisiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan bekerja sama dengan Dinas Perikanan serta Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Lamongan itu berlangsung dalam acara Ramadan Meriah (RAME) di GOR Lamongan.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes mengatakan bahwa ikan lele memiliki filosofi yang dekat dengan kehidupan masyarakat Lamongan. Lele dikenal sebagai ikan yang lincah, mampu bertahan di berbagai kondisi, serta memiliki daya hidup yang kuat.
Menurutnya, karakter tersebut mencerminkan semangat masyarakat Lamongan yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Lele melambangkan keuletan dan kelincahan. Selain itu, ada pesan bahwa ketika sudah mampir melihat, jangan main-main,” ujarnya.
Ia menilai filosofi tersebut telah melekat dalam karakter masyarakat Lamongan yang dikenal gigih dalam bekerja dan berusaha. Tidak hanya di sektor perikanan, semangat tersebut juga terlihat dalam perkembangan usaha kuliner khas Lamongan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan, Kadam Mustoko, mengatakan bahwa ikan lele memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Lamongan.
Selain menjadi komoditas perikanan, lele juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga. Menurutnya, dari sektor budidaya hingga usaha kuliner berbahan dasar lele, banyak rumah tangga di Lamongan yang menggantungkan perekonomiannya pada komoditas tersebut.
“Lele merupakan salah satu unsur kehidupan masyarakat Lamongan. Dari lele ini dapur kita terus mengepul. Banyak rumah tangga yang menggantungkan kehidupannya dari makanan berbahan lele,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan kuliner pecel lele yang tersebar di berbagai daerah turut mengangkat nama Lamongan hingga dikenal secara nasional. Hal tersebut menjadi bukti bahwa lele tidak hanya berdampak pada perekonomian lokal, tetapi juga membawa identitas daerah.
Karena itu, PWI Lamongan bersama Dinas Perikanan berinisiatif menggelar Kontes Lele sebagai bentuk apresiasi kepada para pembudidaya sekaligus upaya meningkatkan nilai komoditas tersebut.
Kegiatan Kontes Lele Lamongan ditutup dengan kemeriahan Festival Penyet Lele yang diikuti 100 peserta gabungan dari TP PKK Lamongan, GOW Lamongan, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lamongan.





