Subscribe Us

Sabtu, 14 Maret 2026

Kodim 0812/Lamongan Salurkan Zakat Fitrah Secara Serentak

LAMONGAN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Komando Distrik Militer (Kodim) 0812/Lamongan, salurkan zakat fitrah, Minggu (15/03/2026). Penyaluran zakat fitrah hingga ke pelosok desa diikuti secara serentak oleh jajaran Komando Rayon Militer (Koramil).

​Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata kepedulian TNI AD dalam membantu meringankan beban ekonomi warga, sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat di momen bulan suci Ramadan.

​Penyaluran zakat dilakukan secara door-to-door oleh para Babinsa agar bantuan benar-benar sampai ke tangan mereka yang berhak (mustahik), mulai dari fakir miskin, lansia, hingga anak yatim piatu.

​"Kami ingin memastikan bahwa di hari kemenangan nanti, tidak ada warga kami yang merasa sendirian atau kekurangan. Zakat fitrah ini adalah amanah yang harus kami sampaikan tepat waktu dan tepat sasaran," ujar Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo (Dandim 0812/Lamongan).

Dalam hal ini salah satu penerima manfaat, Mbah Sumi (72), seorang lansia di wilayah Lamongan, mengaku sangat terbantu. "Matur nuwun Bapak Tentara. Bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk makan di hari raya nanti," tuturnya haru.

​Dandim 0812 Lamongan menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memicu semangat gotong royong di tengah masyarakat. "TNI kuat bersama rakyat. Kami hadir bukan hanya untuk urusan pertahanan, tapi juga menjadi solusi bagi kesulitan rakyat di sekeliling kami," pungkasnya. 

Arus Mulai Padat, Satgas Kamseltibcar Polres Lamongan Laksanakan Pengaturan dan Rekayasa Lalu Lintas

LAMONGAN - Mendekati lebaran, arus lalulintas diwilayah Polres Lamongan mulai padat. Menyiasati kondisi ini, Satgas Kamseltibcar Polres Lamongan melaksanakan kegiatan pengaturan, patroli serta rekayasa lalu lintas di wilayah Kecamatan Babat, Sabtu (14/3).

Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, dilaksanakan di Pos Pengamanan (Pospam) Pasar Babat dengan sasaran utama titik rawan kepadatan kendaraan di sekitar Simpang Tiga (Sp.3) Tugu Wingko Babat, Kabupaten Lamongan.

Tim Satgas Kamseltibcar Operasi Ketupat Semeru 2026 Polres Lamongan melakukan pengaturan arus kendaraan sekaligus patroli untuk memastikan situasi lalu lintas tetap tertib dan lancar.

Selain itu, petugas juga melakukan rekayasa lalu lintas dengan memasang pembatas jalan berupa tolo-tolo guna mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan di kawasan pasar yang dikenal cukup padat aktivitas masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama serta mendukung terciptanya situasi lalu lintas yang aman dan tertib.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, arus lalu lintas di sekitar Pasar Babat terpantau landai dan lancar.

Situasi secara umum juga dalam keadaan aman dan terkendali.

Kasatgas Kamseltibcar Lantas Operasi Ketupat Semeru 2026 Polres Lamongan, AKP I Made Jata Wiranegara, S.I.K, M Si, menyampaikan bahwa kegiatan pengaturan dan rekayasa lalu lintas ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama periode Operasi Ketupat Semeru 2026.

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat merasakan keamanan dan kenyamanan dalam beraktivitas di jalan raya, khususnya menjelang momentum mudik Lebaran.

Personel TNI dari Kodim 0812 Lamongan Diterjunkan Perkuat Pengamanan Mudik Lebaran 2026 di pos pengamanan

LAMONGAN – Guna memastikan tradisi mudik berjalan aman, lancar, dan berkesan, Komando Distrik Militer (Kodim) 0812 Lamongan menyiagakan ratusan personel terbaiknya untuk mengawal arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H. Para prajurit berseragam loreng ini disebar ke berbagai titik strategis di wilayah Kabupaten Lamongan, mulai dari perbatasan hingga pusat keramaian.

​Langkah ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk mendukung Polri dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. Keterlibatan TNI diharapkan mampu memberikan rasa aman ekstra bagi masyarakat yang melintasi jalur poros nasional maupun jalur alternatif di wilayah "Kota Soto" tersebut.

Dalam pengamanan ini ​Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menegaskan bahwa keberadaan personel di lapangan bukan sekadar penjagaan fisik, melainkan juga fungsi pelayanan. Para prajurit ditempatkan di sejumlah Pos Pengamanan (Pospam) dan Pos Pelayanan (Posyan) yang tersebar di titik-titik rawan kemacetan serta kecelakaan, seperti:
​Pospam Alun-Alun Lamongan
​Pospam Pasar Babat (Titik Temu Jalur Surabaya-Semarang-Jombang)
​Posyan Terminal dan Stasiun Kereta Api
​Titik Wisata Bahari Lamongan (WBL)
​"Tugas kami adalah memastikan saudara-saudara kita yang pulang kampung merasa nyaman. 

Tak hanya itu Prajurit Kodim 0812 Lamongan juga akan di siaga 24 jam untuk membantu kelancaran lalu lintas hingga memberikan bantuan darurat jika ada pemudik yang mengalami kendala di jalan," ujar Dandim 0812 Lamongan.  

Dalam hal ini kami meng​himbau bagi Pemudik dengan memberikan edukasi kepada pengendara untuk tetap mengutamakan keselamatan (safety driving). Mengingat volume kendaraan yang diprediksi meningkat tajam tahun ini, koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama.

Pesan untuk Masyarakat:
​Cek Kendaraan: Pastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima.
​Manfaatkan Posyan: Jika merasa lelah, pemudik dihimbau untuk beristirahat di Pos Pelayanan yang telah disediakan.
​Waspada Cuaca: Tetap berhati-hati terhadap perubahan cuaca yang dapat memengaruhi kondisi jalan.

​diharapkan perayaan Idul Fitri tahun ini di wilayah Lamongan dapat berjalan kondusif, hangat, dan penuh kemenangan.

Selasa, 10 Maret 2026

Cegah Penyalahgunaan Senpi, Sipropam Polres Lamongan Gelar Pengecekan Senjata Dinas Anggota

LAMONGAN  – Dalam rangka mengantisipasi penyalahgunaan senjata api (senpi) serta mencegah terjadinya pelanggaran oleh anggota, Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polres Lamongan melaksanakan pengecekan senpi dinas  yang digunakan personel, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Lamongan Kompol Jodi Indrawan, S.I.K., didampingi Kasipropam Polres Lamongan AKP Darsono, S.H., bersama anggota Sipropam Polres Lamongan.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap senjata api dinas yang dipegang oleh anggota. Pengecekan meliputi kebersihan senjata api, kelayakan penggunaan, serta pemeriksaan jumlah dan kondisi amunisi yang dimiliki masing-masing personel.

Selain itu, petugas juga memastikan setiap anggota yang memegang senjata api dinas telah memenuhi prosedur administrasi serta penggunaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan Polri.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan ini merupakan bentuk pengawasan internal guna memastikan senjata api dinas digunakan secara profesional, bertanggung jawab, serta tidak disalahgunakan oleh anggota.
“Pengecekan ini sebagai bentuk pengawasan dan pengendalian terhadap penggunaan senjata api dinas oleh anggota, sehingga tetap sesuai prosedur dan tidak terjadi pelanggaran,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa selain di Polres, pengecekan juga dilakukan di Polsek jajaran secara serentak pada pukul 08.30 WIB yang dipimpin oleh Kapolsek masing-masing.

“Dari hasil pemeriksaan, seluruh senjata api dinas dalam kondisi lengkap sesuai data inventaris. Bagi anggota yang masa berlaku izin memegang senpi telah habis, dilakukan penarikan dan diperintahkan untuk mengurus kembali sesuai ketentuan,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh personel Polres Lamongan semakin disiplin dan bertanggung jawab, serta meningkatkan profesionalitas dalam penggunaan senjata api dinas guna menjaga keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. 

Minggu, 08 Maret 2026

Pers Bagian Penting Pembangunan Daerah

LAMONGAN - Pers menjadi salah satu bagian penting dalam kemajuan sektor pemerintahan dan pembangunan daerah. Demikian disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, pada malam Resepsi Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 dan HUT PWI Ke-80 Lamongan di Pendopo Lokatantra, Minggu (8/3/2026).


Bupati Yuhronur mengucapkan terima kasih karena pers telah membersamai, mengawal, serta menjadi mitra masyarakat juga pemerintahan. "Tema pers sehat, ekonomi berdaulat, dan bangsa yang kuat. Saya yakin tema ini tidak hanya pada waktu momen Hari Ulang Tahun PWI maupun HPN saja, tapi momen ini adalah everyday is moment-nya para wartawan, jadi setiap hari pers ini adalah pers yang sehat, ekonomi berdaulat, dan menjadikan bangsa yang kuat. Terima kasih yang sebesar-besarnya atas peran pers yang selama ini mempersamai dalam kehidupan masyarakat di Kabupaten Lamongan maupun mengawal menjadi Insan menjadi Mitra dalam kehidupan kemasyarakatan dan pemerintahan di Kabupaten Lamongan ini," ucapnya

Pak Yes juga mengajak untuk terus menjalin kerjasama yang baik. Selain itu, beliau juga mendorong agar pers terus dapat menjadi pencerah yang memotivasi dalam mengawal berbagai program pemerintah dan menciptakan energi positif bagi masyarakat.

"Mari terus kita jalin kerjasama yang baik, kemitraan yang baik, menjadikan pers ini sebagai pencerah, memberikan dorongan dalam memotivasi dan semangat kepada para pelaksana pemerintahan di daerah sehingga kolaborasi ini akan menciptakan sebuah energi yang kuat, value yang kuat yang tentu akan mewujudkan banyak hal yang positif di masyarakat," imbuhnya.

Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Jatim Lutfil Hakim mengatakan bahwa PWI Lamongan dikatakan cukup bertanggungjawab dalam mengawal pembangunan daerah.

"Momentum perayaan ini bisa merefresh, bisa memotivasi, bagaimana kita berprofesi sebagai jurnalis itu adalah jurnalis yang betul-betul bertanggung jawab menjelaskan, menjadi kompas untuk kebaikan semua masyarakat Lamongan," ujar Lutfil Hakim.

Lele, Sebagai Simbol Kebangkitan Lamongan

LAMONGAN | duta.co – Ikan lele dinilai menjadi simbol keuletan masyarakat sekaligus kebangkitan ekonomi Kabupaten Lamongan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, dalam kegiatan Kontes Lele yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Minggu (8/3).

Kegiatan yang diinisiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan bekerja sama dengan Dinas Perikanan serta Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Lamongan itu berlangsung dalam acara Ramadan Meriah (RAME) di GOR Lamongan.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes mengatakan bahwa ikan lele memiliki filosofi yang dekat dengan kehidupan masyarakat Lamongan. Lele dikenal sebagai ikan yang lincah, mampu bertahan di berbagai kondisi, serta memiliki daya hidup yang kuat.

Menurutnya, karakter tersebut mencerminkan semangat masyarakat Lamongan yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Lele melambangkan keuletan dan kelincahan. Selain itu, ada pesan bahwa ketika sudah mampir melihat, jangan main-main,” ujarnya.

Ia menilai filosofi tersebut telah melekat dalam karakter masyarakat Lamongan yang dikenal gigih dalam bekerja dan berusaha. Tidak hanya di sektor perikanan, semangat tersebut juga terlihat dalam perkembangan usaha kuliner khas Lamongan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan, Kadam Mustoko, mengatakan bahwa ikan lele memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Lamongan.

Selain menjadi komoditas perikanan, lele juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga. Menurutnya, dari sektor budidaya hingga usaha kuliner berbahan dasar lele, banyak rumah tangga di Lamongan yang menggantungkan perekonomiannya pada komoditas tersebut.

“Lele merupakan salah satu unsur kehidupan masyarakat Lamongan. Dari lele ini dapur kita terus mengepul. Banyak rumah tangga yang menggantungkan kehidupannya dari makanan berbahan lele,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan kuliner pecel lele yang tersebar di berbagai daerah turut mengangkat nama Lamongan hingga dikenal secara nasional. Hal tersebut menjadi bukti bahwa lele tidak hanya berdampak pada perekonomian lokal, tetapi juga membawa identitas daerah.

Karena itu, PWI Lamongan bersama Dinas Perikanan berinisiatif menggelar Kontes Lele sebagai bentuk apresiasi kepada para pembudidaya sekaligus upaya meningkatkan nilai komoditas tersebut.

Kegiatan Kontes Lele Lamongan ditutup dengan kemeriahan Festival Penyet Lele yang diikuti 100 peserta gabungan dari TP PKK Lamongan, GOW Lamongan, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lamongan.