Subscribe Us

Selasa, 09 Juni 2026

Lamongan Siap Launching Tahap Dua KDKMP

LAMONGAN – Kabupaten Lamongan siap lakukan peluncuran tahap kedua Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kesiapan ini dipaparkan Dandim 0812 / Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, kepada Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, melalui video conference (Zoom Meeting), Selasa (09/06/2026).
Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, Dandim 0812 / Lamongan

Kegiatan paparan virtual tersebut dilaksanakan dari lokasi KDKMP Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan, sebagai bagian dari monitoring kesiapan program strategis nasional yang menargetkan 10.000 unit KDKMP di seluruh Indonesia.

Dalam laporannya, Dandim 0812/Lamongan menyampaikan bahwa Kabupaten Lamongan menunjukkan progres signifikan menjelang peluncuran serentak tahap kedua yang dijadwalkan pada Agustus mendatang.
“Untuk tahap kedua ini, Kabupaten Lamongan telah menyiapkan 120 unit KDKMP yang siap beroperasi secara digital dan mandiri,” ujar Letkol Inf Deni.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan Kabupaten Lamongan memiliki target 249 unit KDKMP. Pada tahap pertama, sebanyak 90 unit telah resmi diluncurkan dan saat ini sudah berjalan aktif mendukung perekonomian masyarakat desa dan kelurahan.

“Dari sisa target 159 unit, sebanyak 120 unit sudah siap untuk di-launching pada tahap kedua, sementara 39 unit lainnya masih dalam proses penyelesaian dan terus kita percepat agar segera tuntas 100 persen,” tambahnya.

Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas capaian dan kerja cepat jajaran Kodim 0812/Lamongan dalam mendukung implementasi program KDKMP.
Program KDKMP sendiri diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi berbasis desa/kelurahan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui sistem koperasi yang modern dan terintegrasi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran perwira staf Kodim 0812/Lamongan, Danramil 0812/01 Kota Lamongan, pengurus KDKMP Kelurahan Sidokumpul, serta unsur terkait lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Senin, 08 Juni 2026

Pria Asal Brondong Diciduk Satresnarkoba Polres Lamongan#8 Paket Sabu Siap Edar Diamankan

LAMONGAN – Upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika kembali dibuktikan oleh Satresnarkoba Polres Lamongan. Seorang pria berinisial AK (33), warga Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, berhasil diamankan petugas saat berada di dalam sebuah kamar rumah di wilayah Kecamatan Paciran, Rabu (03/06) sekitar pukul 14.00 WIB.
NARKOBA - Tersangka AK dan barang bukti kasus narkoba diamankan di Mapolres Lamongan

Penangkapan tersebut dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika golongan I jenis sabu. Dari hasil penggerebekan, tersangka tak berkutik saat petugas menemukan barang bukti narkotika yang telah disiapkan untuk diedarkan.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd membenarkan pengungkapan kasus tersebut.
“Benar, Satresnarkoba Polres Lamongan berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu dengan mengamankan seorang tersangka berinisial AK beserta barang bukti,” ujarnya.
Dari hasil penggeledahan, petugas menyita 8 bungkus plastik klip berisi sabu dengan berat kotor sekitar 6,17 gram, satu dompet hitam, satu pack plastik kosong, satu skrop dari sedotan, serta satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas peredaran narkotika.
Petugas kemudian mengamankan tersangka di lokasi kejadian untuk pemeriksaan lebih lanjut. Seluruh barang bukti turut dibawa ke Mapolres Lamongan guna proses penyidikan.

Lebih lanjut, hasil pemeriksaan mengungkap bahwa AK bukan pelaku baru dalam kasus serupa. Ia diketahui merupakan residivis kasus narkotika jenis sabu yang sebelumnya pernah menjalani hukuman di Lapas Lamongan sejak tahun 2022 dan bebas pada 2025.

Kasihumas Polres Lamongan juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi narkoba dengan meningkatkan kewaspadaan lingkungan serta segera melapor jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan.
“Narkoba adalah musuh bersama yang merusak masa depan generasi bangsa. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan memberantas peredarannya,” tegasnya.

Tersangka saat ini telah diamankan di Polres Lamongan dan dijerat Pasal 114 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, serta Pasal 112 Ayat (2) dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Keberhasilan pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan Polres Lamongan dalam memberantas peredaran gelap narkotika demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Lamongan.



Babinsa Kawal Penyaluran BLT-DD di Wedoro, Pastikan Transparan dan Tepat Sasaran

LAMONGAN – Untuk memastikan bantuan pemerintah tersalurkan secara tepat sasaran dan berjalan transparan, Babinsa Koramil 0812/24 Sukorame, Sertu Supadi, menghadiri kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Balai Desa Wedoro, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan, Senin (8/6/2026).

Penyaluran BLT-DD kali ini merupakan pencairan rapel selama enam bulan dalam tahun anggaran 2026. Sebanyak lima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan secara langsung dalam kegiatan yang berlangsung tertib dan terbuka tersebut.
Kepala Desa Wedoro, Sunari, memimpin langsung pelaksanaan penyaluran bantuan sebagai penanggung jawab kegiatan di tingkat desa.

Sertu Supadi menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa merupakan bagian dari tugas pendampingan untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai ketentuan tanpa penyimpangan.
“Kami hadir untuk memastikan proses penyaluran BLT ini berjalan transparan, tepat sasaran, dan diterima langsung oleh masyarakat yang berhak tanpa adanya potongan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan unsur terkait menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan sosial.
Menurutnya, bantuan rapel enam bulan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi warga penerima, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan mendapat pengawasan langsung dari aparat terkait hingga proses penyaluran selesai.

Minggu, 07 Juni 2026

Dari Lomba ke Lumbung Usaha: Karang Taruna Teja Barat Ubah Kedelai Jadi Harapan Ekonomi Desa

PAMEKASAN – Citra Karang Taruna yang selama ini identik dengan kegiatan seremonial seperti lomba Agustusan perlahan berubah di Desa Teja Barat, Kecamatan Pamekasan. Sekelompok pemuda desa berhasil menggeser paradigma tersebut dengan membangun usaha produktif berbasis potensi lokal: produksi tempe.
KARANG TARUNA : Ketua Karang Taruna Pamekasan, Pamekasan, Dwi Ari Oktaufikur Rachman, Ketua Karang Taruna Desa Teja Barat, Moh Faridi

Berbekal swadaya dan peralatan sederhana, para pemuda ini memulai langkah dari nol. Keterbatasan modal tidak menjadi penghalang, justru memantik semangat kemandirian untuk menciptakan usaha yang berdampak langsung pada masyarakat.
Ketua Karang Taruna Desa Teja Barat, Dwi Ari Oktaufikur Rachman, mengatakan ide usaha ini berangkat dari keprihatinan terhadap kebutuhan pangan bergizi yang masih cukup mahal di tingkat desa.

“Kami melihat kebutuhan protein masyarakat cukup tinggi, sementara harga protein hewani tidak selalu terjangkau. Tempe menjadi solusi karena murah, bergizi, dan bahan bakunya mudah didapat dari petani lokal,” ungkapnya, Minggu (7/6/2026).

Program yang berjalan sekitar dua bulan tersebut tidak langsung berjalan mulus. Para pemuda terlebih dahulu mempelajari proses produksi, melakukan berbagai uji coba, hingga belajar langsung dari pelaku usaha rumahan tahu dan tempe di wilayah sekitar.

Pada tahap awal, hasil produksi bahkan dibagikan secara gratis kepada warga untuk melihat respons pasar. Setelah mendapat sambutan positif, produksi mulai dikembangkan secara bertahap dan masuk ke tahap penjualan.

“Awalnya hanya sekitar 4 kilogram kedelai per proses, sekarang sudah meningkat menjadi sekitar 6 kilogram. Pemasaran kami mulai dari warung-warung makan di sekitar desa,” tambah Dwi Ari.

Ia berharap adanya dukungan dari berbagai pihak agar usaha tersebut dapat berkembang lebih besar, termasuk peningkatan peralatan produksi agar lebih modern dan efisien.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Pamekasan, Moh. Faridi, memberikan apresiasi atas langkah inovatif tersebut. Menurutnya, inisiatif ini membuktikan bahwa organisasi kepemudaan dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa.

“Kami sangat mengapresiasi langkah ini. Ini contoh nyata bahwa Karang Taruna bisa hadir dengan karya, bukan hanya kegiatan seremonial,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Faridi menegaskan pihaknya siap mendorong pengembangan usaha tersebut, baik melalui pendampingan distribusi maupun fasilitasi akses peralatan produksi yang lebih memadai.

“Inovasi ini layak menjadi contoh bagi Karang Taruna desa lainnya. Pemuda harus berani bergerak dan menciptakan nilai ekonomi di wilayahnya sendiri,” pungkasnya.

Respons Cepat Polisi, Lansia Ditemukan Lemas Usai Jalan Kaki dari Surabaya ke Lamongan

LAMONGAN – Jajaran Polres Lamongan kembali menunjukkan respons cepat dalam menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk melalui layanan Call Center 110.
Pada Minggu (7/6) sekitar pukul 22.18 WIB, operator menerima laporan adanya seorang laki-laki yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dalam kondisi meninggal dunia di area persawahan Lingkungan Dapur Utara, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan/Kabupaten Lamongan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Lamongan Kota KOMPOL M. Fadelan, S.H., M.M. bersama anggota, Pamapta, serta Unit Identifikasi Satreskrim Polres Lamongan segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd. membenarkan adanya laporan awal tersebut. “Benar, kami menerima laporan dari masyarakat melalui Call Center 110 terkait dugaan adanya ODGJ yang meninggal dunia di lokasi,” jelasnya.

Namun, setelah dilakukan pengecekan di lapangan, petugas menemukan fakta berbeda. Laki-laki yang dimaksud ternyata masih dalam keadaan hidup, meski dalam kondisi sangat lemas.

“Petugas di lokasi mendapati seorang pria tergeletak di area persawahan dalam keadaan masih hidup, namun kelelahan,” lanjutnya.
Saat dimintai keterangan, pria tersebut mengaku telah berjalan kaki dari Surabaya menuju Lamongan dan belum makan selama dua hari, sehingga kondisi fisiknya menurun drastis. Petugas juga memastikan bahwa yang bersangkutan tidak mengalami gangguan jiwa sebagaimana informasi awal yang diterima.

Melihat kondisi tersebut, petugas segera memberikan pertolongan pertama dan membawa pria tersebut ke RSUD dr. Soegiri Lamongan untuk mendapatkan perawatan medis.

Selanjutnya, Unit Identifikasi Satreskrim Polres Lamongan melakukan proses identifikasi menggunakan sidik jari dan berhasil mengetahui identitasnya, yakni H (71), warga Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Petugas juga berkoordinasi dengan Polres Tanjung Perak untuk menghubungi pihak keluarga.

“Dapat kami tegaskan bahwa informasi awal terkait adanya ODGJ meninggal dunia tidak benar. Yang bersangkutan dalam kondisi hidup namun lemas akibat kelelahan dan kekurangan asupan makanan,” tegasnya.

Polres Lamongan mengimbau masyarakat untuk tetap memanfaatkan layanan Call Center 110 secara bijak sebagai sarana pelaporan kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan profesional demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Tanamkan Nilai Kebangsaan Sejak Dini, Babinsa Koramil 0812/02 Deket Beri Pembekalan Wasbang di SD

LAMONGAN — Upaya membangun karakter generasi muda yang berjiwa nasionalis terus dilakukan jajaran TNI AD di wilayah. Babinsa Koramil 0812/02 Deket, Kodim 0812 Lamongan, melaksanakan kegiatan pembekalan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada siswa-siswi Sekolah Dasar di wilayah binaan, Senin (08/06/2026).

Kegiatan tersebut digelar di dua sekolah, yakni SDN Pandanpancur dan SDN Sidorejo, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, dengan melibatkan personel Babinsa, masing-masing Serma Marten dan Sertu Edi Sunarto.
Danramil 0812/02 Deket, Kapten Inf Sukri, menjelaskan bahwa kegiatan Wasbang merupakan bagian dari pembinaan teritorial (Binter) yang rutin dilakukan guna menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini.

“Anak-anak SD adalah generasi penerus bangsa yang perlu dibekali sejak awal dengan nilai Pancasila, cinta tanah air, serta semangat bela negara. Harapannya mereka tumbuh menjadi pribadi yang disiplin dan berkarakter,” ujarnya.

Dalam penyampaian materi, para Babinsa menggunakan metode yang sederhana dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh siswa. Materi yang diberikan meliputi pengenalan simbol-simbol negara seperti Bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta penanaman nilai disiplin, gotong royong, hormat kepada guru dan orang tua, serta semangat belajar.

Pihak sekolah di kedua lokasi menyambut positif kegiatan tersebut. Kehadiran Babinsa dinilai sangat membantu dalam mendukung pembentukan karakter, kedisiplinan, serta moral siswa di tengah tantangan perkembangan zaman saat ini.

Sinergi Bersama Kader Posyandu, Babinsa Koramil 0812/15 Karanggeneng Kawal Kesehatan Balita di Desa Binaan


​LAMONGAN — Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap kesehatan generasi muda dan percepatan penurunan angka stunting, Babinsa Koramil 0812/15 Karanggeneng, Serda Edi Siswanto, melaksanakan pendampingan langsung kepada Kader Posyandu dalam kegiatan Posyandu Balita. Kegiatan pelayanan kesehatan terpadu ini digelar di Balai Desa Karanggeneng, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.

​Kehadiran Serda Edi Siswanto di lokasi tidak hanya untuk memonitor wilayah, tetapi juga ikut aktif membantu para Kader Posyandu dan bidan desa dalam melayani masyarakat. Mulai dari pendaftaran, membantu proses penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan balita, hingga pembagian makanan tambahan (PMT) bergizi.

​Sinergi yang erat antara Babinsa dan para Kader Posyandu ini menjadi kunci utama agar pelaksanaan tracing kesehatan anak-anak di tingkat desa berjalan dengan tertib, lancar, dan tepat sasaran.

​Danramil 0812/15 Karanggeneng, Kapten Cke Sunarko, menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di tengah kegiatan Posyandu merupakan perintah langsung untuk mengawal kualitas kesehatan masyarakat sejak dini.
​"Kami di jajaran Koramil 0812/15 Karanggeneng berkomitmen penuh untuk terus mendampingi para Kader Posyandu dan pihak pemerintah desa dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi balita. Kader Posyandu adalah ujung tombak di lapangan, dan kehadiran Babinsa di sana adalah untuk memperkuat serta memastikan program pemantauan gizi ini berjalan maksimal tanpa kendala" Ujarnya.

​Penurunan angka stunting tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri, lanjut Danramil ,harus ada sinergi yang kokoh. Oleh karena itu, Babinsa akan selalu hadir memberikan pendampingan agar penanganan kesehatan anak-anak di wilayah Karanggeneng ini dapat terpantau secara berkala dan terstruktur demi menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan tangguh.

​Melalui kegiatan terpadu yang didampingi oleh TNI ini, diharapkan kesadaran orang tua di Desa Karanggeneng untuk membawa balitanya ke Posyandu semakin meningkat, demi deteksi dini tumbuh kembang anak yang lebih baik. 

Keluhan Warga Babat Dijawab! Polres Lamongan Razia Knalpot Brong 21 Motor Ditilang

LAMONGAN - Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) yang kondusif, Polres Lamongan menggelar Patroli Skala Besar Cipta Kondisi dengan sasaran utama kendaraan berknalpot brong serta kelengkapan berkendara yang tidak sesuai standar.

Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 6 Juni 2026, mulai pukul 20.20 WIB hingga tengah malam di wilayah kecamatan Babat 

Patroli diawali dengan apel skala besar yang berlangsung di halaman Polsek Babat pada pukul 21.00 WIB. Dipimpin oleh Kabag Ops Polres Kompol Budi Santoso, S.H., M.H., dan diikuti oleh personel gabungan dari Polsek Babat dan Sat Fungsi Polres Lamongan 

Kabag Ops melalui Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd menyampaikan bahwa operasi ini digelar sebagai respons atas banyaknya keluhan masyarakat terkait penggunaan knalpot brong yang dinilai mengganggu kenyamanan dan ketertiban umum.
“Malam ini kita melaksanakan apel Cipta Kondisi dengan sasaran knalpot brong karena banyak keluhan dari masyarakat Lamongan. Kendaraan yang terbukti melanggar akan dibawa ke Mako Polres dan dilakukan penilangan sesuai SOP.” jelasnya.

Usai apel, personel gabungan bergerak melakukan patroli dan pemeriksaan kendaraan di sepanjang jalur mulai dari Polsek Babat hingga Simpang Tiga (SP3) Mira.

Petugas memeriksa kelengkapan surat kendaraan, penggunaan helm, spion, lampu, hingga spesifikasi knalpot yang digunakan.

Dari hasil operasi tersebut, sebanyak 21 unit kendaraan ditilang karena menggunakan knalpot Brong yang tidak sesuai standar maupun melanggar aturan kelengkapan berkendara.

Polres Lamongan juga mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara muda, agar mematuhi aturan lalu lintas dan menggunakan kendaraan sesuai spesifikasi pabrikan.

Selain menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain, kepatuhan terhadap aturan juga membantu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.