Subscribe Us

Kamis, 23 April 2026

Tanpa Penonton! Persiku Kudus Boyong Deltras ke Stadion Surajaya Lamongan

LAMONGAN – Persiku Kudus dipastikan akan menggunakan Stadion Surajaya Lamongan sebagai kandang sementara saat menghadapi Deltras Sidoarjo dalam lanjutan Championship 2025/2026, 27 April 2026. Laga tersebut diputuskan digelar tanpa kehadiran penonton.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persela Lamongan, Mahfud Syafi’i, mengatakan pihak Persiku telah mengajukan permohonan resmi penggunaan stadion beberapa hari lalu. Selain itu, Persiku juga meminta dukungan Panpel Persela untuk membantu pelaksanaan pertandingan, termasuk aspek teknis di lapangan.

“Persiku sudah berkirim surat untuk menggunakan Stadion Surajaya saat menjamu Deltras. Stadion Wergu Wetan akan dibongkar sehingga tidak bisa digunakan untuk pertandingan,” ujar Mahfud, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan Stadion Surajaya dilakukan karena markas Persiku di Kudus, Stadion Wergu Wetan, akan segera direnovasi sehingga tidak memungkinkan untuk menggelar pertandingan.

Saat ini, Panpel Persela tengah memproses seluruh perizinan, termasuk berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur guna memastikan keamanan pertandingan berjalan lancar.

Menurut Mahfud, laga Persiku kontra Deltras dipastikan digelar tanpa penonton sebagai bagian dari pertimbangan keamanan dan kelancaran penyelenggaraan.

“Kami sudah mengupayakan seluruh perizinan. Tadi pagi juga dilakukan rapat koordinasi dengan pihak kepolisian terkait pengamanan pertandingan,” tambahnya.

Sementara itu, jadwal pertandingan mengalami perubahan. Laga yang semula direncanakan pada 26 April diundur menjadi 27 April 2026, seiring perubahan lokasi.

Sebelumnya, Stadion Surajaya juga akan digunakan oleh Persela Lamongan untuk menjamu Barito Putera pada 25 April 2026 dalam lanjutan kompetisi musim ini.

Pemkab Lamongan Perkuat Komitmen Penurunan Stunting Melalui Program Genting

LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat komitmennya dalam percepatan penurunan stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan
genting periode ketiga,  di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Kamis (23/4/2026).

Realisasi ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam memastikan intervensi penanganan stunting agar berjalan optimal dan tepat sasaran. 

Dituturkan oleh Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Lamongan Dirham Akbar Aksara, Pemkab Lamongan tidak hanya menitikberatkan pada intervensi spesifik berupa pemenuhan gizi bagi balita dan ibu hamil, tetapi juga mengedepankan intervensi sensitif. Upaya tersebut meliputi perbaikan sanitasi, penyediaan jamban sehat, hingga peningkatan kualitas hunian agar memenuhi standar kesehatan, termasuk ventilasi dan pencahayaan yang layak.

Dengan penguatan seluruh intervensi, Pemkab Lamongan optimis dapat memutus mata rantai penyebab stunting dari hulu hingga hilir. Sekaligus menjadi komitmen dalam menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing di masa depan.

Selanjutnya, Mas Dirham menegaskan bahwa kunci keberhasilan penanganan stunting juga terletak pada konsistensi pemantauan tumbuh kembang anak. Pengukuran berat badan, tinggi badan, serta lingkar lengan harus dilakukan secara tepat dan berkelanjutan untuk memastikan adanya progres yang nyata.

“Keberhasilan penanganan stunting ditentukan oleh progres pertumbuhan anak. Harus dipastikan setiap intervensi berdampak pada peningkatan berat dan tinggi badan anak secara optimal,” tegasnya.

Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar penerima manfaat program Genting mengalami peningkatan indikator tumbuh kembang. Namun demikian, Pemkab Lamongan tetap melakukan pengawasan ketat terhadap keluarga sasaran, guna memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan anak.


Rabu, 22 April 2026

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, TNI Dampingi Penyaluran Pangan

LAMONGAN - Wujud kepedulian terhadap warga, Babinsa Koramil 0812/18 Brondong Sertu Adib turun langsung mendampingi penyaluran bantuan pangan di Desa Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Kamis (23/4/2026).

Sejak pagi, Sertu Adib sudah berada di balai desa untuk memastikan proses pembagian beras dan bahan pangan lainnya berjalan tertib, aman, dan benar-benar diterima warga yang berhak. Satu per satu warga ia sapa dengan ramah, membantu lansia mengangkat karung beras, hingga memastikan tidak ada warga yang terlewat dari daftar penerima.

“Tugas kami memastikan bantuan pemerintah sampai ke tangan warga tanpa kendala. Apalagi ini menyangkut kebutuhan pokok. Kalau ada warga sepuh atau ibu-ibu yang kesulitan bawa pulang, langsung kami bantu,” ucap Sertu Adib sambil membantu seorang nenek memanggul beras ke sepeda.

Kepala Desa Brondong menyampaikan apresiasi atas kehadiran Babinsa yang membuat suasana penyaluran jadi tenang dan teratur. “Pak Adib selalu siaga. Warga jadi nyaman karena semua transparan dan tidak ada yang saling desak. Ini bukti TNI selalu ada untuk rakyat,” ujarnya.

Selain mengawal distribusi, Sertu Adib juga menyempatkan diri ngobrol dengan warga. Ia mengingatkan agar bantuan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga dan mengajak warga tetap menjaga semangat gotong royong di lingkungan.
Dengan pendampingan langsung dari Babinsa, penyaluran bantuan pangan di Desa Brondong berjalan lancar. Warga pulang membawa beras, juga membawa rasa aman karena didampingi aparat teritorial yang dekat dan peduli. 

Peringati HUT ke-80, Persit Tanam Pohon

Peringati HUT ke-80, Persit Tanam Pohon

LAMONGAN – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Persit Kartika Chandra Kirana ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana cabang XXVII Dim 0812 Lamongn Ranting 0812/14 Sukodadi jajaran Kodim 0812/Lamongan menggelar aksi tanam pohon di lingkungan Koramil 0812/14 Sukodadi, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Persit Peduli Lingkungan untuk Masa Depan Hijau" ini dipimpin langsung oleh Ketua Persit Ranting 14 Sukodadi dan diikuti seluruh anggota Persit serta didampingi Danramil 0812/14 Sukodadi. Puluhan bibit pohon produktif dan pohon peneduh seperti mangga, jambu, trembesi, dan mahoni ditanam di area sekitar Makoramil.

Ketua Persit Ranting 14 Sukodadi Ny. Sobar menyampaikan bahwa penanaman pohon ini bukan sekadar seremonial. “Usia 80 tahun adalah momentum untuk menebar manfaat. Pohon yang kami tanam hari ini adalah warisan untuk anak cucu. Harapannya Koramil jadi lebih asri, sejuk, dan memberi contoh peduli lingkungan kepada warga,” ujarnya.
Danramil 0812/14 Sukodadi Kapten Inf Sobar mengapresiasi inisiatif Persit yang selalu hadir mendukung tugas TNI sekaligus peduli pada isu lingkungan. “Ibu-ibu Persit tidak hanya hebat di rumah, tapi juga punya kepedulian besar untuk alam. Ini bentuk nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat dimulai dari hal kecil di sekitar kita,” tuturnya.

Selain menanam, anggota Persit juga membuat jadwal perawatan bersama agar bibit yang ditanam tumbuh optimal. Warga sekitar yang melintas pun ikut memberi semangat dan mengapresiasi langkah hijau tersebut.

Melalui aksi tanam pohon ini, Persit Ranting 14 Sukodadi berharap semangat HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas dan menjadi pengingat bahwa menjaga bumi adalah tugas bersama. 

Dari Hasil Jualan Ikan, Pasutri Asal Lamongan Wujudkan Impian Berhaji

LAMONGAN – Mimpi menunaikan ibadah haji akhirnya terwujud bagi pasangan suami istri (pasutri) asal Lamongan, Mulyono (48) dan Wiwik Mujiyati (43). Di balik kesederhanaan sebagai penjual ikan, dua Jamaah Calon Haji (JCH) menyimpan tekad besar yang mereka perjuangkan selama bertahun-tahun.

Warga Desa Kemlagigede, Kecamatan Turi itu harus menempuh perjalanan panjang sebelum bisa berangkat ke Tanah Suci. Sejak sekitar 2005, mereka mulai menyisihkan sebagian penghasilan dari berjualan ikan, meski jumlahnya tidak menentu.
“Kalau ada sisa, kami tabung. Kadang Rp50 ribu, kadang Rp150 ribu. Yang penting konsisten,” tutur Mulyono, Rabu (22/4/2026).

Perjuangan mereka bukan tanpa rintangan. Bertahun-tahun, Mulyono dan Wiwik berjualan ikan keliling menggunakan sepeda motor tua. Panas terik hingga hujan menjadi bagian dari keseharian, demi mengumpulkan sedikit demi sedikit biaya untuk berhaji.

Butuh waktu sekitar tujuh tahun hingga akhirnya mereka mampu mendaftar haji pada 2012. Namun, penantian belum usai. Keduanya masih harus menghadapi antrean panjang keberangkatan.
“Waktu itu sudah senang sekali bisa daftar. Tapi ternyata harus menunggu lama. Alhamdulillah, tahun ini akhirnya berangkat,” ujar Wiwik dengan mata berkaca-kaca.

Kini, berbagai persiapan terus dimatangkan, mulai dari mengikuti manasik hingga menjaga kondisi kesehatan. Mereka tinggal menunggu jadwal keberangkatan bersama kelompok terbang (kloter) menuju Arab Saudi.

Di Tanah Suci, Mulyono dan Wiwik berharap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk serta mendoakan keluarga agar selalu diberi kesehatan dan kelancaran rezeki.
Kisah keduanya menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya milik mereka yang berkecukupan. Dengan tekad, ketekunan, dan kesabaran, impian besar bisa diraih, bahkan dari usaha sederhana seperti berdagang ikan