Subscribe Us

Rabu, 22 April 2026

Dari Hasil Jualan Ikan, Pasutri Asal Lamongan Wujudkan Impian Berhaji

LAMONGAN – Mimpi menunaikan ibadah haji akhirnya terwujud bagi pasangan suami istri (pasutri) asal Lamongan, Mulyono (48) dan Wiwik Mujiyati (43). Di balik kesederhanaan sebagai penjual ikan, dua Jamaah Calon Haji (JCH) menyimpan tekad besar yang mereka perjuangkan selama bertahun-tahun.

Warga Desa Kemlagigede, Kecamatan Turi itu harus menempuh perjalanan panjang sebelum bisa berangkat ke Tanah Suci. Sejak sekitar 2005, mereka mulai menyisihkan sebagian penghasilan dari berjualan ikan, meski jumlahnya tidak menentu.
“Kalau ada sisa, kami tabung. Kadang Rp50 ribu, kadang Rp150 ribu. Yang penting konsisten,” tutur Mulyono, Rabu (22/4/2026).

Perjuangan mereka bukan tanpa rintangan. Bertahun-tahun, Mulyono dan Wiwik berjualan ikan keliling menggunakan sepeda motor tua. Panas terik hingga hujan menjadi bagian dari keseharian, demi mengumpulkan sedikit demi sedikit biaya untuk berhaji.

Butuh waktu sekitar tujuh tahun hingga akhirnya mereka mampu mendaftar haji pada 2012. Namun, penantian belum usai. Keduanya masih harus menghadapi antrean panjang keberangkatan.
“Waktu itu sudah senang sekali bisa daftar. Tapi ternyata harus menunggu lama. Alhamdulillah, tahun ini akhirnya berangkat,” ujar Wiwik dengan mata berkaca-kaca.

Kini, berbagai persiapan terus dimatangkan, mulai dari mengikuti manasik hingga menjaga kondisi kesehatan. Mereka tinggal menunggu jadwal keberangkatan bersama kelompok terbang (kloter) menuju Arab Saudi.

Di Tanah Suci, Mulyono dan Wiwik berharap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk serta mendoakan keluarga agar selalu diberi kesehatan dan kelancaran rezeki.
Kisah keduanya menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya milik mereka yang berkecukupan. Dengan tekad, ketekunan, dan kesabaran, impian besar bisa diraih, bahkan dari usaha sederhana seperti berdagang ikan

0 Post a Comment:

Posting Komentar