LAMONGAN – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa Palang Merah Indonesia (PMI) memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam bidang sosial dan kemanusiaan. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten Lamongan masa bakti 2026-2030 sekaligus Musyawarah Kerja PMI Tahun 2026 di Aula RSUD dr. Soegiri Lamongan, Selasa (19/5).
Pelantikan pengurus dilakukan langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Lamongan Agus Suyanto. Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menekankan pentingnya musyawarah kerja sebagai sarana menyusun program yang realistis dan benar-benar dapat dijalankan untuk kepentingan masyarakat. “Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Program PMI harus benar-benar nyata, terukur, dan bisa dilaksanakan sehingga manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Pak Yes, selama ini PMI tidak hanya berfokus pada pelayanan donor darah, namun juga aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan seperti penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, hingga pembinaan relawan dan Palang Merah Remaja (PMR). “PMI selalu hadir di tengah masyarakat, baik saat terjadi bencana, pelayanan pertolongan pertama, maupun dalam membangun jiwa kemanusiaan melalui relawan dan PMR,” katanya.
Ia menilai kontribusi PMI turut mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Lamongan. Hal itu terlihat dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan yang hampir mencapai angka 76,81 serta usia harapan hidup yang mendekati 75,40 tahun.
“Pembangunan kesehatan bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga bagaimana menghadirkan pelayanan sosial yang kuat dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pak Yes juga menyoroti tantangan pemenuhan kebutuhan darah di Lamongan. Berdasarkan standar WHO, kebutuhan darah ideal minimal mencapai dua persen dari total jumlah penduduk. Pada tahun 2025, pemenuhan kebutuhan darah di Lamongan mencapai sekitar 94 persen.
Sementara pada tahun 2026 ini, PMI Lamongan menargetkan pengumpulan 19 ribu kantong darah, dengan capaian sementara sekitar 7 ribu kantong. “Karena PMI berbasis kerelawanan, maka partisipasi masyarakat harus terus didorong melalui sosialisasi dan apresiasi kepada para pendonor,” tambahnya.
Selain pelayanan darah, PMI Lamongan juga terus memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui pengiriman relawan dan bantuan logistik. Pembinaan PMR di sekolah juga akan dimaksimalkan agar generasi muda memiliki kemampuan dasar pertolongan pertama dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Pada agenda yang sama, PMI Kabupaten Lamongan turut menerima Laporan Auditor Tahun Anggaran 2025 dari Kantor Akuntan Publik Bambang Sutjipto Ngumar. Dalam laporan tersebut, PMI Lamongan berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang merupakan predikat tertinggi dalam audit laporan keuangan.
Capaian itu diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap PMI Kabupaten Lamongan sebagai lembaga kemanusiaan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan dalam memberikan pelayanan sosial.






0 Post a Comment:
Posting Komentar