Subscribe Us

Sabtu, 21 Februari 2026

Tak Beri Ampun, Polres Grebek Warung Jual Miras Saat Ramadan

LAMONGAN – Layanan Call Center 110 benar-benar bukan formalitas.
Begitu laporan masuk, jajaran Polres Lamongan langsung bergerak cepat. Mereka menggerebek warung yang diduga nekat menjual minuman keras di tengah bulan suci Ramadhan, Sabtu (21/2/2026) malam.

Operasi dilakukan Sabtu malam itu sekitar pukul 22.10 WIB di sebuah warung di Jalan Papandayan, Pasar Sidoharjo, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Lamongan. Informasi masyarakat langsung ditindaklanjuti tanpa menunggu lama.

Dipimpin Pamapta I IPDA Lucky Ardiansya bersama anggota piket fungsi dan personel Polsek Lamongan Kota, petugas mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hasilnya, sejumlah botol minuman keras diamankan sebagai barang bukti.

Warung yang tetap beroperasi dan diduga menjual miras di bulan Ramadhan itu pun tak luput dari tindakan hukum. Pemilik dikenai prosedur Tipiring (Tindak Pidana Ringan) sesuai aturan yang berlaku.

Tak hanya penindakan, petugas juga memberikan pembinaan keras kepada para pengunjung yang kedapatan mengonsumsi miras. Mereka diminta segera membubarkan diri dan kembali ke rumah guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Di tempat terpisah, Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd menegaskan pentingnya peran serta masyarakat menjaga ketertiban selama Ramadhan. “Laporkan segera jika menemukan gangguan kamtibmas melalui Call Center 110 yang aktif 24 jam. Kami pastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti,” tegasnya.

Ditambahkan Hamzaid, langkah cepat ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam menjaga kesucian Ramadhan. "Ini juga sebagai upaya untuk memastikan situasi tetap aman serta terkendali di wilayah Lamongan," pungkasnya. 

Jumat, 20 Februari 2026

Irigasi Diserobot PT NTP, Warga Waruwetan Marah

LAMONGAN – Kemarahan warga Desa Waruwetan, Kecamatan Pucuk kepada PT NTP akhirnya meledak.
Pasalnya, tanpa kesepakatan, perusahaan kayu tersebut melakukan pengurukan saluran irigasi desa setempat. Warga akhirnya memblokade lahan pengurukan itu dengan memasang spanduk larangan keras, Sabtu (21/2/2026).

Kemarahan warga Waruwetan akhirnya meledak. Warga dan aparat desa setempat memasang spanduk di area pengurukan yang dilakukan PT NTP. Spanduk dimaksudkan pelarangan pengurukan terhadap jalur irigasi desa setempat. Aksi tersebut menjadi simbol protes keras terhadap langkah perusahaan yang dinilai sepihak.

Kepala Desa Waru Wetan, Maskur, menegaskan, saluran irigasi tersebut merupakan aset sah milik desa dan bukan bagian dari objek jual beli lahan antar petani dengan perusahaan.

“Di dalam area perluasan itu ada saluran pengairan milik desa sepanjang kurang lebih 200 meter. Sekarang sudah diuruk, padahal belum ada kesepakatan apa pun antara desa dan perusahaan. Karena itu kami pasang papan peringatan sebagai bentuk sikap tegas,” ujarnya.

PT NTP diketahui tengah melakukan ekspansi besar-besaran dengan target penguasaan lahan hingga 30 hektare. Hingga kini, sekitar 18 hektare sawah milik warga telah berpindah tangan, dengan kisaran harga Rp 300 juta per bahu atau sekitar 1.350 meter persegi.

Namun, Pemdes menegaskan, saluran irigasi merupakan fasilitas umum yang memiliki fungsi vital bagi pertanian dan tidak bisa begitu saja diperlakukan sebagai bagian dari transaksi lahan pribadi.

Situasi ini membuat ketegangan meningkat. Pemerintah Desa Waru Wetan telah melayangkan surat resmi kepada Bupati Lamongan, DPRD Kabupaten Lamongan, serta Pemerintah Kecamatan Pucuk guna meminta klarifikasi dan mediasi terbuka.

Warga pun mendesak adanya penyelesaian transparan agar fungsi pengairan tidak terganggu dan hak desa tetap terlindungi.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT Nusantara Timber Pratama belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengurukan saluran irigasi maupun aksi protes warga. 

Muspika Sarirejo dan Petani Bersinergi # Sukseskan Panen Raya Padi PMJ 01 di Desa Gempoltukmloko

LAMONGAN – Upaya penguatan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Sarirejo terus menunjukkan hasil positif. Terbukti, varietas PMJ 01 yang berlangsung di lahan Demplot (Demonstration Plot) milik Bapak Khoiri, anggota Kelompok Tani (Poktan) Gempol Berkah, Dusun Dampit, Desa Gempoltukmloko, Kecamatan Sarirejo, menunjukkan hasil positif. Itu terlihat saat demplot tersebut dipanen raya, Jumat (20/2/2026).

​Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pgs. Danramil 0812/25 Sarirejo, Serma Dalil, bersama jajaran Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) Sarirejo, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), serta tokoh masyarakat setempat.

​Lahan seluas 0,7 Hektare tersebut menjadi percontohan (demplot) penggunaan varietas PMJ 01 yang dikenal memiliki ketahanan yang baik terhadap hama dan hasil bulir yang bernas. Kehadiran TNI dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata pendampingan teritorial dalam mendukung program ketahanan pangan nasional di tingkat desa.

​Pgs. Danramil 0812/25 Sarirejo, Serma Dalil, menyampaikan apresiasinya atas kerja keras para petani dan koordinasi yang baik dengan para penyuluh lapangan.
​"Kami dari jajaran Koramil akan selalu siap mendampingi petani, mulai dari masa tanam hingga panen seperti hari ini. Harapannya, hasil panen di lahan demplot milik Bapak Khoiri ini bisa menjadi motivasi bagi petani lain di Sarirejo untuk meningkatkan produktivitas lahan mereka," ujar Serma Dalil di sela-sela kegiatan panen.

​Senada dengan hal tersebut, pihak PPL Kecamatan Sarirejo ibu Fitri menjelaskan bahwa pemilihan varietas PMJ 01 di Dusun Dampit dilakukan untuk melihat adaptasi tanaman terhadap kondisi tanah dan cuaca lokal. Hasil panen kali ini dinilai cukup memuaskan dan memenuhi target yang diharapkan.

​Dengan adanya sinergi antara TNI, pemerintah kecamatan, penyuluh, dan petani, diharapkan kesejahteraan petani di wilayah Sarirejo dapat terus meningkat seiring dengan terjaganya stok pangan daerah. 

Warga Temukan Motor Tidak Bertuan

LAMONGAN – Warga Desa Maor, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan temukan satu unit kendaraan bermotor. Kendaraan yang tidak bertuan itu ditemukan warga, tergeletak di dalam area ladang jagung, Jumat (20/2/2026).

Informasi tersebut pertama kali diterima anggota piket jaga dari staf Desa Maor pada pukul 10.00 WIB.

Mendapat laporan adanya kendaraan yang terparkir tanpa diketahui pemiliknya, anggota SPKT bersama Kanit Reskrim Polsek Kembangbahu Polres Lamongan segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.

Setibanya di lokasi yang berada di lahan jagung milik warga Desa Maor, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, petugas mendapati satu unit sepeda motor merek Honda Beat dengan nomor polisi S-3094-JBA dalam kondisi berada di dalam area tanaman jagung.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan pemilik lahan serta disaksikan oleh perangkat desa dan masyarakat setempat.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sepeda motor tersebut selanjutnya diamankan sementara ke Polsek Kembangbahu guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Kepada pemilik lahan dan perangkat desa, petugas juga menyampaikan agar apabila di kemudian hari ada pihak yang merasa memiliki kendaraan tersebut, diminta untuk mengambilnya di Polsek Kembangbahu dengan menunjukkan bukti kepemilikan yang sah.

Secara terpisah Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid, S.Pd mengimbau kepada masyarakat apabila menemukan barang mencurigakan atau kendaraan tanpa pemilik, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat atau melalui layanan Call Center 110 agar dapat segera ditindaklanjuti.”

Dengan adanya sinergi dan kepedulian masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Lamongan tetap aman dan kondusif.

Pompanisasi Jadi Solusi Percepatan Penanganan Banjir di Lamongan

LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mengintensifkan upaya penanganan banjir. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah optimalisasi pompanisasi.
I8
Banjir di Lamongan terjadi di kawasan bonorowo  tepatnya di lima kecamatan (Kalitengah, Deket, Turi, Karangbinangun, Glagah). "Optimalisasi pompanisasi menjadi langkah paling efektif dalam mempercepat penurunan debit air", katanya saat mendampingi Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan, meninjau wilayah terdampak banjir, di Dusun Meluke Desa Sidomulyo Kecamatan Deket, Jumat (20/2/2026).

Bahkan, kata dia, langkah yang bisa  dilakukan saat ini adalah pompanisasi. "Karena untuk mengurangi dengan cara lain dampaknya kurang efektif," jelasnya.

Hingga hari ini, ketinggian air masih berselisih sekitar 66 sentimeter sehingga belum dapat mengalir keluar secara optimal. Pemerintah berharap intensitas hujan tidak meningkat agar pengendalian debit air dapat berjalan maksimal.
Karena banjir yang terjadi di kawasan Bengawan Jero merupakan fenomena tahunan yang sangat dipengaruhi intensitas hujan. Seluruh aliran air dari 15 kecamatan bermuara ke Bengawan Jero sebagai satu-satunya saluran pembuangan utama, dengan pintu air Kuro sebagai titik kunci. Namun saat ini pintu Kuro belum dapat dibuka karena tingginya debit air di Bengawan Solo.

Selain itu, luapan dari Waduk Gondang ikut memperbesar debit air menuju Bengawan Jero. Pendangkalan waduk menyebabkan kapasitas tampung menurun hingga sekitar 65 persen. Upaya pendalaman waduk dan normalisasi sungai terus dilakukan, dengan bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Sebanyak 15 pompa telah beroperasi di lapangan, ditambah dua pompa aktif lainnya. Rata-rata pompa mampu mengeluarkan air selama 14 jam per hari dengan kapasitas sekitar 549 liter/detik.

Untuk mendukung percepatan penanganan banjir, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan akan menambahkan 1 unit pompa mobile dengan kapasitas 500 liter/detik, 5 unit perahu, dan tenda untuk memperkuat penanganan.

“Kami ingin persoalan banjir di Lamongan bisa terselesaikan. Yang paling penting adalah bagaimana menambah pompa dan melihat kemungkinan penggunaan pompa berkapasitas besar agar air di daerah terdampak bisa segera teratasi,” ujarnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Lamongan Erwin Sulistya Pambudi menambahkan bahwa percepatan pembangunan Waduk Karangnongko di Bojonegoro dan Blora menjadi bagian dari solusi jangka panjang untuk menahan air kiriman dari arah hulu. Selanjutnya, normalisasi sungai di wilayah Bengawan Jero juga dijadwalkan berlangsung tahun ini dan tahun depan.

Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kota Soto juga menyalurkan bantuan logistik berupa beras sebanyak 250 kilogram. Bantuan tersebut didistribusikan secara merata kepada masyarakat, dengan alokasi 125 kilogram untuk Desa Sidomulyo Kecamatan Deket dan 125 kilogram untuk Desa Kuro Kecamatan Karangbinangun.

Peninjauan diakhiri di UPTD PSDA Kuro. Di lokasi tersebut, seluruh pompa air diaktifkan guna mempercepat proses pengeluaran air dan mengurangi genangan di wilayah terdampak.