Subscribe Us

Selasa, 30 Desember 2025

Akhir Tahun, Polres Lamongan Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Anggota Polri dan PNS Polri

LAMONGAN – Polres Lamongan menggelar Upacara Kenaikan Pangkat Anggota Polri periode 1 Januari 2026 dan PNS Polri periode 1 Oktober 2025. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Halaman Mapolres Lamongan, Rabu (31/12) pagi.
Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto, S.I.K., M.H., selaku Inspektur Upacara. Turut hadir Ketua Bhayangkari Cabang Lamongan Ny. Dyas Agus, Wakapolres Lamongan Kompol I Made Prawira Wibawa S., S.T., S.I.K., M.I.K., para Pejabat Utama (PJU) Polres Lamongan, Kapolsek jajaran, Perwira, Bintara, Tamtama, ASN Polres Lamongan, serta Ibu-ibu Bhayangkari Cabang Lamongan.
Dalam amanatnya, Kapolres Lamongan menyampaikan bahwa upacara kenaikan pangkat ini diikuti oleh 92 personel Polri dan PNS Polri. Adapun rinciannya yakni Iptu ke AKP sebanyak 9 personel, Ipda ke Iptu 6 personel, Aipda ke Aiptu 22 personel, Bripka ke Aipda 32 personel, Brigadir ke Bripka 1 personel, Briptu ke Brigadir 18 personel, Bripda ke Briptu 1 personel, Bharaka ke Abripda 1 personel, Bharatu ke Bharaka 1 personel, serta Pengda ke Pengatur 1 personel.
Kapolres menjelaskan bahwa kenaikan pangkat merupakan hak setiap anggota Polri dan PNS Polri, namun juga mengandung makna tanggung jawab yang besar. Kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, disiplin, loyalitas, dan prestasi kerja yang telah ditunjukkan dalam pelaksanaan tugas.
“Kenaikan pangkat tidak diberikan secara otomatis, melainkan melalui proses penilaian berjenjang yang meliputi sikap, perilaku, disiplin, dedikasi, serta prestasi kerja. Oleh karena itu, patut disyukuri dan dijadikan motivasi untuk meningkatkan kinerja,” tegas Kapolres.
Pada kesempatan tersebut, Kapolres Lamongan menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh Perwira, Bintara, Tamtama, dan ASN Polres Lamongan yang menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.
“Kenaikan pangkat ini menjadi momen yang istimewa karena bertepatan dengan pergantian tahun 2025 ke 2026. Saya juga mengucapkan selamat Tahun Baru 2026, semoga membawa perubahan yang lebih baik,” ujarnya.
Kapolres juga mengingatkan agar seluruh personel yang naik pangkat tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, semakin tinggi pangkat, maka semakin besar pula tanggung jawab, pola pikir, sikap, dan perilaku yang harus ditunjukkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Boleh berbangga, namun jangan berlebihan. Terus tingkatkan prestasi dan raih karier yang lebih tinggi. Pangkat yang lebih tinggi harus diimbangi dengan kedewasaan dan tanggung jawab yang semakin besar,” pesannya.
Selain itu, Kapolres menekankan pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai wujud rasa syukur, serta melaksanakan tugas secara profesional, ikhlas, dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar tidak mencoreng citra Polri.
Kepada para Bhayangkari, Kapolres Lamongan turut berpesan agar senantiasa memberikan dukungan kepada suami dalam menjalankan tugas dan karier, menjaga keharmonisan rumah tangga, serta menciptakan keseimbangan kehidupan keluarga.
Upacara ditutup dengan pembacaan doa, laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara, penghormatan pasukan, dan Inspektur Upacara meninggalkan lapangan upacara. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama, pemotongan tumpeng, pemberian ucapan selamat, serta pelaksanaan tradisi kenaikan pangkat.
Kapolres Lamongan berharap momentum kenaikan pangkat ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Lamongan untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Wisata Pantura Paling Diminati Saat Libur Nataru 2025

LAMONGAN - Destinasi wisata di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Lamongan mendominasi angka kunjungan wisatawan selama momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Data tersebut berdasarkan akumulasi kunjungan yang dihimpun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lamongan.
Kepala Disparbud Kabupaten Lamongan, Siti Rubikah, mengatakan bahwa tingginya minat wisatawan ke kawasan Pantura tidak lepas dari beragam pilihan destinasi yang ditawarkan. Mulai dari wisata alam, religi, edukasi, hingga wisata fantasi.
“Berdasarkan akumulasi data kunjungan, destinasi wisata di wilayah Pantura masih mendominasi selama libur Nataru 2025. Wilayah Pantura memang memiliki ragam destinasi yang lengkap,” ujar Siti Rubikah saat ditemui di Kantor Disparbud Lamongan, Selasa (30/12).
Tercatat, sejak 13 hingga 25 Desember 2025, total kunjungan wisatawan di Kabupaten Lamongan mencapai 89.950 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87.257 wisatawan tercatat berkunjung ke destinasi wisata yang berada di wilayah Pantura.
Beberapa destinasi yang mencatat kunjungan tertinggi di antaranya wisata religi Makam Sunan Drajat dengan 33.646 kunjungan, Makam Maulana Ishaq di Kemantren Paciran sebanyak 36.844 kunjungan, Goa Maharani Zoo dengan 9.457 kunjungan, Pantai Klayar sebanyak 6.851 kunjungan, serta wisata Desa Pantai Kutang yang dikunjungi 459 wisatawan.
Menurut Rubikah, tingginya kunjungan wisatawan ke kawasan Pantura juga didukung oleh kemudahan akses transportasi. Pada Agustus 2024, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah meluncurkan Bus Trans Jatim Joko Tingkir Koridor IV yang menghubungkan Paciran–Bunder Gresik. Selanjutnya, pada Oktober 2025, kembali diluncurkan Bus Trans Jatim Koridor VII yang melayani rute Terminal Lamongan hingga Terminal Paciran.
Meski demikian, Rubikah menegaskan bahwa tingginya minat wisatawan ke wilayah Pantura tidak mengesampingkan potensi wisata di wilayah lain di Kabupaten Lamongan. Setiap kawasan memiliki daya tarik tersendiri, seperti wisata sejarah Makam Nyi Andong Sari di Kecamatan Ngimbang, Wisata Edukasi Gondang Outbond (Wego) di Kecamatan Sugio, serta destinasi wisata keluarga Istana Gunung Mas 27 di Kecamatan Mantup yang mengusung arsitektur unik bergaya Jawa–Cina, dan berbagai destinasi menarik lainnya.

Senin, 29 Desember 2025

Polres Lamongan Ungkap Capaian Kinerja Tahun 2025 dan Musnahkan Barang Bukti KRYD

LAMONGAN – Hasil kinerja  Polres Lamongan pada Tahun 2025 dipaparkan ke tengah masyarakat. Penyampaian hasil di melalui konferensi pers akhir tahun 2025, di Mapolres setempat, Senin (129/12/2025). Ini sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban kinerja kepada publik, khususnya terkait pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang tahun 2025.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti hasil Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) menjelang perayaan Tahun Baru 2026. Konferensi pers dipimpin langsung Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto, S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Lamongan serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Lamongan.

Dalam pemaparannya, Kapolres Lamongan menyampaikan capaian kinerja seluruh satuan fungsi selama tahun 2025. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud akuntabilitas Polri kepada masyarakat. “Pada hari ini Polres Lamongan melaksanakan press release akhir tahun sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja kami kepada masyarakat,” ujarnya.

Kapolres mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 Polres Lamongan menangani sebanyak 617 kasus tindak pidana. Dari jumlah tersebut, 556 kasus berhasil diselesaikan dengan tingkat penyelesaian perkara (clearance rate) mencapai 90,11 persen, serta mengamankan 402 orang tersangka.
Adapun tiga jenis tindak pidana dengan jumlah terbanyak yakni pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penipuan atau perbuatan curang, serta penganiayaan. Untuk kasus curanmor tercatat sebanyak 128 perkara, dengan 103 kasus berhasil diungkap atau sekitar 80,47 persen. 

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 37 tersangka serta barang bukti 29 unit kendaraan bermotor, enam di antaranya telah dikembalikan kepada pemilik.
Kasus penipuan atau perbuatan curang tercatat sebanyak 86 perkara, dengan 72 kasus berhasil diselesaikan atau sebesar 83,72 persen, serta 64 tersangka diamankan. Sementara itu, kasus penganiayaan tercatat sebanyak 55 perkara, dengan 46 kasus berhasil diungkap dan 39 tersangka diamankan.

Di bidang tindak pidana korupsi, Polres Lamongan selama tahun 2025 menangani empat kasus dengan total kerugian negara mencapai Rp649.793.267. Selain itu, terdapat 27 kasus kejahatan seksual atau kekerasan terhadap anak yang juga berhasil ditangani.
Pada bidang pemberantasan narkoba, Polres Lamongan mengungkap sebanyak 110 kasus narkotika dengan total 137 tersangka, terdiri dari 135 laki-laki dan dua perempuan. Barang bukti yang berhasil disita meliputi ganja seberat 212,38 gram, sabu-sabu 441,8 gram, pil ekstasi 28 gram, pil daftar G sebanyak 26.274 butir, serta uang tunai Rp9.813.000.
Sementara itu, Satuan Lalu Lintas Polres Lamongan mencatat sebanyak 103.672 pelanggaran lalu lintas selama tahun 2025. Rinciannya, tilang konvensional 5.522 kasus, ETLE statis 2.211 kasus, ETLE mobile 267 kasus, serta teguran sebanyak 95.672 kasus.

Untuk kecelakaan lalu lintas, tercatat sebanyak 1.340 kejadian dengan jumlah korban 1.771 orang, terdiri dari 159 korban meninggal dunia, satu korban luka berat, dan 1.611 korban luka ringan. Total kerugian material akibat kecelakaan mencapai Rp891.225.000.

Dalam rangka menjaga kondusivitas kamtibmas melalui KRYD, Polres Lamongan juga memusnahkan barang bukti berupa 515 unit knalpot brong serta minuman beralkohol sebanyak 5.514,09 liter. Minuman beralkohol tersebut terdiri dari arak 1.671,6 liter, tuak 3.467 liter, bir 255,85 liter, serta minuman jenis anggur, kawa-kawa, dan alexis sebanyak 119,64 liter.

Menutup konferensi pers, Kapolres Lamongan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, TNI, pemerintah daerah, serta stakeholder terkait atas sinergi dalam menjaga kamtibmas di Kabupaten Lamongan sepanjang tahun 2025.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga keamanan, menjauhi pelanggaran hukum, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif menjelang perayaan Tahun Baru 2026. “Keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga Lamongan agar tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.

Sepanjang 2025, Polres Lamongan Ungkap Ratusan Kasus Kejahatan

LAMONGAN – Kinerja Polres Lamongan sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil signifikan. Dari total 617 laporan tindak pidana yang masuk, sebanyak 556 kasus berhasil diungkap dengan mengamankan 402 tersangka.
Capaian tersebut disampaikan Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto saat konferensi pers sekaligus pemusnahan barang bukti hasil Operasi Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) 2025 di halaman Mapolres Lamongan, Senin (29/12/2025).
Selain pengungkapan kasus kriminal umum, Polres Lamongan juga menaruh perhatian serius terhadap peredaran narkoba. Sepanjang tahun ini, aparat berhasil membongkar 110 kasus narkotika dengan total 137 tersangka, termasuk dua di antaranya perempuan.
Dalam operasi tersebut, polisi menyita berbagai barang bukti narkoba berupa 212,38 gram ganja, 441,8 gram sabu-sabu, 28 gram pil ekstasi, serta 26.274 butir pil daftar G. Tak hanya itu, uang tunai senilai Rp 9.813.000 turut diamankan sebagai barang bukti.
Sementara itu, kejahatan seksual terhadap anak juga masih menjadi perhatian. Tercatat, 27 kasus terjadi sepanjang 2025. Polres Lamongan bersama instansi terkait terus melakukan pendampingan dan trauma healing guna membantu pemulihan kondisi psikologis para korban.
Di bidang lalu lintas, angka pelanggaran mengalami lonjakan signifikan. Selama 2025 tercatat 103.672 pelanggaran, meningkat 150,61 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 41.368 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 95.672 pelanggaran diselesaikan melalui sanksi teguran.
Tak hanya pelanggaran, angka kecelakaan lalu lintas juga meningkat 11,39 persen. Pada 2025 terjadi 1.340 kecelakaan, naik dibandingkan 1.203 kejadian pada tahun 2024.
Menjelang pergantian tahun 2026, Polres Lamongan menegaskan komitmennya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui KRYD, polisi mengamankan 5.514 liter minuman beralkohol serta 515 unit knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis.
Kapolres Lamongan pun mengimbau masyarakat agar merayakan malam tahun baru dengan kegiatan positif dan sederhana bersama keluarga, serta menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Minggu, 28 Desember 2025

Banjir, Warga Kudu Tetap Gelar Sedekah Bumi

LAMONGAN - Antusias Warga Dusun Kudu, Desa Weduni, Kec. Deket, Lamongan, untuk menggelar sedekah bumi tidak terbendung. Meski kawasan mereka dilanda banjir, namun acara sedekah bumi tetap digelar, Minggu (28/12/2025). Menariknya, meski dalam suasana bancir, namun acara berlangsung meriah.


Situasi banjir tidak menghalangi langkah para peserta pawai. Dengan berdandan beraneka ragam, sekira pukul 07.00, mereka menyusuri jalan di perkampungan mereka. Persis "karnaval tujuhbelasan".

Situasi banjir belum cukup menghentikan langkah mereka. Ya, tanpa alas kaki, mereka melangkahkan kaki memecah luberan air banjir yang menerjang perkampungan mereka.

Menariknya, mereka mengusung gunungan reksasa, yang terbuat dari berbagai buah hasil bumi dan jajanan. "Saya sangat terharu melihatnya," kata salah satu peserta kirab, H Ruslan, pengusaha dari Jakarta asli Dusun Kudu.

Usai kirab, acara dilanjut dengan acara seremonial. Acara dihadiri Camat Deket  Suwanto Sastrodiharjo dan pemberi tausiah KH Abdul Halim Afandi, yang juga asli Dusun Kudu. Acara pagi itu dilanjut pagelaran wayang kulit dengan menghadirkan Ki dalang Budi Prayitno.

Acara sedekah bumi ini bukan hanya sebagai momen menyampaikan rasya syukur atas pemberian Yang Kuasa. Lebih dari itu juga sebagai momen untuk menyambung tali silaturrohmi. Betapa tidak, yang hadi pada acara ini, bukan hanya warga Dusun Kudu saja, tapi juga warga setempat yang sudah sudah berkeluarga dan tinggal di desa lain, juga turut hadir.
Warga asli Dusun Kudu yang tinggal di tempat lain ini disebut Alumni Dusun Kudu. 

Ketua Alumni Dusun Kudu, Manan mengatakan, Dusun Kudu ini kental dengan seni budayanya. Sebelumnya, dusun ini memiliki group seni luruk  Putra Budaya. Hanya, warisan leluhur itu terkikis oleh jaman. "Kini pewarisnya seakan tidak lepas dari seni budaya, ludruk sudah tidak ada, kini saat sedekah bumi, ya menghadirkan Wayang Kulit," katanya.

Camat Deket  Suwanto Sastrodiharjo terkejut melihat Dusun Kudu. Pejabat yang baru 2,5 bulan bertugas sebagai Camat Deket ini kagum dengan Dusun Kudu. Betapa tidak, di desa yang jauh dari pusat kecamatan, ternyata terdapat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). "Sesuai sloganya, Kreatif - Inovatif, semoga Dusun Kudu ini menjadi inspirasi dusun lain," katanya.

Mewakili Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang batal hadir, camat Suwanto berjanji akan menyampaikan aspirasi warga Dusun Kudu. "Aspirasi ini (jalan yang terendam air), akan kami sampaikan ke Pak Bupati," katanya  usai acara. 

Selain diwarnai dengan penyampaian aspirasi warga, panitia juga memberi beberapa bingkisan kepada warga setempat. Pemberihan bingkisan terlihat makin lengkap, setelah pengusaha setempat H Ruslan turut memebri sumbangan kepada 10 janda tua warga setempat.

Sebagaimana, saat sambutan, para perwakilan warga juga minta pemerintah memeperhatikan banjir di Dusun Kudu dan sekitarnya. Kususnya jalan yang menghubungkan Desa Sidomulyo - Desa Weduni. Sebab, jalan tersebut kini sudahbterendam air hingga 30 cm. 

Ketua Panitia Kadin Suprapto mengungkapkan, kegiatan sedekah bumi di Dusun Kudu ini dilakukan setiap tahun. Hanya, untuk sedekah bumi yang lebih meriah, dilakukan dua tahun sekali. "Ini sudah menjadi keputusan bersama, setiap dua tahun sekali sedekah bumi dimeriahkan, semeriah meriahnya," katanya.  dam