Subscribe Us

Senin, 29 Desember 2025

Sepanjang 2025, Polres Lamongan Ungkap Ratusan Kasus Kejahatan

LAMONGAN – Kinerja Polres Lamongan sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil signifikan. Dari total 617 laporan tindak pidana yang masuk, sebanyak 556 kasus berhasil diungkap dengan mengamankan 402 tersangka.
Capaian tersebut disampaikan Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto saat konferensi pers sekaligus pemusnahan barang bukti hasil Operasi Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) 2025 di halaman Mapolres Lamongan, Senin (29/12/2025).
Selain pengungkapan kasus kriminal umum, Polres Lamongan juga menaruh perhatian serius terhadap peredaran narkoba. Sepanjang tahun ini, aparat berhasil membongkar 110 kasus narkotika dengan total 137 tersangka, termasuk dua di antaranya perempuan.
Dalam operasi tersebut, polisi menyita berbagai barang bukti narkoba berupa 212,38 gram ganja, 441,8 gram sabu-sabu, 28 gram pil ekstasi, serta 26.274 butir pil daftar G. Tak hanya itu, uang tunai senilai Rp 9.813.000 turut diamankan sebagai barang bukti.
Sementara itu, kejahatan seksual terhadap anak juga masih menjadi perhatian. Tercatat, 27 kasus terjadi sepanjang 2025. Polres Lamongan bersama instansi terkait terus melakukan pendampingan dan trauma healing guna membantu pemulihan kondisi psikologis para korban.
Di bidang lalu lintas, angka pelanggaran mengalami lonjakan signifikan. Selama 2025 tercatat 103.672 pelanggaran, meningkat 150,61 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 41.368 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 95.672 pelanggaran diselesaikan melalui sanksi teguran.
Tak hanya pelanggaran, angka kecelakaan lalu lintas juga meningkat 11,39 persen. Pada 2025 terjadi 1.340 kecelakaan, naik dibandingkan 1.203 kejadian pada tahun 2024.
Menjelang pergantian tahun 2026, Polres Lamongan menegaskan komitmennya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui KRYD, polisi mengamankan 5.514 liter minuman beralkohol serta 515 unit knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis.
Kapolres Lamongan pun mengimbau masyarakat agar merayakan malam tahun baru dengan kegiatan positif dan sederhana bersama keluarga, serta menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Minggu, 28 Desember 2025

Banjir, Warga Kudu Tetap Gelar Sedekah Bumi

LAMONGAN - Antusias Warga Dusun Kudu, Desa Weduni, Kec. Deket, Lamongan, untuk menggelar sedekah bumi tidak terbendung. Meski kawasan mereka dilanda banjir, namun acara sedekah bumi tetap digelar, Minggu (28/12/2025). Menariknya, meski dalam suasana bancir, namun acara berlangsung meriah.


Situasi banjir tidak menghalangi langkah para peserta pawai. Dengan berdandan beraneka ragam, sekira pukul 07.00, mereka menyusuri jalan di perkampungan mereka. Persis "karnaval tujuhbelasan".

Situasi banjir belum cukup menghentikan langkah mereka. Ya, tanpa alas kaki, mereka melangkahkan kaki memecah luberan air banjir yang menerjang perkampungan mereka.

Menariknya, mereka mengusung gunungan reksasa, yang terbuat dari berbagai buah hasil bumi dan jajanan. "Saya sangat terharu melihatnya," kata salah satu peserta kirab, H Ruslan, pengusaha dari Jakarta asli Dusun Kudu.

Usai kirab, acara dilanjut dengan acara seremonial. Acara dihadiri Camat Deket  Suwanto Sastrodiharjo dan pemberi tausiah KH Abdul Halim Afandi, yang juga asli Dusun Kudu. Acara pagi itu dilanjut pagelaran wayang kulit dengan menghadirkan Ki dalang Budi Prayitno.

Acara sedekah bumi ini bukan hanya sebagai momen menyampaikan rasya syukur atas pemberian Yang Kuasa. Lebih dari itu juga sebagai momen untuk menyambung tali silaturrohmi. Betapa tidak, yang hadi pada acara ini, bukan hanya warga Dusun Kudu saja, tapi juga warga setempat yang sudah sudah berkeluarga dan tinggal di desa lain, juga turut hadir.
Warga asli Dusun Kudu yang tinggal di tempat lain ini disebut Alumni Dusun Kudu. 

Ketua Alumni Dusun Kudu, Manan mengatakan, Dusun Kudu ini kental dengan seni budayanya. Sebelumnya, dusun ini memiliki group seni luruk  Putra Budaya. Hanya, warisan leluhur itu terkikis oleh jaman. "Kini pewarisnya seakan tidak lepas dari seni budaya, ludruk sudah tidak ada, kini saat sedekah bumi, ya menghadirkan Wayang Kulit," katanya.

Camat Deket  Suwanto Sastrodiharjo terkejut melihat Dusun Kudu. Pejabat yang baru 2,5 bulan bertugas sebagai Camat Deket ini kagum dengan Dusun Kudu. Betapa tidak, di desa yang jauh dari pusat kecamatan, ternyata terdapat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). "Sesuai sloganya, Kreatif - Inovatif, semoga Dusun Kudu ini menjadi inspirasi dusun lain," katanya.

Mewakili Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang batal hadir, camat Suwanto berjanji akan menyampaikan aspirasi warga Dusun Kudu. "Aspirasi ini (jalan yang terendam air), akan kami sampaikan ke Pak Bupati," katanya  usai acara. 

Selain diwarnai dengan penyampaian aspirasi warga, panitia juga memberi beberapa bingkisan kepada warga setempat. Pemberihan bingkisan terlihat makin lengkap, setelah pengusaha setempat H Ruslan turut memebri sumbangan kepada 10 janda tua warga setempat.

Sebagaimana, saat sambutan, para perwakilan warga juga minta pemerintah memeperhatikan banjir di Dusun Kudu dan sekitarnya. Kususnya jalan yang menghubungkan Desa Sidomulyo - Desa Weduni. Sebab, jalan tersebut kini sudahbterendam air hingga 30 cm. 

Ketua Panitia Kadin Suprapto mengungkapkan, kegiatan sedekah bumi di Dusun Kudu ini dilakukan setiap tahun. Hanya, untuk sedekah bumi yang lebih meriah, dilakukan dua tahun sekali. "Ini sudah menjadi keputusan bersama, setiap dua tahun sekali sedekah bumi dimeriahkan, semeriah meriahnya," katanya.  dam

Senin, 22 Desember 2025

Paska Angin Kencang, Polisi Pelopori Cipta Kondisi

LAMONGAN – Polsek Lamongan Kota Polres Lamongan sigap. Begitu begitu bencana hujan lebat disertai angin kencang menyapu wilayahnya, mereka langsung beraksi untuk melakukan bersih - bersih dan pembenahan, Senin (22/12/2025).

Penanganan bencana dipimpin langsung oleh Kapolsek Lamongan Kota, Kompol M. Fadelan, S.H., M.M, bersama personel Polsek Lamongan Kota, Pamapta Polres Lamongan, serta didukung personel Satlantas dan Satsamapta Polres Lamongan. Kegiatan ini juga melibatkan instansi terkait serta partisipasi masyarakat setempat.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd membenarkan adanya sejumlah peristiwa akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di beberapa titik wilayah Lamongan Kota. 

"Salah satu dampak yang cukup signifikan adalah rusaknya tenda/tenan Pasar Malam “Megilan Lamongan 2025” di Lapangan Gajah Mada Lamongan. Sekitar ±40 tenan dilaporkan mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang." jelasnya.

"Dilaporkan robohnya tembok sisi selatan Gedung Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan yang mengakibatkan satu unit kendaraan roda tiga (tossa) tertimpa reruntuhan." lanjutnya.

Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Peristiwa lain yang terjadi adalah pohon tumbang di sisi timur Gedung Pemda Kabupaten Lamongan dengan estimasi panjang kurang lebih 9 meter.

Pohon tersebut menutupi badan jalan sehingga menghambat arus lalu lintas, namun juga tidak menimbulkan korban. 

"Sementara itu, pohon tumbang di sisi utara lorong Pasar Tingkat Lamongan menutup akses jalan dan mengakibatkan kerusakan sepeda motor serta menimpa seorang laki-laki." tambahnya.

Selain itu, pohon tumbang juga terjadi di area RS Soegiri Kabupaten Lamongan yang menyebabkan akses jalan tertutup dan terjadinya penumpukan kendaraan.

Kapolsek Lamongan Kota bersama unsur terkait segera melakukan koordinasi untuk melaksanakan upaya normalisasi, termasuk pembersihan material reruntuhan dan evakuasi pohon tumbang.

Personel kepolisian juga melakukan pengalihan arus lalu lintas guna mempercepat proses penanganan dan mencegah kemacetan.

Kasihumas Polres Lamongan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati.

"Agar warga masyarakat tetap waspada dan lebih berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan, serta segera melaporkan apabila terjadi kejadian darurat kepada pihak berwenang." tutupnya.

Hujan dan Angin Kencang, Gapura Kantor Pemkab Lamongan Roboh

LAMONGAN - Hujan disertai angin kencang kembalin terjang Lamongan, Senin (22/12/2025). Kali ini, angin menyapi kawasan perkotaan. Akibat kejadian ini, gapura belakanga Kantor Pemkab Lamangan ambruk. Sejumlah pojon dinjalan raya dalam kota juga ambruk. 

Hujan disertai angin kencang terjadi di kota Lamongan, sekira pukul 16.00. Sebelumnya, ditandai dengan mendung gelap menggumpal di langit, diatas kota Soto ini.

Saat kondisi ini, para pengguna jalan panik. Ditengah hiruk pikuk kepanikan di jalan raya, tampak para petugas adatlantas Polres Lamongan sibuk mengatur lalu lintas di sekitar Kantor Pemkab Lamongan.

Pada saatnya tiba, hujan dan angin kencang menyapu jantung Kota Lamongan. Saat itu, Gapura Paduraksa di bagian belakang Kantor Pemkab Pamongan, ambruk. Bangunan yang terpisah dari bangunan utama Kantor Pemkab Lamo ngan itu hanya menyusahkan bongkahan bangunan.

Belum ada laporan adanya korban jiwa atas kejadian di titik ini, tapi tumpukan kabel aktif, tampak tertimpa bangunan gapura Paduraksa itu. Angin juga merobohkan pohon besar di tepi jalan Sunan Drajat, tidak jauh dari Kantor Pemkab Lamangan.

Bukan hanya itu, angin kencang tersebut juga merobohkan bangunan lain, termasuk bangunan atau asesoris Kantor Inspektorat Lamnngan. Selain itu, angin juga juga merobohkan bangunan caffe di Jalan Lamongrejo.

Sekda Lamongan Moh. Nalikan membenarkan robonya bangunan gapura belakang Kantor Pemkab Lamangan. Robohnya bangunan yang terpisah dari Kantor Pemkab Lamongan itu karena puting beliung. "Gapura itu terpisah dari bangunan utama Kantor Pemkab, lebih tepat sebagai asesoris aja," katanya beberapa menit usai kejadian. 

Ditambahkan Sekda Nalikan, angin kencang juga merusak bangunan depan Kantor Inspektirat. Selain itu juga menumbangkan sejumlah pohon. "Tapi kami belum menerima detail laporan dampak dari kejadian angin kencang ini," pungkasnya

Hujan Lebat, Sebagian Pemukiman dan Jalan Nasional di Lamongan Terendam

LAMONGAN – Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Lamongan, Senin (22/12/2025) dini hari. Sungai dan saluran air tidak mampu menampung  hujan selama lima jam itu. Akibatnya, air menggenangi beberapa titik jalan dan pemukiman warga.
Hujan yang terjadi selama kurang lebih lima jam itu membuat terjadi luapan air. Luapan air terjadi pada anak sungai Kali Sidowayah dan Kali German yang tidak lagi mampu menampung debit air hujan.

Akibatnya, genangan air merendam permukiman warga serta jalan desa di Desa Kebet, Kecamatan Lamongan. Puluhan rumah warga terdampak dengan ketinggian air mencapai sekitar 30 hingga 40 sentimeter.

Kondisi lebih parah terjadi akibat meluapnya Kali Plalangan. Air sungai tersebut menggenangi jalan raya poros nasional Lamongan–Babat tepatnya di wilayah Desa Plosowahyu, Kecamatan Lamongan. Genangan air dilaporkan membentang sepanjang kurang lebih satu kilometer dengan ketinggian antara 20 sampai 30 sentimeter.

Genangan tersebut berada di pintu masuk Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan. Beruntung, jalur JLU yang saat ini masih dalam tahap uji coba operasional dapat difungsikan sebagai jalur alternatif sehingga arus lalu lintas tetap terkendali.
“Personel Satlantas Polres Lamongan sudah disiagakan sejak pagi hari untuk mengatur lalu lintas di lokasi terdampak,” kata Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, luapan Kali Plalangan dengan debit air lebih besar mulai terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani tambak yang berada di sekitar aliran sungai.

Para petani khawatir tanggul sungai tidak mampu menahan tekanan air dan berpotensi jebol, yang dapat mengancam puluhan hektare lahan sawah tambak.
“Sejak pukul tiga dini hari kami berjaga di atas tanggul sungai. Bahkan sempat melakukan perbaikan darurat karena ada bagian tanggul yang mulai bocor,” ujar Sujarwo, warga Desa Tambakploso, Kecamatan Turi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PU Sumber Daya Air dan BPBD Kabupaten Lamongan belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan banjir tersebut.