Subscribe Us

Sabtu, 06 Juni 2026

Rupiah Melemah, Harga Gula Pasir di Lamongan Melonjak Tajam

LAMONGAN — Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai berdampak pada sektor riil di daerah. Di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kondisi tersebut memicu kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama gula pasir yang mengalami lonjakan cukup signifikan.
GULA PASIR - Dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar membuat harga kebutuhan pokok berupa gula dan minyak goreng naik signifikan.


Kenaikan harga ini tidak hanya membebani konsumen, tetapi juga menekan pedagang eceran dan pelaku usaha mikro yang harus menghadapi penyusutan margin keuntungan di tengah naiknya biaya operasional.

Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional Sidoharjo Kota Lamongan, harga gula pasir tercatat mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Faktor pelemahan rupiah yang berdampak pada biaya impor bahan baku, ditambah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang memengaruhi ongkos distribusi, disebut turut mempercepat laju kenaikan harga.
GULA PASIR - Rendi salah satu pedagang di Pasar Sidoarjo diantara gula pasir dan dagangan lainnya.

Seorang pedagang sembako, Rendi, mengatakan harga gula pasir kini telah mencapai Rp17.500 per kilogram dari sebelumnya Rp16.500 per kilogram.
“Iya Mas, naik. Sekarang Rp17.500, sebelumnya Rp16.500. Karena dolar sama BBM naik. Pembeli juga banyak yang ngeluh,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Kenaikan lebih tajam dirasakan pelaku usaha grosir. Rudi, pemilik toko kelontong di Lamongan, menyebut harga gula dalam kemasan 50 kilogram kini menembus Rp835.000, naik cukup cepat dan tidak terduga. “Sekarang sudah Rp835.000 satu karung. Kalau tidak ikut naikkan harga, kami bisa rugi modal,” katanya.

Tak hanya gula pasir, harga minyak goreng bersubsidi Minyakita juga dilaporkan ikut mengalami kenaikan hingga sekitar Rp21.000 per liter. Kondisi ini semakin menekan pelaku usaha makanan kecil di tingkat desa.
Muji, pedagang ayam geprek di Lamongan, mengaku terjepit di tengah naiknya harga bahan baku. Ia menyebut usaha yang dijalankan kini nyaris tidak memberikan keuntungan. “Tidak ada untung, uangnya cuma muter saja. Semua bahan naik, pusing saya,” ujarnya.

Ia menambahkan, menaikkan harga jual di tingkat desa bukan pilihan mudah karena berisiko menurunkan jumlah pembeli.
“Kalau dinaikkan tidak laku. Harapannya harga bisa turun lagi, kasihan rakyat kecil,” tuturnya.

Hingga kini, fluktuasi harga komoditas pangan yang dipengaruhi nilai tukar dolar masih menjadi tekanan bagi pasar tradisional di Lamongan. Para pelaku usaha berharap adanya langkah stabilisasi dari pihak terkait agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Tanamkan Disiplin dan Jiwa Korsa, Kodim 0812/Lamongan Gelar Diklatsar SMA Panca Marga

LAMONGAN  — Kodim 0812/Lamongan menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) bagi siswa-siswi SMA Panca Marga Lamongan. Kegiatan pembukaan berlangsung khidmat di Aula Kadetsuwoko Makodim 0812/Lamongan, Sabtu (06/06/2026), dengan diikuti 30 peserta terpilih.
DIKLATSAR - Siswa-siswi SMA Panca Marga Lamongan saat mengikuti Diklatsar di Aula Kadetsuwoko Makodim 0812/Lamongan, Sabtu (06/06/2026).

Diklatsar ini bertujuan membentuk karakter, kedisiplinan, serta mental kejuangan generasi muda melalui penggemblengan fisik dan mental yang dipandu langsung oleh tim pelatih dari Kodim 0812/Lamongan.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kasdim 0812/Lamongan Mayor Cpm Marsidianto, Pasi Ops Kodim 0812/Lamongan Kapten Inf Mustoha, Kepala Sekolah SMA Panca Marga Lamongan Eko Suprayogi, dewan guru, tim pelatih, serta para peserta Diklatsar.

Dalam sambutannya, Kasdim 0812/Lamongan Mayor Cpm Marsidianto menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan sarana strategis untuk menanamkan wawasan kebangsaan, cinta tanah air, serta membentuk kedisiplinan generasi muda.
“Melalui pelatihan ini kami berharap para siswa tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki mental yang tangguh, berkarakter, serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi kepada diri sendiri, sekolah, maupun bangsa dan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMA Panca Marga Lamongan Eko Suprayogi menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodim 0812/Lamongan atas dukungan dan pembinaan yang diberikan kepada para siswa.
Ia berharap sinergi tersebut dapat terus berlanjut dalam upaya mencetak generasi muda yang berkarakter kuat, disiplin, dan berjiwa nasionalis.

Selama kegiatan Diklatsar berlangsung, para peserta akan menerima berbagai materi pembinaan, mulai dari peraturan baris-berbaris (PBB), kepemimpinan, kedisiplinan, hingga wawasan kebangsaan yang disampaikan langsung oleh instruktur dari personel Kodim 0812/Lamongan.

di Aula BLK Disnaker Lamongan, Sabtu (6/6/2026),

LAMONGAN — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Lamongan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab),  di Aula BLK Disnaker Lamongan, Sabtu (6/6/2026). Giat ini sebagai forum tertinggi tingkat cabang yang menjadi ruang konsolidasi ideologi sekaligus penentu arah gerakan organisasi ke depan.
H Masfuk: Mantan Bupati Lamongan

Menariknya, kegiatan ini  dihadiri sejumlah tokoh daerah.

Salah satu tokoh yang hadir adalah mantan Bupati Lamongan, Masfuk, yang memberikan motivasi kepada para kader muda GMNI. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan keterampilan generasi muda agar mampu mengelola kekayaan sumber daya alam Indonesia secara optimal.

“Generasi muda, khususnya kader-kader GMNI, harus membekali diri dengan kemampuan dan keahlian (skill) yang mumpuni. Negara kita ini sangat kaya akan sumber daya alam yang tidak dimiliki oleh negara lain di dunia. Kekayaan ini harus dikelola oleh tangan-tangan pemuda yang cerdas, berideologi, dan kompeten,” tegas Masfuk.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lamongan, Johny Indrianto, yang mewakili Bupati Lamongan, menegaskan bahwa Konfercab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang evaluasi ideologis dan arah gerakan kader.

“Konferensi cabang bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ia adalah ruang ideologis, ruang evaluasi, sekaligus ruang penentuan arah gerak organisasi ke depan. Di forum inilah kita menguji sejauh mana komitmen kita terhadap ajaran Marhaenisme, serta sejauh mana kita mampu menerjemahkan nilai-nilai perjuangan ke dalam gerakan nyata,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan tantangan organisasi mahasiswa di era digital yang semakin kompleks, di mana arus informasi bergerak cepat namun sering kehilangan kedalaman makna. Menurutnya, kondisi ini dapat menggeser semangat kolektif menjadi lebih individualistis serta melemahkan nilai-nilai ideologis. “Semangat kolektif mulai tergeser oleh kepentingan individual. Ideologi seringkali kalah oleh pragmatisme,” imbuhnya.

Melalui Konfercab ini, Johny berharap kader GMNI Lamongan dapat memperkuat evaluasi internal, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta melahirkan kepemimpinan cabang yang lebih visioner, ideologis, dan progresif tanpa meninggalkan semangat persatuan organisasi.

Jumat, 05 Juni 2026

Diduga Hirup Uap PT BMI Lamongan, 19 Buruh Dilarikan ke RSI Nashrul Ummah

LAMONGAN  – Sebanyak 19 buruh PT Bumi Menara Internusa (BMI) yang berlokasi di Kecamatan Deket, Lamongan, dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Nashrul Ummah Lamongan setelah mengalami gejala sesak napas, lemas, pusing, serta iritasi mata, Jumat (5/6/2026) siang. Peristiwa ini diduga karena karyawan menghirup uap pada bagian produksi pabrik.
HIRUP UAP - Gegara hirup uap, sejumlah karyawan PT BMI dilarikan ke RSI Nashrul Ummah Lamongan, Jumat (5/6/2026) 

Para pekerja diketahui mulai dievakuasi secara bertahap ke RSI Nashrul Ummah setelah sebelumnya sempat mendapat pertolongan pertama di klinik internal perusahaan. Karena kondisi beberapa korban membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, mereka kemudian dirujuk ke rumah sakit.

Humas RSI Nashrul Ummah Lamongan, Irmayanti, menjelaskan bahwa para pasien datang dengan keluhan utama sesak napas, pusing, lemas, serta mata perih dan berair.
“Dari keterangan yang kami terima, ada kebocoran gas di bagian produksi. Para karyawan menghirup udara tersebut, sehingga muncul keluhan mata perih, berair, tenggorokan kering, pusing, dan lemas,” ujarnya.
DIRAWAT - Sejumlah karyawan PT BMI saat mendapat perawatan dari tim medis RSI Nashrul Ummah Lamongan, Jumat (5/6/2026) 

Menurut pihak rumah sakit, dari total 19 pasien yang ditangani, sebanyak 6 orang harus menjalani rawat inap karena membutuhkan pemantauan medis lebih intensif, sementara sisanya menjalani rawat jalan. Sejumlah pasien disebut memerlukan penanganan seperti infus untuk memulihkan kondisi.

Senada dengan Irmayanti, Kapoksek Deket AKP A. Khusen juga memberi pernyataan yang hampir sana. Hanya, A Khusen menambahkan, kejadian ini diduga karena para karyawan semua laki - laki dalam satu ruangan itu, menghirup uap di bagian produksi pabrik BMI. "Hanya uapnya saja. Uap itu dihiriup kayawan. Kemudian karyawan itu merasa pusing dan mual, sehingga dibawa ke Rumah Sakit (RSI Nashrul Ummah," katanya saat dikonfirmasi di RSI setempat.

Kapolsek Khusen juga membanta adanya dugaan tabung yang bocor. Pihaknya juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut kasus tersebut, termasuk uap tersebut. "Untuk uapnya masih dalam penyelidikan," pungkasnya. 

Kamis, 04 Juni 2026

Perang Narkoba di Lamongan, Polisi Bekuk Pengedar Sabu di Brondong

LAMONGAN – Upaya pemberantasan narkotika di wilayah hukum Polres Lamongan kembali membuahkan hasil. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lamongan berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu dan mengamankan seorang tersangka di wilayah Pantura Lamongan, tepatnya di Kecamatan Brondong.
BARANG BUKTI - Barang bukti kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu yang berhasil diamankan Polres Lamongan.

Satresnarkoba Polres Lamongan berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu. Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil menangkap seorang tersangka berinisial IDK (27), warga Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Kasatresnarkoba Polres Lamongan melalui Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari kegiatan penyelidikan yang dilakukan petugas terkait adanya informasi dugaan peredaran narkotika di wilayah tersebut pada Jumat, (22/05) sekitar pukul 16.00 WIB.

Informasi ini juga menyebutkan dugaan itu terjadi di pinggir jalan Lingkungan Jompong, Kelurahan Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. "Setelah dilakukan pendalaman, petugas kemudian melaksanakan tindakan represif berupa penangkapan terhadap tersangka", katanya, Kamis (4/6/2026).

Dari hasil penangkapan dan penggeledahan, lanjut Hamzaid, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana peredaran narkotika, yakni 3 plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan total berat kotor sekitar 0,43 gram, 1 plastik warna hitam, 3 plastik bekas bungkus tisu, 1 tas warna hitam, uang tunai sebesar Rp600.000, 1 unit telepon genggam warna hitam, serta 1 unit sepeda motor warna putih.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Kasihumas Polres Lamongan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menjauhi narkotika dalam bentuk apa pun karena dapat merusak kesehatan, masa depan, serta mengancam keselamatan generasi bangsa.

Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitar.

"Peredaran narkotika merupakan musuh bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba demi menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika." tegasnya.

Panen Raya di Ngimbang, Babinsa Dukung Ketahanan Pangan Lewat Pendampingan Petani

LAMONGAN – Komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali terlihat di wilayah Kecamatan Ngimbang. Babinsa Koramil 0812/06 Ngimbang, Serma Welas HariantoPANEN RAYA - Panen raya padi bersama Kelompok Tani (Poktan) Sri Rejeki di Dusun Tanjungkulon, Desa Munungrejo, Kamis (4/6/2026).

bersama perwakilan Danramil Pelda Seger, menghadiri kegiatan Panen Raya Padi bersama Kelompok Tani (Poktan) Sri Rejeki di Dusun Tanjungkulon, Desa Munungrejo, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan panen raya ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah kecamatan, kepolisian, pemerintah desa, penyuluh pertanian, serta para petani dalam menjaga stabilitas pangan di tingkat desa, sekaligus menguatkan semangat “Lamongan Megilan Berhasil”.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Ngimbang Anton Sujarwo, S.Pd., M.M., perwakilan Polsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H., Kepala Desa Munungrejo Sipuk, Koordinator UPT Pertanian Ngimbang Suyanto, S.P., Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Yayuk, serta Ketua Poktan Sri Rejeki Thole bersama para anggotanya.

Dalam kesempatan itu, Pelda Seger mewakili Danramil Ngimbang mengatakan bahwa panen raya ini merupakan hasil nyata kerja keras petani yang didukung pendampingan dari Babinsa dan PPL sejak masa tanam.
“Panen raya hari ini adalah bukti kerja keras petani kita di Dusun Tanjungkulon. Melalui pendampingan Babinsa dan PPL, hasil ubinan mencapai 5,5 kilogram dengan varietas Inpari 32. Ini capaian yang sangat baik dan harus terus kita pertahankan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan pengubinan juga dilakukan untuk mengukur estimasi hasil panen secara lebih akurat. Dari lahan berukuran 2,5 x 2,5 meter (6,25 m²), diperoleh hasil gabah seberat 5,5 kilogram yang menunjukkan produktivitas padi cukup tinggi.
Varietas Inpari 32 yang dipanen diketahui memiliki keunggulan dalam produktivitas serta ketahanan terhadap hama, sehingga dinilai cocok untuk dikembangkan di wilayah Lamongan.

Hasil panen yang menggembirakan ini disambut positif oleh para petani karena menjadi indikator meningkatnya kesejahteraan dan keberhasilan pola tanam yang diterapkan.
GILAS PASI - Muspika bersama pejabat terkait menggilas padi dengan kaki, cara tradisional  merontok padi yang kini sudah ditinggalkan. 

Sementara itu, kehadiran Babinsa di tengah petani merupakan bagian dari komitmen Koramil 0812/06 Ngimbang dalam memberikan pendampingan secara berkelanjutan, mulai dari proses pengolahan lahan, masa tanam, perawatan, hingga panen.
Seluruh rangkaian kegiatan panen raya berlangsung lancar, aman, dan penuh kebersamaan. Sinergi yang terbangun diharapkan dapat terus memperkuat semangat petani dalam meningkatkan hasil produksi pertanian di musim tanam berikutnya.

Rabu, 03 Juni 2026

Lonjakan USD Guncang Industri Baja, Harga Coil Naik Tajam

LAMONGAN – Lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) yang menembus kisaran Rp18.000 per 4 Juni 2026,BESIProses bongkar muat besi di gudang Duta Merpati Lamongan kota.

mulai memberikan tekanan serius terhadap industri domestik, khususnya sektor besi dan baja yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Kondisi ini berdampak langsung pada kenaikan harga komoditas baja di pasar, yang terjadi secara signifikan dalam waktu singkat.

CEO Duta Merpati Lamongan, Pradita Aditya, mengungkapkan bahwa penguatan dolar terhadap rupiah memicu kenaikan biaya produksi dan harga jual besi secara sistemik di berbagai lini perdagangan.
“Kenaikan dolar ini memang berdampak sistemik. Kebutuhan baja nasional masih sangat bergantung pada impor karena produksi dalam negeri belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan domestik,” ujar Pradita, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang membuka ruang impor menjadi langkah yang tidak terhindarkan untuk menjaga pasokan nasional. 
BESI - Proses bongkar muat besi di gudang Duta Merpati Lamongan kota.

Namun, di sisi lain, ketergantungan pada pasar global membuat industri dalam negeri sangat sensitif terhadap fluktuasi nilai tukar.

Menurutnya, sekitar 90 persen pasokan baja masih berasal dari Tiongkok, dengan transaksi yang menggunakan dolar Amerika Serikat sebagai acuan utama.
“Impor kita rata-rata 90 persen dari China, dan transaksi masih berbasis dolar. Begitu dolar tembus Rp18.000, harga besi otomatis langsung melonjak,” jelasnya.

Dampak kenaikan ini terlihat pada berbagai produk turunan baja, termasuk coil, yang mengalami lonjakan harga cukup tajam. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp14.500–Rp15.500 per kilogram, kini harga merangkak naik hingga Rp18.000–Rp20.000 per kilogram, bahkan lebih pada beberapa jenis tertentu.

Kenaikan tersebut dinilai terjadi secara menyeluruh dan berpotensi memengaruhi biaya proyek maupun sektor konstruksi di daerah.

Meski demikian, pelaku usaha berharap kondisi pasar tetap stabil dan permintaan tidak mengalami penurunan drastis agar roda industri tetap berjalan.
“Kenaikannya cukup besar dan berdampak langsung pada harga besi. Namun kami berharap demand pasar tetap stabil, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan baik,” pungkas Pradita. 


Persela Bergerak Cepat! Sejumlah Pemain Lama Sudah Deal # Rekrutan Baru Menyusul


LAMONGAN – Persela Lamongan mulai tancap gas menyusun kekuatan menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Setelah memastikan perpanjangan kontrak pelatih kepala Bima Sakti, manajemen Laskar Joko Tingkir langsung bergerak cepat dalam proses perburuan dan pengamanan pemain.

Sejumlah pemain dari skuad musim lalu yang masuk dalam rencana tim pelatih untuk musim depan menjadi prioritas utama untuk dipertahankan. Proses negosiasi disebut sudah berjalan dan beberapa di antaranya bahkan telah mencapai kesepakatan.

Direktur Bisnis Persela, Pradita Aditya, mengungkapkan bahwa manajemen memang fokus mempertahankan kerangka tim inti sembari tetap melakukan evaluasi kebutuhan skuad. “Kita memang ada beberapa pemain lama yang sudah negosiasi dan sudah mencapai kesepakatan,” ujar Adit, Selasa (2/6/2026).

Selain mempertahankan pemain lama, Persela juga bergerak senyap dalam membidik sejumlah pemain baru untuk menambah kedalaman skuad. Rekrutmen ini dilakukan berdasarkan kebutuhan teknis tim yang telah disusun bersama pelatih.
“Pemain-pemain baru yang kita bidik sudah sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan oleh coach,” tambahnya.

Bahkan, sejumlah nama pemain baru disebut sudah menerima tawaran dari Persela Lamongan. Namun manajemen masih belum membuka secara resmi identitas rekrutan anyar tersebut. “Jangan sekarang, nanti saja ya,” ucap Adit singkat.

Lebih lanjut, Adit menegaskan bahwa proses perekrutan musim ini dilakukan dengan pendekatan yang lebih selektif dan berbasis data. Persela tidak lagi hanya mengandalkan nama besar atau nilai kontrak tinggi, melainkan hasil analisis menyeluruh.

“Kita merujuk pada statistik pemain, kemudian coach juga menganalisis apakah pemain tersebut sesuai kebutuhan atau tidak. Kalau karakteristiknya cocok, baru kita lanjut ke tahap negosiasi,” jelasnya.

Dengan strategi tersebut, Persela berharap dapat membangun skuad yang lebih solid, kompetitif, dan siap bersaing di kompetisi musim depan.

Hadir di Tengah Warga, Babinsa Koramil Ngimbang Gotong Royong Rabat Beton Rumah RTLH

LAMONGAN – Komitmen TNI AD dalam mendukung program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kembali diwujudkan secara nyata di lapangan. Personel Babinsa Koramil 0812/06 Ngimbang, Sertu Suwardiyanto dan Serda Puput Wijanarko, turun langsung membantu warga dalam kegiatan kerja bakti pengecoran (rabat beton) lantai rumah milik Bapak Sujoko di Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Kamis (4/6/2026).

Selain pengecoran lantai, kegiatan juga meliputi pembongkaran serta pembersihan sisa-sisa bangunan lama sebagai bagian dari proses awal renovasi rumah tidak layak huni tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari percepatan program RTLH yang bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat agar lebih sehat, layak, dan nyaman untuk ditempati.
Di lokasi, kedua Babinsa tampak bahu-membahu bersama pemilik rumah mengaduk campuran pasir dan semen, kemudian meratakannya pada permukaan lantai yang sedang diperbaiki. Tahap rabat beton ini menjadi proses penting sebelum pemasangan keramik agar hasil akhir lebih kuat, rapi, dan higienis.

“Hari ini fokus kami adalah perataan dan pengecoran lantai. Kami ingin memastikan pondasi dasarnya kuat dan rapi, sehingga nantinya pemasangan keramik bisa maksimal dan tahan lama,” ujar Sertu Suwardiyanto di sela kegiatan.

Ia menegaskan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut bukan hanya bagian dari tugas kewilayahan, tetapi juga wujud kepedulian nyata untuk membantu meringankan beban masyarakat binaan.
Sementara itu, pemilik rumah, Bapak Sujoko, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa yang ikut terjun langsung dalam proses pembangunan rumahnya. Ia menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Babinsa Koramil Ngimbang. Kalau dikerjakan sendiri pasti berat dan memakan waktu lama. Dengan bantuan TNI, impian saya memiliki rumah yang lebih layak akhirnya bisa terwujud,” ungkapnya haru.

Secara terpisah, Danramil 0812/06 Ngimbang Kapten Inf Mustoha menegaskan bahwa program RTLH menjadi salah satu wujud nyata peran TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat budaya gotong royong.

Melalui sinergi antara Babinsa dan warga, diharapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat semakin kokoh, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kecamatan Ngimbang.

805 Biliar Resmi Jadi Venue Kejurprov X Biliar Jatim # Panpel Gaspol

LAMONGAN – Persiapan pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) X Biliar Jawa Timur 2026 di Kabupaten Lamongan terus dimatangkan. Untuk memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan berjalan sesuai rencana, panitia pelaksana (Panpel) bersama Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Lamongan menggelar rapat koordinasi di Kantor KONI Lamongan, Selasa (2/6/2026).

Rapat tersebut menjadi pertemuan perdana panitia pasca keputusan pemindahan venue pertandingan dari MHS Pool & Cafe di Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran, ke 805 Biliar yang berlokasi di Jalan Raya Mastrip Nomor 102 Lamongan.

Ketua POBSI Lamongan, Kartika Asianto Undoyoko atau yang akrab disapa Dodon didampingi Wakil Ketua Panitia Pelaksana Kejurprov X Biliar Jawa Timur 2026, Abdul Rachman, mengatakan pemindahan venue dilakukan setelah mempertimbangkan aspek efisiensi, aksesibilitas, serta kenyamanan bagi peserta dan ofisial.
"Pemindahan venue ini dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi dan kenyamanan, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lebih optimal," katanya, Rabu (3/6/2026).

Selain jajaran panitia, rapat juga dihadiri Fero Hermawan, selaku owner 805 Biliar yang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan pertandingan Kejurprov X Biliar Jawa Timur 2026.

Dodon menegaskan pentingnya kerja sama dan keseriusan seluruh panitia dalam menyukseskan ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut. Menurutnya, Kejurprov yang digelar pada Tanggal 23 - 27 Juni 2026 ini diperkirakan akan diikuti lebih dari 300 atlet dan ofisial dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

"Peserta yang datang cukup banyak. Karena itu seluruh kebutuhan harus dipersiapkan secara maksimal, mulai penginapan, katering, arena pertandingan, transportasi hingga kebutuhan teknis lainnya. Waktu yang tersisa harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar tidak ada kendala saat pelaksanaan nanti," ujarnya.

Kejurprov ini, lanjut dia, tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga saja, tetapi juga sebagai momentum bagi Lamongan untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah penyelenggara event olahraga tingkat Jawa Timur.

Dodon kembali menegaskan bahwa penunjukan Lamongan sebagai tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus kepercayaan besar dari POBSI Jawa Timur yang harus dijaga bersama.

Menurutnya, Kejurprov X Biliar Jawa Timur 2026 menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan bahwa Lamongan mampu menyelenggarakan event olahraga berskala besar secara profesional, sekaligus menjadi sarana memperkenalkan olahraga biliar kepada masyarakat yang lebih luas.
"Kami menyambut kepercayaan ini dengan penuh tanggung jawab. Karena itu seluruh elemen yang terlibat harus bekerja dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme agar Kejurprov berjalan sukses, baik dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi," ujar Dodon.

Ia juga mengajak seluruh panitia, pengurus POBSI, relawan, sponsor, dan berbagai pihak terkait untuk menjaga kekompakan selama proses persiapan hingga pelaksanaan kejuaraan. "Kesuksesan sebuah event tidak ditentukan oleh satu atau dua orang, melainkan hasil kerja tim yang solid. Jika semua bergerak bersama dan menjalankan tugasnya dengan baik, saya yakin Lamongan mampu menjadi tuan rumah yang membanggakan," tegasnya.

Dodon juga berharap, Kejurprov X Biliar Jawa Timur 2026 tidak hanya sukses secara organisatoris, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang kelak dapat mengharumkan nama Lamongan dan Jawa Timur di tingkat nasional.

"Kejurprov ini harus menjadi ajang prestasi sekaligus sarana promosi daerah. Semoga dari Lamongan lahir bibit-bibit atlet biliar yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Dengan dukungan semua pihak, saya optimistis Kejurprov X Biliar Jawa Timur 2026 akan berlangsung sukses dan memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga biliar di daerah," pungkasnya.

Sementara itu, Fero Hermawan memastikan kesiapan 805 Biliar sebagai venue pertandingan. Berbagai sarana dan prasarana pendukung, baik untuk pelaksanaan pertandingan maupun seremoni pembukaan, telah dipersiapkan.

"Pada prinsipnya kami siap mendukung penuh penyelenggaraan Kejurprov. Namun tentu kami berharap koordinasi dan komunikasi dengan panitia terus berjalan baik agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar dan sukses," pungkasnya.