Subscribe Us

Sabtu, 23 Mei 2026

Polres Lamongan Ungkap Video Pocong Viral, Ternyata Konten Iseng Dua Pelajar

LAMONGAN  – Video penampakan diduga pocong yang sempat viral di media sosial dan membuat warga Kelurahan Tumenggungan, Kecamatan/Kabupaten Lamongan resah akhirnya terungkap. Jajaran Polres Lamongan memastikan video tersebut hanyalah aksi iseng dua pelajar yang ingin membuat konten media sosial.
Sebelumnya, video berdurasi singkat yang memperlihatkan sosok berbalut kain putih berdiri di gang permukiman warga ramai beredar di media sosial. Rekaman itu memicu ketakutan warga hingga berkembang berbagai isu mistis di tengah masyarakat.
Dari hasil penelusuran, video diketahui direkam pada Jumat dini hari (22/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIB di salah satu gang di wilayah Kelurahan Tumenggungan.
Kapolsek Lamongan Kota Kompol M Fadelan bersama pihak terkait kemudian melakukan problem solving pada Sabtu pagi (23/5/2026) guna menyelesaikan persoalan tersebut sekaligus memberikan pembinaan kepada para pelaku.
Dua pelajar di bawah umur yang terlibat dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni MAB yang berperan sebagai pembuat sekaligus perekam video, serta MMA yang beraksi sebagai pocong dalam video viral itu.
Dalam pemeriksaan, keduanya mengaku sengaja membuat video hanya untuk bercanda dan menakut-nakuti teman. Kain putih yang digunakan sebagai kostum pocong ternyata hanya berasal dari dua sarung warna putih.
Kasihumas Polres Lamongan IPDA M Hamzaid mengatakan karena kedua pelaku masih berstatus anak di bawah umur, polisi memilih langkah pembinaan dan edukasi dibanding proses hukum.
“Karena keduanya masih di bawah umur, kami melakukan pembinaan dengan melibatkan orang tua, pengurus lingkungan, dan masyarakat setempat,” ujar Hamzaid.
Selain diminta membuat surat pernyataan, kedua pelajar tersebut juga mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
Polres Lamongan juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya maupun langsung menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga diminta lebih bijak menggunakan media sosial serta ikut menjaga keamanan lingkungan dengan kembali mengaktifkan kegiatan ronda atau pos kamling.

Babinsa Kodim 0812/Lamongan Gotong Royong Wujudkan Rumah Layak Huni bagi Warga

LAMONGAN– Suara cangkul dan adukan semen terdengar bersahutan di sudut perkampungan desa di Kabupaten Lamongan.8Di tengah terik matahari, anggota Babinsa jajaran Kodim 0812/Lamongan tampak membaur bersama warga membangun rumah tidak layak huni milik masyarakat kurang mampu.
Pemandangan tersebut kini menjadi aktivitas rutin para Babinsa dalam mendukung program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Mereka tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi turun langsung membantu proses pembangunan mulai dari mengangkat material, memasang bata hingga memperbaiki atap rumah warga binaan.
Salah satunya terlihat di wilayah Koramil 0812/06 Ngimbang. Serka Widoyo bersama warga bergotong royong memperbaiki rumah milik Sujoko (67), warga yang sebelumnya tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.
“Kalau tidak segera dibantu, rumah ini bisa roboh sebelum sempat diperbaiki. Karena itu kami ikut turun tangan dari awal sampai selesai,” ujar Serka Widoyo di sela kegiatan.
Rumah yang sebelumnya beratapkan asbes bocor dan berdinding rapuh kini mulai tampak kokoh. Setiap hari para Babinsa hadir di lokasi untuk membantu pengerjaan sekaligus memberi semangat kepada warga yang ikut bergotong royong.
Hingga saat ini progres pembangunan di sejumlah titik disebut telah mencapai sekitar 50 persen dan terus dikebut agar selesai sesuai target.
Bagi para Babinsa, program Rutilahu bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat. Mereka mengaku tersentuh melihat warga yang selama ini tinggal di rumah tidak layak.
“Kami melihat langsung kondisi rumah warga yang bocor dan lantainya masih tanah. Karena itu kami merasa terpanggil untuk membantu,” kata Sertu Thoyib, salah satu Babinsa Kodim 0812/Lamongan.
Program kolaborasi antara pemerintah dan TNI tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat kurang mampu memperoleh tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman. Selain itu, kegiatan gotong royong yang dilakukan juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Melalui program itu, Babinsa Kodim 0812/Lamongan tidak hanya membantu membangun rumah warga, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat untuk hidup lebih layak.

Prank Pocong Bikin Heboh Warga Lamongan, Dua Remaja Akhirnya Minta Maaf

LAMONGAN – Warga di salah satu kampung di Kabupaten Lamongan sempat dibuat resah setelah beredar video sosok menyerupai pocong berdiri di tepi gang permukiman pada dini hari.
Video singkat tersebut dengan cepat viral di media sosial dan aplikasi percakapan warga hingga memicu ketakutan masyarakat.

Setelah ditelusuri, sosok pocong dalam video itu ternyata hanyalah aksi prank yang dilakukan dua remaja setempat. Remaja yang berperan sebagai pocong diketahui berinisial MA (17). Ia mengaku hanya mengikuti ajakan rekannya untuk membuat konten bercanda.
“Disuruh jadi pocong dengan sedikit dipaksa,” ujar MA saat dimintai keterangan, Sabtu (23/5/2026).

Sementara rekannya, AB (17), yang merekam sekaligus menggagas pembuatan video tersebut mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada masyarakat atas keresahan yang ditimbulkan.
“Saya tidak akan lagi membuat video pocong di media sosial yang membuat resah masyarakat, khususnya warga Kabupaten Lamongan,” kata AB.

Lurah Tumenggungan, Junaidi, mengatakan pihak kelurahan langsung mengambil langkah setelah video tersebut viral dan menimbulkan kepanikan warga. Kedua remaja itu kemudian dipanggil ke kantor kelurahan untuk dimintai klarifikasi.

“Setelah videonya viral, saya meminta staf mencari anak-anak tersebut lalu dikumpulkan di kelurahan semalam. Saat ditanya tujuannya apa, mereka mengaku hanya bercanda untuk prank,” ujar Junaidi.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian sekaligus pengingat bagi masyarakat, terutama kalangan remaja, agar lebih bijak dalam membuat konten media sosial. Sebab, konten yang dianggap sekadar hiburan atau candaan bisa memicu keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat.

Jelang Iduladha, Penjualan Kambing Kurban di Lamongan Menurun Tajam

LAMONGAN – Menjelang Hari Raya Iduladha, penjualan hewan kurban jenis kambing di Kabupaten Lamongan mengalami penurunan cukup signifikan. Kondisi tersebut dikeluhkan para peternak karena berdampak langsung terhadap menurunnya omzet penjualan tahun ini.
Salah satu kondisi itu terlihat di kandang peternakan kambing milik Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Tambakploso, Kecamatan Turi. Ratusan kambing yang telah memenuhi syarat kurban masih tampak memenuhi kandang lantaran belum banyak diminati pembeli.
Saat ini terdapat sekitar 120 ekor kambing siap jual di kandang tersebut. Namun hingga mendekati Iduladha, baru sekitar 60 persen yang berhasil terjual. Jumlah itu berbeda dibanding tahun sebelumnya, di mana seluruh stok kambing biasanya sudah habis terjual sepekan sebelum hari raya.
Pengurus KDKMP sekaligus peternak kambing, Sulistiono mengatakan, turunnya penjualan dipengaruhi melemahnya daya beli masyarakat akibat gagal panen yang terjadi di sejumlah wilayah Lamongan.
“Kalau tahun lalu seminggu sebelum Iduladha kambing sudah habis terjual, sekarang masih banyak yang tersisa. Kondisi ekonomi masyarakat sedang menurun,” ujar Sulistiono kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).
Tak hanya sepinya pembeli, para peternak juga harus menurunkan harga jual kambing hingga Rp500 ribu per ekor agar tetap menarik minat masyarakat dan mengurangi potensi kerugian.
Selain faktor ekonomi, perubahan pola pembelian hewan kurban juga disebut memengaruhi turunnya permintaan kambing. Masyarakat kini cenderung memilih patungan membeli sapi karena dinilai lebih hemat dibanding membeli kambing secara individu.
“Sekarang banyak warga memilih patungan sapi, jadi permintaan kambing ikut turun karena kemampuan beli masyarakat terbagi,” tambahnya.
Untuk mengatasi lesunya penjualan, para peternak mulai memanfaatkan media sosial dan siaran langsung (live streaming) sebagai sarana promosi hewan kurban. Mereka berharap penjualan masih meningkat pada hari-hari terakhir menjelang Iduladha.

Kamis, 21 Mei 2026

Suhu Pada Armuza Dimungkinkan Tinggi, Jemaah Haji Risti Lamongan Diminta Banyak Istirahat

LAMONGAN  - Suhu yang mencapai 43–44 derajat Celcius berpotensi memicu gangguan kesehatan serius, termasuk penurunan kesadaran hingga gejala demensia pada lanjut usia (lansia).
Menyikapi kondisi ini, menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada 26 Mei 2026, jemaah haji asal Lamongan yang masuk kategori risiko tinggi (risti) termasuk jamaah lansia, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas ekstrem di Arab Saudi. 

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Lamongan, Abdul Ghofur, meminta seluruh petugas kesehatan dan pendamping haji memperketat pemantauan terhadap jemaah lansia maupun risti selama berada di Tanah Suci.
Menurutnya, paparan panas berkepanjangan dapat memperburuk kondisi kesehatan jemaah yang memiliki penyakit bawaan atau daya tahan tubuh lemah.
“Cuaca di Tanah Suci saat ini sangat panas, mencapai 43 hingga 44 derajat Celcius. Kami meminta seluruh petugas kesehatan dan pendamping lebih waspada terhadap kondisi jemaah lansia dan risti agar tidak mengalami gangguan kesehatan, termasuk demensia,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Ia menambahkan, risiko kesehatan tersebut meningkat saat jemaah menjalani aktivitas ibadah di luar ruangan dengan intensitas tinggi menjelang Armuzna.
Karena itu, jemaah diminta disiplin mengikuti arahan petugas kesehatan, menjaga pola makan dan istirahat, memperbanyak konsumsi air putih, serta menghindari aktivitas fisik berlebihan.
Selain tim kesehatan, ketua regu, ketua rombongan, dan pendamping haji juga diminta aktif memantau kondisi jemaah agar penanganan dapat segera dilakukan apabila muncul tanda-tanda kelelahan atau gangguan akibat suhu panas.
“Ikuti semua petunjuk dan imbauan dari tim kesehatan haji di Tanah Suci,” katanya.
Kementerian Haji dan Umrah Lamongan berharap seluruh jemaah tetap sehat dan mampu menjalani rangkaian puncak ibadah haji dengan aman, lancar, dan khusyuk.

RSUD Ngimbang Miliki Tiga Unit Layanan Baru

LAMONGAN - Dalam rangkaian Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 Tahun 2026, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meresmikan tiga unit layanan kesehatan baru di RSUD Ngimbang, Kamis (21/5).
Tiga layanan tersebut meliputi hemodialisis, endoskopi, dan baby spa yang dihadirkan untuk memudahkan akses serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat wilayah selatan Lamongan.
Peresmian dilakukan bersamaan dengan kegiatan bakti sosial operasi katarak bagi masyarakat Lamongan wilayah selatan. Sebanyak 10 pasien menjalani operasi katarak gratis lengkap dengan bantuan kacamata bagi pasien yang tidak memiliki BPJS.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes menuturkan, rangkaian kegiatan HJL tahun ini dilaksanakan dengan prinsip efisiensi namun tetap memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan kegiatan yang menjadi rangkaian Hari Jadi Lamongan ke-457. Meskipun dilakukan dengan efisiensi, tetapi ditekankan harus benar-benar berdampak. Ini merupakan aksi nyata Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” tutur Pak Yes.
Menurutnya, layanan hemodialisis, endoskopi, baby spa hingga operasi katarak merupakan kebutuhan masyarakat yang selama ini dinantikan, khususnya bagi warga Lamongan wilayah selatan.
Orang nomor satu di Kota Soto itu menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lamongan akan terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan agar derajat kesehatan masyarakat semakin baik. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya angka usia harapan hidup masyarakat Lamongan yang kini mencapai 75,4 tahun.
“Usia harapan hidup Lamongan semakin baik, mencapai 75,4 tahun. Ini menunjukkan bahwa kualitas layanan kesehatan di Lamongan semakin baik, mulai dari dalam kandungan hingga lansia,” tegas Pak Yes.
Pak Yes juga berpesan agar rumah sakit daerah terus meningkatkan kualitas pelayanan, tidak hanya dari sisi fasilitas, namun juga pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Direktur RSUD Ngimbang dr. Hilda menyampaikan bahwa momentum HJL ke-457 menjadi semangat baru bagi RSUD Ngimbang dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap dan berkualitas.
“Saat ini terdapat empat bed layanan dialisis yang beroperasi dua shift per hari sehingga mampu melayani delapan pasien. Selain itu, layanan endoskopi juga diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien,” jelas dr. Hilda.

Rabu, 20 Mei 2026

Lamongan Raih Penghargaan Produk Perikanan Berkelanjutan di East Java Maritime Awards 2026

LAMONGAN – Komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mengembangkan sektor perikanan berkelanjutan kembali mendapat apresiasi. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menerima penghargaan East Java Maritime Awards 2026 kategori Pendorong Kebijakan Produk Perikanan Berkelanjutan yang diberikan JTV di Surabaya, Rabu (20/5).

Penghargaan tersebut diberikan atas berbagai kebijakan strategis yang diterapkan Pemkab Lamongan dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan, mulai dari optimalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong hingga pengembangan kawasan minapolitan terpadu.

Sebagai salah satu daerah pesisir terbesar di Jawa Timur dengan garis pantai mencapai 47 kilometer, Lamongan memang dikenal sebagai sentra produksi perikanan yang cukup besar.

Pada tahun 2025, produksi perikanan tangkap laut Lamongan tercatat mencapai 79.685,22 ton dengan nilai produksi sekitar Rp1,38 triliun. Sementara perikanan tangkap perairan umum daratan mencapai 3.163,57 ton senilai Rp51 miliar dan sektor perikanan budidaya mencapai 46.941,85 ton dengan nilai produksi sekitar Rp1,4 triliun.

Untuk menjaga keberlanjutan sektor tersebut, Pemkab Lamongan terus mendorong berbagai program pendukung, di antaranya bantuan pupuk non subsidi, perbaikan sarana dan prasarana, fasilitasi pembelian BBM bagi nelayan, hingga penguatan fungsi tempat pelelangan ikan.

Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan dukungan terhadap UMKM pengolahan hasil perikanan, restocking perairan umum daratan, fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan, hingga pengembangan inovasi budidaya ramah lingkungan.

Budidaya perikanan berbasis prinsip berkelanjutan juga terus digalakkan, termasuk penggunaan pakan alternatif berbahan nabati yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyebut penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi daerah untuk terus memperkuat sektor maritim dan perikanan.

“Alhamdulillah penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkontribusi dalam pengembangan sektor maritim, khususnya mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Pak Yes.

Kasdim 0812 Lamongan Cek Langsung Progres Rutilahu di Sarirejo, Pembangunan Capai 30 Persen

LAMONGAN – Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kecamatan Sarirejo terus menunjukkan progres positif. Hingga Kamis (21/5/2026), pengerjaan dua rumah warga yang menjadi sasaran program tersebut telah mencapai sekitar 30 persen dan dipastikan berjalan sesuai jadwal.

Kepala Staf Kodim 0812/Lamongan Mayor Cpm Marsidianto turun langsung ke lokasi bersama jajaran Staf Teritorial untuk memantau perkembangan pembangunan rumah milik Sutriyah di Desa Sarirejo serta Warni di Desa Simbatan.

Dengan menyusuri gang-gang desa, Kasdim memastikan seluruh tahapan pengerjaan berjalan lancar, mulai fondasi bangunan, pemasangan dinding hingga struktur atap rumah.

“Alhamdulillah progres pembangunan sudah mencapai 30 persen dan sejauh ini masih berjalan sesuai target. Kendala di lapangan juga tidak ada yang signifikan,” ujar Mayor Cpm Marsidianto saat meninjau lokasi.

Menurutnya, program Rutilahu bukan hanya sebatas pembangunan fisik rumah, tetapi juga bentuk kepedulian sosial untuk menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat kurang mampu.
“Yang dibangun bukan hanya rumahnya, tetapi juga harapan dan kenyamanan warga agar bisa tinggal lebih layak,” katanya.
Kehadiran Kasdim di lokasi turut disambut hangat warga dan para pekerja yang bergotong royong membantu proses pembangunan.
Sutriyah, salah satu penerima bantuan, mengaku bersyukur rumahnya kini mulai berdiri lebih kokoh dibanding sebelumnya yang sering bocor saat hujan.
“Dulu kalau hujan air masuk ke rumah. Sekarang sudah mulai bagus dan kuat. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI,” ucapnya haru.

Hal serupa dirasakan Warni, warga Desa Simbatan. Meski proses pembangunan masih berlangsung, ia mengaku senang karena nantinya dapat menempati rumah yang lebih aman dan nyaman.
Kasdim memastikan pendampingan dari Babinsa akan terus dilakukan hingga seluruh proses pembangunan selesai dan rumah siap ditempati.

“Kami ingin hasilnya tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga benar-benar berkualitas sehingga bisa ditempati dengan nyaman dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Program Rutilahu yang dijalankan Kodim 0812/Lamongan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.

Dua Jemaah Haji Lamongan Wafat di Tanah Suci, Pemerintah Pastikan Hak Ibadah dan Asuransi Terpenuhi

LAMONGAN – Kabar duka datang dari rombongan jemaah haji asal Kabupaten Lamongan. Dua jemaah dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci, masing-masing di Kota Makkah dan Madinah.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Lamongan Abdul Ghofur menyampaikan, dua jemaah yang wafat yakni Mat Sahid, warga Desa Sidodowo Kecamatan Modo yang tergabung dalam Kloter 30 Surabaya, serta Sibiatun Saji, warga Kecamatan Pucuk dari Kloter 33 Surabaya.

Menurut Abdul Ghofur, Mat Sahid meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Makkah karena sakit. Almarhum diketahui merupakan jemaah lanjut usia. “Jemaah atas nama Mat Sahid meninggal dunia di rumah sakit Arab Saudi di Makkah karena kondisi kesehatan,” ujar Abdul Ghofur, Rabu (20/5/2026).

Sementara itu, jemaah atas nama Sibiatun Saji dilaporkan meninggal dunia di Madinah sebelum diberangkatkan menuju Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji.
Pihak Kemenhaj Lamongan, lanjut Ghofur, telah mendatangi rumah duka kedua jemaah sebagai bentuk perhatian dan pendampingan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami sudah melakukan takziah ke rumah duka. Ini memang menjadi bentuk pendampingan yang selalu kami lakukan apabila ada jemaah yang meninggal dunia,” katanya.

Ia memastikan seluruh hak jemaah haji yang wafat tetap dipenuhi pemerintah. Salah satunya melalui proses badal haji yang akan dilaksanakan oleh petugas haji di Tanah Suci.
“Hajinya akan dibadalkan oleh petugas, sehingga keluarga tidak perlu khawatir karena ibadah hajinya tetap disempurnakan,” jelasnya.

Selain itu, jemaah yang meninggal dunia di Makkah akan dimakamkan di area pemakaman khusus jemaah haji dan terlebih dahulu disalatkan di Masjidil Haram.
Tak hanya itu, pemerintah juga memastikan santunan asuransi kematian bagi jemaah akan diberikan kepada ahli waris sesuai ketentuan yang berlaku.
“Asuransi kematian otomatis diproses melalui sistem dan nantinya akan masuk ke rekening jemaah,” pungkas Abdul Ghofur.

Dandim 0812 Lamongan Pastikan Kesiapan KDKMP Jelang Launching Nasional Tahap Kedua

LAMONGAN – Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo mengikuti video conference nasional percepatan pembentukan 35 ribu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai persiapan launching tahap kedua pada Agustus 2026. Kegiatan tersebut digelar dari KDKMP Kelurahan Tumenggungan, Kecamatan Lamongan, Rabu (20/5/2026).
Video conference dipimpin langsung Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan diikuti jajaran Kodam, Korem hingga Kodim se-Indonesia. Agenda utama membahas evaluasi pelaksanaan tahap pertama sekaligus percepatan kesiapan tahap kedua agar seluruh KDKMP dapat berjalan optimal.
Fokus pembahasan meliputi kesiapan administrasi, sumber daya manusia, hingga operasional koperasi yang akan diluncurkan pada Agustus mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Letkol Inf Deni memaparkan perkembangan 90 titik KDKMP yang telah terbentuk di Kabupaten Lamongan. Ia menjelaskan progres pelatihan calon karyawan, kesiapan sarana dan prasarana, serta pendampingan yang dilakukan Babinsa di lapangan.
“Lamongan saat ini sudah berjalan sesuai target. Yang kami utamakan bukan hanya jumlah, tetapi kualitas koperasi agar saat launching nanti manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Panglima TNI dalam arahannya menegaskan bahwa program KDKMP merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ekonomi desa. Karena itu, percepatan pembentukan 35 ribu KDKMP menjadi target penting agar dampaknya segera dirasakan masyarakat secara luas.
TNI juga diminta terus aktif mendampingi dan mengawal pelaksanaan program di lapangan.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Dandim 0812/Lamongan memastikan pihaknya siap mendukung penuh percepatan program koperasi desa di wilayah Lamongan.
“Kami sudah menugaskan Babinsa untuk mendampingi setiap koperasi. Koordinasi dengan pemerintah daerah, PT Agrinas, serta pelaku usaha juga terus berjalan. Target launching Agustus menjadi motivasi agar kami bekerja lebih cepat dan lebih maksimal,” katanya.
Usai mengikuti video conference, Dandim langsung menggelar rapat internal bersama staf dan para Danramil guna menyusun langkah lanjutan. Beberapa fokus yang dibahas antara lain pendataan ulang pengurus koperasi, verifikasi lokasi gerai, serta monitoring berkala di setiap wilayah.
Dari KDKMP Kelurahan Tumenggungan, semangat yang dibangun bukan sekadar mengejar target launching, melainkan memastikan koperasi benar-benar menjadi penggerak ekonomi desa. Dengan terbentuknya 35 ribu KDKMP di seluruh Indonesia, diharapkan desa-desa semakin mandiri dan berdaya saing, termasuk di Kabupaten Lamongan.