SIDOARJO – MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning resmi mengantongi izin operasional dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Izin operasional itu melalui Keputusan Kepala Kanwil Kemenag Jatim Nomor 244 Tahun 2026. Kehadiran madrasah tersebut diharapkan menjadi warna baru bagi pengembangan pendidikan Islam yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global.
Penetapan izin operasional dilakukan di Sidoarjo pada Rabu (20/5/2026) oleh Kepala Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar. Surat keputusan tersebut diterima perwakilan IBS PKMKK yang dihadiri Mohammad Holis, Abdul Qadir Maliki, dan Achmad Humaidi.
Terbitnya izin operasional ini tidak hanya menjadi legalitas administratif, tetapi juga menandai lahirnya institusi pendidikan Islam yang mengedepankan keseimbangan antara spiritualitas, intelektualitas, dan pembentukan karakter sosial peserta didik.
Kabag TU sekaligus Plh Kabid Pendma Kanwil Kemenag Jatim Syaikhul Hadi menegaskan pentingnya menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa. Ia mendorong MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning menjadi pelopor Madrasah Ramah Anak dan Madrasah Anti-Bullying.
“Pendidikan tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga harus mampu menciptakan ruang yang sehat secara psikologis dan emosional bagi peserta didik,” ujarnya.
Sebagai langkah nyata, madrasah tersebut telah menyiapkan SOP anti-perundungan serta fasilitas ramah sisabilitas guna mendukung pendidikan Islam yang inklusif dan menghargai keberagaman.
Meski tergolong lembaga baru, MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning disebut telah menunjukkan berbagai capaian membanggakan di tingkat internasional. Di antaranya meraih medali emas pada Thailand International Mathematical Olympiad di Thailand dan Southeast Asian Mathematical Olympiad di Malaysia.
Selain bidang akademik, para siswa juga mencatat prestasi dalam pencak silat, penguasaan bahasa asing, hingga pengembangan pembelajaran holistik.
Tak hanya fokus pada sains, madrasah ini juga membangun budaya literasi santri. Dalam empat tahun terakhir, para santri berhasil menulis dan menerbitkan 206 buku ber-ISBN melalui penerbit nasional.
Gerakan literasi tersebut dinilai menjadi bagian dari transformasi pendidikan pesantren, di mana santri tidak hanya menjadi pembaca pengetahuan, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan karya tulis.
Sementara itu, operator kelembagaan Kanwil Kemenag Jatim, Helmi mengingatkan pentingnya penguatan tata kelola digital melalui percepatan administrasi berbasis data, seperti aktivasi akun EMIS, verifikasi lembaga, dan sinkronisasi data peserta didik.
Direktur Utama IBS PKMKK Achmad Muhlis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pendirian madrasah, termasuk jajaran guru MTsN 3 Pamekasan yang turut memberikan pendampingan dan kolaborasi.
Dengan mengusung tagline “Maju, Bermutu, Mendunia”, MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning menargetkan diri menjadi lembaga pendidikan Islam yang religius, modern, kompetitif, sekaligus siap bersaing di tingkat global.






0 Post a Comment:
Posting Komentar