SURABAYA - PARFI Jawa Timur menyatakan dukungannya terhadap usulan pembangunan 1.000 bioskop desa yang diwacanakan DPR RI sebagai langkah memperkuat industri perfilman nasional, khususnya bagi rumah produksi kecil dan sineas daerah.
Ketua PARFI Jawa Timur, Wira Lina, menilai keberadaan bioskop desa dapat membantu pemerataan akses hiburan sekaligus membuka peluang distribusi karya perfilman lokal yang selama ini masih terbatas menembus jaringan bioskop besar.
Menurutnya, program tersebut bisa menjadi ruang baru bagi film karya anak daerah agar lebih mudah dikenal masyarakat luas.
“Program bioskop desa ini sangat baik karena dapat menjadi wadah bagi film-film lokal supaya lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu juga mampu menggerakkan ekosistem perfilman dan ekonomi kreatif di daerah,” ujar Wira Lina.
Ia menambahkan, pembangunan bioskop desa tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi penguatan sumber daya manusia di bidang perfilman, dukungan produksi, hingga pelibatan komunitas seni dan pekerja kreatif lokal.
Dengan demikian, program tersebut dinilai tidak hanya menghadirkan sarana hiburan, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat di daerah.
PARFI Jawa Timur juga berharap pemerintah pusat melibatkan organisasi perfilman daerah dalam proses pelaksanaan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan para pelaku industri perfilman lokal di seluruh Indonesia.
Sebelumnya, anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Rahmawati, mengusulkan pembangunan 1.000 bioskop desa melalui APBN 2027 guna mendukung rumah produksi kecil serta mempermudah penayangan film daerah sebagai bagian dari pengembangan industri kreatif nasional.






0 Post a Comment:
Posting Komentar