Subscribe Us

Rabu, 06 Mei 2026

Satresnarkoba Polres Lamongan Sita 122 Ribu Pil LL, Dua Pengedar Diamankan di Brondong

LAMONGAN — Satuan Reserse Narkoba Polres Lamongan kembali mengungkap kasus peredaran obat keras berbahaya daftar G di wilayah Kabupaten Lamongan. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan dua tersangka beserta ribuan butir obat-obatan ilegal yang diduga siap edar.
Kedua pelaku masing-masing berinisial I (33), warga Aceh, dan W (38), warga Kota Binjai. Keduanya ditangkap pada Senin (4/5) sekitar pukul 12.00 WIB di depan sebuah kios jamu di Kelurahan Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.
Kasat Resnarkoba Polres Lamongan AKP Tulus Haryanto melalui Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan Satresnarkoba bersama Unit Reskrim Polsek Brondong.
“Petugas berhasil mengamankan dua tersangka beserta barang bukti obat keras daftar G dalam jumlah besar. Saat ini keduanya masih menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan berbagai jenis obat keras ilegal, di antaranya pil berlogo LL, pil YY, Tramadol, Trihexyphenidyl, hingga Hexymer 2.
Barang bukti yang diamankan meliputi 122 botol pil LL dengan total sekitar 122 ribu butir, 1.500 butir pil LL dalam plastik klip, 100 butir pil YY, puluhan lembar Tramadol dan Trihexyphenidyl, serta 19 ribu butir Hexymer 2.
Selain itu, polisi turut menyita uang tunai Rp180 ribu, sejumlah plastik klip kosong, kardus penyimpanan, tas selempang, dan dua unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran obat ilegal tersebut.
IPDA Hamzaid menegaskan, kedua pelaku dijerat Pasal 435 dan Pasal 436 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran obat keras tanpa izin karena berbahaya bagi kesehatan serta melanggar hukum.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama memerangi peredaran obat keras ilegal. Jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.

Prasasti Abad ke-13 Buka Jejak Awal Lamongan, Bukti Tertulis Kalahkan Narasi Legenda

LAMONGAN — Menjelang hari jadi ke-457 pada 26 Mei mendatang, sejarah Lamongan kembali mendapat sorotan. Temuan prasasti kuno yang menyebut nama Lamongan sejak abad ke-13 menjadi penanda bahwa wilayah ini telah tercatat dalam dokumen resmi jauh sebelum periode yang selama ini diyakini.

Pemerhati sejarah Lamongan, Supriyo, menyebut Prasasti Sångå sebagai salah satu bukti penting. Dalam prasasti tersebut, terdapat penyebutan “Ing Lāmoṅan” yang merujuk pada nama Lamongan.
“Ini bukan sekadar cerita turun-temurun. Penyebutan dalam prasasti menunjukkan bahwa Lamongan sudah dikenal dalam sistem administratif pada abad ke-13,” ujarnya.

Prasasti Sångå berbentuk dua lempeng perunggu dan kini tersimpan di Rijksmuseum van Oudheden. Meski demikian, lokasi penemuan awalnya tidak diketahui secara pasti. Kondisi ini, menurut Supriyo, cukup lazim terjadi pada banyak artefak Jawa kuno yang dibawa ke luar negeri pada masa kolonial tanpa dokumentasi lengkap.

Dari sisi isi, prasasti tersebut diduga kuat berasal dari wilayah Jawa Timur, khususnya kawasan pesisir utara yang dahulu menjadi bagian dari Janggala. Wilayah ini mencakup area yang kini dikenal sebagai Lamongan, Gresik, hingga Sidoarjo.

Lebih jauh, Supriyo menjelaskan bahwa penyebutan Lamongan dalam prasasti tidak berdiri sendiri. Terdapat istilah seperti “juru samya” yang mengindikasikan adanya struktur pejabat lokal. Hal ini menunjukkan bahwa sistem birokrasi dan tata kelola wilayah telah berjalan pada masa itu.

Selain aspek administratif, prasasti juga mencatat aktivitas ekonomi melalui penyebutan hadiah berupa kain (wdihan) serta satuan nilai uang (māṣa). Indikasi tersebut memperkuat bahwa kehidupan ekonomi masyarakat sudah berkembang.
“Kalau sudah ada distribusi hadiah dan penggunaan mata uang, berarti ada sistem ekonomi yang hidup. Ini menunjukkan Lamongan bukan wilayah kosong,” jelasnya.

Menariknya, dalam prasasti juga terdapat istilah “panugraha śrī jaṅgala” yang mengarah pada eksistensi wilayah Janggala. Hal ini membuka kemungkinan bahwa Lamongan merupakan bagian dari jaringan wilayah tersebut, yang diyakini masih eksis meski mengalami perubahan bentuk pasca masa Airlangga.

Pandangan ini diperkuat dengan rujukan prasasti lain seperti Mula-Malurung yang menunjukkan keberlanjutan Janggala dalam sistem kekuasaan yang lebih besar. Bahkan, pada masa awal Majapahit, jejak tersebut masih tampak.

Dalam Prasasti Balawi (1305), misalnya, disebut nama Śrī Harsawijaya yang kerap dikaitkan dengan Raden Wijaya. Menurut Supriyo, hal ini menunjukkan bahwa masa lalu sering dimanfaatkan sebagai legitimasi kekuasaan.

Meski demikian, ia mengingatkan agar temuan ini tidak disederhanakan menjadi klaim historis yang berlebihan. Menurutnya, kesamaan nama tidak selalu berarti kesinambungan identitas wilayah secara utuh.
“Sejarah itu berlapis dan tidak selalu linier. Kalau tidak dipahami dengan konteks, bisa berubah jadi sekadar klaim, bukan pengetahuan,” tegasnya.

Supriyo menilai, temuan Prasasti Sångå justru menjadi peluang untuk memperkuat pemahaman sejarah berbasis data di Lamongan, sekaligus mendukung edukasi publik dan penguatan identitas daerah secara lebih kritis.

Selasa, 05 Mei 2026

Lantik 34 Pejabat, Yuhronur Efendi Minta Fokus dan Profesional Jalankan Tugas

LAMONGAN — Sebanyak 34 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, Selasa (5/5) di Pendopo Lokatantra.
Pelantikan tersebut meliputi pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, hingga pengawas sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menegaskan bahwa seluruh proses pelantikan telah melalui tahapan yang terukur, baik dari sisi kompetensi maupun mekanisme seleksi yang berlaku. Ia juga menyebut, pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama dilakukan melalui seleksi terbuka, termasuk untuk posisi yang sebelumnya kosong seperti Kepala Pelaksana BPBD dan Kepala Bakesbangpol.

“Pelantikan ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap para pejabat yang dilantik mampu bekerja profesional, menjaga integritas, serta membawa nama baik Pemerintah Kabupaten Lamongan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pak Yes menyoroti tantangan birokrasi di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang. Menurutnya, aparatur pemerintah dituntut untuk adaptif, responsif, dan mampu memberikan pelayanan yang optimal.

“Perkembangan masyarakat semakin dinamis, sehingga seluruh pejabat harus fokus pada tugasnya masing-masing, bekerja maksimal, dan berkontribusi dalam percepatan pembangunan daerah,” tegasnya.

Adapun rincian pejabat yang dilantik terdiri dari 4 pejabat pimpinan tinggi pratama, 17 administrator, dan 13 pengawas, sebagaimana tertuang dalam keputusan Bupati Lamongan tertanggal 5 Mei 2026.
Melalui pelantikan ini, diharapkan kinerja birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan semakin efektif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Kenalkan Kepemimpinan Sejak Dini, Forum PAUD Lamongan Gelar Program PAUD Lentera

LAMONGAN  — Forum PAUD Lamongan bersama berbagai mitra strategis seperti TP PKK, DWP, Dinas Pendidikan, Bapperida, penilik, hingga organisasi pendidik anak usia dini, menggelar kegiatan PAUD Lentera (Langkah Edukatif Mengenal Tokoh Pemimpin Inspiratif), Selasa (5/5).

Kegiatan ini diikuti oleh siswa PAUD Anak Sholeh Dradah Blumbang, Kecamatan Kedungpring. Dalam agenda tersebut, peserta melakukan kunjungan edukatif dengan rute utama ke Pendopo Lokatantra serta pilihan kunjungan ke sejumlah instansi seperti Polres Lamongan, RSUD, dan Damkar.

Saat berada di Pendopo Lokatantra, anak-anak berkesempatan bertemu langsung dengan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi. Dalam suasana santai dan interaktif, mereka diajak mengenal fungsi pendopo sebagai pusat kegiatan pemerintahan sekaligus berdialog ringan seputar kepemimpinan.
“Sudah lihat pendopo? Di sinilah nanti Pak Bupati berkegiatan kalau ada acara. Namanya Pendopo Lokatantra,” tutur bupati yang akrab disapa Pak Yes itu

Bukan hanya itu, lanjutnya, anak-anak juga diajak menjawab pertanyaan sederhana, mulai dari tokoh pemimpin pertama di Lamongan hingga doa-doa harian, sebagai bagian dari pendekatan edukatif yang menyenangkan.

Forum PAUD Lamongan merencanakan kegiatan PAUD Lentera ini berlangsung rutin setiap bulan, dengan peserta yang dipilih berdasarkan rekomendasi dari masing-masing kecamatan. Setiap kecamatan akan mengirimkan satu lembaga PAUD sebagai perwakilan.

Bagi lembaga PAUD yang ingin berpartisipasi, kesempatan akan diberikan setelah seluruh kecamatan mendapatkan giliran dalam program tersebut. 

Imam Fadlli Nahkodai KNPI Lamongan, Gaungkan Semangat “Kawula Muda”

LAMONGAN — Kebangkitan Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Lamongan mulai terlihat setelah sempat mengalami kevakuman dalam beberapa tahun terakhir.
Momentum tersebut ditandai dengan terpilihnya Imam Fadlli sebagai Ketua DPD KNPI Lamongan dalam Musyawarah Daerah (Musda) XII yang berlangsung di Aula Disbudporapar Lamongan, Selasa (5/5/2026).

Imam Fadlli yang juga merupakan politisi Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPRD Lamongan itu meraih dukungan mutlak dari mayoritas organisasi kepemudaan (OKP). Dari total 15 OKP pemilik hak suara, sebanyak 14 di antaranya memberikan dukungan.
Terpilihnya Imam Fadlli menjadi harapan baru bagi bangkitnya peran KNPI sebagai wadah berhimpun dan berkolaborasi bagi generasi muda di Lamongan.

Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali KNPI agar lebih aktif, inklusif, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah. “KNPI harus kembali hadir di tengah pemuda Lamongan sebagai ruang kolaborasi dan penguatan peran generasi muda,” ujarnya.

Untuk periode kepemimpinan 2026–2029, Imam Fadlli mengusung visi bertajuk “Kawula Muda”. Visi tersebut diarahkan untuk menjadikan KNPI sebagai organisasi yang dekat dengan pemuda, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah.

Ke depan, KNPI Lamongan akan fokus mendukung program kepemudaan, mendorong lahirnya generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan mandiri, serta membuka ruang bagi tumbuhnya pemimpin dan wirausaha muda.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar OKP sebagai fondasi utama dalam memperkuat gerakan kepemudaan di daerah.
Selain itu, KNPI di bawah kepemimpinannya berkomitmen untuk hadir dalam mengawal dan mengadvokasi kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan pemuda.

Musda XII KNPI Lamongan sendiri berlangsung kondusif dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi ini lebih progresif dan kembali memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dengan kepemimpinan baru ini, KNPI Lamongan diharapkan kembali menjadi pemersatu pemuda sekaligus motor penggerak pembangunan kepemudaan di daerah.