Subscribe Us

Minggu, 26 April 2026

Respon Cepat Polsek Karanggeneng dan Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan Tangani Laka Lantas, Nihil Korban Jiwa

LAMONGAN – Respon cepat ditunjukkan oleh jajaran Polsek Karanggeneng bersama Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan dalam menangani kejadian kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Minggu (26/4) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.22 WIB di Jalan Raya Karanggeneng, tepatnya di depan Ponpes Matholiul Anwar, Desa Sungaelebak, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.

Kecelakaan melibatkan satu unit mobil penumpang dengan nomor polisi B 27xx UBC yang dikemudikan oleh MF (25), warga Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.

Saat kejadian, pengemudi diketahui membawa tiga orang penumpang.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd membenarkan peristiwa tersebut.

"Berdasarkan hasil olah kejadian dan keterangan saksi serta rekaman CCTV di sekitar lokasi, kendaraan melaju dari arah utara ke selatan." jelasnya.

Sesampainya di lokasi kejadian, mobil diduga oleng akibat kurangnya kehati-hatian pengemudi, hingga akhirnya menabrak fasilitas umum berupa halte milik koridor Trans Jatim 7 yang berada di depan pondok pesantren.

"Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka." lanjutnya.

Namun, kendaraan mengalami kerusakan pada bagian depan kanan, serta fasilitas halte mengalami kerusakan.

Kerugian material ditaksir mencapai Rp15.000.000.

Petugas dari Polsek Karanggeneng dan Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

"Polisi juga membantu proses evakuasi kendaraan, mengamankan situasi di sekitar lokasi kejadian serta meminta keterangan dari saksi-saksi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut." tambahnya.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara di waktu dini hari, guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Sabtu, 25 April 2026

Rawat Kearifan Lokal, TNI dan Warga Gelar Karya Bakti Bersihkan Punden

LAMONGAN  – Semangat gotong royong terpancar di Desa Sembung, Kecamatan Sukorame. Koramil 0812/24 Sukorame bersama warga menggelar karya bakti pembersihan Punden Desa Sembung, Minggu (26/4/2026). 

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini dipimpin langsung Danramil 0812/24 Sukorame Kapten Ctp Anang T. Tampak hadir Kepala Desa Sembung Bpk Gatot, Bpk Hadi Joko Prayitno dari BPD, seluruh Ketua RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga Desa Sembung sekitar 90 orang. Delapan anggota Koramil 0812/24 Sukorame juga turun langsung membaur dengan warga.

Dengan cangkul, sapu lidi, dan sabit, semua unsur masyarakat bahu-membahu membersihkan rumput liar, sampah daun, serta merapikan area punden yang menjadi salah satu situs leluhur dan kebanggaan warga. Suasana akrab begitu terasa. Ada yang memotong rumput, ada yang mengangkut sampah, sementara ibu-ibu menyiapkan air minum dan camilan untuk penyemangat.

“Punden adalah bagian dari sejarah dan identitas desa. Merawatnya berarti menjaga warisan leluhur dan mempererat kebersamaan. TNI hadir untuk bersama rakyat, kerja nyata untuk desa,” ujar Kapten Ctp Anang T di sela kegiatan.

Kades Sembung Bpk Gatot mengapresiasi kekompakan yang terjalin. “Kalau TNI sudah turun, warga jadi makin semangat. Ini bukti kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya slogan. Terima kasih Pak Danramil dan anggota atas kepeduliannya,” ungkapnya.

Karya bakti ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama di lokasi punden. Warga berharap kegiatan seperti ini rutin digelar agar lingkungan tetap bersih, nilai gotong royong tetap hidup, dan generasi muda mengenal sejarah desanya. 

Sinergi Ketahanan Pangan, TNI Dampingi Petani Tanam Padi Inpari

LAMONGAN – Dalam upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan swasembada pangan, Babinsa Koramil 0812/25 Sarirejo, Sertu Suwito, terjun langsung ke lapangan mendampingi para petani melaksanakan penanaman padi di Dusun Panggung, Desa Simbatan, Kecamatan Sarirejo, Sabtu (25/04/2026).

​Kegiatan tanam padi ini dilaksanakan secara gotong royong bersama perwakilan dari UPT Pertanian Kecamatan Sarirejo serta Kelompok Tani setempat. Jenis padi yang ditanam pada musim tanam kali ini adalah varietas Inpari, yang dikenal memiliki keunggulan produktivitas tinggi serta ketahanan terhadap hama penyakit.

​Sertu Suwito menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pendampingan pertanian merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

​"Kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para petani. Kami berharap, dengan sinergi antara TNI, UPT Pertanian, dan para petani, proses tanam ini dapat berjalan lancar sehingga hasil panen nanti bisa maksimal dan mampu menjaga ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Sarirejo," ujar Sertu Suwito di sela-sela kegiatan.

​Ia menambahkan bahwa selain melakukan pendampingan tanam, Babinsa juga aktif berkoordinasi dengan petugas dari UPT Pertanian untuk memantau perkembangan tanaman, mulai dari tahap pemupukan hingga masa panen mendatang, agar para petani mendapatkan pendampingan teknis yang tepat.
​Sementara itu, Kepala UPT Pertanian Sarirejo, Ibu Fitri memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif Babinsa. Menurutnya, pendampingan dari TNI sangat membantu dalam memberikan edukasi kepada petani mengenai pola tanam yang efisien dan penggunaan varietas unggul seperti Inpari agar mencapai target hasil produksi yang diharapkan.

​Para petani di Dusun Panggung menyambut positif kegiatan ini. Sinergi yang terjalin erat di lapangan ini diharapkan mampu menciptakan iklim pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Simbatan.

Jumat, 24 April 2026

Kapolsek Sambeng Bersama Warga Bangun Jembatan Darurat, Akses Vital Antar Desa Kembali Terhubung

LAMONGAN – Setelah sebelumnya dilakukan perbaikan jembatan di wilayah Solokuro, kepedulian jajaran Polres Lamongan terhadap infrastruktur masyarakat kembali ditunjukkan melalui kegiata

n kerja bakti perbaikan jembatan di Kecamatan S
ambeng.

Kali ini, Kapolsek Sambeng bersama anggota dan masyarakat melaksanakan renovasi jembatan di Dusun Gondoroso, Desa Kreteranggon, Jumat (24/04).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Sambeng IPTU Ridwan Hariyanto, S.M, bersama anggota Polsek Sambeng, Kepala Desa Kreteranggon beserta perangkat, serta masyarakat Dusun Gondoroso.

Jembatan yang diperbaiki merupakan akses penghubung antara Desa Kreteranggon dengan Desa Selorejo, Kecamatan Sambeng.

Selama ini, kondisi jembatan yang telah rusak sejak sekitar dua tahun lalu dinilai sangat membahayakan para pengguna jalan.

Dalam pelaksanaannya, perbaikan dilakukan secara gotong royong dengan membangun jembatan darurat menggunakan material kayu jati.

Kapolsek Sambeng IPTU Ridwan Hariyanto, S.M melalui Kasihumas IPDA M. Hamzaid, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri  terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran mobilitas warga.

"Jembatan tersebut memiliki peran penting sebagai akses utama masyarakat, baik untuk kegiatan sehari-hari, distribusi hasil pertanian, hingga jalur bagi para pelajar menuju sekolah." jelasnya.

“Jembatan ini merupakan akses vital yang menghubungkan dua desa, termasuk untuk kegiatan pendidikan, pertanian, hingga akses menuju tempat pemakaman umum. Kami bersama masyarakat berupaya agar jembatan ini segera bisa digunakan kembali dengan aman.” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dusun setempat menyampaikan bahwa kerusakan jembatan telah terjadi sejak kurang lebih dua tahun yang lalu dan kerap membahayakan pengguna jalan, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat.

Dengan adanya pembangunan jembatan darurat ini, masyarakat merasa sangat terbantu karena akses penghubung antara Desa Kreteranggon dan Desa Selorejo kembali terbuka.

Diharapkan ke depan dapat dilakukan pembangunan permanen agar keamanan dan kenyamanan pengguna jalan semakin terjamin.

"Melalui kegiatan ini, Polres Lamongan terus menunjukkan kepedulian kepada warga masyarakat dan hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung pembangunan serta kesejahteraan warga.

Hiu Tutul Terdampar di Pesisir Paciran Lamongan, Warga Sempat Berkerumun

LAMONGAN – Kemunculan seekor hiu tutul di perairan dangkal pesisir Lamongan mendadak ramai diperbincangkan setelah videonya beredar luas di media sosial. Ikan raksasa tersebut terlihat berenang sangat dekat dengan bibir pantai, memancing rasa penasaran warga yang langsung mendekat untuk menyaksikan.Hiu Tutul Terdampar di Pesisir Paciran Lamongan, Warga Sempat Berkerumun.
Peristiwa itu diketahui terjadi di kawasan pesisir Kecamatan Paciran, tepatnya di sekitar Desa Weru. Dalam video yang viral, terlihat sejumlah warga, termasuk anak-anak, berkumpul di tepi pantai sambil mengamati hiu tutul yang berada tidak jauh dari daratan.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan informasi dari Satpolairud, hiu tutul itu muncul pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Ia menjelaskan, kemunculan hiu tutul di tepi pantai tidak berlangsung lama. Sekitar pukul 15.30 WIB, satwa laut tersebut telah dievakuasi kembali ke perairan yang lebih dalam dengan bantuan warga setempat.
“Warga membantu mengarahkan hiu tutul ke tengah laut menggunakan perahu dengan cara ditarik secara perlahan,” ujarnya.
Dari laporan yang diterima, hiu tutul yang muncul hanya satu ekor dengan ukuran diperkirakan mencapai 15 meter. Meski ukurannya besar, proses evakuasi berjalan lancar tanpa insiden.
Fenomena kemunculan hiu tutul di perairan Paciran bukan hal baru. Beberapa kejadian serupa pernah dilaporkan sebelumnya, mengingat wilayah tersebut memang menjadi jalur perlintasan biota laut besar.
Sebagai informasi, hiu tutul (Rhincodon typus) merupakan spesies ikan terbesar di dunia yang dilindungi penuh oleh pemerintah Indonesia. Kemunculannya di perairan dangkal sering menarik perhatian masyarakat, namun juga membutuhkan penanganan yang tepat agar tidak membahayakan satwa maupun manusia.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga ekosistem laut. Masyarakat diimbau untuk tidak mengganggu satwa liar dan tetap mengutamakan keselamatan saat menjumpai fenomena serupa.