Subscribe Us

Selasa, 03 Maret 2026

Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Satlantas Polres Lamongan Gelar Rakor Keselamatan Perlintasan Kereta Api Sebidang

LAMONGAN -  Jelang Operasi Ketupat Semeru Palayanan Masyarakat pada lebaran Idul Fitri 2026, Polres Lamongan melalui Satuan Lalu Lintas menggelar Rapat Koordinasi (Rakor).
Rakor melibatkan berbagai unsur itu, dilaksanakan di Rupatama Tathya Dharaka Polres Lamongan, Selasa, (03/02/2026).

Rakor dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Lamongan AKP I Made Jata Wiranegara, S.T.K., S.I.K., M.Si., serta dihadiri Kadishub Lamongan Drs. Dianto Heri Wibowo, M.I.P. beserta anggota, perwakilan Kapolsek jajaran, Perwira Satlantas, perwakilan PT Kereta Api Indonesia (Daop 8), perwakilan Camat dan Kepala Desa sepanjang jalur rel, serta perwakilan Kasitrantib Satpol PP Lamongan.

Dalam sambutannya, Kasat Lantas Berharap kegiatan rakor ini mampu menghasilkan langkah konkret guna memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat Lamongan, khususnya menjelang lonjakan mobilitas saat Lebaran.

Secara umum, wilayah Lamongan memiliki total 81 perlintasan kereta api sebidang, terdiri dari 33 perlintasan berpalang pintu yang dijaga oleh Dishub, 29 perlintasan tanpa palang pintu yang dijaga relawan, serta 19 perlintasan yang telah ditutup.
Data kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang pada tahun 2024 terjadi 8 kejadian dengan korban meninggal dunia (MD) sebanyak 4 orang dan luka berat (LB) 2 kejadian.

Tahun 2025 tercatat 8 kejadian dengan 6 korban meninggal dunia dan 2 kejadian luka berat.

Sementara pada tahun 2026, sejak Januari hingga saat ini, telah terjadi 4 kejadian dengan 3 korban meninggal dunia dan 1 kejadian luka ringan (LR).

Kasat Lantas juga memaparkan sejumlah upaya yang telah dilaksanakan Satlantas Polres Lamongan, termasuk identifikasi enam faktor penyebab kecelakaan berdasarkan fakta di lapangan.

Ke depan, solusi yang direncanakan meliputi pelatihan penjaga perlintasan, penambahan petugas dan sarana komunikasi, peningkatan jumlah palang pintu, penutupan akses jalan kecil yang membahayakan, serta sosialisasi intensif kepada masyarakat terkait tata cara aman melintasi rel kereta api.

Beliau juga mengimbau para kepala desa di sepanjang jalur rel agar lebih peduli terhadap keberadaan penjaga perlintasan dan keselamatan warganya.

Peningkatan sarana dan prasarana palang pintu menjadi prioritas, dan apabila tidak tersedia sumber daya untuk penjagaan, disarankan agar perlintasan ditutup pada malam hari.

Kolaborasi yang solid antar-stakeholder akan menghasilkan langkah yang kuat dan berkelanjutan dalam membangun sinergitas birokrasi demi keselamatan masyarakat.

Sementara itu, Kadishub Lamongan menyampaikan apresiasi kepada Polres Lamongan atas terselenggaranya rakor tersebut sebagai forum penyamaan persepsi.

Saat ini terdapat 50 titik perlintasan sebidang yang menjadi perhatian serius, terdiri dari 19 perlintasan dengan pos jaga dan palang pintu, 13 perlintasan hanya berpalang pintu, 9 perlintasan berpalang dari swadaya masyarakat, 6 perlintasan tanpa palang pintu, dan 3 perlintasan dikelola langsung oleh KAI.

Kabupaten Lamongan memiliki 50 Petugas Jaga Lintasan (PJL) resmi yang dibantu 63 relawan.

Dalam paparan Perwakilan PT KAI Daop 8 disampaikan data perlintasan di wilayah Daop 8, termasuk titik rawan di wilayah Lamongan dan perlintasan yang berpotensi risiko akibat bangunan liar.

Identifikasi bahaya dan potensi risiko di perlintasan menjadi perhatian utama, terutama menjelang masa angkutan Lebaran 2026.

PT KAI juga menyampaikan rencana penambahan petugas jaga di 26 titik penjagaan selama masa Lebaran.

Selain itu, dalam rencana posko angkutan Lebaran, akan terdapat penambahan 11 perjalanan kereta api yang melintas pada jam rawan, yakni pukul 22.00 hingga 05.00 WIB memerlukan kesiapsiagaan ekstra dari seluruh pihak agar tidak terjadi kecelakaan di perlintasan sebidang.

Melalui rakor ini, diharapkan kesiapan pengamanan perlintasan kereta api sebidang di Kabupaten Lamongan semakin optimal, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 2026 dengan aman, nyaman, dan selamat dalam semangat Operasi Ketupat Semeru.

Senin, 02 Maret 2026

TP PKK Beserta Baznas Lamongan Salurkan Bansos Ramadan pada LKSA

LAMONGAN  - Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) bekerjasama dengan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Lamongan menyalurkan bantuan sosial ramadan pada 46 LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) di Lamongan.

Bantuan berupa sembako dan uang tunai ini deserahkan secara simbolis oleh Bupati Yuhronur Efendi di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Selasa,(3/3/2026).            

Bupati Yuhronur Efendi  menyatakan, penyerahan bantuan ini merupakan agenda tahunan, dan akan terus dilakukan evaluasi setiap tahunnya agar dapat semakin baik kedepannya nanti.

"Pasal 34 Undang-undang Dasar 1945 mengamanatkan bahwa pemerintah harus hadir bagi anak-anak miskin, anak-anak terlantar, anak-anak yatim, dan semuanya harus dipelihara oleh negara. Pemerintah daerah tentu tidak bisa sendirian dalam melaksanakan tugas-tugas seperti hari ini, pemerintah hadir melalui LKS, melalui beberapa yayasan, melalui beberapa panti, yang ini kita terus menjadi mitra yang strategis, sehingga anak-anak ini menjadi tanggung jawab kita semuanya," ucap Pak Yes.


Jumlah LKSA yang terdaftar dan mendapat ijin operasional di Kabupaten Lamongan diungkapkan Ketua Forum LKSA Nadzir sebanyak 46 LKSA, dan hampir menyebar di seluruh kecamatan.

"Anak yang diasuh tahun lalu itu 2.706 anak, tahun 2026 ini 2.517 anak, sehingga terjadi penurunan anak yang diasuh. Menurut pengamatan dan data yang kami terima, itu adalah salah satu diantara keberhasilan pembangunan di Lamongan. Jumlah pengasuh 482 orang, setiap LKS antara 10 sampai 15 pengasuh," ungkap Nadzir.

Tidak hanya itu, Ketua Baznas Lamongan Bambang Eko Muljono juga mengatakan bahwa bantuan yang disalurkan pada hari ini merupakan hasih zakat dan infaq yang dititipkan melalui Baznas Lamongan, dengan hampir 98 persen muzakki dan munfiq berasal dari ASN di Lamongan.

Dalam kesempatan tersebut disalurkan bantuan sembako berisi 50 kg beras, minyak goreng 1 dus, mie instan 2 dus, gula 10 kg, biskuit 2 dus, dan uang sebesar Rp. 5.500.000 kepada tiap LKSA. 

Tak Mau Kecolongan, Polres Lamongan Gelar Tes Urin Mendadak

LAMONGAN – Komitmen bersih narkoba bukan hanya digaungkan ke luar, tetapi juga dibuktikan ke dalam.⁸Polres Lamongan menggelar tes urin mendadak terhadap Pejabat Utama (PJU), para perwira, hingga Kapolsek jajaran, Senin (03/03).

Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas IPDA M. Hamzaid, S.Pd menegaskan, langkah ini menjadi penegasan bahwa tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkoba di tubuh institusi Bhayangkara, khususnya di wilayah hukum Lamongan.

Tes mendadak ini, tegas dia, dilakukan menyikapi masih adanya kasus narkoba yang melibatkan oknum anggota Polri di sejumlah daerah. "Situasi itu dinilai mencederai kepercayaan publik dan berpotensi mengganggu optimalisasi pemberantasan narkoba yang menjadi program prioritas nasional dalam Asta Cita," katanya.
Lebih jauh  menegaskan, keterlibatan anggota dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba—termasuk menjadi backing jaringan—merupakan pelanggaran berat. “Tidak ada toleransi. Selain pidana, itu pelanggaran berat kode etik dan bisa berujung pemberhentian tidak dengan hormat,” tegasnya.

Tes urin dilakukan secara transparan dan diawasi ketat sesuai prosedur. Seluruh pejabat yang diperiksa wajib menunjukkan komitmen nyata bahwa pemberantasan narkoba dimulai dari internal.

Ditambahkan Kapolres, langkah preventif ini sekaligus menjadi penguatan pengamanan menjelang Idul Fitri, agar pelaksanaan tugas berjalan profesional, bersih, dan maksimal.
"Dengan aksi tegas ini, Polres Lamongan menegaskan satu pesan: bersih di dalam, kuat memberantas di luar," pungkasnya.

Forkopimda Lamongan Solid, Dandim, Wabup dan Kapolres Matangkan Strategi Operasi Ketupat Semeru

LAMONGAN – Strategi Operasi Ketupat Semeru di Lamongan dimatangkan.
Ini setelah sinergi tiga pilar keamanan dan pemerintahan di Kabupaten Lamongan gelar rapat lintas sektoral di Ruang Rupatama Tathya Dharaka Mapolres Lamongan, Senin (02/03/2026).


Rapat strategis dalam memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri 1447 H itu dihadiri Komandan Kodim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo bersama Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara, ST dan Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin langsung Rapat Koordinasi Kesiapan Operasi Ketupat Semeru.

Kegiatan ini mempertegas komitmen bersama antara Kodim 0812/Lamongan, Polres Lamongan, dan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat serta pemudik yang melintas di wilayah Lamongan.
Turut hadir dalam rapat tersebut jajaran TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga instansi pelayanan kesehatan. Fokus pembahasan mencakup pemetaan titik rawan kemacetan, pengamanan jalur poros nasional, pengawasan perlintasan sebidang kereta api, serta penguatan patroli di kawasan permukiman yang ditinggal mudik.

Penempatan personel gabungan di Pos Pengamanan (Pospam) dan Pos Pelayanan (Posyan) pada titik-titik strategis juga menjadi prioritas utama guna mengantisipasi lonjakan arus mudik dan arus balik Lebaran.

Dalam arahannya, Dandim 0812/Lamongan menegaskan kesiapan TNI untuk mendukung penuh pengamanan.
“TNI siap mem-back up penuh jajaran Kepolisian dan Pemerintah Daerah. Kunci keberhasilan operasi ini adalah komunikasi yang solid dan kesiapsiagaan menghadapi setiap potensi gangguan,” tegasnya.

Wakil Bupati Lamongan juga memastikan kesiapan infrastruktur serta layanan kesehatan 24 jam untuk menunjang kenyamanan masyarakat selama Idul Fitri.

Sementara itu, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K. menegaskan,  Operasi Ketupat Semeru tahun ini mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas dalam penegakan aturan lalu lintas guna menekan angka kecelakaan dan menjaga kondusivitas wilayah.

Dengan sinergi Forkopimda yang semakin solid, Lamongan optimistis mampu menghadirkan perayaan Idul Fitri yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. 

Wujudkan SDM Unggul Melalui Pembangunan Non Fisik Berprinsip Empat Pilar Kebangsaan

LAMONGAN - Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai fondasi kemajuan daerah. Guna memperkuat pembangunan SDM, Pemerintah Kabupaten Lamongan gencar lakukan penguatan nilai kebangsaan dan pendidikan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan MPR RI sekaligus Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Lamongan dengan Universitas Sunan Gresik, di Aula Gajah Mada Lt.7 Gedung Pemkab Lamongan, Senin (2/3/2026).

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi pada kesempatan itu menyampaikan, pembangunan di Kota Soto tidak hanya difokuskan pada aspek fisik, namun juga pembangunan non fisik melalui penguatan karakter dan kualitas SDM masyarakat. "Ini tertuang dalam misi kedua Pemerintah Kabupaten Lamongan yakni "Mewujudkan SDM unggul, berdaya saing, dan berakhlak yang responsif terhadap perubahan zaman", katanya.

Dalam merealisasikan pembanguan berkelanjutan, kata dia, Pemerintah Kabupaten Lamongan tidak hanya fokus pada aspek fisik. "Melainkan aspek non fisik juga terus digencarkan, karena SDM unggul adalah investasi pembangunan di masa yang akan datang," tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI, Jazilul Fawaid, menegaskan bahwa pembangunan nasional dimulai dari desa. Sedangkan, pembangunan di desa tidak cukup jika hanya melalui infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan SDM berkualitas. Dengan SDM berkualitas diyakini mampu meningkatan otonomi daerah yang adaptif terhadap dinamika sosial hingga ekonomi.

Penguatan SDM tersebut salah satunya dilakukan melalui implementasi dan penajaman empat pilar kebangsaan MPR RI, meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhinneka Tunggal Ika.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Lamongan dengan Universitas Sunan Gresik yang diwakili pembina universitas, Jazilul Fawaid. Kerja sama ini mencakup sinergi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kabupaten Lamongan, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan kontribusi dunia akademik dapat semakin memperkuat pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM, inovasi pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.