Subscribe Us

Jumat, 27 Februari 2026

Quick Respond Polsek Mantup, Sigap Bersihkan Kerikil Sisa Banjir Dadakan di Depan Pasar Mantup

LAMONGAN - Dibawa komando AKBP Arif Fazlurrohman, Polres Lamongan terus kembangkan giat cepat kemasyarakatan. Seperti saat terjadi   hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Mantup menyebabkan banjir dadakan di sekitar Pasar Mantup, Jumat (27/2) sore. Mereka turun jalan membereskan bebatuan yang membahayakan pengguna jalan.

Debit air yang sempat menggenangi badan jalan meninggalkan material berupa batu-batu kerikil di tengah Jalan Raya Mantup sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Merespons kondisi tersebut, Kapolsek Mantup AKP Kharis Ubaidillah  beserta anggota bergerak cepat (quick respons) melakukan pembersihan material kerikil yang berserakan di badan jalan.
Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 16.30 WIB hingga selesai.

Dengan menggunakan peralatan seadanya, Kapolsek Mantup beserta anggota membersihkan batu-batu kerikil dari tengah jalan guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara roda dua yang melintas.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd menyampaikan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat dalam menjaga keamanan dan keselamatan berlalu lintas pasca bencana alam.

Kehadiran anggota di lokasi diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memastikan arus lalu lintas kembali lancar.

Berkat kesigapan petugas, kondisi jalan di depan Pasar Mantup kembali bersih dan aman dilalui kendaraan.

Aktivitas masyarakat pun dapat berjalan normal tanpa hambatan berarti.

Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati saat berkendara, terutama setelah terjadi hujan deras atau banjir yang berpotensi meninggalkan material di jalan.

Jika menemukan kondisi jalan yang membahayakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti demi keselamatan bersama.

Fenomena Blood Moon Terjadi 13 atau 14 Ramadan, Pakar UIN Madura: Analisis Astronomi Bulan

Gerhana bulan total tanggal 3 Maret 2026 mengundang pertanyaan sejumlah pemerhati bulan karena diberitakan terjadi tanggal 13 (malam ke-14) Ramadan 1447 H. Secara teori astronomi, gerhana bulan terjadi ketika matahari-bumi-bulan berada dalam satu garis lurus, saat fase bulan purnama (full moon), dan bulan memasuki bayangan Bumi (umbra). Karena itu, gerhana bulan hanya mungkin terjadi saat purnama. 

“Dalam sistem kalender hijriah, purnama secara teoritis jatuh sekitar tanggal 14–15 bulan Qamariyah. Namun dalam praktiknya, kadang gerhana terjadi pada tanggal 13, kadang 14, bahkan bisa mendekati 15. Mengapa?” kata Achmad Mulyadi selaku Guru Besar Ilmu Falaq UIN Madura.

Secara astronomis, jelasnya, dari prinsip dasar astronomi gerhana bulan dapat dijelaskan, pertama, siklus sinodik Bulan tidak tepat berumur 29,5 Hari. Rata-rata siklus sinodik Bulan adalah 29 hari 12 jam 44 menit 2,8 detik, tetapi nilai ini adalah nilai rata-rata. Pada kenyataannya bisa lebih pendek (~29,27 hari) dan bisa juga lebih panjang (~29,83 hari). Akibatnya, momen purnama tidak selalu tepat di tengah tanggal 14 kalender hijriah. Kedua, awal Bulan hijriah tidak selalu astronomis murni.  

Dalam praktiknya, awal bulan bisa ditetapkan dengan rukyat (observasi), dan hisab kriteria tertentu (misalnya imkanur rukyah) untuk itu, perbedaan beberapa jam dalam penetapan awal bulan akan mempengaruhi posisi tanggal purnama. Jika awal bulan ditetapkan sedikit “lebih awal”, maka purnama bisa jatuh di tanggal 13 malam dan jika sedikit “lebih lambat”, bisa jatuh di tanggal 15 malam. 

Ketiga, waktu terjadinya purnama bersifat Global. Fase purnama terjadi dalam satu waktu astronomis universal (UTC). Namun di Indonesia bisa sudah tanggal 14 malam. Di wilayah lain masih tanggal 13 atau sudah masuk tanggal 15. Karena kalender hijriah berbasis terbenamnya matahari (maghrib), maka pergeseran beberapa jam saja bisa mengubah tanggal hijriah.

Disamping itu, orbit bulan berbentuk elips, bukan lingkaran sempurna. Akibatnya, kecepatan Bulan berubah-ubah. Kadang bergerak lebih cepat (dekat perigee). Kadang lebih lambat (dekat apogee). Ini menyebabkan waktu tepat purnama juga sedikit bergeser dari rata-rata.

Dengan demikian, gerhana bulan kadang terjadi tanggal 13 dan kadang 14 karena purnama tidak selalu tepat di tengah tanggal (bulan) hijriah, siklus Bulan bervariasi (tidak konstan), awal bulan hijriah bisa berbeda beberapa jam, perbedaan zona waktu memengaruhi tanggal lokal dan Orbit Bulan elips menyebabkan variasi kecepatan.

“Secara prinsip gerhana bulan selalu terjadi saat purnama secara astronomis, tetapi tanggal hijriahnya bergantung pada sistem penanggalan dan lokasi pengamat,” ujarnya.

Bagaimana Fenomena Gerhana Bulan Total 1447 H?

Dilihat dari fase gerhana, kata Mulyadi, gerhana total terjadi setelah magrib di Indonesia (10:58 UTC/17.58 WIB sampai 13:46 UTS/20:46 WIB). Fenomena ini dapat dianalisis dari aspek umur bulan.  Bulan baru dimulai saat stelah konjungsi terjadi. Secara astronomis, konjungsi awal bulan ramadan terjadi pada tanggal 18 Pebruari 2026 pukul 00 UTC atau :00 WIB. Maka, saat maksimum gerhana terjadi pada 3 Maret 2026 pukul 12:59 UTC/19:59 WIB. Saat gerhana ini, umur bulan adalah 13.54 hari dan disebut Fenomena Blood Moon.

Dengan demikian, secara astronomis, purnama terjadi pada umur 13,5-14,8 hari. Untuk itu, umur bulan 13,5 hari pada tanggal 3 Maret 2026. Artinya, secara komputasi hisab gerhana bulan terjadi pada malam 13 atau 14 bergantung pada penetapan awal bulannya. Gerhana bulan terjadi pada 13 Ramadan 1447 H (malam  14) jika awal bulan dihitung lebih awal, dan terjadi pada 14 Ramadan 1447 H (malam 14) jika awal bulan ditentukan sedikit mundur/20 Pebruari 2026).

Dianalisis dari aspek jarak bulan dengan bumi saat gerhana, perkiraan jarak geosentris saat maksimum yaitu ± 362.000 – 365.000 km. Jarak ini disebabkan posisi bulan terkategori dekat dengan bumi (perigee ringan) dengan diameter sudut bulan ≈ 33,0 – 33,3 arcminute. Karena cukup dekat, maka durasi totalitas saat gerhana relatif panjang, yakni 1 jam 34 menit.

Bagaimana Wujud Gerhana Bulan Total  4 Kabupaten di Madura?

Pulau Madura (mencakup Bangkalan, Pamekasan, Sumenep, dan Sampang) berada pada rentang koordinat astronomis yaitu lintang  sekitar 6°50′ – 7°15′ LS, dan bujur sekitar 112°40′ – 114°00′ BT dengan zona waktu : WIB (UTC +7) dan ΔT tahun 2026 ≈ 74 detik. Perbedaan koordinat antarkabupaten relatif kecil (<1°), sehingga parameter astronomis gerhana hampir identik untuk seluruh Madura. 

“Bagaimana kondisi bulan saat terbit?” tanya Mulyadi.

Pada 3 Maret 2026, jawabnya, bulan terbit sekitar 17:47–17:49 WIB dan Maghrib jatuh sekitar 17:44–17:46 WIB. Ketika bulan terbit, gerhana telah berlangsung ±10–12 menit. Maknanya adalah masyarakat Madura menyaksikan Bulan muncul dari ufuk timur dalam kondisi sudah memasuki fase gerhana parsial dan bulan berada pada ketinggian ≈ 2–3°, dan azimut ≈ 88°–90° (Timur sejati).  Karena elevasi sangat rendah, observasi awal dipengaruhi refraksi atmosfer dan kemungkinan adanya hambatan horizon lokal berupa  pepohonan, bangunan, perbukitan.

“Perlu dipahami bahwa waktu dan posisi saat maksimum yaitu pukul 19:59 WIB. Dengan koreksi topocentrik (paralaks horizontal ≈ 59′ dan koreksi waktu ±20–35 detik), maka maksimum lokal di Madura akan terjadi sekitar pukul 19:59:10 – 19:59:20 WIB dengan posisi ketinggian Bulan ≈ 32°–35°, azimut ≈ 100°–110° (Timur–Tenggara), jarak Bulan ≈ 363.000 km, diameter sudut ≈ 32,9′ dan durasi totalitas ≈ 94 menit. Dengan elevasi ±33° menunjukkan bahwa kondisi Bulan sangat ideal untuk pengamatan karena posisinya sudah jauh dari gangguan atmosfer bawah,” bebernya.

Karena gerhana bulan adalah fenomena global (selama Bulan diatas ufuk), maka perbedaan lokasi di Madura hanya menghasilkan selisih waktu terbit ±2 menit, selisih tinggi maksimum <1° dan selisih waktu kontak ±30 detik. Secara astronomis, seluruh Madura berada dalam zona visibilitas optimal tanpa perbedaan signifikan.

Secara astronomi, purnama memang terjadi pada umur sekitar 13,5–14,8 hari. Kondisi ini berimplikasi bahwa Gerhana Bulan Total dapat disebut terjadi pada malam 14 atau 15 Ramadan, bergantung pada metode penetapan awal bulan (rukyat atau hisab kriteria tertentu).

Dengan demikian, wilayah Madura berada dalam kondisi sangat ideal untuk mengamati Gerhana Bulan Total 13 (malam 14) Ramadhan 1447 H (3 Maret 2026). Tanpa keraguan, perbedaan tanggal tersebut bergantung pada penetapan awal bulan ramadhannya, tetapi dapat dinyatakan bahwa fenomena blood moon dapat  terjadi saat purnama, yakni tanggal 13, 14 atau 15 bulan qamariah. 

“Untuk wilayah Madura, perbedaan koordinat antar kabupaten tidak menimbulkan variasi signifikan dalam parameter observasi. Fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) berlangsung cukup lama (94 menit) pada ketinggian optimal (~33°), dengan umur bulan 13,54 hari yang konsisten dengan fase purnama presisi,” tukasnya. (Prof. Dr. H. Achmad Mulyadi, M.Ag, Guru Besar Ilmu Falaq UIN Madura)

Gasak Emas di Siang Bolong # Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan Ringkus Maling Emas

LAMONGAN – Aksi nekat pencurian emas di siang hari akhirnya berakhir di tangan aparat. Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan bersama Unit Reskrim Polsek Kembangbahu sukses membekuk pelaku yang nekat membobol rumah warga Desa Katemas, Kecamatan Kembangbahu.
Pelaku berinisial MI (27), warga setempat, tak berkutik saat diamankan petugas.

 Aksinya yang dilakukan pada Jumat (13/02) sekitar pukul 12.00 WIB itu sempat membuat korban merugi puluhan juta rupiah.
Modusnya terbilang berani dan terencana. Melihat rumah dalam keadaan kosong, pelaku langsung memarkir motor sekitar 50 meter dari lokasi. Ia berjalan kaki ke belakang rumah, memanjat pagar, naik ke lantai dua, lalu masuk melalui jendela yang tidak terkunci.

Begitu berhasil masuk, pelaku langsung mengobrak-abrik lemari kamar dan menggondol emas batangan 10 gram, sejumlah gelang emas, serta beberapa cincin. Total hasil jarahan kemudian dijual lewat Facebook dengan sistem COD dan laku Rp 26,3 juta.

Tak butuh waktu lama, tim bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya pelaku berhasil dilacak dan diamankan tanpa perlawanan. Polisi juga menyita uang tunai Rp 22 juta serta dokumen dan kotak perhiasan sebagai barang bukti.

Kasi Humas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku kriminal.
“Siapapun yang mencoba mengganggu keamanan masyarakat Lamongan, pasti kami tindak. Tidak ada toleransi,” tegasnya.
Polisi juga mengingatkan warga untuk memastikan rumah dalam kondisi terkunci saat ditinggalkan serta segera menghubungi layanan 110 jika menemukan hal mencurigakan.

 


Pererat Silaturahmi di Bulan Suci, Pangdam V/Brawijaya Gelar Safari Ramadhan di Kodim 0812/Lamongan


LAMONGAN – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin M.A., melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka Safari Ramadhan di Markas Kodim 0812/Lamongan, Kamis (26/2/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Pangdam V/Brawijaya untuk memperkuat sinergitas TNI dengan Polri dan Pemerintah Daerah serta menjalin kedekatan dengan masyarakat di wilayah Jawa Timur.

​Setibanya di lokasi, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A.,  beserta rombongan disambut langsung oleh Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo dan Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Lamongan.

​Mengawali kegiatannya, Pangdam V/Brawijaya memberikan santunan kepada anak yatim dan secara simbolis meresmikan Gapura Pandu Sakti yang menjadi ikon baru di pintu masuk Makodim 0812/Lamongan. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti.

​Dalam sambutannya, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A.,  menyampaikan bahwa pembangunan gapura ini bukan sekadar pembenahan infrastruktur, melainkan simbol kesiapan dan kewibawaan prajurit dalam menjaga kedaulatan serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Lamongan.

"Safari Ramadhan ini bukan hanya rutinitas tahunan, tapi momentum bagi kita semua untuk melakukan refleksi diri, memperkuat iman, dan memastikan bahwa kehadiran TNI selalu menjadi solusi bagi kesulitan rakyat di sekelilingnya," ujar Pangdam V/Brawijaya dalam arahannya.

​Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama di bulan penuh berkah, Pangdam V/Brawijaya berkesempatan memberikan santunan kepada puluhan anak yatim piatu. Suasana khidmat dan haru menyelimuti momen saat Pangdam V Brawijaya menyapa dan memberikan motivasi langsung kepada anak-anak tersebut agar tetap semangat mengejar cita-cita.

Tausiyah singkat yang menekankan pentingnya menjaga kesucian bulan Ramadhan dengan meningkatkan etos kerja dan pengabdian kepada negara disampaikan oleh Prof. Dr. (H.C) K.H. Abdul Ghofur selaku Pimpinan Pondok Pesantren Sunan Drajad,Paciran,Lamongan.

​Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dengan menikmati hidangan takjil dan makan malam bersama Prajurit dan tokoh masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan ​salat Isya dan tarawih berjamaah dilaksanakan di Masjid Al Arif, kompleks Kodim 0812/Lamongan.Kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh rasa kekeluargaan, ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara Pangdam dengan seluruh keluarga besar Kodim 0812/Lamongan.