Subscribe Us

Minggu, 14 Desember 2025

Korban Sengatan Listrik Menggila, Warga Pilih Gropyok Tikus

LAMONGAN  – Korban meninggal akibat tersengat aliran listrik jebakan tikus di Lamongan, bisa dibilang nyaris tidak terhitung. Stop jatuhnya korban, dalam mengendalikan hama tikus, puluhan petani  Desa Kedali, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, menggelar gropyokan tikus di area persawahan, Senin (15/12/2025).
Kegiatan gotong royong tersebut mendapat pendampingan dari Bhabinkamtibmas Desa Kedali, Bripda A. Rozeki Tegar R. S.P. Selain membantu pelaksanaan, ia juga memberikan imbauan agar warga tidak lagi menggunakan jebakan listrik di sawah karena berisiko membahayakan keselamatan manusia dan hewan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Kedali Imam Mawardi, petugas POPT Dinas Pertanian Lamongan Khusnun Nisa, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kedali, Endang. Sejak pagi, warga tampak kompak menyusuri pematang sawah sambil melakukan pengusiran tikus secara bersama-sama.
Metode gropyokan dinilai lebih efektif sekaligus aman dibanding penggunaan aliran listrik. Selain menekan populasi hama, cara ini juga menghindarkan warga dari potensi kecelakaan fatal yang selama ini menjadi kekhawatiran.
Kapolsek Pucuk AKP Su’ud melalui Kasi Humas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat.
“Polri mendukung penuh kegiatan positif warga, termasuk dalam menjaga sektor pertanian. Kami juga mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan jebakan listrik karena risikonya sangat tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan gropyokan tikus tidak hanya bermanfaat bagi hasil pertanian, tetapi juga mampu mempererat kebersamaan warga desa.
Selama pelaksanaan, kegiatan berjalan aman dan kondusif. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin demi menjaga hasil panen sekaligus keselamatan bersama. (maska)

Peduli Korban Bencana Sumatra, Siswa SD di Lamongan Kumpulkan dari Uang Saku


LAMONGAN – Kepedulian sosial ditunjukkan oleh para pelajar di Kabupaten Lamongan. Sejumlah siswa SDN 1 Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo, rela menyisihkan sebagian uang saku mereka untuk membantu korban bencana alam di Pulau Sumatera.
Aksi kemanusiaan tersebut dikemas dalam kegiatan Donasi Peduli Sumatera yang melibatkan siswa SD, taman kanak-kanak, para guru, serta orang tua murid. Bantuan yang dihimpun berupa berbagai kebutuhan pokok yang dikumpulkan dari hasil donasi selama sepekan.
Kegiatan diawali dengan apel pagi di halaman sekolah pada Senin (15/12/2025). Dalam kesempatan itu, pihak sekolah memberikan edukasi kepada para siswa mengenai kondisi wilayah terdampak bencana di Sumatera serta pentingnya menumbuhkan rasa empati dan solidaritas sejak usia dini.
Setelah apel, para siswa secara bergantian menyerahkan bantuan berupa beras, mi instan, roti, dan makanan ringan lainnya. Seluruh donasi kemudian dikemas dan dikumpulkan oleh panitia sekolah untuk selanjutnya disalurkan kepada pihak terkait.
Kepala SDN 1 Kedungkumpul, Imro’atus Sholichah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran karakter bagi peserta didik.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak kami ajak belajar berbagi dan peduli terhadap sesama, terutama mereka yang sedang mengalami musibah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan donasi ini juga menjadi sarana menanamkan rasa syukur kepada para siswa atas kondisi yang mereka rasakan saat ini.
Salah satu siswa, Putri, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Ia bersama teman-temannya menyisihkan uang saku sebesar Rp3.000 setiap hari selama satu minggu.
“Semoga bantuan ini bisa membantu saudara-saudara kita di Sumatera,” kata Putri, didampingi temannya, Rara.
Rara berharap aksi sederhana yang mereka lakukan dapat menginspirasi pelajar lain untuk ikut berbagi. “Walaupun sedikit, kami ingin bisa membantu,” tuturnya.
Seluruh bantuan yang terkumpul rencananya akan disalurkan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, kemudian digabungkan dengan donasi dari sekolah lain sebelum dikirimkan ke wilayah terdampak bencana di Sumatera. (maska)

Jelang Tahun Baru, Polisi Gencar Razia

LAMONGAN — Menjelang malam pergantian tahun, Polsek Brondong Polres Lamongan meningkatkan upaya cipta kondisi melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Dalam razia yang digelar Minggu (14/12/2025), petugas berhasil mengamankan ratusan botol minuman keras (miras) dari dua lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Brondong.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Brondong IPTU Ahmad Zainudin, S.H., sebagai bagian dari langkah preventif guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif.
Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd., membenarkan adanya penindakan terhadap peredaran miras ilegal yang melanggar Perda Kabupaten Lamongan Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pengendalian dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol.
Penertiban pertama dilakukan sekitar pukul 05.00 WIB di Jalan Raya Deandeles Brondong. Berdasarkan informasi dari masyarakat, petugas mendapati aktivitas penjualan miras dengan sejumlah pembeli yang berkumpul di depan rumah warga.
Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan seorang penjual berinisial F, warga Kelurahan Brondong. Barang bukti yang disita berupa tiga botol air mineral berisi arak ukuran 1,5 liter, 161 botol arak oplosan ukuran 250 mililiter, empat botol bir, serta empat botol minuman keras jenis kawa-kawa. Seluruh barang bukti kemudian diamankan ke Polsek Brondong untuk proses lebih lanjut.
Tidak berselang lama, sekitar pukul 07.00 WIB, patroli kembali menemukan aktivitas serupa di lokasi lain di Jalan Raya Deandeles Brondong. Petugas mengamankan penjual berinisial MA, warga Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban, yang kedapatan menjual miras di sebuah warung.
Dari lokasi kedua, petugas menyita 73 botol arak oplosan, dua botol minuman keras jenis kawa-kawa, serta uang tunai sebesar Rp3.486.000 yang diduga hasil penjualan miras. Penjual beserta barang bukti langsung diamankan ke Polsek Brondong untuk penegakan hukum sesuai peraturan yang berlaku.
IPDA M. Hamzaid mengimbau masyarakat agar tidak menjual maupun mengonsumsi minuman keras karena selain melanggar aturan daerah, miras kerap menjadi pemicu gangguan kamtibmas dan tindak kriminal.
“Polres Lamongan akan terus melakukan penindakan secara rutin demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya menjelang pergantian tahun,” tegasnya. maska

Sabtu, 13 Desember 2025

Pak Yes Wisuda 268 SOTH

LAMONGAN - Pendidikan bagi orang tua di Kabupaten Lamongan terus berlanjut. Sebanyak 268 orang tua peserta Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) angkatan VI, diwisuda oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, di Pendopo Lokatantra, Kamis (11/12/2025).

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam sambutannya mengajak seluruh lulusan SOTH untuk membangun ketahanan keluarga. "Karena ketahanan keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan generasi emas yang unggul dan berdaya saing," katanya.

Melalui SOTH, kata dia, orang tua tidak hanya dibekali ilmu parenting. Melainkan juga diajarkan bagaimana menciptakan lingkungan stabil, membangun pondasi karakter dan nilai, hinggs menjamin akses kebutuhan dasar.

Dengan mengikuti SOTH, kata Pak Yes sapaan bupati Lamongan itu, dipastikan akan mencegah pola asuh permisif (pola asuh yang cenderung membebaskan anak tanpa batasan jelas). Karena pola asuh permisif dapat memicu sikap pemberontak dan perilaku sulit diatur pada anak.

"SOTH memiliki peran penting untuk berkontribusi bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam membangun ketahanan keluarga. Karena pola asuh merupakan titik awal yang akan menjadi kualitas anak di masa depan," tuturnya.

Salah satu wisudawan SOTH angkatan VI terbaik dari Kecamatan Solokuro, Aniyatul Farikha (27) mengungkapkan, setelah mengikuti 14 pertemuan SOTH, menjadi lebih peka akan pertumbuhan anak. 

Pasalnya, tambah dia, di pendidikan ini tidak hanya diajarkan parenting, tetapi ada juga bimbingan nutrisi, psikologi, perkembangan anak (aspek psikomotorik, kognitif, bahasa, sosial ekonomi, nilai agama, moral, dan seni). "Setelah mengikuti SOTH saya menjadi peka. Jika ada kurangnya pada aspek perkembangan anak, saya langsung melakukan intervensi," pungkasnya. maska

Pemkab Lamongan Dinobatkan Sebagai Daerah Terinovatif Pada IGA 2025

LAMONGAN - Berbagai terobosan yang dilakukan Pemkab Lamongan tidak sia - sia. Berkat inovasinya, Pemerintah Kabupaten Lamongan dinobatkan sebagai daerah terinovatif pada Innovative Government Award (IGA) tahun 2025, di Kempinski Grand Ballroom Lt. 11 Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025).

Pada ajang penganugerahan bergengsi tahunan yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menerima secara langsung penghargaan yang diserahkan oleh Presiden Direktur CNN Indonesia Titin Rosmasari.

IGA sendiri merupakan penghargaan yang diberikan untuk mengapresiasi komitmen dan keberhasilan pemerintah daerah dalam melakukan inovasi di bidang tata kelola pemerintahan, pembangunan, dan peningkatan layanan publik.

"Alhamdulillah pada IGA 2025, Pemerintah Kabupaten Lamongan mendapatkan penghargaan kategori terinovatif. Tentu ini bentuk keberhasilan komitmen kita dalam memberikan layanan publik yang berkualitas," tutur Bupati Yuhronur. 

Lebih jauh Pak Yes sapaan bupati Lamongan itu menjelaskan, pada penilaian IGA 2025 Kabupaten Lamongan melaporkan 203 inovasi. 72 diantaranya merupakan inovasi digital, dan 131 lainnya adalah inovasi non digital. 

Adapun dua inovasi yang menjadi keunggulan Lamongan, yakni inovasi digital Sistem Informasi Pembayaran PBB-P2 (Simaya) dan inovasi non digital Lamongan Sehat Sejahtera Dengan Kunjungan Rumah (Laserku).

Inovasi Sistem Informasi Pembayaran PBB-P2 (Simaya) memanfaatkan sebuah platform berbasis elektronik (online/web based) yang dikembangkan oleh pemerintah daerah untuk mengelola administrasi dan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) secara digital. Sistem ini bertujuan untuk mempermudah wajib pajak dalam memenuhi kewajiban pajaknya dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah. 

Sejak diluncurkannya SIMAYA terdapat peningkatan pada realisasi PBB-P2 yang signifikan dari tahun 2022 hingga 2024. Pada tahun 2022, realisasi PBB-P2 sebesar 43 Miliar, dan di tahun 2024 meningkatkan menjadi 49,97 Miliar. Memberikan tambahan pada kontribusi PAD yakni, 0,26.

Juga peningkatan akuntabilitas, partisipasi, keadilan sosial hingga transparansi dalam Pelayanan Publik. Tingkat kepuasan masyarakat pun mengalami peningkatan menjadi 90,07 persen di tahun 2024, sedangkan pada tahun 2022  berada pada angka 88,84 persen.

"Selain mengutamakan akuntabilitas dan transparansi, inovasi ini juga bertujuan memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran (bisa dimana saja dan kapan saja)," jelasnya.

Selanjutnya pada inovasi non digital, Kota Soto memiliki inovasi Lamongan Sehat Sejahtera Dengan Kunjungan Rumah (Laserku). Semula inovasi ini hanya berfokus pada pengobatan kesehatan dengan kunjungan rumah untuk masyarakat yang rentan, namun seiring berjalannya waktunya berkembang cakupannya. Sehingga menangani aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi.

Hingga saat ini, terhitung sudah ada 5.131 KK yang menerima manfaat dari program Laserku. Memberikan bantuan sembako kepada 852 keluarga, bantuan uang tunai kepada 752 keluarga, memberdayakan ekonomi 114 keluarga, hingga memperbaiki rumah tidak layak huni kepada 518 keluarga. 

Hasil dari implementasi Laserku, mampu meningkatkan angka harapan hidup Kabupaten Lamongan dari 72,40 menjadi 75,07 di tahun 2024. Begitupun dengan indeks kesehatan yang terus menunjukkan perubahan positif dari 0,806 menjadi 0,847 di tahun 2024.

Diungkapkan oleh Pak Yes, keberlanjutan dari seluruh inovasi yang ada di Kabupaten Lamongan didukung dengan legalisasi inovasi, budaya kerja, dukungan anggaran, dukungan (masyarakat, akademisi, praktisi, swasta, media), kolaborasi antar OPD, dan insentif.

Terlebih seluruh inovasi yang ada telah linier dengan RPJMD hingga program prioritas pemerintah provinsi hingga pusat. maska