Subscribe Us

Rabu, 20 Mei 2026

Puluhan Pengedar Narkoba Dibekuk Polres Lamongan, Tujuh Pelaku Berstatus Residivis


LAMONGAN – Kepolisian Resor Lamongan melalui Satresnarkoba kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang. Selama kurun waktu Maret hingga Mei 2026, aparat berhasil mengungkap 29 kasus penyalahgunaan narkotika dan peredaran obat keras daftar G dengan total 40 tersangka yang diamankan.

Kapolres Lamongan Arif Fazlurrahman mengatakan, dari puluhan tersangka tersebut, tujuh orang diketahui merupakan residivis yang sebelumnya pernah terlibat kasus serupa maupun tindak pidana lainnya.
“Peredaran narkoba di Lamongan saat ini cukup memprihatinkan karena sudah menyasar berbagai profesi. Ada sopir, nelayan, pedagang hingga pekerja swasta yang terlibat,” ungkap AKBP Arif, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, dari total perkara yang diungkap, sebanyak 27 kasus berkaitan dengan narkotika, sedangkan sisanya merupakan kasus peredaran obat keras berbahaya daftar G.

Dalam operasi tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 80,96 gram sabu dan sembilan pil ekstasi. Selain itu, aparat juga menemukan 143.720 butir obat keras daftar G yang diduga siap diedarkan.
Bukan hanya narkotika, petugas turut mengamankan minuman keras ilegal dengan total ribuan liter yang terdiri dari arak, bir, dan anggur.
Berbagai barang yang digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran narkoba juga ikut diamankan, seperti puluhan telepon genggam, timbangan digital, sepeda motor, plastik klip kosong hingga uang tunai hasil transaksi.

Kapolres menambahkan, beberapa tersangka residivis yang kembali diamankan antara lain APA, NBS, S alias Polo, BKD, NM, MMK, dan ADW yang sebelumnya pernah menjalani hukuman dalam perkara narkotika maupun kasus pidana lain.

Dari sejumlah pengungkapan tersebut, terdapat tiga kasus yang menjadi perhatian utama. Pertama, kasus tersangka berinisial I bersama rekannya dengan barang bukti 143.720 butir obat keras daftar G. Kedua, tersangka BKD dengan kepemilikan sabu seberat 50,79 gram. Ketiga, tersangka BAA yang menguasai 50,79 gram sabu dan sembilan butir ekstasi.

Berdasarkan data kepolisian, Kecamatan Lamongan menjadi wilayah dengan angka kasus tertinggi, disusul Mantup, Karanggeneng, dan Pucuk. Sejumlah kecamatan lain seperti Babat, Paciran, Ngimbang hingga Brondong juga tercatat masuk dalam peta peredaran narkoba.

Pengembangan kasus bahkan dilakukan hingga luar daerah. Salah satu jaringan berhasil diungkap di kawasan Terminal Osowilangun Surabaya yang disebut masih berkaitan dengan jaringan di Lamongan Kota.
“Melalui pengungkapan ini, kami berupaya menyelamatkan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Diperkirakan lebih dari 144 ribu jiwa berhasil diselamatkan,” jelasnya.

Saat ini seluruh tersangka telah ditahan dan menjalani proses hukum. Para pelaku kasus narkotika dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sedangkan pengedar obat keras dikenakan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. dam

Upacara Harkitnas ke-118 di Lamongan Berlangsung Khidmat, Tekankan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Generasi Bangsa

LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 secara khidmat di halaman Pemkab Lamongan, Rabu (20/5). Upacara dipimpin langsung Bupati Lamongan Yuhronur Efendi selaku inspektur upacara.

Dalam kesempatan tersebut, bupati yang akrab disapa Pak Yes membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Vadia Hafid yang menegaskan bahwa makna Kebangkitan Nasional saat ini terus berkembang mengikuti tantangan zaman, termasuk dalam menghadapi era transformasi digital dan kedaulatan informasi.

Menurutnya, semangat kebangkitan nasional tidak lagi hanya dimaknai sebagai perjuangan mempertahankan wilayah, namun juga menjaga kemandirian bangsa di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi global.

Melalui tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, pemerintah menegaskan pentingnya menjaga generasi muda sebagai pondasi masa depan bangsa sekaligus memperkuat kemandirian nasional.
“Visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, peningkatan kualitas guru dan beasiswa, Cek Kesehatan Gratis, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penguatan ekonomi desa,” ujar Pak Yes.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya penerapan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP TUNAS.

Pada momentum Harkitnas tersebut, Pak Yes juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, serta memastikan pembangunan yang dilakukan tetap berorientasi pada kemajuan bersama.
“Kebangkitan nasional adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Semua berawal dari kesadaran individu yang tumbuh menjadi kekuatan kolektif demi kejayaan bangsa,” katanya.

Ia berharap semangat Hari Kebangkitan Nasional ke-118 dapat menjadi motivasi bagi Kabupaten Lamongan untuk terus bergerak maju, terlebih menjelang peringatan Hari Jadi Lamongan ke-457.

“Saya mengajak seluruh instansi dan stakeholder pembangunan untuk terus berkontribusi nyata sesuai peran masing-masing demi Lamongan yang semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.

PMI Jadi Mitra Penting Pemerintah dalam Pelayanan Kemanusiaan di Lamongan

LAMONGAN – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa Palang Merah Indonesia (PMI) memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam bidang sosial dan kemanusiaan. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten Lamongan masa bakti 2026-2030 sekaligus Musyawarah Kerja PMI Tahun 2026 di Aula RSUD dr. Soegiri Lamongan, Selasa (19/5).

Pelantikan pengurus dilakukan langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Lamongan Agus Suyanto. Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menekankan pentingnya musyawarah kerja sebagai sarana menyusun program yang realistis dan benar-benar dapat dijalankan untuk kepentingan masyarakat. “Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Program PMI harus benar-benar nyata, terukur, dan bisa dilaksanakan sehingga manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Pak Yes, selama ini PMI tidak hanya berfokus pada pelayanan donor darah, namun juga aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan seperti penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, hingga pembinaan relawan dan Palang Merah Remaja (PMR). “PMI selalu hadir di tengah masyarakat, baik saat terjadi bencana, pelayanan pertolongan pertama, maupun dalam membangun jiwa kemanusiaan melalui relawan dan PMR,” katanya.

Ia menilai kontribusi PMI turut mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Lamongan. Hal itu terlihat dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan yang hampir mencapai angka 76,81 serta usia harapan hidup yang mendekati 75,40 tahun.

“Pembangunan kesehatan bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga bagaimana menghadirkan pelayanan sosial yang kuat dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pak Yes juga menyoroti tantangan pemenuhan kebutuhan darah di Lamongan. Berdasarkan standar WHO, kebutuhan darah ideal minimal mencapai dua persen dari total jumlah penduduk. Pada tahun 2025, pemenuhan kebutuhan darah di Lamongan mencapai sekitar 94 persen.
Sementara pada tahun 2026 ini, PMI Lamongan menargetkan pengumpulan 19 ribu kantong darah, dengan capaian sementara sekitar 7 ribu kantong. “Karena PMI berbasis kerelawanan, maka partisipasi masyarakat harus terus didorong melalui sosialisasi dan apresiasi kepada para pendonor,” tambahnya.

Selain pelayanan darah, PMI Lamongan juga terus memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui pengiriman relawan dan bantuan logistik. Pembinaan PMR di sekolah juga akan dimaksimalkan agar generasi muda memiliki kemampuan dasar pertolongan pertama dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Pada agenda yang sama, PMI Kabupaten Lamongan turut menerima Laporan Auditor Tahun Anggaran 2025 dari Kantor Akuntan Publik Bambang Sutjipto Ngumar. Dalam laporan tersebut, PMI Lamongan berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang merupakan predikat tertinggi dalam audit laporan keuangan.

Capaian itu diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap PMI Kabupaten Lamongan sebagai lembaga kemanusiaan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan dalam memberikan pelayanan sosial.

Dukung Generasi Emas Dengan Beasiswa Lamongan Cerdas dan SKSS

LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten
Lamongan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lamongan dan Baznas Jawa Timur terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa Lamongan Cerdas dan Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). 

Hal tersebut dituturkan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat melalukan pentasharufan beasiswa kepada ratusan pelajar dan mahasiswa, Rabu (20/5) di Pendopo Lokatantra. Bupati yang akrab disapa Pak Yes menuturkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan menjadi langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045. 

“Kemajuan daerah dapat dilihat dari perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ketika pendidikan maju, maka tingkat peradaban daerah juga akan maju,” tutur Pak Yes usai menyerahkan simbolis beasiswa Lamongan Cerdas kepada para penerima.
Orang nomor satu di Kota Soto itu menjelaskan, IPM Kabupaten Lamongan saat ini terus menunjukkan pertumbuhan positif dan berada di angka 76,8. Peningkatan tersebut dipengaruhi indikator pendidikan, kesehatan, dan daya beli yang terus berkembang. Karena itu, Pak Yes meminta seluruh penerima beasiswa memanfaatkan bantuan pendidikan dengan sebaik-baiknya serta tidak pesimis dalam meraih cita-cita.

Pada kesempatan tersebut, Pak Yes menyampaikan bahwa upaya Pemkab Lamongan dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia emas tidak hanya melalui Lamongan Cerdas. Pemkab Lamongan juga menghadirkan berbagai program beasiswa lainnya, salah satunya Beasiswa Pendidikan Terintegrasi dan Gratis (Perintis) yang ditujukan untuk mendukung peningkatan akses pendidikan dan pengembangan kompetensi generasi muda Lamongan.
 
Selain kemampuan akademik, Pak Yes juga menekankan pentingnya penguatan soft skill bagi generasi muda, seperti adab dan kemampuan bergaul di tengah masyarakat.

Ketua Baznas Lamongan Bambang Eko Mulyono mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya pentasharufan beasiswa tahun ini. Sebanyak 218 anak dari 68 lembaga menerima bantuan pendidikan Lamongan Cerdas dengan total nilai 375,9 juta rupiah.

“Alhamdulillah pagi ini kita bersama bersyukur dapat menyalurkan beasiswa kepada ratusan penerima mulai jenjang santri, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa,” jelasnya.

Adapun rincian penerima beasiswa Lamongan Cerdas meliputi 138 santri dari 37 lembaga yangmana masing-masing santri akan menerima beasiswa sebesar 1,8 juta rupiah setiap enam bulan sekali, 5 siswa SD/MI akan menerima beasiswa sebesar 600 ribu rupiah setiap satu tahun sekali, 5 siswa SMP/MTs akan menerima beasiswa sebesar 900 ribu rupiah setiap satu tahun sekali, 20 siswa SMA/MA dari 11 lembaga akan menerima beasiswa sebesar 1 juta rupiah  setiap 1 bulan sekali, 35 mahasiswa dari 15 perguruan tinggi akan menerima beasiswa sebesar 2 juta rupiah setiap satu semester sekali, serta program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) bagi 15 penerima dari 4 lembaga akan menerima beasiswa sebesar 2 juta rupiah setiap satu semester sekali.

Selain itu, Baznas Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan beasiswa bagi 20 pelajar SMA/MA dan 15 mahasiswa asal Lamongan.

Selasa, 19 Mei 2026

Polres Lamongan Evakuasi Korban Lakalantas di JLU Deket, Enam Penumpang Elf Luka-luka

LAMONGAN - Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan bergerak cepat melakukan evakuasi korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Lingkar Utara (JLU) tepatnya di Desa Sidorejo, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Selasa (19/5) sekitar pukul 13.36 WIB.

Kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan Elf hijau nomor polisi S 7940 J yang dikemudikan BI (laki-laki 40 tahun), warga Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, dengan sebuah truk colt diesel tangki nomor polisi H 1377 SY yang dikemudikan MLH (26), warga Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan.

Akibat peristiwa tersebut, enam penumpang Elf mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi petugas menuju RSI NU Lamongan untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara identitas para korban masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd membenarkan adanya kejadian laka lantas tersebut.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi di lokasi, kendaraan Elf hijau yang mengangkut sekitar 15 penumpang melaju dari arah timur ke barat." jelasnya.

Saat tiba di lokasi kejadian, Elf berupaya mendahului truk colt diesel tangki dengan mengambil lajur kanan.

"Namun saat akan mendahului, kendaraan Elf berjalan terlalu ke kanan hingga terjadi tabrakan samping dengan truk tangki." lanjutnya.

Benturan tersebut mengakibatkan Elf oleng ke kanan, menabrak tiang PJU, lalu terguling di jalur lawan arah.

“Akibat kejadian tersebut terdapat enam korban luka yang langsung dibawa ke RSI NU Lamongan untuk mendapatkan perawatan,” tambahnya.

Usai menerima laporan, anggota Satlantas Polres Lamongan bersama petugas terkait segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.

"Polisi melakukan olah TKP, membantu evakuasi korban ke rumah sakit, mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan, serta meminta keterangan sejumlah saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut." tutupnya.