Subscribe Us

Minggu, 17 Mei 2026

lKapolsek Sugio Bersama Warga Bantu Evakuasi Korban Puting Beliung di Gondang Lor Lamongan

LAMONGAN - Kapolsek Sugio Polres Lamongan AKP Jinanto, S.H. bersama anggota dan masyarakat setempat bergerak cepat membantu masyarakat yang menjadi korban bencana angin puting beliung yang terjadi di Dusun Ngingkrang, Desa Gondang Lor, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jumat (15/05) sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat wilayah Kecamatan Sugio diguyur hujan deras disertai angin kencang.

Angin puting beliung mengakibatkan rumah milik Har (35), yang berada di Dusun Ngingkrang RT 002 RW 003 mengalami kerusakan parah hingga rata dengan tanah.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian bencana alam tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, rumah berbahan kayu jati model joglo itu tidak mampu menahan terpaan angin puting beliung yang datang secara tiba-tiba.

“Benar telah terjadi bencana angin puting beliung di wilayah Dusun Ngingkrang Desa Gondang Lor Kecamatan Sugio. Akibat kejadian tersebut rumah milik saudara Har mengalami kerusakan berat hingga roboh,” jelasnya.

Selain merusak bangunan rumah, dua unit sepeda motor milik korban juga mengalami kerusakan.

Meski demikian, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Kerugian materiil diperkirakan mencapai kurang lebih Rp150 juta.

Usai menerima laporan, Kapolsek Sugio AKP Jinanto, S.H. bersama anggota langsung mendatangi lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi barang-barang milik korban, serta memastikan kondisi rumah yang terdampak angin puting beliung.

Kehadiran petugas kepolisian bersama warga setempat di lokasi mendapat apresiasi dari masyarakat karena turut membantu meringankan beban korban pasca bencana.

Kamis, 14 Mei 2026

DPKH Lamongan Pastikan PMK Terkendali Jelang Iduladha, Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

LAMONGAN - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Lamongan memastikan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayahnya masih dalam kondisi terkendali menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Meski begitu, peternak dan pedagang hewan kurban diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit tersebut.

Kepala DPKH Lamongan, Shofiah Nurhayati mengatakan, kasus PMK masih ditemukan pada sejumlah ternak. Namun mayoritas terjadi pada hewan yang belum mendapatkan vaksinasi maupun sapi yang baru didatangkan dari luar daerah.
“PMK saat ini masih ada, tetapi masih terkendali. Kebanyakan yang terkena adalah hewan yang belum divaksin dan berasal dari pembelian baru,” kata Shofiah kepada wartawan. 

Ia memastikan daging hewan kurban tetap aman dikonsumsi selama kondisi hewan sehat dan proses penanganannya sesuai standar kesehatan hewan. Menurutnya, ternak yang pernah terpapar PMK harus dipastikan sembuh total sebelum disembelih.
Selain itu, bagian tertentu seperti jeroan, kaki, dan area mulut harus dimasak hingga matang untuk mencegah risiko penularan penyakit. “Kalau hewan yang terkena PMK harus sembuh dulu. Untuk bagian tertentu terutama jeroan dan bagian yang sakit wajib dimasak terlebih dahulu,” ujarnya.

Untuk mencegah penyebaran PMK, DPKH Lamongan juga memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak yang masuk ke wilayah Lamongan. Hewan yang terindikasi sakit diwajibkan menjalani isolasi dan dipisahkan dari ternak sehat sebelum diperjualbelikan. “Hewan yang sakit harus dipisahkan dari hewan sehat karena PMK mudah menular,” jelasnya.

Selain PMK, DPKH turut mewaspadai penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau lato-lato pada sapi. Hewan dengan gejala bentol-bentol diwajibkan dipotong paling akhir dan dipisahkan dari ternak sehat saat proses penyembelihan kurban.

Pengawasan kesehatan hewan kurban dilakukan melalui pemeriksaan di sejumlah titik perbatasan dan pasar hewan. Pemeriksaan dijadwalkan mulai 17 Mei di wilayah Kabuh yang berbatasan dengan Kabupaten Jombang, serta berlanjut pada 21 Mei di Balongpanggang untuk memantau lalu lintas ternak menuju Pasar Tikung.

Shofiah menambahkan, DPKH terus melakukan pengobatan pada ternak sakit serta vaksinasi terhadap hewan sehat menjelang Iduladha. Peternak diminta segera melapor apabila menemukan ternak yang menunjukkan gejala penyakit. “Kami terus melakukan pengobatan dan vaksinasi. Peternak juga kami minta segera melapor jika ada sapi sakit agar segera ditangani,” pungkasnya.

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pengangkut Sabun Terguling di Jalur Babat Lamongan

LAMONGAN – Kecelakaan tunggal terjadi di jalur nasional Desa Kebalandono, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Kamis (14/5/2026). Sebuah truk bermuatan sabun terguling usai sopir diduga mengalami microsleep saat berkendara.

Peristiwa tersebut sempat membuat arus lalu lintas tersendat karena badan truk menutup sebagian jalan. Petugas Satlantas Polres Lamongan pun langsung melakukan pengamanan dan pengaturan arus kendaraan dengan sistem buka tutup satu jalur.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lamongan, Iptu Debhi S mengatakan, truk bernopol G 9483 OF itu melaju dari arah Surabaya menuju Babat atau arah barat. Namun setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tiba-tiba oleng dan berpindah ke jalur berlawanan.
“Pengakuan sopir mengalami microsleep atau mengantuk, kemudian kendaraan berpindah jalur hingga akhirnya terguling,” ujar Iptu Debhi di lokasi kejadian.
Truk yang diketahui hendak menuju Tegal, Jawa Tengah itu akhirnya roboh di tepi jalan dengan muatan sabun berserakan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
“Korban jiwa nihil, kerugian hanya materiil,” tambahnya.

Sopir truk, Rizki Maulana, warga Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, mengaku dirinya tidak sadar saat kendaraan mulai oleng. Saat itu ia tengah mengantar muatan sabun dari Gresik menuju gudang di Tegal.
“Saya tiba-tiba ngantuk, terus banting setir ke kanan dan truk oleng. Pas sadar kendaraan sudah terguling,” ungkap Rizki.

Saat kejadian, Rizki ditemani seorang kernet dan keduanya berhasil selamat tanpa mengalami luka serius.

Kecelakaan tersebut menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Sejumlah warga tampak membantu proses evakuasi kendaraan bersama petugas kepolisian.

Hingga kini, polisi masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan, sementara proses evakuasi truk terus dilakukan agar arus lalu lintas kembali normal.

Jelang Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, 617 Pelanggan Gunakan Kereta Api di Stasiun Lamongan Hari Ini



LAMONGAN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat peningkatan mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api menjelang libur panjang Kenaikan Yesus Kristus. Berdasarkan data sementara pada Rabu (13/5), Stasiun Lamongan diproyeksikan melayani total 617 pelanggan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 294 pelanggan tercatat berangkat dan 323 pelanggan turun di Stasiun Lamongan. Angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring penjualan tiket yang masih berlangsung hingga keberangkatan kereta api terakhir pada malam hari.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengatakan bahwa meningkatnya jumlah pelanggan menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan untuk bepergian selama libur panjang.

“Menjelang libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, antusiasme masyarakat menggunakan transportasi kereta api terus meningkat. Kereta api menjadi pilihan karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan bebas kemacetan,” ujar Mahendro.

Selama periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pada 13 - 18 Mei 2026, Stasiun Lamongan tercatat telah melayani total 2.450 pelanggan, dengan rincian 1.164 pelanggan berangkat dan 1.286 pelanggan datang.

Untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat selama masa libur panjang, Stasiun Lamongan setiap hari melayani sebanyak 26 perjalanan kereta api jarak jauh menuju berbagai kota tujuan.

KAI Daop 8 Surabaya juga terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik guna memastikan perjalanan pelanggan berlangsung selamat, aman, nyaman, dan lancar selama periode libur panjang.

“Kami mengimbau pelanggan agar datang lebih awal ke stasiun dan tidak terlalu mendekati jadwal keberangkatan kereta api. Dengan demikian, proses boarding dapat berjalan lebih nyaman dan pelanggan dapat terhindar dari risiko tertinggal kereta,” tambah Mahendro.

Selain itu, KAI Daop 8 Surabaya turut mengingatkan pelanggan untuk selalu memperhatikan barang bawaan selama berada di area stasiun maupun saat dalam perjalanan menggunakan kereta api.

Pelanggan diimbau untuk tidak meninggalkan barang tanpa pengawasan serta memastikan barang-barang berharga seperti dompet, telepon genggam, dan dokumen penting tersimpan dengan aman.

Melalui peningkatan pelayanan dan operasional yang optimal selama periode libur panjang, KAI Daop 8 Surabaya berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bersama kereta api.



Selasa, 12 Mei 2026

Upgrade Skill Perangkat Desa, Pemkab Lamongan Gelar Prima Desa untuk Tingkatkan Profesionalitas Aparatur

LAMONGAN — Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat kapasitas aparatur desa melalui Program Peningkatan Manajemen Aparatur Desa (Prima Desa). Program yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) tersebut dibuka langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, di Aula Gajah Mada Lantai 7 Gedung Pemkab Lamongan, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemkab Lamongan dalam meningkatkan kualitas sumber daya perangkat desa sebagai ujung tombak pelayanan publik di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menegaskan bahwa perangkat desa merupakan wajah pelayanan masyarakat yang dituntut mampu menjawab berbagai tantangan dan perubahan zaman.
“Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 menegaskan bahwa tidak ada pembangunan Indonesia yang berhasil tanpa desa yang kuat, dan tidak ada desa yang kuat tanpa perangkat desa yang berdedikasi,” ujar Pak Yes.

Menurutnya, perangkat desa memiliki peran penting dalam menjalankan roda pemerintahan desa, termasuk menerjemahkan kebijakan kepala desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menjadi program yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Karena itu, aparatur desa dituntut adaptif terhadap berbagai tantangan, mulai dari efisiensi tata kelola pemerintahan hingga dampak perubahan iklim.
“Perangkat desa sering berhubungan langsung dengan pelayanan publik. Maka harus mampu beradaptasi terhadap tantangan yang ada dan memiliki kemampuan lebih untuk menerjemahkan tantangan tersebut menjadi kebijakan bersama yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Pak Yes juga menekankan pentingnya keseimbangan antara hard skill dan soft skill bagi aparatur desa. Hard skill diperlukan dalam menjalankan tugas teknis pemerintahan, sedangkan soft skill menjadi kunci dalam membangun komunikasi, loyalitas, serta kepercayaan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Lamongan Joko Raharto menyampaikan bahwa Prima Desa berlangsung selama dua hari, mulai 12 hingga 13 Mei 2026.

Program tersebut diikuti sebanyak 213 perangkat desa yang baru dilantik pada tahun 2025 hingga awal 2026, terdiri dari 15 sekretaris desa, 44 kepala urusan, 80 kepala seksi, dan 74 kepala dusun.
“Program ini bertujuan meningkatkan kinerja aparatur desa agar mampu menjalankan tata kelola pemerintahan desa secara profesional, adaptif, dan berorientasi pelayanan masyarakat,” kata Joko Raharto.

Berbagai materi strategis diberikan dalam pelatihan tersebut, di antaranya pengelolaan keuangan dan aset desa, penguatan nilai-nilai Pancasila, pengembangan BUMDes, kepemimpinan dan loyalitas perangkat desa, penguatan ketertiban masyarakat produktif, hingga tata kerja pemerintahan desa.

Melalui Prima Desa, Pemkab Lamongan berharap perangkat desa semakin profesional, responsif, dan mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat desa di Kabupaten Lamongan.