Subscribe Us

Selasa, 12 Mei 2026

Jejak Airlangga hingga Majapahit di Sawah Lamongan, Lumbung Pangan yang Hidup Ribuan Tahun

LAMONGAN — Hamparan sawah di Kabupaten Lamongan mulai kembali dipenuhi aktivitas petani seiring masuknya musim tanam kedua. Di balik bentang hijau yang menenangkan itu, tersimpan jejak panjang sejarah agraris yang telah hidup sejak masa kerajaan kuno di Jawa Timur.

Lamongan yang kini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional ternyata memiliki akar pertanian yang telah tumbuh sejak ribuan tahun lalu. Jejak tersebut terekam dalam berbagai prasasti peninggalan masa Raja Airlangga hingga era Majapahit.

Pemerhati sejarah Lamongan, Supriyo mengatakan, tradisi agraris di Lamongan sesungguhnya telah berkembang sejak masa kerajaan Airlangga. Hal itu terlihat dari sejumlah prasasti kuno yang ditemukan di wilayah Lamongan dan sekitarnya.

“Di hampir semua prasasti masa Airlangga yang ditemukan di Lamongan seperti Prasasti Cane, Patakan, Baru hingga Selorejo atau Bularuk disebutkan soal perdagangan beras dan ternak. Itu menandakan kawasan ini sejak dahulu memang wilayah agraris yang sangat kuat,” kata Supriyo, Senin (11/5/2026).

Dalam berbagai prasasti tersebut muncul istilah adagāṅ bras yang berarti perdagangan beras. Menurut Supriyo, istilah itu menjadi bukti penting bahwa kawasan Lamongan kala itu telah mengalami surplus pangan.
“Kalau sudah ada perdagangan beras berarti produksinya melimpah. Artinya sistem pertanian di wilayah ini sejak seribu tahun lalu sudah maju, termasuk pengelolaan irigasi dan struktur desa pertaniannya,” ujarnya.

Tidak hanya padi, prasasti-prasasti kuno juga mencatat aktivitas peternakan masyarakat masa itu. Istilah kbo untuk kerbau dan wdus yang berarti kambing menjadi penanda bahwa ekonomi masyarakat desa bertumpu pada perpaduan antara pertanian dan peternakan.

Menurut Supriyo, keberadaan ternak memiliki peran penting dalam sistem pertanian kuno di Lamongan. Kerbau digunakan untuk membajak sawah, sementara sapi dan kambing menjadi penopang ekonomi rumah tangga masyarakat desa. “Jadi pertanian masa itu bukan berdiri sendiri. Sawah, peternakan, perdagangan, semuanya saling terhubung membentuk ekonomi desa yang stabil,” jelasnya.

Jejak agraris Lamongan terus berkembang hingga masa Majapahit. Jika pada era Airlangga kawasan ini dikenal sebagai sentra produksi pangan, maka pada masa Majapahit wilayah Lamongan mulai terhubung dalam jaringan perdagangan komoditas yang lebih luas.

Hal itu terlihat dalam Prasasti Biluluk II yang mencatat berbagai komoditas perdagangan seperti sahaṅ atau merica, kapulaga, cabe Jawa, kemukus hingga kapas. Beragam rempah-rempah tersebut pada masanya memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi bagian penting perdagangan Nusantara.

Catatan itu menunjukkan masyarakat agraris di kawasan Lamongan tidak hanya mengandalkan hasil sawah, tetapi juga perkebunan dan perdagangan hasil bumi. Sementara keberadaan kapas mengindikasikan kemungkinan berkembangnya kerajinan tekstil di lingkungan masyarakat desa masa Majapahit.

“Prasasti Biluluk II menunjukkan ekonomi agraris Majapahit sudah sangat maju. Tidak hanya padi, tetapi juga rempah-rempah dan hasil perkebunan ikut diperdagangkan. Itu menandakan wilayah Lamongan dan sekitarnya masuk dalam jalur ekonomi penting pada masa itu,” terang Supriyo.

Ia menilai, predikat Lamongan sebagai lumbung pangan nasional saat ini merupakan kesinambungan sejarah panjang yang telah berlangsung sejak era kerajaan kuno.

“Jadi apa yang kita lihat hari ini sebenarnya kelanjutan dari tradisi agraris lama. Sawah-sawah di Lamongan bukan hanya lahan produksi pangan modern, tetapi juga bagian dari warisan sejarah peradaban Nusantara,” imbuhnya.

Karena itu, sawah Lamongan hari ini bukan hanya penting secara ekonomi, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan kebudayaan yang besar. Setiap musim tanam seakan menjadi pengingat bahwa sejak masa Airlangga hingga Indonesia modern, Lamongan tetap menjadi tanah yang menumbuhkan kehidupan.

Senin, 11 Mei 2026

Jelang Launching KDKMP, Dandim 0812 Lamongan Bekali Calon Pengurus Koperasi Merah Putih

LAMONGAN – Menjelang peluncuran serentak Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Komandan Kodim 0812/Lamongan Deni Suryo Anggo Digdo memberikan pengarahan kepada ratusan calon karyawan dan pengurus unit usaha toko KDKMP di Aula Kadetsuwoko Kodim 0812/Lamongan, Minggu (10/5/2026).
Peserta yang hadir merupakan perwakilan pengurus dari 90 titik KDKMP di Kabupaten Lamongan. Masing-masing titik sementara diambil enam pengurus untuk unit usaha toko, sedangkan pengurus lainnya akan direkrut oleh kepala desa melalui mekanisme musyawarah desa.

Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk pemantapan sebelum launching serentak KDKMP di seluruh wilayah Lamongan. Para calon pengurus berasal dari berbagai unsur masyarakat desa, mulai tokoh pemuda, perangkat desa, pelaku UMKM, hingga kelompok tani dan nelayan.

Dalam arahannya, Dandim menegaskan bahwa KDKMP harus mampu menjadi penggerak ekonomi desa dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Koperasi Merah Putih ini bukan sekadar nama, tetapi amanah besar. Koperasi harus hidup, sehat, transparan, dan benar-benar membantu masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para calon pengurus untuk memegang prinsip kejujuran, keterbukaan, serta bekerja demi kepentingan rakyat.
Menurutnya, pendampingan dari Babinsa akan terus dilakukan agar pengelolaan koperasi berjalan sesuai tujuan dan mampu berkembang secara sehat.

“Kelola koperasi seperti mengurus rumah tangga sendiri. Kalau ada keuntungan harus kembali kepada anggota, dan bila ada persoalan diselesaikan melalui musyawarah,” ujarnya.

Suasana pengarahan berlangsung interaktif saat sesi tanya jawab. Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan terkait strategi pemasaran hingga modal awal koperasi. Semua pertanyaan dijawab langsung oleh Dandim dengan suasana santai dan penuh motivasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pasiter Kodim 0812/Lamongan Bambang, perwakilan Dinas Koperasi, serta para Danramil yang nantinya akan menjadi pendamping di wilayah masing-masing.
Dandim berharap saat launching nanti seluruh KDKMP di Lamongan sudah siap beroperasi dan tidak lagi memulai dari tahap perencanaan.

“Rakyat menunggu hasil nyata, bukan sekadar janji. Karena itu semua harus dipersiapkan mulai sekarang,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan yel-yel semangat “Koperasi Merah Putih, Dari Desa Untuk Indonesia!” yang menggema di Aula Kadetsuwoko sebagai simbol komitmen bersama membangun ekonomi kerakyatan dari desa.

Program launching KDKMP di Lamongan rencananya akan dilaksanakan serentak dalam waktu dekat sebagai bagian dari program nasional 1.000 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. 

Kecelakaan Beruntun di Jalur Nasional Lamongan–Tuban, Tiga Kendaraan Terlibat

LAMONGAN – Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di Jalan Raya Lamongan–Tuban, tepatnya di Dusun Lengkong, Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Sabtu malam (9/5/2026) sekitar pukul 20.50 WIB.
Insiden yang melibatkan tiga kendaraan tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas di jalur nasional Lamongan–Tuban mengalami kepadatan.

Kasihumas Polres Lamongan, M. Hamzaid membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Berdasarkan hasil keterangan saksi di lokasi, kecelakaan diduga dipicu kurang hati-hatinya pengemudi truk tronton saat melintas di tikungan hingga kendaraan oleng dan masuk ke jalur berlawanan.

“Kendaraan yang terlibat yakni truk tronton nomor polisi W-9724-UP yang dikemudikan AN (39) warga Porong, Sidoarjo, truk nomor polisi W-8904-YB yang dikemudikan DS (39) warga Sawahan, Surabaya, serta bus nomor polisi G-7086-OA yang dikemudikan RIY (53) warga Petarukan, Pemalang,” jelasnya.

Peristiwa bermula saat truk tronton melaju dari arah utara menuju selatan. Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan diduga hilang kendali hingga oleng ke kanan, menabrak median jalan dan masuk ke lajur berlawanan arah.

Di saat bersamaan, dari arah selatan ke utara melaju sebuah truk dan bus. Karena jarak antar kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan beruntun pun tidak dapat dihindari.

Akibat kejadian tersebut, ketiga kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Beruntung tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.

Petugas Unit Gakkum Satlantas bersama personel Polsek Babat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi kendaraan dan pengaturan arus lalu lintas guna mengurai kemacetan yang sempat terjadi.

Polres Lamongan juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur padat serta area tikungan pada malam hari. Pengemudi diminta memastikan kondisi kendaraan layak jalan dan tidak memaksakan diri berkendara saat mengantuk atau kehilangan konsentrasi.

Selain itu, pengguna jalan diingatkan untuk menjaga jarak aman, mematuhi batas kecepatan, dan selalu mengutamakan keselamatan demi mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. 

Sabtu, 09 Mei 2026

Bersatu Jaga Lingkungan, TNI dan Warga Ngimbang Gotong Royong Bersihkan Saluran Air di Dusun Katar

LAMONGAN – Lumpur pekat dan sampah yang menyumbat saluran air di Dusun Katar, Desa Ngimbang, Kecamatan Ngimbang, tak lagi jadi pemandangan pagi itu. Sabtu (9/5/2026), seragam loreng dan pakaian warga berbaur jadi satu. Anggota Koramil 0812/06 Ngimbang bersama prajurit Yonif TP 887/KJM menggelar aksi kepedulian lingkungan lewat karya bakti pembersihan saluran air.

Sejak pukul 07.00 WIB, cangkul, sekop, dan karung sudah di tangan. Tanpa canggung, prajurit TNI terjun langsung ke dalam saluran yang dangkal. Mereka mengangkat lumpur, menyingkirkan sampah plastik, ranting, hingga limbah rumah tangga yang menumpuk. Warga Dusun Katar pun tak mau kalah. Ibu-ibu membawakan air minum, bapak-bapak ikut mengeruk, anak muda membantu menarik karung ke tepi jalan.
Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih. Bagi warga, saluran air yang lancar berarti sawah tak lagi kebanjiran saat hujan, dan nyamuk penyebab demam berdarah tak punya tempat berkembang biak. “Kalau selokan mampet, yang susah kami juga. Alhamdulillah dibantu Pak Tentara. Rasanya kami tidak sendirian,” ujar salah satu warga Dusun Katar dengan mata berkaca-kaca.

Dalam hal ini Kapten Inf Mustoha selaku Danramil 0812/06 Ngimbang menegaskan, karya bakti ini wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Kami datang bukan sebagai tamu. Ini kampung kita juga. Kalau lingkungan sehat, warga sehat, kami pun tenang. Inilah bentuk bela negara yang paling dekat dengan rakyat,” tegasnya sambil mengangkat karung berisi sampah.

Kepala Desa Ngimbang, Bapak Yono, tak kuasa menyembunyikan rasa terima kasih. “Selama ini warga bingung mau mulai dari mana. Begitu Pak Babinsa dan anggota Yonif TP 887/ KJM datang, semua jadi ringan. Gotong royongnya luar biasa. Semoga jadi contoh untuk dusun lain,” ucapnya.

Peluh dan lumpur yang menempel di seragam loreng hari itu bercerita tentang cinta yang sederhana: cinta pada alam, pada desa, pada rakyat. Dari Dusun Katar, Koramil 0812/07 Ngimbang dan Yonif TP 887/KJM mengirim pesan bahwa menjaga lingkungan adalah tugas bersama. Karena ketika saluran air kembali mengalir jernih, harapan warga pun ikut mengalir deras. 

Warga Lapor 110, Tabrakan Beruntun Gegerkan Jalan Raya Tikung, Polres Lamongan Langsung Evakuasi Korban ke RS

LAMONGAN - Untuk kesekian kali Polres Lamongan menunjukkan respon cepat terhadap laporan masyarakat melalui layanan kepolisian call center 110. 

Salah seorang warga masyarakat menghubungi 110 dan menginformasikan bahwa telah terjadi kecelakaan lalu lintas di Jl. Raya Mantup Lamongan  tikungan pasar sapi, Ds. Desa Bakalanpule Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.

Satuan Lalu Lintas Polres Lamongan bersama Personel Polsek Tikung bergerak cepat melakukan pertolongan evakuasi korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Jurusan Lamongan–Mojokerto, tepatnya di Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Sabtu siang (09)05) sekitar pukul 11.45 WIB.

Kasatlantas Polres Lamongan melalui Kasihumas IPDA M. Hamzaid, S.Pd saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan tiga kendaraan.

" Ketiga kendaraan yang terlibat laka yakni Mobil L300 No.Pol S-8089-JB yang dikemudikan Sut (34), laki-laki warga Desa Kedungwaras, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, kemudian Sepeda Motor No.Pol S-4364-MP yang dikendarai Sum (39), perempuan warga Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, serta Sepeda Motor  No.Pol S-2311-JBE yang dikendarai seorang pelajar perempuan berusia 15 tahun yang disebut Mawar sebagai nama samaran, warga Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan." rincinya.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi  di lokasi kejadian, semula Mobil L300 melaju dari arah selatan ke utara.

Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga oleng ke kanan. Pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju Sepeda Motor yang dikendarai Sum berboncengan serta Sepeda Motor Honda yang dikendarai Mawar.

"Karena jarak yang sudah dekat dan pengendara tidak sempat menghindar, kecelakaan pun tidak dapat terelakkan hingga mengakibatkan para korban mengalami luka-luka." lanjutnya.

Akibat kecelakaan tersebut, Mobil L300 mengalami kerusakan pada bagian depan.

Untuk kedua Sepeda Motor mengalami kerusakan cukup parah dan penumpangnya mengalami luka-luka.

Petugas Satlantas Polres Lamongan dan Polsek Tikung yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan cepat.

"Polisi membantu proses evakuasi dan pertolongan terhadap korban ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis, sekaligus melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi agar tidak terjadi kemacetan." tambahnya.

Kasihumas Polres Lamongan turut mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, menjaga konsentrasi, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik demi mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.