Subscribe Us

Rabu, 29 April 2026

Kanwil Kemenkumham Jatim Kawal 3 Raperda Lamongan, Tekankan Perspektif HAM

LAMONGAN – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Jawa Timur mengintensifkan pengawasan terhadap pembahasan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di Kabupaten Lamongan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap regulasi yang disusun tidak mengandung unsur diskriminatif dan selaras dengan prinsip hak asasi manusia (HAM).

Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Toar Mangaribi, menyampaikan bahwa pengawalan ini merupakan bentuk langkah preventif agar produk hukum daerah benar-benar melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Kami ingin memastikan sejak awal tidak ada potensi diskriminasi dalam peraturan daerah. Tiga Raperda ini kami kawal agar memiliki perspektif HAM yang kuat,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Tiga Raperda yang menjadi perhatian meliputi Raperda tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat serta Pelindungan Masyarakat. Kemudian Raperda terkait kerja sama pemerintah daerah dengan badan usaha dalam penyediaan infrastruktur penerangan jalan umum, serta Raperda perubahan atas Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Lamongan.

Menurut Toar, proses penyusunan regulasi tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi juga harus melibatkan partisipasi publik. Untuk itu, pihaknya mendorong adanya forum diskusi seperti Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan masyarakat, LSM, dan perangkat daerah.
“Produk hukum ini harus menjadi milik bersama. Karena itu, partisipasi masyarakat sangat penting dalam setiap tahap pembahasannya,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten I Pemkab Lamongan, Joko Nursiyanto, menyambut baik pendampingan dari Kanwil Kemenkumham Jatim. Ia menilai sinergi tersebut dapat memperkuat kualitas regulasi, baik dari sisi teknis penyusunan maupun substansi.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011, setiap pembentukan peraturan perundang-undangan harus memenuhi aspek formil dan materiil. Dalam hal ini, tim HAM berperan memastikan tidak ada muatan yang berpotensi melanggar hak dasar, termasuk diskriminasi gender.
Pemkab Lamongan menegaskan bahwa pengawalan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda), pembahasan, hingga evaluasi akhir. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan regulasi yang adil, inklusif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Upaya Atasi Kekeringan Terus Dikuatkan Untuk Pertahankan Swasembada Pangan

LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat langkah antisipatif menghadapi potensi kekeringan akibat perubahan iklim, guna menjaga keberlanjutan swasembada pangan. Hal tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, saat mendampingi kunjungan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Tin Latifah, Selasa (28/4) di Embung Sumengko, Desa Tambakmenjangan, Kecamatan Sarirejo.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menegaskan bahwa tahun ini menjadi momentum penting dalam menghadapi musim kemarau yang diprediksi cukup ekstrem. Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dituntut bergerak cepat dan terintegrasi, yangmana tujuannya agar produksi pangan tetap terjaga atau tetap mempertahankan swasembada pangan.
“Tahun ini penting kita hadapi kemarau yang ekstrem. Kita semua harus turun agar swasembada pangan tetap terselamatkan,” tutur Pak Yes.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Soto mengungkapkan bahwa pemerintah pusat melalui koordinasi bersama gubernur dan Menteri Pertanian telah mengingatkan adanya potensi perubahan cuaca yang ditandai dengan hujan lebat, serta panas ekstrem berkepanjangan. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan daerah dalam menjaga produktivitas pertanian.

Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Tin Latifah, menjelaskan bahwa fenomena iklim yang akan terjadi merupakan kategori El Nino moderat, bukan ekstrem. Kondisi tersebut dinilai masih dapat diantisipasi dengan optimalisasi sumber daya yang ada.

“El Nino yang akan kita hadapi bersifat moderat, sehingga masih bisa diupayakan dengan berbagai upaya, termasuk pemanfaatan lahan kering dan dukungan sarana prasarana pertanian,” jelasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Dirjen juga menyoroti pentingnya optimalisasi fungsi sumber air, termasuk waduk dan embung yang saat ini mengalami kendala akibat pertumbuhan eceng gondok. Ke depan, pemanfaatan teknologi irigasi seperti pompanisasi dan irigasi perpipaan akan terus didorong dan dimaksimalkan. Agar dapat mendukung dan mencukupi kebutuhan air untuk pertanian.

Menanggapi aspirasi masyarakat terkait kondisi aliran sungai yang belum optimal, Pemkab Lamongan berkomitmen akan segera melakukan tindak lanjut melalui pengerukan dan pelebaran saluran air. Tntu tujuannta agar dapat difungsikan secara maksimal dalam mendukung pengairan lahan pertanian.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, diharapkan ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim, sekaligus mempertahankan posisi Lamongan sebagai lumbung pangan unggulan di Jawa Timur.

Lima Kloter Jamaah Haji Asal Lamongan Diberangkatkan

LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten Lamongan secara resmi memberangkatkan jamaah haji tahun 2026. Pada hari ini, total akan diberangkatkan lima kloter.
Pada pemberangkatan kloter 30 dan kloter 31 dilakukan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Rabu (29/4)  di Pendopo Lokatantra pagi ini. 

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menyampaikan bahwa momentum keberangkatan ini merupakan penantian panjang yang akhirnya terwujud bagi para jamaah.

“Hari ini adalah hari yang dinantikan, panggilan Allah SWT akhirnya terlaksana. Semoga seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar sebagaimana harapan kita bersama,” tutur Pak Yes.

Pak Yes juga menegaskan harapannya agar seluruh jamaah diberikan keselamatan dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.

“Kami berharap seluruh jamaah haji Kabupaten Lamongan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta mampu menjalankan ibadah dengan khusyuk hingga kembali ke tanah air,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Yes mengungkapkan bahwa jumlah jamaah haji Lamongan tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Hal tersebut menjadi indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

“Alhamdulillah, tahun ini jamaah haji Lamongan meningkat hampir seribu jamaah. Ini menjadi tanda kemakmuran masyarakat Lamongan yang patut kita syukuri bersama,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan Abdul Ghofur, total jamaah haji Lamongan tahun ini berjumlah 2.758 orang, terdiri dari 1.247 jamaah laki-laki dan 1.511 jamaah perempuan. Seluruhnya terbagi dalam delapan kloter, yakni kloter 30 hingga kloter 37.

Keberangkatan hari ini mencakup lima kloter, dimulai sejak pagi hingga malam hari. Selanjutnya, dua kloter akan diberangkatkan pada Kamis, dan satu kloter terakhir pada Jumat.

Adapun rincian jamaah per kloter yaitu kloter 30 sebanyak 222 jamaah, kloter 31 sebanyak 376 jamaah, kloter 32 sebanyak 375 jamaah, kloter 33 sebanyak 375 jamaah, kloter 34 sebanyak 374 jamaah, kloter 35 sebanyak 376 jamaah, kloter 36 sebanyak 375 jamaah, dan kloter 37 sebanyak 285 jamaah.

Selanjutny, Abdul Ghofur menyampaikan bahwa pada penyelenggaraan haji tahun ini, pemerintah mengusung tagline "Haji Ramah Lansia, Haji Ramah Disabilitas, dan Haji Ramah Perempuan". Selain itu, diterapkan pula skema murur dan tanazul guna memberikan kemudahan bagi jamaah, khususnya kelompok rentan. Skema murur memungkinkan jamaah tidak bermalam di Muzdalifah dan langsung menuju Mina, sedangkan tanazul memungkinkan jamaah tidak menginap di Mina dan kembali ke hotel.

Dalam mendukung pelayanan jamaah, turut disiapkan petugas haji, yang terdiri dari PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) 13 orang, TKHK (Tenaga Kesehatan Haji Kloter) 13 orang, PHD (Petugas Haji Daerah) 8 orang, dan PIH KBIHU (Pembimbing Ibadah Haji KBIHU) 10 orang.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Lamongan juga menyerahkan penghargaan kepada jamaah tertua dan termuda. Jamaah tertua yakni Mujiono bin Purwo (90) asal Kedungpring, dan jamaah termuda Najwa Amelia binti Nur Huda (17) asal Solokuro.

Selasa, 28 April 2026

Disnakeswan Lamongan Pastikan Stok dan Kesehatan Hewan Kurban Jelang Iduladha 2026

LAMONGAN -  Menyambut Hari Raya Iduladha 2026, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lamongan mulai mematangkan berbagai persiapan guna menjamin ketersediaan sekaligus kesehatan hewan kurban di wilayahnya.

Kepala Disnakeswan Lamongan, Shofia Nurhayati, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan menyeluruh terhadap ternak yang siap dipotong. Tak hanya itu, lapak-lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di sejumlah titik juga turut didata untuk memudahkan pengawasan.

“Pendataan sudah kami lakukan, baik untuk ternak yang siap dipotong maupun lokasi penjualan hewan kurban di Lamongan,” ujar Shofia, Selasa (28/4/2026).

Selain pendataan, Disnakeswan juga menyiapkan sapi bantuan masyarakat (banmas) yang nantinya akan diseleksi sebagai salah satu hewan kurban Presiden. Di sisi lain, sosialisasi terkait lalu lintas ternak terus digencarkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit.
“Kami juga menyiapkan sapi banmas serta mengintensifkan sosialisasi lalu lintas ternak agar distribusi tetap aman dan terkendali,” tambahnya.

Hingga saat ini, Disnakeswan Lamongan mencatat ketersediaan lebih dari 6.000 ekor sapi serta sekitar 25.000 ekor kambing dan domba untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Iduladha.
Dengan berbagai upaya tersebut, Disnakeswan berharap pelaksanaan kurban tahun ini dapat berjalan lancar, aman, serta memenuhi standar kesehatan dan ketentuan yang berlaku.

Senin, 27 April 2026

Dandim 0812/Lamongan Dampingi Pangdam V/Brawijaya Tinjau Kesiapan Operasional dan Progres Pembangunan Mako Yonif TP 887/KJM di Lamongan

​LAMONGAN,– Komandan Kodim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo dampingi Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Yonif TP 887/KJM yang terletak di Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Selasa (28/4/2026). Dalam agenda tersebut, juga diikuti oleh Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo para Pejabat Utama (PJU) Kodam V/Brawijaya.

​Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pimpinan untuk memastikan secara langsung sejauh mana tingkat kesiapan operasional satuan, serta mengevaluasi perkembangan pembangunan fasilitas Markas Komando (Mako) Yonif TP 887/KJM agar dapat segera difungsikan secara optimal.

​Setibanya di lokasi, Pangdam V/Brawijaya menerima paparan singkat mengenai situasi terkini satuan dan dilanjutkan dengan peninjauan menyeluruh ke area pembangunan infrastruktur Mako. Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan bahwa pembangunan sarana dan prasarana harus memenuhi standar kualitas yang baik agar kenyamanan dan efektivitas prajurit dalam bekerja tetap terjaga.

​"Kunjungan ini untuk memastikan bahwa kesiapan operasional satuan sudah berjalan dengan baik. Infrastruktur yang sedang kita bangun ini adalah pendukung utama bagi prajurit agar mampu melaksanakan tugas pokoknya dengan maksimal dalam menjaga kedaulatan wilayah di Jawa Timur," ujar Pangdam.

​Senada dengan hal tersebut, Komandan Kodim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung penuh keberadaan Yonif TP 887/KJM di wilayah teritorialnya.

​"Kodim 0812/Lamongan akan terus bersinergi dan memberikan dukungan penuh, baik dalam koordinasi wilayah maupun kelancaran pembangunan Mako Yonif TP 887/KJM. Kehadiran satuan ini merupakan tambahan kekuatan yang sangat strategis bagi stabilitas keamanan di Kabupaten Lamongan," tegas Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo.

​Kegiatan kunjungan kerja tersebut berjalan dengan tertib dan lancar. Pangdam V/Brawijaya memberikan apresiasi atas progres pembangunan yang telah dicapai dan memberikan motivasi kepada seluruh personel agar tetap menjaga semangat serta profesionalisme dalam menjalankan tugas kedinasan.