Subscribe Us

Selasa, 10 Maret 2026

Cegah Penyalahgunaan Senpi, Sipropam Polres Lamongan Gelar Pengecekan Senjata Dinas Anggota

LAMONGAN  – Dalam rangka mengantisipasi penyalahgunaan senjata api (senpi) serta mencegah terjadinya pelanggaran oleh anggota, Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polres Lamongan melaksanakan pengecekan senpi dinas  yang digunakan personel, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Lamongan Kompol Jodi Indrawan, S.I.K., didampingi Kasipropam Polres Lamongan AKP Darsono, S.H., bersama anggota Sipropam Polres Lamongan.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap senjata api dinas yang dipegang oleh anggota. Pengecekan meliputi kebersihan senjata api, kelayakan penggunaan, serta pemeriksaan jumlah dan kondisi amunisi yang dimiliki masing-masing personel.

Selain itu, petugas juga memastikan setiap anggota yang memegang senjata api dinas telah memenuhi prosedur administrasi serta penggunaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan Polri.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan ini merupakan bentuk pengawasan internal guna memastikan senjata api dinas digunakan secara profesional, bertanggung jawab, serta tidak disalahgunakan oleh anggota.
“Pengecekan ini sebagai bentuk pengawasan dan pengendalian terhadap penggunaan senjata api dinas oleh anggota, sehingga tetap sesuai prosedur dan tidak terjadi pelanggaran,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa selain di Polres, pengecekan juga dilakukan di Polsek jajaran secara serentak pada pukul 08.30 WIB yang dipimpin oleh Kapolsek masing-masing.

“Dari hasil pemeriksaan, seluruh senjata api dinas dalam kondisi lengkap sesuai data inventaris. Bagi anggota yang masa berlaku izin memegang senpi telah habis, dilakukan penarikan dan diperintahkan untuk mengurus kembali sesuai ketentuan,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh personel Polres Lamongan semakin disiplin dan bertanggung jawab, serta meningkatkan profesionalitas dalam penggunaan senjata api dinas guna menjaga keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. 

Minggu, 08 Maret 2026

Pers Bagian Penting Pembangunan Daerah

LAMONGAN - Pers menjadi salah satu bagian penting dalam kemajuan sektor pemerintahan dan pembangunan daerah. Demikian disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, pada malam Resepsi Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 dan HUT PWI Ke-80 Lamongan di Pendopo Lokatantra, Minggu (8/3/2026).


Bupati Yuhronur mengucapkan terima kasih karena pers telah membersamai, mengawal, serta menjadi mitra masyarakat juga pemerintahan. "Tema pers sehat, ekonomi berdaulat, dan bangsa yang kuat. Saya yakin tema ini tidak hanya pada waktu momen Hari Ulang Tahun PWI maupun HPN saja, tapi momen ini adalah everyday is moment-nya para wartawan, jadi setiap hari pers ini adalah pers yang sehat, ekonomi berdaulat, dan menjadikan bangsa yang kuat. Terima kasih yang sebesar-besarnya atas peran pers yang selama ini mempersamai dalam kehidupan masyarakat di Kabupaten Lamongan maupun mengawal menjadi Insan menjadi Mitra dalam kehidupan kemasyarakatan dan pemerintahan di Kabupaten Lamongan ini," ucapnya

Pak Yes juga mengajak untuk terus menjalin kerjasama yang baik. Selain itu, beliau juga mendorong agar pers terus dapat menjadi pencerah yang memotivasi dalam mengawal berbagai program pemerintah dan menciptakan energi positif bagi masyarakat.

"Mari terus kita jalin kerjasama yang baik, kemitraan yang baik, menjadikan pers ini sebagai pencerah, memberikan dorongan dalam memotivasi dan semangat kepada para pelaksana pemerintahan di daerah sehingga kolaborasi ini akan menciptakan sebuah energi yang kuat, value yang kuat yang tentu akan mewujudkan banyak hal yang positif di masyarakat," imbuhnya.

Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Jatim Lutfil Hakim mengatakan bahwa PWI Lamongan dikatakan cukup bertanggungjawab dalam mengawal pembangunan daerah.

"Momentum perayaan ini bisa merefresh, bisa memotivasi, bagaimana kita berprofesi sebagai jurnalis itu adalah jurnalis yang betul-betul bertanggung jawab menjelaskan, menjadi kompas untuk kebaikan semua masyarakat Lamongan," ujar Lutfil Hakim.

Lele, Sebagai Simbol Kebangkitan Lamongan

LAMONGAN | duta.co – Ikan lele dinilai menjadi simbol keuletan masyarakat sekaligus kebangkitan ekonomi Kabupaten Lamongan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, dalam kegiatan Kontes Lele yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Minggu (8/3).

Kegiatan yang diinisiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan bekerja sama dengan Dinas Perikanan serta Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Lamongan itu berlangsung dalam acara Ramadan Meriah (RAME) di GOR Lamongan.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes mengatakan bahwa ikan lele memiliki filosofi yang dekat dengan kehidupan masyarakat Lamongan. Lele dikenal sebagai ikan yang lincah, mampu bertahan di berbagai kondisi, serta memiliki daya hidup yang kuat.

Menurutnya, karakter tersebut mencerminkan semangat masyarakat Lamongan yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Lele melambangkan keuletan dan kelincahan. Selain itu, ada pesan bahwa ketika sudah mampir melihat, jangan main-main,” ujarnya.

Ia menilai filosofi tersebut telah melekat dalam karakter masyarakat Lamongan yang dikenal gigih dalam bekerja dan berusaha. Tidak hanya di sektor perikanan, semangat tersebut juga terlihat dalam perkembangan usaha kuliner khas Lamongan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan, Kadam Mustoko, mengatakan bahwa ikan lele memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Lamongan.

Selain menjadi komoditas perikanan, lele juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga. Menurutnya, dari sektor budidaya hingga usaha kuliner berbahan dasar lele, banyak rumah tangga di Lamongan yang menggantungkan perekonomiannya pada komoditas tersebut.

“Lele merupakan salah satu unsur kehidupan masyarakat Lamongan. Dari lele ini dapur kita terus mengepul. Banyak rumah tangga yang menggantungkan kehidupannya dari makanan berbahan lele,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan kuliner pecel lele yang tersebar di berbagai daerah turut mengangkat nama Lamongan hingga dikenal secara nasional. Hal tersebut menjadi bukti bahwa lele tidak hanya berdampak pada perekonomian lokal, tetapi juga membawa identitas daerah.

Karena itu, PWI Lamongan bersama Dinas Perikanan berinisiatif menggelar Kontes Lele sebagai bentuk apresiasi kepada para pembudidaya sekaligus upaya meningkatkan nilai komoditas tersebut.

Kegiatan Kontes Lele Lamongan ditutup dengan kemeriahan Festival Penyet Lele yang diikuti 100 peserta gabungan dari TP PKK Lamongan, GOW Lamongan, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lamongan.

Rabu, 04 Maret 2026

Percepatan LTT 2026, *Kapolres Lamongan dan Ketua Bhayangkari Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan Al-Kahfi, Pererat Kepedulian di Bulan Ramadhan*Lamongan, 12/03/2026 – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si selaku Kapolres Lamongan bersama Ketua Bhayangkari Cabang Lamongan dengan anak-anak Panti Asuhan Al-Kahfi.Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026, pukul 17.00 hingga 19.00 WIB di Gedung Rupatama Tatag Trawang Tungga Polres Lamongan.Acara ini turut dihadiri oleh Wakapolres Lamongan Jodi Indrawan beserta istri, para Pejabat Utama (PJU) Polres Lamongan, para Kapolsek jajaran, pengurus Bhayangkari Cabang Lamongan, anak-anak Panti Asuhan Al-Kahfi, serta sejumlah masyarakat dan nitizen yang turut meramaikan kegiatan tersebut.Sebelum pelaksanaan buka puasa bersama, Kapolres Lamongan bersama rombongan dan anak-anak panti terlebih dahulu melaksanakan kegiatan belanja bersama di salah satu Toko Baju di Lamongan.Kegiatan tersebut menjadi momen kebersamaan yang penuh kebahagiaan bagi anak-anak panti.Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan acara yang diawali dengan pembacaan doa.Dalam sambutannya, Kapolres Lamongan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dan turut memeriahkan kegiatan buka bersama tersebut.Kapolres juga mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.“Bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat penting untuk merefleksikan diri agar menjadi pribadi yang lebih baik. Kita juga telah memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, di mana terdapat malam Lailatul Qadar yang penuh rahmat dan ampunan. Mari kita perbanyak doa, ibadah, zikir, dan sedekah untuk meraih ridho Allah SWT,” ujar Kapolres.Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan pesan kepada para anggota Bhayangkari agar selalu mendukung tugas para suami sebagai abdi negara yang bertugas di lapangan.Beliau menekankan pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga sebagai salah satu kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas kepolisian.Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan iftar atau membatalkan puasa bersama, kemudian sholat Magrib berjamaah, serta makan malam bersama seluruh peserta yang hadir.Suasana kebersamaan semakin terasa ketika Kapolres Lamongan menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dari Panti Asuhan Al-Kahfi.Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian antara kepolisian dan masyarakat.Kegiatan buka puasa bersama ini merupakan salah satu bentuk kepedulian serta upaya mempererat hubungan antara aparat kepolisian dengan masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa.Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi wwessxeesedwdx terhadap sesama di bulan penuh berkah ini.swwwwsq Tanam MT 2 Mulai Dilaksanakanadudwdsdaddfweres

LAMONGAN - Dalam upaya percepatan LTT (Luas Tambah Tanam) tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Lamongan gencar mengajak petani juga poktan Lamongan untuk sesegera mungkin mpelaksanakan tanam padi pada musim tanam kedua (MT2) setelah panen dilakukan. Hal ini disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat melaksanakan Gerakan Tanam Padi bersama Petani di Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu, Kamis (5/3).

Diungkapkan Bupati Yes bahwa pada tahun 2025, Lamongan berhasil melampaui target LTT pusat dari 192.373 ha (target pusat) terealisasi 193.786 ha, dengan luas tanam baku sawah yang dimiliki sebesar 95 ribu hektar. Selain itu, Lamongan juga semakin kokoh bagai lumbung pangan nasional dengan berhasil mencapai produksi padi sebanyak 1.335.099 ton, terbesar di Jawa Timur.

"Kok bisa demikian? karena tanamnya tidak sekali saja, tapi berkali-kali. Selain itu yang membedakan juga adalah karakter orang Lamongan yang megilann, giat-giat panen, panennya belum selesai sudah siap tanam lagi, tidak perlu menunggu besok, tidak perlu memikir BMKG, hujan atau tidak pokoknya berusaha, yakin," ungkap Pak Yes.

Ditambahkan beliau, pemerintah terus mendukung percepatan pelaksanaan swasembada pangan dengan memberikan bantuan-bantuan alat modern, pupuk, pengairan hingga ke daerah-daerah kering dengan mengupayakan adanya waduk-waduk desa maupun sumber-sumber yang bisa digunakan untuk tanam.

"Tahun ini oleh Pak Menteri di target lagi ditambah lagi 233 ribu hektar, padahal sawahnya kita hanya 95 ribu. Bismillah jangan khawatir pemerintah terus menjaga pupuk, menjaga harga, semoga tahun ini lebih baik lagi. Monggo yang belum tanam segera dipercepat tidak perlu menunggu tanamnya selesai pokok langsung," imbuhnya.

Dilaporkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan Mugito, saat ini di Lamongan pada musim tanam pertama tahun 2026 telah dilakukan panen seluas 36.818 hektar. Mengingat di tahun sebelumnya Lamongan berhasil melakukan panen hingga 4 kali dalam setahun, ia mengajak untuk mengantisipasi gangguan dengan pendampingan penyuluh dalam sterilisasi bibit dan lahan.

"Proses perawatan kami tetap mendorong antisipasi berbagai gangguan, kami tetap mengutamakan menjaga ramah lingkungan, keseimbangan alam. Sepanjang bahan-bahan organik sekitar lingkungan ada, untuk mencegah lakukan itu dulu, yang bersifat kimia ini pilihan kedua," ucapnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Yuris Tiyanto.

Rehabilitasi Sekolah Diresmikan, Perkuat Infrastruktur dan Kualitas Pendidikan

LAMONGAN - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri peresmian revitalisasi, rehabilitasi, dan pembangunan sarana prasarana SMA, SMK, dan SLB (negeri/swasta) se-wilayah Lamongan dan Gresik, Rabu (4/3) di SMAN 2 Lamongan.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes menyampaikan bahwa agenda tersebut selaras dengan komitmen Pemkab Lamongan dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan.

“Peresmian rehabilitasi untuk sekolah menjadi momentum penting dalam mendorong perbaikan kualitas pendidikan. Baik dari segi infrastruktur, maupun kualitas belajar mengajar,” tutur Pak Yes.

Disampaikan oleh orang nomor satu di Kota Soto, pembangunan pendidikan di Lamongan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur fisik. Namun juga pada peningkatan kualitas proses belajar mengajar. Hal tersebut tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan tahun 2025 yang mencapai 76,81, berada di atas rata-rata target.

“Di Lamongan terus kita dorong tidak hanya infrastruktur, tapi kualitas belajar mengajar juga kita perbaiki. Salah satu alat ukur yang dapat dilihat adalah IPM kita yang cukup tinggi, 76,8. Ini di atas rata-rata,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yes menegaskan komitmen Pemkab Lamongan untuk memaksimalkan kualitas pendidikan juga dilakukan melalui berbagai program strategis pendidikan. Di antaranya beasiswa Perintis yang telah membiayai hampir 8 ribu anak, Program Aksi Bina Pendidikan Inklusif dan Responsif (Aksi Biru) yang membantu anak putus sekolah kembali mengenyam pendidikan, serta Gertak Desa (Gerakan Kesetaraan Belajar) yang diselenggarakan di desa-desa.

“Motivasi kita adalah agar tidak ada anak Lamongan yang tidak sekolah karena terhambat keterbatasan biaya. Melalui Perintis Beasiswa hampir 8 ribu anak telah kita biayai. Program Aksi Biru membantu anak-anak yang sempat tidak sekolah untuk kembali bersekolah. Gertak Desa juga kita hadirkan untuk memperluas akses kesetaraan belajar,” tambahnya.

Berbagai program tersebut sebagai bagian dari upaya menyiapkan Generasi Emas. Terlebih SDM berkualitas adalah investasi jangka panjang untuk melanjutkan pembangunan daerah di masa mendatang.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa secara total, terdapat sekitar 400 sekolah di Jawa Timur yang mendapatkan revitalisasi dan rehabilitasi. Ia berharap program tersebut mampu menguatkan daya dukung sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Kita berharap revitalisasi ini akan menguatkan daya dukung sekolah. Daya dukung lingkungan sekolah harus kita siapkan dan jaga bersama. Setiap lembaga pendidikan penting untuk mengedepankan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat),” tuturnya.

Khofifah juga menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga fasilitas sekolah agar tetap terpelihara dengan baik, sehingga penguatan daya dukung lingkungan sekolah dapat berjalan optimal.

Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah daerah, diharapkan sebagai penguatan sarana prasarana dan kualitas pembelajaran dapat berjalan beriringan, guna mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.