Subscribe Us

Rabu, 04 Maret 2026

Rame 2026, Ajang Promosikan Produk Lokal

LAMONGAN - Ramadhan Meriah (RAME) 2026 kembali digelar sebagai ajang promosi produk lokal sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Event tahunan ini berlangsung di Lamongan Sport Center (LSC), selama lima hari kedepan, mulai 4 hingga 8 Maret 2026. 
 

Rame 2026 juga sebagai realisasi gerakan Ayo Ditumbasi, yakni ajakan kepada masyarakat untuk mencintai dan membeli produk lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui gerakan ini, diharapkan perputaran ekonomi di Kabupaten Lamongan semakin meningkat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Semarak Rame 2026 secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan Nalikan, Rabu (4/3) sore. Dituturkan oleh Nalikan, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan batik Lamongan, wastra nusantara, serta beragam produk unggulan UMKM kepada masyarakat luas.7

"Ramadhan Meriah ini menjadi momentum untuk memperkenalkan batik dan produk lokal Lamongan agar semakin dikenal luas. Seperti komitmen Pemkab Lamongan yakni UMKM kita naik kelas dan memiliki daya saing,” tutur Nalikan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dekrasda Lamongan dan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Lamongan ini menghadirkan ragam agenda. Mulai dari fashion, kuliner, serta workshop packaging yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya dalam pengemasan produk agar lebih bernilai jual.

Pada hari pertama digelar Fashion Wastra Competition kategori umum yang memperebutkan Piala Bupati Lamongan. Hari kedua dilanjutkan dengan Fashion Wastra Competition kategori Big Size dan Anak. Selanjutnya, hari ketiga diisi dengan Workshop Packaging guna meningkatkan kualitas kemasan produk UMKM agar lebih kompetitif di pasar.

Memasuki hari keempat, masyarakat akan disuguhkan Lomba Patrol yang menambah semarak suasana Ramadhan. Lalu pada hari kelima akan digelar Kontes Lele dan Awarding sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku usaha dan peserta terbaik selama rangkaian kegiatan.

Pada Rame 2026, menghadirkan 87 stand bazar yang terdiri dari 15 stand produk fashion dan aksesoris, 26 stand produk khas dari masing-masing kecamatan, serta 46 stand produk UMKM daerah. Keberagaman stand ini menjadi ruang promosi yang luas bagi produk-produk lokal agar semakin dikenal dan diminati masyarakat.

Bupati Yes Tegaskan Pembangunan di Lamongan Utuh, Menjangkau Fisik dan Non Fisik

LAMONGAN - .Pembangunan di Kabupaten Lamongan dilaksanakan secara utuh, mencakup pembangunan fisik dan non fisik yang terukur melalui capaian angka. Demikian disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, saat melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Sabilillah Desa Sugio, Kecamatan Sugio, Selasa (3/3/2026).

Disampaikan bupati Yuhronur Efendi, pada sektor fisik, Pemkab Lamongan terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur melalui program prioritas Jalan Mantap dan Mulus Lamongan (Jamula). Pada akhir tahun 2025, tingkat kemantapan jalan kabupaten telah mencapai sekitar 60,21 persen. Sebanyak 58 ruas jalan terbangun atau 24.700 meter jalan dalam kondisi baik.

"Satu tahun kepemimpinan saya dan Wakil Bupati Lamongan Mas Dirham berkomitmen melaksanakan pembangunan utuh dan berkelanjutan. Yang mencakup pembangunan fisik dan non fisik. Pada pembangunan fisik, peningkatan yang teraktualisasi akan berdampak langsung pada kelancaran konektivitas antarwilayah, distribusi hasil pertanian, serta efisiensi mobilitas masyarakat," tutur orang nomor satu di Kota Soto.

Di bidang pembangunan desa, sebanyak 277 desa berstatus mandiri. Sedangkan lainnya telah  erstatus maju, adanya capaian tersebut menunjukkan penguatan pembangunan berbasis desa yang semakin merata.

Sementara itu, pembangunan non fisik terus diperkuat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan tercatat berada pada angka 75,90 di tahun 2024 (menunjukkan tren peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat).

Dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, Pemkab Lamongan juga mengoptimalkan realisasi program nasional. Salah satunya melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang terus berkembang di berbagai desa sebagai wadah pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan penguatan distribusi kebutuhan pokok.

Pada sektor unggulan daerah, pertanian tetap mendominasi peningkatan ekonomi Lamongan. Produksi padi Lamongan tercatat mencapai lebih dari 1 juta ton gabah kering panen per tahun, menjadikan Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur hingga nasional. Selain padi, komoditas jagung, kedelai, perikanan, dan peternakan turut menunjukkan tren produktivitas yang positif.

“Pembangunan di Lamongan harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya terlihat dari infrastruktur yang berdiri, tetapi juga dari meningkatnya kualitas SDM dan kesejahteraan warga,” tegas Pak Yes.

Melalui pembangunan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lamongan optimistis mampu mewujudkan daerah yang maju, berdaya saing, serta memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak KA Anjasmoro

LAMONGAN – Seorang pria tanpa identitas tewas mengenaskan. Ini terjadi setelah  pria malang ini tertabrak KA Anjasmoro, di KM 191+0, sekira pukul 08.17 WIB.Tepatnya, di jalur rel wilayah, Dusun Gajah, Desa Rejosari, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Rabu (4/3/2026).


Informasi yang dihimpun, kereta dengan nomor perjalanan 05042 itu melaju dari arah barat menuju timur dengan tujuan Surabaya. Saat melintas di lokasi kejadian, kereta menabrak seorang pria yang berada di jalur rel hingga mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat.

Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, S.Pd., menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah petugas piket Polsek Deket menerima laporan dari masyarakat terkait adanya tubuh tergeletak di sekitar rel kereta api. “Lokasi kejadian berada di jalur KM 191+0 antara petak jalan Stasiun Lamongan–Stasiun Duduk, tepatnya di Dusun Gajah, Desa Rejosari, Kecamatan Deket,” ujarnya.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Deket AKP Akhmad Khusen, SH, MH bersama anggota langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan dan koordinasi dengan Unit Gakkum Satlantas dalam proses olah TKP serta evakuasi korban.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan tidak ditemukan identitas pada tubuhnya. Untuk sementara, korban masih berstatus Mr. X sambil menunggu proses identifikasi lebih lanjut.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan guna dilakukan proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api karena berisiko tinggi dan dapat membahayakan keselamatan jiwa.
Hingga saat ini, peristiwa tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian.

Dihajar Sekelompok Pemuda, Pelajar Babak Belur

LAMONGAN – Seorang pelajar berinisial CAF (17) menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok pemuda.
Ini terjadi di Desa Songowareng, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan, Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 02.20 WIB. Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya setelah dipukuli, ditendang, hingga diseret ke jalan oleh para pelaku.

Kapolres Lamongan, Arif Fazlurrahman mengungkapkan, pihaknya telah mengamankan 13 orang terkait peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, dua orang dewasa berinisial AM (22) dan GPP (23), warga Kecamatan Sukorame, resmi ditahan.
“Empat anak yang terlibat tidak dilakukan penahanan sesuai Pasal 32 UU RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Namun proses pidananya tetap berjalan melalui mekanisme diversi sebagaimana diatur dalam Pasal 6 sampai Pasal 15,” jelas Kapolres, Rabu (4/3/2026).

Sedangkan tiga pelaku lainnya berinisial G, F, dan D yang juga berasal dari Kecamatan Sukorame saat ini masih dalam pencarian dan telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dijelaskan Kapolres Arif, peristiwa bermula ketika korban tengah berada di warung kopi Cak Sintong bersama dua temannya. Warung tersebut berada tidak jauh dari rumah korban. Toba - tiba Ibu korban yang mendengar suara gaduh keluar rumah dan mendapati anaknya tengah dipukuli oleh sejumlah pemuda. "Meski sempat berteriak meminta pertolongan suaminya untuk melerai, para pelaku tetap melakukan aksi kekerasan", katanya.

Dari hasil penyelidikan awal, insiden dipicu oleh pakaian berlogo salah satu perguruan silat yang dikenakan korban. Diduga, atribut tersebut menimbulkan ketersinggungan dari para pelaku. Bahkan, salah satu pelaku yang kini ditahan diketahui merupakan teman korban sendiri.

Atas perbuatannya, tambah dia, para tersangka dijerat Pasal 90 ayat (1) dan (2) juncto Pasal 76C UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara serta denda hingga Rp100 juta.
"Kasus tersebut kini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh Polres Lamongan," pungkasnya

Selasa, 03 Maret 2026

Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Satlantas Polres Lamongan Gelar Rakor Keselamatan Perlintasan Kereta Api Sebidang

LAMONGAN -  Jelang Operasi Ketupat Semeru Palayanan Masyarakat pada lebaran Idul Fitri 2026, Polres Lamongan melalui Satuan Lalu Lintas menggelar Rapat Koordinasi (Rakor).
Rakor melibatkan berbagai unsur itu, dilaksanakan di Rupatama Tathya Dharaka Polres Lamongan, Selasa, (03/02/2026).

Rakor dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Lamongan AKP I Made Jata Wiranegara, S.T.K., S.I.K., M.Si., serta dihadiri Kadishub Lamongan Drs. Dianto Heri Wibowo, M.I.P. beserta anggota, perwakilan Kapolsek jajaran, Perwira Satlantas, perwakilan PT Kereta Api Indonesia (Daop 8), perwakilan Camat dan Kepala Desa sepanjang jalur rel, serta perwakilan Kasitrantib Satpol PP Lamongan.

Dalam sambutannya, Kasat Lantas Berharap kegiatan rakor ini mampu menghasilkan langkah konkret guna memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat Lamongan, khususnya menjelang lonjakan mobilitas saat Lebaran.

Secara umum, wilayah Lamongan memiliki total 81 perlintasan kereta api sebidang, terdiri dari 33 perlintasan berpalang pintu yang dijaga oleh Dishub, 29 perlintasan tanpa palang pintu yang dijaga relawan, serta 19 perlintasan yang telah ditutup.
Data kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang pada tahun 2024 terjadi 8 kejadian dengan korban meninggal dunia (MD) sebanyak 4 orang dan luka berat (LB) 2 kejadian.

Tahun 2025 tercatat 8 kejadian dengan 6 korban meninggal dunia dan 2 kejadian luka berat.

Sementara pada tahun 2026, sejak Januari hingga saat ini, telah terjadi 4 kejadian dengan 3 korban meninggal dunia dan 1 kejadian luka ringan (LR).

Kasat Lantas juga memaparkan sejumlah upaya yang telah dilaksanakan Satlantas Polres Lamongan, termasuk identifikasi enam faktor penyebab kecelakaan berdasarkan fakta di lapangan.

Ke depan, solusi yang direncanakan meliputi pelatihan penjaga perlintasan, penambahan petugas dan sarana komunikasi, peningkatan jumlah palang pintu, penutupan akses jalan kecil yang membahayakan, serta sosialisasi intensif kepada masyarakat terkait tata cara aman melintasi rel kereta api.

Beliau juga mengimbau para kepala desa di sepanjang jalur rel agar lebih peduli terhadap keberadaan penjaga perlintasan dan keselamatan warganya.

Peningkatan sarana dan prasarana palang pintu menjadi prioritas, dan apabila tidak tersedia sumber daya untuk penjagaan, disarankan agar perlintasan ditutup pada malam hari.

Kolaborasi yang solid antar-stakeholder akan menghasilkan langkah yang kuat dan berkelanjutan dalam membangun sinergitas birokrasi demi keselamatan masyarakat.

Sementara itu, Kadishub Lamongan menyampaikan apresiasi kepada Polres Lamongan atas terselenggaranya rakor tersebut sebagai forum penyamaan persepsi.

Saat ini terdapat 50 titik perlintasan sebidang yang menjadi perhatian serius, terdiri dari 19 perlintasan dengan pos jaga dan palang pintu, 13 perlintasan hanya berpalang pintu, 9 perlintasan berpalang dari swadaya masyarakat, 6 perlintasan tanpa palang pintu, dan 3 perlintasan dikelola langsung oleh KAI.

Kabupaten Lamongan memiliki 50 Petugas Jaga Lintasan (PJL) resmi yang dibantu 63 relawan.

Dalam paparan Perwakilan PT KAI Daop 8 disampaikan data perlintasan di wilayah Daop 8, termasuk titik rawan di wilayah Lamongan dan perlintasan yang berpotensi risiko akibat bangunan liar.

Identifikasi bahaya dan potensi risiko di perlintasan menjadi perhatian utama, terutama menjelang masa angkutan Lebaran 2026.

PT KAI juga menyampaikan rencana penambahan petugas jaga di 26 titik penjagaan selama masa Lebaran.

Selain itu, dalam rencana posko angkutan Lebaran, akan terdapat penambahan 11 perjalanan kereta api yang melintas pada jam rawan, yakni pukul 22.00 hingga 05.00 WIB memerlukan kesiapsiagaan ekstra dari seluruh pihak agar tidak terjadi kecelakaan di perlintasan sebidang.

Melalui rakor ini, diharapkan kesiapan pengamanan perlintasan kereta api sebidang di Kabupaten Lamongan semakin optimal, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 2026 dengan aman, nyaman, dan selamat dalam semangat Operasi Ketupat Semeru.