Subscribe Us

Rabu, 18 Februari 2026

Tingkatkan Imtak dan Manunggal Rakyat, Kodim 0812/Lamongan Gelar Tarawih Berjamaah

LAMONGAN – Memasuki Ramadan 1447, Kodim 0812/Lamongan menggelar salat tarawih berjamaah di Masjid Al-Arif Makodim 0812 Lamongan. Selain sebagai bentuk peningkatan iman dan takwa (Imtak), kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwira, staf, prajurit TNI, PNS, serta masyarakat sekitar. Selain sebagai bentuk peningkatan iman dan takwa (Imtak), kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum memperkuat mental dan spiritual prajurit.
“Ibadah tarawih bersama ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara tugas negara dan kewajiban kepada Allah SWT. Dengan hati yang tenang, prajurit dapat menjalankan tugas kewilayahan secara maksimal,” ujarnya.

Selama Ramadan, Masjid Al-Arif juga menggelar berbagai kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, kultum, serta buka puasa bersama guna mempererat kebersamaan antaranggota.

Kodim 0812/Lamongan turut membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar Makodim untuk melaksanakan ibadah di Masjid Al-Arif, sebagai wujud kebersamaan dan semangat Ramadan yang guyub dan penuh kekeluargaan.

Jelang Ramadan, Kapolres Lamongan Intensifkan Silaturahmi dengan Tokoh Agama

LAMONGAN  – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si silatirtohmi ke sejumlah tokoh ulama, Rabu (18/2/2026). Ini sebagai upaya memperkuat sinergi dengan tokoh agama dan organisasi keagamaan.

Agenda pertama dilaksanakan di Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP), Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro. Kehadiran Kapolres disambut langsung oleh Direktur YLP, Dr. Ali Fauzi Manzi, M.Pd.I., didampingi Kapolsek Solokuro dan jajaran pengurus.

Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, kedua pihak membahas pentingnya komunikasi konstruktif, pencegahan paham radikal, serta penguatan program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.

Kapolres menegaskan, terciptanya keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Silaturahmi kemudian berlanjut ke Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah di Desa Paciran, Kecamatan Paciran. Kapolres disambut Pengasuh Ponpes, KH. Drs. Abdul Hakam Mubarok, Lc., M.Pd., bersama Kapolsek Paciran.

Dalam pertemuan tersebut, ditekankan pentingnya sinergitas Polri dan kalangan pesantren sebagai mitra strategis dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Pesantren dinilai memiliki peran vital sebagai benteng moral dan pusat pembentukan karakter generasi muda, sekaligus garda terdepan dalam menangkal radikalisme dan kenakalan remaja melalui pendekatan edukatif dan humanis.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan silaturahmi ke Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan di Jalan Lamongrejo, Kecamatan Lamongan Kota. Kapolres didampingi Kapolsek Lamongan Kota dan disambut Ketua PDM Lamongan, Drs. H. Shodikin, M.Pd., beserta jajaran pengurus.

Melalui Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd., Kapolres menyampaikan bahwa pertemuan tersebut bertujuan membangun komunikasi efektif guna mendukung deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk isu provokatif, penyebaran hoaks, maupun paham intoleran.

Kegiatan ini, katanya, menjadi bagian dari komitmen Polres Lamongan dalam menjaga stabilitas keamanan, sekaligus mempererat kolaborasi bersama elemen keagamaan. "Agar tercipta suasana yang aman dan damai di tengah masyarakat," katanya.

Menjelang Ramadan, tambahnya, rangkaian silaturahmi ini menjadi wujud komitmen bersama antara Polres Lamongan dan para tokoh agama. "Ini sebagai upaya untuk menjaga persatuan, mempererat ukhuwah, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Lamongan", pungkasnya.

Lamongan Dihebohkan ODGJ Mengamuk

LAMONGAN - Warga desa di Kec. Karanggeneng, gempar, Rabu (18/2/2026). Mereka dikejutkan dengan ulah M (48), warga desa setempat. Pria yang diduga sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tiba - tiba mengamuk merusak rumahnya  sendiri beserta prabot dengan menggunakan linggis, palu,  bahkan dengan sajam dan alat lainnya yang ditemui di dalam rumah.

Kepala Desa menyampaikan bahwa pihak keluarga merasa ketakutan karena pria berinisial M (38), merusak isi rumahnya sendiri serta mengancam keluarga nya dengan menggunakan benda berbahaya seperti linggis, palu, pisau, dan alat lainnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Karanggeneng IPTU Sofian Ali, S.H. bersama anggota jaga serta instansi terkait segera mendatangi lokasi. Dengan pendekatan persuasif dan humanis, petugas melakukan penanganan serta pengamanan pria diduga ODGJ guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, saudara M kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut ke RSJ Menur Surabaya dengan pengawalan dari anggota Polsek Karanggeneng, serta didampingi pihak keluarga.

Kapolsek Karanggeneng menyampaikan bahwa tindakan cepat ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat guna menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus memastikan yang bersangkutan mendapatkan perawatan medis yang layak.

Polri mengimbau kepada masyarakat apabila menemukan anggota keluarga atau warga yang menunjukkan gejala gangguan kejiwaan agar segera berkoordinasi dengan perangkat desa, tenaga kesehatan, dan pihak Kepolisian.

"Jangan melakukan tindakan sendiri yang dapat membahayakan diri maupun orang lain." ujar Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd.

"Silahkan meminta bantuan dan menghubungi untuk meminta bantuan melalui Layanan Call Center bebas pulsa 110, Kami siap menerima laporan masyarakat selama 24 jam untuk penanganan cepat dan tepat." tegasnya.

Lamongan Tidak Lihat Hilal, 1 Ramadhan 1447 H Jatuh Kamis

LAMONGAN - Pemantauan hilal yang dilakukan Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Lamongan di Markaz Rukyatul Hilal Tanjung Kodok pada Selasa (17/2), menunjukkan bahwa hilal tidak terlihat dari Lamongan. Secara astronomis, tinggi hilal dilihat dari Tanjung Kodok berada pada minus satu derajat baik secara hakiki maupun mar'i dengan elongasi 01⁰ 05' 24" dan posisi hilal masih di bawah ufuk.

Ketua BHR Lamongan Khoirul Anam mengatakan bahwa hingga waktu pengamatan berakhir, para perukyat tidak dapat melihat hilal. Posisi ketinggian hilal yang berada pada minus satu derajat ini dikatakan beliau secara astronomis mustahil dapat melihat hilal.

"Ketinggian hilal di Tanjung Kodok minus satu derajat. Secara astronomis tidak mungkin terlihat, dalam istilah ilmu falak kondisi ini disebut rukyat yang mustahil," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, kriteria imkanur rukyah (kemungkinan terlihatnya hilal) yang ditetapkan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yakni jika posisi hilal saat matahari terbenam mencapai ketinggian minimal 3 derajat di atas ufuk dan sudut elongasi (jarak sudut bulan - matahari) minimal 6,4 derajat.

Dari laporan hasil pengamatan tersebut, Sidang Isbat Kementerian Agama RI kemudian memutuskan awal puasa, 1 Ramadhan 1447 Hijriyah jatuh pada esok hari yakni Kamis 19 Februari 2026.


Lamongan Percepat Penanganan Banjir, 6 Pompa Tambahan Dikerahkan

LAMONGAN - Terjangan banjir yang melanda kawasan Bonorowo Lamongan membuat Pemkab setempat memeras otak.Untuk mengatasi ini, Pemkab Lamongan salah satunya yakni melakukan  mengoptimalkan pompanisasi. Ini disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat sidak ke Sluis Kuro, Kecamatan Karangbinangun,
Rabu (18/2/2026).

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus berupaya melakukan percepatan penanganan banjir yang menggenang di beberapa wilayah. Salah satunya dengan melakukan koordinasi bersama berbagai pihak seperti BBWS
(Balai Besar Wilayah Sungai) Bengawan Solo, PU SDA dan BPBD Jatim.

Dari koordinasi ini, diungkapkan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, pada Rabu (28/2) ini telah ditambahkan 6 unit pompa air di Sluis Kuro Kecamatan Karangbinangun. "Ini untuk percepatan penanganan banjir di Bengawan Jero (Bonorowo)", katanya.

Dikatakan juga oleh  Pak Yes sapaan bupati Lamongan itu, penambahan 6 unit pompa (2 pompa BBWS Bengawan Solo, 3 pompa PU SDA Provinsi Jatim, dan 1 pompa BPBD Provinsi Jatim) yang mulai terpasang ini mampu membantu mengeluarkan 2.500 liter per detik.

Bukan hanya itu, kata dia lagi, selain penambahan pompa juga Waduk Gondang Sugio juga mulai dibuka untuk dialirkan ke waduk-waduk kecil di sekitarnya. "Diharapkan dengan tambahan pompa ini nanti akan lebih banyak lagi air yang kita keluarkan", katanya.

Kondisi hari ini, katanya saat memantau langsung di Sluis Kuro, perbedaan antara Kuro luar dan Kuro dalam masih sangat tinggi, hampir sekitar 1 meter. "Sehingga kita terus berupaya untuk mengeluarkan, semoga cuaca mendukung. Di samping itu hari ini kita juga pelan-pelan membuka Waduk Gondang, kita mengeluarkan beban di Waduk Gondang ini supaya tidak terus mengimbas, kita arahkan ke waduk2 kecil," ungkap Pak Yes.

Jelang Ramadhan ini, Pak Yes juga menyalurkan bantuan sembako ke beberapa wilayah terdampak banjir, diantaranya yakni Desa Sidomulyo Kecamatan Deket, Desa Soko Kecamatan Glagah dan Desa Blawi Kecamatan Karangbinangun.

"Bantuan kepada masyarakat ini terus kita atur prosesnya. Kali ini dalam menghadapi Ramadhan akibat keterbatasan akses untuk bisa belanja, akan kita tambahkan bantuan sembako bagi masyarakat," pungkasnya.