LAMONGAN – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Lamongan, bisa dibilang masih aman. Ini berdasarkan inspeksi mendadak (sidak) Polres Lamongan ke sejumlah SPBU menjelang perayaan Imlek dan bulan suci Ramadan.
Melalui Kasihumas Polres Lamongan Iptu Hamzaid menyatakan, jelang Imlek dan Ramadan, Polres Lamongan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU. "Langkah ini guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Lamongan," katanya, Kamis (19/2/2026).
Atas hasil sidak ini, Hamzaid menghimbau,
agar masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan, karena stok BBM di wilayah Lamongan dipastikan dalam kondisi aman.
"Sidak ini menjadi bagian dari upaya Polres Lamongan, dalam menjaga stabilitas ekonomi serta memberikan rasa aman dan kepastian kepada masyarakat menjelang momentum hari besar keagamaan," pungkasnya.
Selain itu, tambah Hamzaid, Polres Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan secara berkala. "Ini penting demi menjaga stabilitas pasokan energi dan mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi," katanya.
Sebelumnya, sidak yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Rizky Akbar Kurniadi, S.Tr.K., S.I.K., M.Si. ini melibatkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Lamongan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan preventif untuk mengantisipasi potensi kelangkaan maupun kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan.
Salah satu SPBU yang diperiksa yakni SPBU 54.622.24 di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sukomulyo, Lamongan.
Dari hasil monitoring di lapangan, stok BBM dinyatakan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Tidak ditemukan adanya lonjakan harga di luar ketentuan resmi.
Adapun harga BBM yang terpantau saat sidak antara lain: Pertalite: Rp10.000 per liter, Pertamax: Rp11.800 per liter, Pertamina Dex: Rp13.500 per liter, Pertamax Green 95: Rp12.450 per liter, Pertamax Turbo 98: Rp13.400 per liter.
Bukan hanya memantau harga, petugas juga melakukan pengecekan fisik tandon BBM jenis Pertalite menggunakan stik ukur yang diolesi pasta air. Hasilnya, tidak ditemukan indikasi campuran air maupun bahan lain.
Selain itu, Diskoperindag turut melakukan uji takaran mesin pompa menggunakan bejana ukur. Hasil pengujian menunjukkan takaran liter sesuai standar dan aturan yang berlaku.
Hasil pengecekan menunjukkan stok BBM dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal. Harga yang terpantau di lapangan masih sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tanpa adanya lonjakan signifikan.






0 Post a Comment:
Posting Komentar