Subscribe Us

Rabu, 20 Mei 2026

Upacara Harkitnas ke-118 di Lamongan Berlangsung Khidmat, Tekankan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Generasi Bangsa

LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 secara khidmat di halaman Pemkab Lamongan, Rabu (20/5). Upacara dipimpin langsung Bupati Lamongan Yuhronur Efendi selaku inspektur upacara.

Dalam kesempatan tersebut, bupati yang akrab disapa Pak Yes membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Vadia Hafid yang menegaskan bahwa makna Kebangkitan Nasional saat ini terus berkembang mengikuti tantangan zaman, termasuk dalam menghadapi era transformasi digital dan kedaulatan informasi.

Menurutnya, semangat kebangkitan nasional tidak lagi hanya dimaknai sebagai perjuangan mempertahankan wilayah, namun juga menjaga kemandirian bangsa di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi global.

Melalui tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, pemerintah menegaskan pentingnya menjaga generasi muda sebagai pondasi masa depan bangsa sekaligus memperkuat kemandirian nasional.
“Visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, peningkatan kualitas guru dan beasiswa, Cek Kesehatan Gratis, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penguatan ekonomi desa,” ujar Pak Yes.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya penerapan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP TUNAS.

Pada momentum Harkitnas tersebut, Pak Yes juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, serta memastikan pembangunan yang dilakukan tetap berorientasi pada kemajuan bersama.
“Kebangkitan nasional adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Semua berawal dari kesadaran individu yang tumbuh menjadi kekuatan kolektif demi kejayaan bangsa,” katanya.

Ia berharap semangat Hari Kebangkitan Nasional ke-118 dapat menjadi motivasi bagi Kabupaten Lamongan untuk terus bergerak maju, terlebih menjelang peringatan Hari Jadi Lamongan ke-457.

“Saya mengajak seluruh instansi dan stakeholder pembangunan untuk terus berkontribusi nyata sesuai peran masing-masing demi Lamongan yang semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.

PMI Jadi Mitra Penting Pemerintah dalam Pelayanan Kemanusiaan di Lamongan

LAMONGAN – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa Palang Merah Indonesia (PMI) memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam bidang sosial dan kemanusiaan. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten Lamongan masa bakti 2026-2030 sekaligus Musyawarah Kerja PMI Tahun 2026 di Aula RSUD dr. Soegiri Lamongan, Selasa (19/5).

Pelantikan pengurus dilakukan langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Lamongan Agus Suyanto. Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menekankan pentingnya musyawarah kerja sebagai sarana menyusun program yang realistis dan benar-benar dapat dijalankan untuk kepentingan masyarakat. “Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Program PMI harus benar-benar nyata, terukur, dan bisa dilaksanakan sehingga manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Pak Yes, selama ini PMI tidak hanya berfokus pada pelayanan donor darah, namun juga aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan seperti penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, hingga pembinaan relawan dan Palang Merah Remaja (PMR). “PMI selalu hadir di tengah masyarakat, baik saat terjadi bencana, pelayanan pertolongan pertama, maupun dalam membangun jiwa kemanusiaan melalui relawan dan PMR,” katanya.

Ia menilai kontribusi PMI turut mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Lamongan. Hal itu terlihat dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan yang hampir mencapai angka 76,81 serta usia harapan hidup yang mendekati 75,40 tahun.

“Pembangunan kesehatan bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga bagaimana menghadirkan pelayanan sosial yang kuat dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pak Yes juga menyoroti tantangan pemenuhan kebutuhan darah di Lamongan. Berdasarkan standar WHO, kebutuhan darah ideal minimal mencapai dua persen dari total jumlah penduduk. Pada tahun 2025, pemenuhan kebutuhan darah di Lamongan mencapai sekitar 94 persen.
Sementara pada tahun 2026 ini, PMI Lamongan menargetkan pengumpulan 19 ribu kantong darah, dengan capaian sementara sekitar 7 ribu kantong. “Karena PMI berbasis kerelawanan, maka partisipasi masyarakat harus terus didorong melalui sosialisasi dan apresiasi kepada para pendonor,” tambahnya.

Selain pelayanan darah, PMI Lamongan juga terus memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui pengiriman relawan dan bantuan logistik. Pembinaan PMR di sekolah juga akan dimaksimalkan agar generasi muda memiliki kemampuan dasar pertolongan pertama dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Pada agenda yang sama, PMI Kabupaten Lamongan turut menerima Laporan Auditor Tahun Anggaran 2025 dari Kantor Akuntan Publik Bambang Sutjipto Ngumar. Dalam laporan tersebut, PMI Lamongan berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang merupakan predikat tertinggi dalam audit laporan keuangan.

Capaian itu diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap PMI Kabupaten Lamongan sebagai lembaga kemanusiaan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan dalam memberikan pelayanan sosial.

Dukung Generasi Emas Dengan Beasiswa Lamongan Cerdas dan SKSS

LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten
Lamongan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lamongan dan Baznas Jawa Timur terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa Lamongan Cerdas dan Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). 

Hal tersebut dituturkan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat melalukan pentasharufan beasiswa kepada ratusan pelajar dan mahasiswa, Rabu (20/5) di Pendopo Lokatantra. Bupati yang akrab disapa Pak Yes menuturkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan menjadi langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045. 

“Kemajuan daerah dapat dilihat dari perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ketika pendidikan maju, maka tingkat peradaban daerah juga akan maju,” tutur Pak Yes usai menyerahkan simbolis beasiswa Lamongan Cerdas kepada para penerima.
Orang nomor satu di Kota Soto itu menjelaskan, IPM Kabupaten Lamongan saat ini terus menunjukkan pertumbuhan positif dan berada di angka 76,8. Peningkatan tersebut dipengaruhi indikator pendidikan, kesehatan, dan daya beli yang terus berkembang. Karena itu, Pak Yes meminta seluruh penerima beasiswa memanfaatkan bantuan pendidikan dengan sebaik-baiknya serta tidak pesimis dalam meraih cita-cita.

Pada kesempatan tersebut, Pak Yes menyampaikan bahwa upaya Pemkab Lamongan dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia emas tidak hanya melalui Lamongan Cerdas. Pemkab Lamongan juga menghadirkan berbagai program beasiswa lainnya, salah satunya Beasiswa Pendidikan Terintegrasi dan Gratis (Perintis) yang ditujukan untuk mendukung peningkatan akses pendidikan dan pengembangan kompetensi generasi muda Lamongan.
 
Selain kemampuan akademik, Pak Yes juga menekankan pentingnya penguatan soft skill bagi generasi muda, seperti adab dan kemampuan bergaul di tengah masyarakat.

Ketua Baznas Lamongan Bambang Eko Mulyono mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya pentasharufan beasiswa tahun ini. Sebanyak 218 anak dari 68 lembaga menerima bantuan pendidikan Lamongan Cerdas dengan total nilai 375,9 juta rupiah.

“Alhamdulillah pagi ini kita bersama bersyukur dapat menyalurkan beasiswa kepada ratusan penerima mulai jenjang santri, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa,” jelasnya.

Adapun rincian penerima beasiswa Lamongan Cerdas meliputi 138 santri dari 37 lembaga yangmana masing-masing santri akan menerima beasiswa sebesar 1,8 juta rupiah setiap enam bulan sekali, 5 siswa SD/MI akan menerima beasiswa sebesar 600 ribu rupiah setiap satu tahun sekali, 5 siswa SMP/MTs akan menerima beasiswa sebesar 900 ribu rupiah setiap satu tahun sekali, 20 siswa SMA/MA dari 11 lembaga akan menerima beasiswa sebesar 1 juta rupiah  setiap 1 bulan sekali, 35 mahasiswa dari 15 perguruan tinggi akan menerima beasiswa sebesar 2 juta rupiah setiap satu semester sekali, serta program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) bagi 15 penerima dari 4 lembaga akan menerima beasiswa sebesar 2 juta rupiah setiap satu semester sekali.

Selain itu, Baznas Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan beasiswa bagi 20 pelajar SMA/MA dan 15 mahasiswa asal Lamongan.

Selasa, 19 Mei 2026

Polres Lamongan Evakuasi Korban Lakalantas di JLU Deket, Enam Penumpang Elf Luka-luka

LAMONGAN - Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan bergerak cepat melakukan evakuasi korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Lingkar Utara (JLU) tepatnya di Desa Sidorejo, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Selasa (19/5) sekitar pukul 13.36 WIB.

Kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan Elf hijau nomor polisi S 7940 J yang dikemudikan BI (laki-laki 40 tahun), warga Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, dengan sebuah truk colt diesel tangki nomor polisi H 1377 SY yang dikemudikan MLH (26), warga Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan.

Akibat peristiwa tersebut, enam penumpang Elf mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi petugas menuju RSI NU Lamongan untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara identitas para korban masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd membenarkan adanya kejadian laka lantas tersebut.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi di lokasi, kendaraan Elf hijau yang mengangkut sekitar 15 penumpang melaju dari arah timur ke barat." jelasnya.

Saat tiba di lokasi kejadian, Elf berupaya mendahului truk colt diesel tangki dengan mengambil lajur kanan.

"Namun saat akan mendahului, kendaraan Elf berjalan terlalu ke kanan hingga terjadi tabrakan samping dengan truk tangki." lanjutnya.

Benturan tersebut mengakibatkan Elf oleng ke kanan, menabrak tiang PJU, lalu terguling di jalur lawan arah.

“Akibat kejadian tersebut terdapat enam korban luka yang langsung dibawa ke RSI NU Lamongan untuk mendapatkan perawatan,” tambahnya.

Usai menerima laporan, anggota Satlantas Polres Lamongan bersama petugas terkait segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.

"Polisi melakukan olah TKP, membantu evakuasi korban ke rumah sakit, mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan, serta meminta keterangan sejumlah saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut." tutupnya.

Usai Rilis Curanmor, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman Kembali Bongkar 53 Aksi Pencurian Diesel, Barang Bukti Dikembalikan ke Warga

LAMONGAN - Setelah merilis pengungkapan kasus curanmor di wilayah Kecamatan Paciran, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si kembali merilis pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat diesel dan curanmor roda dua) yang terjadi di wilayah Kabupaten Lamongan.

Dalam keterangannya, Kapolres menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut dari berbagai keluhan masyarakat dan kepala desa terkait maraknya pencurian mesin diesel di area persawahan.

“Disaat saya melaksanakan kunjungan di berbagai Polsek, saya banyak mendapat keluhan dari kepala desa terkait pencurian diesel yang sangat meresahkan para petani,” ungkap Kapolres Lamongan.

Dalam rilis, Kapolres menjelaskan tersangka berinisial R.M, laki-laki usia 38 tahun, warga Kecamatan / Kabupaten Gresik dan berdomisili di Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik berhasil ditangkap oleh Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan.

Tersangka diketahui merupakan residivis kasus curanmor di Gresik tahun 2023 dengan vonis 1 tahun 4 bulan penjara dan menjalani cuti bersyarat pada tahun 2024 di Rutan Gresik.

Adapun sejumlah lokasi pencurian yang berhasil diungkap antara lain di persawahan Desa Mungli Kecamatan Kalitengah pada 8 Januari 2026, sawah di Desa Deketwetan Kecamatan Deket pada 17 Januari 2026, sawah Desa Plosowahyu Kecamatan Lamongan pada 23 Maret 2026, kawasan tepi sungai persawahan Dusun Leboham Desa Sekaran Kecamatan Sekaran pada 10 Mei 2026, serta kasus curanmor di Jalan Desa Kawistolegi Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan.

“Dari hasil pengungkapan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti berupa satu unit mesin diesel Dongfeng Type R100, dua unit mesin diesel etek, satu unit sepeda motor, satu unit handphone, satu unit mobil yang digunakan sebagai sarana kejahatan, delapan unit mesin diesel dari TKP lain yang masih didalami, serta dua buah keongan diesel.” rincinya.

Kapolres Lamongan menerangkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, diketahui keberadaan pelaku beserta barang hasil curiannya berada di wilayah Kabupaten Gresik.

Selanjutnya Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui telah melakukan pencurian empat unit mesin diesel, satu unit sepeda motor dan satu unit handphone di wilayah Kabupaten Lamongan.

Selain itu, tersangka juga mengaku menggunakan satu unit mobil rental sebagai sarana melakukan aksi kejahatan sejak Desember 2025 hingga Mei 2026.

Lebih lanjut, tersangka diketahui telah melakukan pencurian mesin diesel di 53 tempat kejadian perkara lain di wilayah hukum Polres Lamongan, dengan rincian Kecamatan Deket sebanyak 21 TKP, Glagah 8 TKP, Turi 2 TKP, Karangbinangun 10 TKP, Kalitengah 10 TKP, Sarirejo 1 TKP dan Tikung 1 TKP.

“Mesin diesel hasil curian tersebut dijual secara online dan COD di wilayah Gresik hingga Romokalisari Surabaya dengan cara dijual secara kiloan.” tambahnya.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Lamongan juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap tindak kejahatan.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih hati-hati saat memarkir kendaraan, gunakan kunci ganda dan jangan meninggalkan anak kunci di kendaraan. Kepada para pemilik mesin diesel agar dijaga dengan baik atau diangkat dan disimpan agar tidak mengundang niat pelaku kejahatan.” pesannya.

Usai pelaksanaan press release, Kapolres Lamongan secara simbolis mengembalikan sejumlah mesin diesel dan kendaraan bermotor kepada warga masyarakat yang menjadi korban dan turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Penyerahan barang bukti tersebut disambut haru dan rasa syukur dari para korban yang akhirnya kembali menerima barang miliknya setelah berhasil diungkap jajaran Polres Lamongan.