Subscribe Us

Senin, 04 Mei 2026

Wujud Kepedulian TNI, Koramil 0812/12 Modo Mulai Bongkar Rumah Warga dalam Program Rutilahu TA 2026

LAMONGAN – Debu dan bunyi palu beradu mengawali harapan baru bagi warga kurang mampu di Kecamatan Modo. Anggota TNI dari Koramil 0812/12 Modo bersama warga bergotong royong melaksanakan pembongkaran rumah dalam program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Kodim 0812/Lamongan Tahun Anggaran 2026, Senin (04/5/2026).

Sebanyak 4 unit rumah warga menjadi sasaran program Rutilahu yaitu Desa Kedungrejo 2 Unit Desa Pile 2 Unit rumah tidak layak huni dari Koramil 0812/12 Modo tahun ini. Tahap awal dimulai dengan pembongkaran rumah dan pengedropan material bangunan. Personel Koramil turun langsung mengangkat genteng, melepas kayu lapuk, dan meratakan pondasi lama. Warga sekitar ikut membantu tanpa diminta.

Danramil 0812/12 Modo Kapten Inf Ali Mahmud menjelaskan, program ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Kita ingin saudara kita tinggal di rumah yang sehat dan layak. Prajurit hadir bukan hanya saat latihan perang, tapi juga saat rakyat butuh uluran tangan,” tegasnya di sela kegiatan.
Salah satu penerima manfaat, Mbah Sarmin (67), tak kuasa menahan haru saat atap rumahnya mulai dibongkar. “Sudah puluhan tahun rumah ini bocor kalau hujan. Alhamdulillah dibantu Pak Tentara. Matur nuwun sanget,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Koramil 0812/12 Modo menargetkan seluruh unit rampung tepat waktu dengan kualitas terbaik. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat jadi kunci sukses program. “Kami mohon doa dan dukungan warga Modo. Kalau rumah sehat, keluarga kuat. Kalau rakyat sejahtera, TNI pun kuat,” pungkas Danramil.

Program Rutilahu TA 2026 ini menjadi bukti bahwa kehadiran TNI selalu memberi dampak nyata dan humanis di tengah masyarakat Kabupaten Lamongan. 

Minggu, 03 Mei 2026

Program Perintis dan Aksi Biru Dorong Peningkatan Kualitas dan Akses Pendidikan Lamongan

LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memprioritaskan pembangunan sektor pendidikan melalui penguatan berbagai program prioritas, mulai dari Program Pendidikan Terintegrasi dan Gratis (Perintis) hingga Gerakan Aksi Bersama Integrasi Penuntasan Anak Tidak Sekolah
(Aksi Biru), sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sekaligus memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam salah satu rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Kabupaten Lamongan, yakni upacara Hardiknas, Sabtu (2/5) di Alun-Alun Lamongan.

Membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Indonesia Abdul Mu'ti, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat pendidikan nasional. 

Sejalan dengan arah kebijakan nasional dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, pembelajaran mendalam (deep learning) menjadi program prioritas dalam meningkatkan mutu pendidikan. Ditekankan pula bahwa kemajuan bangsa dimulai dari pendidikan, dan perbaikan pendidikan dimulai dari ruang kelas.

Dalam upaya mencapai cita-cita keberhasilan pendidikan nasional, terdapat sejumlah kebijakan strategis yang terus diperkuat, di antaranya peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), penguatan karakter peserta didik melalui lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berbudaya, peningkatan kualitas pembelajaran berbasis numerasi dan STEM, serta perluasan akses pendidikan melalui model sekolah satu atap yang lebih fleksibel.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lamongan, kami mengucapkan selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional. Momentum ini diharapkan semakin memperkokoh komitmen kita dalam memajukan pendidikan sebagai pondasi utama pembangunan sumber daya manusia,” tutur Pak Yes.

Lebih lanjut orang nomor satu di Kota Soto menyampaikan bahwa, Pemkab Lamongan terus menghadirkan langkah nyata melalui Program Perintis yang setiap tahun menjangkau lebih dari 7.598 penerima manfaat, mulai dari jenjang SD hingga S2. Program ini turut diperkuat dengan inovasi Gardu Getar Desa (Gerakan Terpadu Gerobak Kesetaraan) yang telah menjangkau 2.276 warga belajar melalui Paket A, B, dan C.

Selain itu, melalui Gerakan Aksi Biru Lamongan, angka anak tidak sekolah berhasil ditekan secara signifikan, dari 7.553 anak pada bulan Juni tahun 2025 menjadi 6.439 anak. Capaian tersebut berdampak pada meningkatnya indikator pendidikan tahun 2025, antara lain rata-rata lama sekolah sebesar 8,73 tahun, harapan lama sekolah 14,4 tahun, indeks pendidikan 0,861, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 76,80, yang berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur dan nasional.
“Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kabupaten Lamongan berlangsung dengan penuh semangat dan kreativitas. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan disambut dengan antusias oleh seluruh elemen masyarakat. Ke depan, berbagai poin penting yang telah disampaikan akan terus kami tindak lanjuti, karena kemajuan bangsa ditentukan oleh kemajuan pendidikan yang dimulai dari ruang kelas,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Hariyanto menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas Tahun 2026 mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Adapun rangkaian kegiatan Hardiknas 2026 di Kabupaten Lamongan meliputi upacara dan tasyakuran, pameran pendidikan yang akan digelar pada 22–24 Mei 2026 di Lapangan Gajah Mada, Gebyar PAUD pada 30 Juni 2026, serta berbagai lomba pendidikan yang merujuk pada agenda nasional. 

Sinergi TNI-Polri dan Warga Laren Bedah Rumah Tidak Layak Huni di Desa Pesangrahan

LAMONGAN – Komitmen TNI dalam membantu kesulitan rakyat terus diwujudkan secara nyata di lapangan. Pada Jumat (01/05/2026), Koramil 0812/19 Laren menggelar aksi gotong royong dalam program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Tahun 2026 yang berlokasi di Desa Pesangrahan, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan.

​Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Batuud Koramil 0812/19 Laren, Pelda Suhadi Prayitno, yang hadir mewakili Danramil. Aksi sosial ini menjadi bukti kuatnya sinergitas antara TNI, Polri, Kemerintah Kecamatan dan Desa serta masyarakat setempat dalam meningkatkan kesejahteraan warga.

​Program Rutilahu kali ini menyasar kediaman Bapak Purnomo, salah satu warga Desa Pesangrahan yang kondisi rumahnya memerlukan perbaikan total. Kehadiran para Babinsa dan aparat terkait di lokasi disambut antusias oleh warga yang turut bahu-membahu memulai proses pembongkaran rumah.
​"Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat tetap terjaga. Melalui program Bedah Rumah ini, kami berharap Bapak Purnomo dapat memiliki hunian yang lebih layak, sehat, dan nyaman," ujar Pelda Suhadi Prayitno di sela-sela kegiatan.

​Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di wilayah Kecamatan Laren, antara lain ​Sukur, S.Pd, M.Pd (Camat Laren),​Pelda Suhadi Prayitno (Batuud Koramil 0812/19 Laren),​Aiptu Safan (Mewakili Kapolsek Laren)
​Kepala Desa Pesangrahan beserta jajaran perangkat desa serta ​Warga masyarakat Desa Pesangrahan.

​Camat Laren, Bapak Sukur, mengapresiasi langkah cepat Koramil dan Polsek yang selalu sigap mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan melalui perbaikan hunian.

​Acara diawali dengan pembukaan formal dan pembacaan doa bersama agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala. Setelah itu, seluruh personel TNI-Polri bersama warga langsung terjun melakukan pembongkaran struktur bangunan lama untuk segera digantikan dengan bangunan baru yang lebih kokoh.

Jumat, 01 Mei 2026

Kapolres Lamongan Pimpin Langsung Apel Gelar Sabuk Kamtibmas, Perkuat Sinergitas Jaga Stabilitas Daerah

LAMONGAN – Kapolres Lamongan memimpin langsung pelaksanaan Apel Gelar Sabuk Kamtibmas yang digelar di halaman Mapolres Lamongan pada Kamis pagi, (30/04).
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran anggota kepolisian serta berbagai organisasi masyarakat sebagai bentuk penguatan sinergitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Timur.

Dalam amanatnya, Kapolres Lamongan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam keadaan sehat walafiat.

Beliau menegaskan bahwa apel besar Sabuk Kamtibmas Polda Jawa Timur tahun 2026 ini mengusung tema “Mewujudkan sinergitas Polda Jatim bersama Sabuk Kamtibmas dan potensi masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban dan keutuhan sosial di wilayah Jatim.”

“Pelaksanaan apel gelar pasukan ini bukan sekadar kegiatan seremonial saja, melainkan wujud nyata dari komitmen bersama dalam memperkuat sistem keamanan berbasis kolaborasi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat,” tegas Kapolres dalam amanatnya.U

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa Sabuk Kamtibmas memiliki makna strategis sebagai pengikat persatuan sosial, dan benteng bersama dalam menjaga stabilitas daerah.

Beliau  juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Jawa Timur.

“Mari kita rapatkan barisan, perkuat komitmen, dan teguhkan kebersamaan demi terwujudnya Jawa Timur yang aman, damai, tangguh, dan sejahtera,” jelasnya.

Sementara itu, Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.pd dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan Apel Sabuk Kamtibmas ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara Polri dan seluruh elemen masyarakat semakin solid, sehingga mampu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Lamongan dan Jawa Timur secara umum,” ujar Kasihumas.

Apel gelar Sabuk Kamtibmas ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban, serta meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

Alas Roban 3” Uji Nyali Pengunjung di Pasar Tingkat Lamongan, Hadirkan Sensasi Horor Menegangkan

LAMONGAN – Wahana hiburan bertema horor kembali meramaikan Kabupaten Lamongan. Rumah Horror Indonesia menghadirkan wahana uji nyali bertajuk “Alas Roban 3” di kawasan Pasar Tingkat Lamongan, yang menyuguhkan pengalaman seram bagi para pecinta adrenalin, khususnya kalangan muda.
Event ini berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Mei 2026. Pengunjung dapat merasakan sensasi menegangkan setiap hari mulai pukul 13.00 hingga 21.00 WIB, dengan harga tiket yang cukup terjangkau, yakni Rp20 ribu per orang.

Pemilik Rumah Horror Indonesia, M. Sukri, menjelaskan bahwa wahana ini merupakan pengembangan dari konsep yang telah berjalan sejak 2014 dan terus mendapat respons positif dari masyarakat. Tema “Alas Roban 3” sendiri diangkat dari kisah yang populer dalam film horor Indonesia, kemudian diadaptasi menjadi pengalaman nyata.
“Kami ingin menghadirkan suasana seperti di dalam film, sehingga pengunjung benar-benar merasakan ketegangan secara langsung,” ujarnya.

Berbagai karakter hantu khas Indonesia seperti pocong, genderuwo, hingga kuntilanak turut dihadirkan untuk menambah kesan mencekam. Meski demikian, pihak penyelenggara memastikan seluruh wahana tetap mengutamakan aspek keamanan.
Para talent yang berperan sebagai hantu dibekali aturan ketat, termasuk larangan melakukan kontak fisik dengan pengunjung. Hal ini dilakukan agar pengalaman tetap seru tanpa mengurangi kenyamanan dan keselamatan.

“Tidak ada kontak langsung antara talent dan pengunjung. Jadi tetap aman,” tambah Sukri.
Wahana ini menyasar kalangan remaja, terutama pelajar SMP dan SMA. Namun, pengunjung dari berbagai usia tetap dapat menikmati pengalaman yang ditawarkan dengan pendekatan hiburan yang berbeda.
Salah satu pengunjung, Margiono, warga Kecamatan Glagah, mengaku merasakan sensasi menegangkan saat mencoba wahana tersebut. “Lumayan seru, ternyata di Lamongan ada wahana seperti ini. Hantunya juga banyak dan bikin kaget,” katanya.

Diperkirakan, puncak keramaian terjadi pada malam hari, terutama setelah salat Isya, saat jumlah pengunjung meningkat signifikan.
Dengan konsep yang menarik dan harga yang ramah di kantong, “Alas Roban 3” diharapkan menjadi alternatif hiburan baru bagi masyarakat Lamongan sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda dalam menikmati wahana horor lokal.