Subscribe Us

Selasa, 10 Februari 2026

Perjalanan Haru Nenek dari Cikampek # Ia ke Lamongan, Ingin Bertemu Pak Purnomo

LAMONGAN - Polsek Lamongan Kota menindaklanjuti kedatangan seorang nenek bernama Ayu Minarti, asal dari Garut, Provinsi Jawa Barat. Ia datang ke Mapolsek Lamongan Kota untuk meminta bantuan agar dapat bertemu dengan Bapak Purnomo, pimpinan Yayasan Berkas Bersinar Abadi, pada Selasa pagi, (10/02/2026).

Kronologinya, pada hari Selasa tanggal (10/02) sekitar pukul 09.00 WIB, seorang sopir laki-laki berinisial JA (59) datang ke Polsek Lamongan Kota dengan mengendarai satu unit mobil. Sopir tersebut mengantarkan seorang nenek bernama Ayu Minarti (75) asal Garut dengan maksud meminta bantuan kepada pihak kepolisian.

Kepada petugas, sopir JA menjelaskan bahwa sebelumnya Nenek Ayu Minarti ditemukan dalam kondisi terlantar di wilayah Cikampek, Jawa Barat.

Saat ditanya oleh warga sekitar, Nenek menyampaikan keinginannya untuk pergi ke Lamongan guna bertemu dengan Bapak Purnomo, pimpinan Yayasan Berkas Bersinar Abadi.

Karena merasa kasihan, warga kemudian meminta bantuan kepada sopir JA yang kebetulan hendak menuju Surabaya untuk mengantarkan Nenek ke Lamongan.

Setibanya di Lamongan, karena sopir JA tidak mengetahui alamat pasti Bapak Purnomo, akhirnya Nenek diantarkan ke Polsek Lamongan Kota untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Kapolsek Lamongan Kota Kompol M. Fadelan, S.H., M.M. beserta anggota kemudian menerima Nenek dengan baik, mendengarkan keluh kesah serta maksud dan tujuannya.

Selanjutnya, Kapolsek Lamongan Kota bersama anggota memberikan bantuan dengan mengantarkan Nenek ke tempat Bapak Purnomo, pimpinan Yayasan Berkas Bersinar Abadi, yang beralamat di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan.

Berkat pendampingan dari Polsek Lamongan Kota, Nenek Ayu Minarti akhirnya dapat bertemu langsung dengan Bapak Purnomo sesuai dengan harapannya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh rasa kemanusiaan.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd ditempat terpisah mengimbau kepada masyarakat agar tidak ragu untuk meminta bantuan kepada pihak kepolisian dengan layanan call center 110 apabila menemukan warga yang membutuhkan pertolongan, terutama kelompok rentan seperti lansia.

Kepolisian hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan pelindung masyarakat dalam situasi kemanusiaan.

Pastikan Kelancaran Program Kerakyatan

LAMONGAN – Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapok Sahli) Pangdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto, S.I.P., M.M., melaksanakan kunjungan kerja di wilayah Kodim 0812/Lamongan. Rabu (11/02/2026). Ia ingin memastikan kelancaran program penguatan ekonomi kerakyatan.

​Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan progres pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang berlokasi di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Kota Lamongan. Kedatangan jenderal bintang satu tersebut disambut oleh Kasdim 0812/Lamongan, Mayor Arh Moh. Ngateno, mewakili Dandim 0812/Lamongan dengan di dampingi Pasi Ter Kodim 0812 Lamongan dan Danramil 0812/01 Kota.

​Dalam peninjauan tersebut, Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan infrastruktur ekonomi desa.

​"KDKMP ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kemandirian pangan dan ekonomi warga. Kami ingin memastikan pembangunannya berjalan sesuai spesifikasi dan tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat Sukorejo," ujar Kapok Sahli di sela-sela pengecekan lokasi.

​Kasdim 0812/Lamongan, Mayor Arh Moh. Ngateno, menegaskan bahwa pihak Kodim akan terus melakukan pengawalan dan pendampingan intensif terhadap proyek ini. Hal ini merupakan wujud nyata bakti TNI dalam mendukung program pemerintah di tingkat daerah.

​"Sesuai arahan pimpinan, kami di kewilayahan berkomitmen penuh untuk memonitor setiap tahapan pembangunan KDKMP ini. Kami berharap fasilitas ini nantinya menjadi motor penggerak ekonomi bagi petani dan warga lokal," ungkap Mayor Arh Moh. Ngateno.

​Selama di lokasi, rombongan melakukan pengecekan beberapa poin penting antara lain kualitas material dengan memastikan bahan bangunan sesuai standar keamanan dan ketahanan,estimasi waktu yakni sinkronisasi jadwal penyelesaian proyek agar tidak terjadi keterlambatan dan tata ruang dengan peninjauan fungsi gedung yang diproyeksikan sebagai pusat distribusi pangan dan koordinasi koperasi.

Rakerda 2026, PKK Fokus Ketahanan Keluarga dan Dukungan Program Prioritas Daerah

LAMONGAN - TP PKK menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan keluarga dan membangun kesejahteraan keluarga. Demikian disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) TP PKK Kabupaten Lamongan Tahun 2026, di Aula Gadjah Mada Gedung Pemkab Lt 7, Selasa (10/2/2026).

Rakerda tahun ini akan fokus pada upaya memperkuat ketahanan keluarga, sekaligus menyelaraskan program PKK dengan program prioritas pembangunan daerah, hingga asta cita Presiden Prabowo Subianto.

Membuka Rakerda TP PKK Kabupaten Lamongan 2026, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menuturkan bahwa rakerda menjadi bagian penting dalam siklus manajemen organisasi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. 

Terlebih, TP PKK merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun kesejahteraan keluarga.

“TP PKK adalah mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan keluarga dan membangun kesejahteraan keluarga. Sehingga rakerda saat ini sangat penting agar pelaksanaan program ke depan semakin tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Selanjutnya orang nomor satu di Kota Soto menyoroti dan memberikan apresiasi peran TP PKK dalam program ketahanan keluarga, khususnya melalui kerja sama lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting. 

“TP PKK telah menunjukkan kinerja yang baik dalam penanganan stunting. Ke depan, peran ini harus terus didorong dan diperkuat,” kata Pak Yes.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan Anis Kartika Yuhronur Efendi, menyampaikan bahwa gerakan TP PKK merupakan gerakan yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat. 

“Program PKK diarahkan untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera, mandiri, dan berkualitas. Rakerda ini menjadi sarana menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan komitmen dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK,” jelas Anis.

Usai pembukaan, peserta rakerda (Pokja I, II, III, IV, serta sekretaris dan bendahara) akan melanjutkan pengarahan dan diskusi terkait program yang diselaraskan dengan program Kabupaten Lamongan, termasuk isu stunting, kesehatan keluarga, lingkungan hidup dan pengelolaan sampah. 

Pak Yes Ajak Jadikan Isra Mikroj Sebagai Landasan Iman dan Taqwa

LAMONGAN - Isra Mikraj harus dimaknai lebih dari sekadar seremonial, melainkan dijadikan landasan untuk terus meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Demikian disamapaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat  menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, di Masjid Agung Lamongan, Senin (9/2/2026).

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menyampaikan, peristiwa Isra Mikraj merupakan momentum penting dalam perjalanan Rasulullah SAW. Karena pada peristiwa tersebut umat Islam menerima perintah utama, yakni pelaksanaan ibadah salat.

Menurutnya, peringatan Isra Mikraj harus dimaknai lebih dari sekadar seremonial, melainkan dijadikan landasan untuk terus meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT, sekaligus menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Momentum Isra Mikraj menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperkuat keimanan dan ketakwaan, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan bermasyarakat,” tutur Pak Yes.

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Soto ini juga menyampaikan bahwa koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lamongan terus berjalan secara berkelanjutan dalam rangka menciptakan kondisi daerah yang aman dan kondusif.

Ia menegaskan, sinergi Forkopimda Kabupaten Lamongan tidak hanya mendukung kelancaran berbagai aktivitas produktif masyarakat. Tetapi juga menjamin kenyamanan dan kekhusyukan umat dalam menjalankan ibadah, terlebih menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

“Keamanan dan ketertiban menjadi faktor penting agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang, terutama saat memasuki bulan Ramadan nanti,” pungkasnya.

Senin, 09 Februari 2026

Dua Hari Menghilang, Pakek di Paciran Ditemukan Tewas

LAMONGAN – Warga Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, gempar, Senin (9/2/2026). Mereka dikejutkan dengan kejadian di pemukiman setempat. Bagaimana tidak, Kos (70), salah satu warga setempat, yang sudah dua hari menghilang, tiba - tiba kakek tersebut ditemukan warga tewas di dalam rumahanya sendiri.

Penemuan jenazah kakek Kos bermula dari kecurigaan warga setempat. Sebab, sudah  dua hari warga tidak melihat aktivitas pria tersebut. Kekhawatiran warga akhirnya berubah menjadi duka ketika korban ditemukan sudah tidak bernyawa, di dalam tempat tinggalnya sekitar pukul 17.40 WIB.

Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd mengungkapkan, kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB, saat seorang warga bersama dua saksi lainnya mendatangi tempat tinggal korban untuk memastikan kondisinya.
Kecurigaan muncul karena korban diketahui tinggal seorang diri dan memiliki riwayat penyakit diabetes cukup serius.
“Para saksi sempat mengetuk pintu berulang kali, namun tidak ada respons. Karena khawatir, pintu akhirnya dibuka dan korban ditemukan dalam posisi tengkurap serta tidak sadarkan diri,” jelas Hamzaid, Selasa (10/2/2026).

Saat dilakukan pengecekan, kata dia denyut nadi korban sudah tidak ditemukan. Warga yang panik langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Paciran.

Mendapat laporan, Kapolsek Paciran AKP Erni Sugihastuti, S.E bersama Kanit Reskrim IPDA Masudi Dwi O beserta anggota langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban dan menghubungi ambulane RS Suyudi Paciran guna pemeriksaan medis lebih lanjut," katanya.

Hasil pemeriksaan dokter IGD RS Suyudi Paciran, dr. Ida, lanjutnya, korban diduga meninggal dunia akibat komplikasi penyakit diabetes yang diderita dan tidak menjalani pengobatan secara rutin. “Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban,” terangnya.

Saat ditemukan, korban diketahui tidak mengenakan kaos dan hanya memakai sarung warna hitam. Juga teridentivikasi, korban yang memiliki tinggi badan sekitar 165 sentimeter dan berat badan kurang lebih 50 kilogram itu memiliki rambut pendek.

Hamzaid juga menjelaskan bila pihak keluarga korban menerima kejadian itu, sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Polres Lamongan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, khususnya warga lanjut usia yang tinggal sendiri maupun memiliki riwayat penyakit kronis.
“Jika menemukan kondisi mencurigakan atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat segera menghubungi layanan Call Center 110 atau Polsek terdekat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat,” pungkas.