Subscribe Us

Senin, 09 Februari 2026

Dua Hari Menghilang, Pakek di Paciran Ditemukan Tewas

LAMONGAN – Warga Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, gempar, Senin (9/2/2026). Mereka dikejutkan dengan kejadian di pemukiman setempat. Bagaimana tidak, Kos (70), salah satu warga setempat, yang sudah dua hari menghilang, tiba - tiba kakek tersebut ditemukan warga tewas di dalam rumahanya sendiri.

Penemuan jenazah kakek Kos bermula dari kecurigaan warga setempat. Sebab, sudah  dua hari warga tidak melihat aktivitas pria tersebut. Kekhawatiran warga akhirnya berubah menjadi duka ketika korban ditemukan sudah tidak bernyawa, di dalam tempat tinggalnya sekitar pukul 17.40 WIB.

Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd mengungkapkan, kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB, saat seorang warga bersama dua saksi lainnya mendatangi tempat tinggal korban untuk memastikan kondisinya.
Kecurigaan muncul karena korban diketahui tinggal seorang diri dan memiliki riwayat penyakit diabetes cukup serius.
“Para saksi sempat mengetuk pintu berulang kali, namun tidak ada respons. Karena khawatir, pintu akhirnya dibuka dan korban ditemukan dalam posisi tengkurap serta tidak sadarkan diri,” jelas Hamzaid, Selasa (10/2/2026).

Saat dilakukan pengecekan, kata dia denyut nadi korban sudah tidak ditemukan. Warga yang panik langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Paciran.

Mendapat laporan, Kapolsek Paciran AKP Erni Sugihastuti, S.E bersama Kanit Reskrim IPDA Masudi Dwi O beserta anggota langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban dan menghubungi ambulane RS Suyudi Paciran guna pemeriksaan medis lebih lanjut," katanya.

Hasil pemeriksaan dokter IGD RS Suyudi Paciran, dr. Ida, lanjutnya, korban diduga meninggal dunia akibat komplikasi penyakit diabetes yang diderita dan tidak menjalani pengobatan secara rutin. “Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban,” terangnya.

Saat ditemukan, korban diketahui tidak mengenakan kaos dan hanya memakai sarung warna hitam. Juga teridentivikasi, korban yang memiliki tinggi badan sekitar 165 sentimeter dan berat badan kurang lebih 50 kilogram itu memiliki rambut pendek.

Hamzaid juga menjelaskan bila pihak keluarga korban menerima kejadian itu, sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Polres Lamongan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, khususnya warga lanjut usia yang tinggal sendiri maupun memiliki riwayat penyakit kronis.
“Jika menemukan kondisi mencurigakan atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat segera menghubungi layanan Call Center 110 atau Polsek terdekat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat,” pungkas. 

HUT ke - 80, Persit Kodim 0812 Lamongan Menggema # Aksi Sosial Menyentuh, Prioritaskan Warakawuri dan Anak Berkebutuhan Khusus Jadi

LAMONGAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVII Kodim 0812 Lamongan berlangsung penuh makna dan sarat nilai kemanusiaan. Tak sekadar seremoni, organisasi istri prajurit TNI AD ini menorehkan kepedulian nyata melalui aksi anjangsana dan tebar tali asih kepada warakawuri serta keluarga prajurit yang memiliki anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan penuh haru tersebut dihadiri langsung Komandan Kodim 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, bersama Ketua Persit KCK Cabang XXVII Dim 0812 Lamongan, Ny. Putri Deni, didampingi pengurus serta anggota Persit.
Dengan penuh kehangatan, rombongan Persit menyambangi satu per satu kediaman keluarga besar TNI AD. Bantuan berupa paket sembako, dukungan kesehatan, hingga santunan diserahkan langsung sebagai simbol kepedulian dan kebersamaan yang tak pernah pudar.
Ketua Persit KCK Cabang XXVII Dim 0812 Lamongan, Ny. Putri Deni, menegaskan bahwa di usia ke-80 tahun, Persit ingin hadir bukan hanya sebagai organisasi pendamping prajurit, tetapi juga sebagai garda sosial yang peka terhadap kondisi keluarga besar TNI.
“Persit harus mampu menjadi rumah bagi keluarga prajurit. Kami ingin memastikan tidak ada yang merasa sendiri, terutama warakawuri dan anak-anak berkebutuhan khusus. Kehadiran kami hari ini adalah bukti bahwa kebersamaan dan kepedulian selalu menjadi kekuatan utama Persit,” tegasnya.
Suasana emosional tak terbendung saat rombongan tiba di kediaman Serka Hasan Bisri, salah satu penerima santunan. Rasa haru dan syukur terpancar dari keluarga yang merasa diperhatikan dan tidak dilupakan oleh organisasi Persit.
Aksi sosial ini menjadi bukti bahwa Persit Kartika Chandra Kirana terus berkembang sebagai organisasi modern yang tak hanya memperkuat ketahanan keluarga prajurit, tetapi juga aktif menebar manfaat sosial dan kemanusiaan.
Momentum HUT ke-80 ini sekaligus menegaskan tekad Persit untuk terus melangkah maju, memperkuat solidaritas, serta menjadi pilar penguat moral keluarga TNI AD dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Baksos Hingga Khitan Massal Warnai Peringatan HPN dan HUT PWI ke-80 di Lamongan

LAMONGAN – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kabupaten Lamongan, dipusatkan 
di Balai Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame, disambut antusias warga, Senin (9/2/2026). Tasyakuran dan bakti sosial (baksos) di tempat tersebut disambut antusias masyarakat.

Suasana hangat kebersamaan begitu terasa saat insan pers turun langsung berbaur dengan masyarakat, menghadirkan rangkaian kegiatan sosial sebagai wujud nyata pengabdian pers kepada publik.
Puluhan anak mengikuti khitan massal hasil kerja sama PWI Lamongan dengan RSUD Ngimbang. Selain itu, pembagian bibit pohon juga dilakukan melalui kolaborasi dengan CDK Bojonegoro. Tak hanya itu, ratusan paket bantuan sosial berupa sembako atas kerja sama dengan Korpri Kab Lamongan, turut disalurkan kepada warga setempat.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, memberikan apresiasi atas kepedulian insan pers yang tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga hadir langsung membantu masyarakat.
Menurut Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu, kegiatan sosial yang digagas wartawan menjadi bukti bahwa pers memiliki peran strategis dalam membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memahami kebutuhan riil warga.
“Pers tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus menghadirkan informasi yang mencerahkan, memberikan motivasi, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat. Di sisi lain, pers tetap menjalankan fungsi kontrol sosial,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lamongan, lanjutnya, berkomitmen terus menjalin sinergi dengan insan pers guna menciptakan arus informasi yang sehat, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua PWI Lamongan, Kadam Mustoko, menyampaikan bahwa peringatan HPN 2026 yang mengusung tema “Pers Hebat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” menjadi momentum refleksi bagi insan pers daerah.

Ia mengakui masih adanya stigma negatif terhadap profesi wartawan akibat ulah oknum yang mengaku sebagai wartawan, namun tidak menjalankan profesi sesuai kaidah jurnalistik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa wartawan yang tergabung dalam PWI bekerja secara profesional dan berpegang pada kode etik jurnalistik. Melalui kegiatan sosial seperti ini, kami ingin membangun kembali kepercayaan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah wartawan yang tergabung dalam PWI Lamongan relatif terbatas, sehingga tidak semua pihak yang mengaku wartawan dapat disamakan dengan jurnalis profesional.

PWI Lamongan, lanjutnya, berkomitmen menjaga marwah profesi pers melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kepala Desa Kedungkumpul, Angely Emitasari, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap sinergi antara insan pers dan pemerintah desa dapat terus terjalin demi meningkatkan edukasi serta penyebaran informasi yang positif bagi warga.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya, kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa,” ujarnya.

Sebelumnya, rangkaian peringatan HPN 2026 di Lamongan juga telah diisi dengan kegiatan pengobatan mata gratis serta lomba senam kreasi. Puncak peringatan rencananya akan ditutup melalui penyelenggaraan kontes lele Lamongan pada bulan Ramadan mendatang. 

Baksos Hingga Khitan Massal Warnai Peringatan HPN dan HUT PWI ke-80 di Lamongan

LAMONGAN – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kabupaten Lamongan, dipusatkan 
di Balai Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame, disambut antusias warga, Senin (9/2/2026). Tasyakuran dan bakti sosial (baksos) di tempat tersebut disambut antusias masyarakat.

Suasana hangat kebersamaan begitu terasa saat insan pers turun langsung berbaur dengan masyarakat, menghadirkan rangkaian kegiatan sosial sebagai wujud nyata pengabdian pers kepada publik.
Puluhan anak mengikuti khitan massal hasil kerja sama PWI Lamongan dengan RSUD Ngimbang. Selain itu, pembagian bibit pohon juga dilakukan melalui kolaborasi dengan CDK Bojonegoro. Tak hanya itu, ratusan paket bantuan sosial berupa sembako atas kerja sama dengan Korpri Kab Lamongan, turut disalurkan kepada warga setempat.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, memberikan apresiasi atas kepedulian insan pers yang tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga hadir langsung membantu masyarakat.
Menurut Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu, kegiatan sosial yang digagas wartawan menjadi bukti bahwa pers memiliki peran strategis dalam membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memahami kebutuhan riil warga.
“Pers tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus menghadirkan informasi yang mencerahkan, memberikan motivasi, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat. Di sisi lain, pers tetap menjalankan fungsi kontrol sosial,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lamongan, lanjutnya, berkomitmen terus menjalin sinergi dengan insan pers guna menciptakan arus informasi yang sehat, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua PWI Lamongan, Kadam Mustoko, menyampaikan bahwa peringatan HPN 2026 yang mengusung tema “Pers Hebat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” menjadi momentum refleksi bagi insan pers daerah.

Ia mengakui masih adanya stigma negatif terhadap profesi wartawan akibat ulah oknum yang mengaku sebagai wartawan, namun tidak menjalankan profesi sesuai kaidah jurnalistik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa wartawan yang tergabung dalam PWI bekerja secara profesional dan berpegang pada kode etik jurnalistik. Melalui kegiatan sosial seperti ini, kami ingin membangun kembali kepercayaan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah wartawan yang tergabung dalam PWI Lamongan relatif terbatas, sehingga tidak semua pihak yang mengaku wartawan dapat disamakan dengan jurnalis profesional.

PWI Lamongan, lanjutnya, berkomitmen menjaga marwah profesi pers melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kepala Desa Kedungkumpul, Angely Emitasari, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap sinergi antara insan pers dan pemerintah desa dapat terus terjalin demi meningkatkan edukasi serta penyebaran informasi yang positif bagi warga.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya, kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa,” ujarnya.

Sebelumnya, rangkaian peringatan HPN 2026 di Lamongan juga telah diisi dengan kegiatan pengobatan mata gratis serta lomba senam kreasi. Puncak peringatan rencananya akan ditutup melalui penyelenggaraan kontes lele Lamongan pada bulan Ramadan mendatang. 

Jumat, 06 Februari 2026

Memasuki Hari Kedua Pencarin, Korban Tenggelam Kali Lamong Diketemukan # Korban Ditemukan Sudah Meninggal


LAMONGAN – Tuntas sudah pencarin terhadap korban tenggelan di Kali Lamong, Nakula Akbar Rully (10), bocah asal Dusun Kedungcalo, Desa Kreteranggon, Kecamatan Sambeng, Lamongan. Memasuki hari kedua proses pencarian, Jumat (6/2/2026)  Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban. Tragisnya, saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa.


Proses pencarian telah dilakukan sejak Kamis sore, namun korban belum ditemukan. Operasi kemudian dilanjutkan pada Jumat pagi dengan melibatkan sekitar 40 personel gabungan dari Basarnas Unit Siaga Bojonegoro bersama unsur terkait lainnya.

Dalam pencarian tersebut, tim juga mengerahkan empat unit perahu karet untuk menyisir aliran sungai.
Setelah melakukan penyisiran secara intensif, korban akhirnya ditemukan menjelang siang hari sekitar pukul 11.30 WIB. Jasad korban ditemukan di aliran Sungai Lamong wilayah Desa Talun Blandong, Kecamatan Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto, yang berjarak cukup jauh dari lokasi awal kejadian.

Koordinator Tim SAR Gabungan, Nanang Pujo Prasetyo, membenarkan penemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. "Korban ditemukan pada pukul 11.30 WIB di aliran Sungai Lamong wilayah Desa Talun Blandong dan langsung dievakuasi tim SAR gabungan," jelasnya, Jumat (6/2/2026).

Usai proses evakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dilakukan proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Pihak Basarnas menduga kejadian ini dipicu oleh meningkatnya debit air sungai akibat curah hujan tinggi. Selain itu, ketidakmampuan korban dalam berenang.
Petugas pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, khususnya saat musim hujan. "Kondisi cuaca ekstrem dapat menyebabkan kenaikan debit air secara tiba-tiba dan berpotensi membahayakan keselamatan", kata Nanang.

Diketahui sebelumnya, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, korban yang masih duduk di bangku kelas VI sekolah dasar tengah bermain di tepian Kali Lamong bersama sejumlah temannya.

Diduga korban terpeleset dan terseret arus sungai yang sedang meningkat akibat intensitas hujan tinggi. Selain itu, korban diketahui tidak memiliki kemampuan berenang sehingga tidak mampu menyelamatkan diri saat terbawa arus deras.

Teman-teman korban yang melihat kejadian tersebut segera melaporkan kepada warga sekitar. Informasi itu kemudian diteruskan ke aparat terkait hingga dilakukan upaya pencarian oleh tim gabungan.